4. Perjalanan

Menuju arah barat, di sana terdapat sebuah jalan yang menuju arah keluar. Tentunya Ming Yin mengetahui hal itu, karena dari sanalah mereka sebelumnya masuk.

Untuk perjalanan masuk sendiri tidak bisa dibilang mudah. Karena seperti yang orang tau, hutan jiwa menyimpan banyak hewan berbahaya yang bersemayam.

"Kau benar-benar berani, Lin Han. Berjalan dengan santai seperti itu?" Ucap Ming Yin menatap Lin Han yang berjalan paling depan seorang diri tanpa waspada

"Eh? Memangnya disini berbahaya sampai harus waspada seperti itu?" Tanya Lin Han balik nampak bingung

"Nona, dia ini bukanlah mahluk seperti kita, ingat!" Bisik Lue

"Tapi tetap saja Lin Han. Meskipun kau kuat, akan sangat berbahaya jika tidak hati-hati."

"Em baiklah. Terimakasih untuk nasihatnya. Namun untuk yang kau bilang kuat, sepertinya itu terlalu berlebihan." Lin Han tertawa sambil menggaruk kepalanya

"Bukankah itu benar? Terlebih kau mampu membunuh beberapa ekor singa hutan loh?" Tambah Lue

"Singa huta..." Lin Han mulai menyelam di pikirannya mencari apa itu Singa Hutan.

"Kucing Hutan!" Ulang Lue melihat Lin Han yang kebingungan seperti itu

"Ah kucing hutan! Yah itu hanya kucing hutan saja."

"Kau ini terlalu merendah, Lin Han." Ming Yin melambaikan tangannya terkekeh kecil

"Benar loh, aku tidak merendah. Apa yang ku lawan itu merupakan kucing hutan?"

Ming Yin dan Lue tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Terlebih saat Lin Han menjelaskan hal itu dengan wajah polosnya yang tidak tau apa-apa.

"Jika itu bukan Singa hutan, lantas singa hutan yang sesungguhnya bagaimana?" Lue terbahak-bahak sambil memegang perutnya

Lin Han hanya diam tersenyum, tangannya menunjuk kearah Ming Yin dan Lue.

"Hm? Ada apa?" Tanya Ming Yin tersenyum

"Mungkin itu singa hutan?"

Ming Yin dan Lue terdiam dengan perlahan keduanya memutar badan untuk melihat kebelakang dengan keringat dingin.

"M-mungkin kah..."

GRRRR...

Suara geraman terdengar, hembusan nafas juga terasa membuat rambut keduanya bergoyang.

"Lue... Nampaknya..."

"LARI!!"

Tanpa aba-aba Lue langsung berlari cepat, di susul oleh Ming Yin yang juga ikut berlari sangat cepat meninggalkan Lin Han seorang diri di sana.

"Waaaaaa!! Kita akan mati jika tidak lari!" Teriak Ming Yin

"Huh hah huh hah!" Lue mengangguk sambil terus berlari jauh

"CEPATNYA!!"

***

GRRR!!

"Huh! Apa kau pikir aku takut dengan tubuh besar mu itu!"

Lin Han menatap tajam, lebih tepatnya kearah Raja hutan yang memiliki ukuran seperti bus kota. Nafasnya memburu menerpa wajah Lin Han yang menatap tajam.

ROARRRR!!

Raja singa melayangkan cakarnya, dan dengan sigap Lin Han melompat untuk menghindari.

*DUAR!!

Tanah hancur saat tangannya menghantam tanah, tak sampai di situ saja. Lin Han melompat dan menendang wajah Raja sing itu bingung kepalanya menghantam pohon.

*BRUKK!!

Satu pohon patah saat wajah Raja sing menghantamnya. Dengan cepat Lin Han kembali melompat, bersiap melayangkan sebuah pukulan.

ROARRRR!!

*SWOSHH!!

Raungannya cukup kuat, seperti sebuah kipas dengan ukuran besar. Membuat Lin Han terpental jauh hanya karena nafasnya saja.

"Cih! Inilah alasan ku benci bertemu dengan hewan ini!" Keluh Lin Han kembali bangkit berdiri

ROARRRR!!

Raja singa melompat, melayangkan sebuah cakaran sekali lagi. Namun masih dengan mudah Lin Han hindari, dan masih melayangkan serangan yang sama.

*BRUKK!

"Haha, dasar hewan bodoh! Kau masih tidak belajar dari kesalahan!" Teriak Lin Han melompat bersiap menghantam dengan pukulannya

ROARRRR!!

Raja singa kembali meraung, membuat Lin Han kembali terpental seperti sebelumnya juga.

***

"Sepertinya kita sudah aman!" Ucap Lue tersengal-sengal

"Ya, namun sepertinya ada yang kita lupa?" Jawab Ming Yin juga terengah-engah

Keduanya diam sejenak, mengingat sesuatu yang mungkin mereka lupakan. Hingga akhirnya keduanya saling memandang satu sama lain.

"LIN HAN!!"

Histeris keduanya berteriak saat mengingat Lin Han yang tertinggal. Dengan cepat keduanya pun berlari kembali menuju arah yang sebelumnya.

"Sialan, Aku lupa dengan anak itu!" Keluh Lue sambil berlari

"Kuharap dia baik-baik saja!" Jawab Ming Yin ikut berlari

***

Sementara itu pertarungan keduanya, nampak masih belum ada yang tumbang. Keduanya pun juga masih terlihat berdiri kokoh dengan nafasnya yang memburu.

"Huh, kau lumayan anak manusia!" Ucap Raja singa berbicara

"Eh? Kau dapat berbicara?" Tanya Lin Han yang baru tahu akan hal itu

"Em ya, tentu saja, hebat bukan?"

"Wow! Hebat! Aku baru pertama kali melihatnya ada yang berbicara!" Puji Lin Han tepuk tangan

"Terimakasih untuk pujiannya. Namun harus kuakui, baru kali ini aku belum bisa mengalahkan seorang bocah, kecuali pria tua itu sih."

"Pria tua? Apa maksud mu Kakek?" Tanya Lin Han memiringkan kepalanya

"Kakek?"

"Ya! Pria tua dengan janggut. Dia kakek sekaligus guru ku!"

"APAAA!!!" Raja singa melotot seolah matanya hendak keluar

"Ada apa?"

"Ja ja ja ja jadi kau cucu dan muridnya!!"

Lin Han mengangguk, ia tersenyum lebar mengatakannya. Dengan panik Raja singa langsung lari terbirit-birit meninggalkan Lin Han yang nampak bingung.

"Ada apa dengannya? Apakah dia mau buang air besar?" Tanya Lin Han bingung melihat Raja singa yang berlari sangat jauh

"WOY!! LIN HAN!!" Teriak dua orang wanita dengan wajah cemberut seperti orang berak

"Ah kalian! Apa kalian baik-baik saja?"

'Sialan, sepertinya salah mengkhawatirkan dirinya.' pikir Ming Yin dan Lue dengan ekspresi datar

"Kemana hewan buas itu! Biar aku menjaga mu!" Ucap Lue memamerkan otot lengannya

"Ya! Dimana dia!" Sambung Ming Yin juga

"Eh? Dia sudah pergi, sepertinya perutnya sakit tadi?" Lin Han menunjuk arah Raja singa berlari

"Huh! Syukurlah dia pergi, jika tidak dia akan kubuat mati!" Jawab Lue

'Yah akan ku korbankan diriku sih...'

"Untunglah kalau kau baik-baik saja, Lin Han. Kalau begitu sebaiknya kita segera berangkat saja!" Ajak Ming Yin menarik tangan Lin Han

***

- Kota Langit

"Hm, baguslah. Sepertinya situasi aman!" Ucap seorang pria seperti ninja berdiri di atas stan dagangan pedagang

Matanya memandang sekitar, berusaha memindai tentang tingkat keberhasilannya dalam mencopet.

"Hehe, orang-orang tidak akan menyangka jika Dewa-"

*Bruk!!

"Hoi bodoh! Sedang apa kau di atas sana bajingan!" Teriak seorang pria tua melemparkan sebuah kayu

"Kurang ajar! Beraninya kau melakukan itu pada Dewa-"

*Bruk!

"Turun sialan! Kau menganggu dagangan ku saja keparat!"

"Biarkan aku selesai berbicara-"

*Bruk!!

"Orang gila! Semuanya ada orang aneh!!"

Semua orang langsung menatap, apalagi pada pria yang seperti ninja itu. Pria aneh yang menggunakan celana ketat, hingga belahan pantatnya kelihatan.

"Kyaaa!! Dia pencuri kemarin!!" Teriak seorang wanita menunjuk

"Sialan, rencana gagal!"

Pria itu segera melompat, menghindari beberapa lemparan orang-orang yang sama sekali tidak bisa mengenainya.

"Hahaha! Serangan seperti itu tidak akan bisa mengenai ku!"

*Bruk!

Pria itu terjatuh, lebih tepatnya melompat ke atap stan seorang pedagang yang hanya menggunakan kain biasa.

*Bugh!

Rasa sakit yang amat sangat, ketika kayu lurus yang melesat menghantam benda pusaka sakti Mandra guna miliknya.

"Bi bi bi bi BIJI KU!!!!!!"

"Tangkap dia!" Teriak orang-orang

Malang sekali, seperti kata pepatah. Sudah tertimpa meteor, jatuh tertimpa tangga. Dia di hajar oleh orang-orang.

Terpopuler

Comments

Putra_Andalas

Putra_Andalas

gk kira² bkin ukuran nih Author...klo sbesar minibus atau L 300 msih nalar juga liatnya...😵

2024-11-11

1

Pixel 3

Pixel 3

mau koment tapi kayanya percuma. yg ada cuma kalimat ,klo gak suka dgn novel ini jgn dibaca bikin aja novel sendiri , padahal novel di sini bahkan di app tetangga 90 persen cuma jiplakan

2023-11-24

2

Harman LokeST

Harman LokeST

seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss

2023-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!