Menuju arah barat, di sana terdapat sebuah jalan yang menuju arah keluar. Tentunya Ming Yin mengetahui hal itu, karena dari sanalah mereka sebelumnya masuk.
Untuk perjalanan masuk sendiri tidak bisa dibilang mudah. Karena seperti yang orang tau, hutan jiwa menyimpan banyak hewan berbahaya yang bersemayam.
"Kau benar-benar berani, Lin Han. Berjalan dengan santai seperti itu?" Ucap Ming Yin menatap Lin Han yang berjalan paling depan seorang diri tanpa waspada
"Eh? Memangnya disini berbahaya sampai harus waspada seperti itu?" Tanya Lin Han balik nampak bingung
"Nona, dia ini bukanlah mahluk seperti kita, ingat!" Bisik Lue
"Tapi tetap saja Lin Han. Meskipun kau kuat, akan sangat berbahaya jika tidak hati-hati."
"Em baiklah. Terimakasih untuk nasihatnya. Namun untuk yang kau bilang kuat, sepertinya itu terlalu berlebihan." Lin Han tertawa sambil menggaruk kepalanya
"Bukankah itu benar? Terlebih kau mampu membunuh beberapa ekor singa hutan loh?" Tambah Lue
"Singa huta..." Lin Han mulai menyelam di pikirannya mencari apa itu Singa Hutan.
"Kucing Hutan!" Ulang Lue melihat Lin Han yang kebingungan seperti itu
"Ah kucing hutan! Yah itu hanya kucing hutan saja."
"Kau ini terlalu merendah, Lin Han." Ming Yin melambaikan tangannya terkekeh kecil
"Benar loh, aku tidak merendah. Apa yang ku lawan itu merupakan kucing hutan?"
Ming Yin dan Lue tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Terlebih saat Lin Han menjelaskan hal itu dengan wajah polosnya yang tidak tau apa-apa.
"Jika itu bukan Singa hutan, lantas singa hutan yang sesungguhnya bagaimana?" Lue terbahak-bahak sambil memegang perutnya
Lin Han hanya diam tersenyum, tangannya menunjuk kearah Ming Yin dan Lue.
"Hm? Ada apa?" Tanya Ming Yin tersenyum
"Mungkin itu singa hutan?"
Ming Yin dan Lue terdiam dengan perlahan keduanya memutar badan untuk melihat kebelakang dengan keringat dingin.
"M-mungkin kah..."
GRRRR...
Suara geraman terdengar, hembusan nafas juga terasa membuat rambut keduanya bergoyang.
"Lue... Nampaknya..."
"LARI!!"
Tanpa aba-aba Lue langsung berlari cepat, di susul oleh Ming Yin yang juga ikut berlari sangat cepat meninggalkan Lin Han seorang diri di sana.
"Waaaaaa!! Kita akan mati jika tidak lari!" Teriak Ming Yin
"Huh hah huh hah!" Lue mengangguk sambil terus berlari jauh
"CEPATNYA!!"
***
GRRR!!
"Huh! Apa kau pikir aku takut dengan tubuh besar mu itu!"
Lin Han menatap tajam, lebih tepatnya kearah Raja hutan yang memiliki ukuran seperti bus kota. Nafasnya memburu menerpa wajah Lin Han yang menatap tajam.
ROARRRR!!
Raja singa melayangkan cakarnya, dan dengan sigap Lin Han melompat untuk menghindari.
*DUAR!!
Tanah hancur saat tangannya menghantam tanah, tak sampai di situ saja. Lin Han melompat dan menendang wajah Raja sing itu bingung kepalanya menghantam pohon.
*BRUKK!!
Satu pohon patah saat wajah Raja sing menghantamnya. Dengan cepat Lin Han kembali melompat, bersiap melayangkan sebuah pukulan.
ROARRRR!!
*SWOSHH!!
Raungannya cukup kuat, seperti sebuah kipas dengan ukuran besar. Membuat Lin Han terpental jauh hanya karena nafasnya saja.
"Cih! Inilah alasan ku benci bertemu dengan hewan ini!" Keluh Lin Han kembali bangkit berdiri
ROARRRR!!
Raja singa melompat, melayangkan sebuah cakaran sekali lagi. Namun masih dengan mudah Lin Han hindari, dan masih melayangkan serangan yang sama.
*BRUKK!
"Haha, dasar hewan bodoh! Kau masih tidak belajar dari kesalahan!" Teriak Lin Han melompat bersiap menghantam dengan pukulannya
ROARRRR!!
Raja singa kembali meraung, membuat Lin Han kembali terpental seperti sebelumnya juga.
***
"Sepertinya kita sudah aman!" Ucap Lue tersengal-sengal
"Ya, namun sepertinya ada yang kita lupa?" Jawab Ming Yin juga terengah-engah
Keduanya diam sejenak, mengingat sesuatu yang mungkin mereka lupakan. Hingga akhirnya keduanya saling memandang satu sama lain.
"LIN HAN!!"
Histeris keduanya berteriak saat mengingat Lin Han yang tertinggal. Dengan cepat keduanya pun berlari kembali menuju arah yang sebelumnya.
"Sialan, Aku lupa dengan anak itu!" Keluh Lue sambil berlari
"Kuharap dia baik-baik saja!" Jawab Ming Yin ikut berlari
***
Sementara itu pertarungan keduanya, nampak masih belum ada yang tumbang. Keduanya pun juga masih terlihat berdiri kokoh dengan nafasnya yang memburu.
"Huh, kau lumayan anak manusia!" Ucap Raja singa berbicara
"Eh? Kau dapat berbicara?" Tanya Lin Han yang baru tahu akan hal itu
"Em ya, tentu saja, hebat bukan?"
"Wow! Hebat! Aku baru pertama kali melihatnya ada yang berbicara!" Puji Lin Han tepuk tangan
"Terimakasih untuk pujiannya. Namun harus kuakui, baru kali ini aku belum bisa mengalahkan seorang bocah, kecuali pria tua itu sih."
"Pria tua? Apa maksud mu Kakek?" Tanya Lin Han memiringkan kepalanya
"Kakek?"
"Ya! Pria tua dengan janggut. Dia kakek sekaligus guru ku!"
"APAAA!!!" Raja singa melotot seolah matanya hendak keluar
"Ada apa?"
"Ja ja ja ja jadi kau cucu dan muridnya!!"
Lin Han mengangguk, ia tersenyum lebar mengatakannya. Dengan panik Raja singa langsung lari terbirit-birit meninggalkan Lin Han yang nampak bingung.
"Ada apa dengannya? Apakah dia mau buang air besar?" Tanya Lin Han bingung melihat Raja singa yang berlari sangat jauh
"WOY!! LIN HAN!!" Teriak dua orang wanita dengan wajah cemberut seperti orang berak
"Ah kalian! Apa kalian baik-baik saja?"
'Sialan, sepertinya salah mengkhawatirkan dirinya.' pikir Ming Yin dan Lue dengan ekspresi datar
"Kemana hewan buas itu! Biar aku menjaga mu!" Ucap Lue memamerkan otot lengannya
"Ya! Dimana dia!" Sambung Ming Yin juga
"Eh? Dia sudah pergi, sepertinya perutnya sakit tadi?" Lin Han menunjuk arah Raja singa berlari
"Huh! Syukurlah dia pergi, jika tidak dia akan kubuat mati!" Jawab Lue
'Yah akan ku korbankan diriku sih...'
"Untunglah kalau kau baik-baik saja, Lin Han. Kalau begitu sebaiknya kita segera berangkat saja!" Ajak Ming Yin menarik tangan Lin Han
***
- Kota Langit
"Hm, baguslah. Sepertinya situasi aman!" Ucap seorang pria seperti ninja berdiri di atas stan dagangan pedagang
Matanya memandang sekitar, berusaha memindai tentang tingkat keberhasilannya dalam mencopet.
"Hehe, orang-orang tidak akan menyangka jika Dewa-"
*Bruk!!
"Hoi bodoh! Sedang apa kau di atas sana bajingan!" Teriak seorang pria tua melemparkan sebuah kayu
"Kurang ajar! Beraninya kau melakukan itu pada Dewa-"
*Bruk!
"Turun sialan! Kau menganggu dagangan ku saja keparat!"
"Biarkan aku selesai berbicara-"
*Bruk!!
"Orang gila! Semuanya ada orang aneh!!"
Semua orang langsung menatap, apalagi pada pria yang seperti ninja itu. Pria aneh yang menggunakan celana ketat, hingga belahan pantatnya kelihatan.
"Kyaaa!! Dia pencuri kemarin!!" Teriak seorang wanita menunjuk
"Sialan, rencana gagal!"
Pria itu segera melompat, menghindari beberapa lemparan orang-orang yang sama sekali tidak bisa mengenainya.
"Hahaha! Serangan seperti itu tidak akan bisa mengenai ku!"
*Bruk!
Pria itu terjatuh, lebih tepatnya melompat ke atap stan seorang pedagang yang hanya menggunakan kain biasa.
*Bugh!
Rasa sakit yang amat sangat, ketika kayu lurus yang melesat menghantam benda pusaka sakti Mandra guna miliknya.
"Bi bi bi bi BIJI KU!!!!!!"
"Tangkap dia!" Teriak orang-orang
Malang sekali, seperti kata pepatah. Sudah tertimpa meteor, jatuh tertimpa tangga. Dia di hajar oleh orang-orang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Putra_Andalas
gk kira² bkin ukuran nih Author...klo sbesar minibus atau L 300 msih nalar juga liatnya...😵
2024-11-11
1
Pixel 3
mau koment tapi kayanya percuma. yg ada cuma kalimat ,klo gak suka dgn novel ini jgn dibaca bikin aja novel sendiri , padahal novel di sini bahkan di app tetangga 90 persen cuma jiplakan
2023-11-24
2
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-10-18
0