17. Masalah

"Apa! Kau seorang sampah!"

Urat kepala Lou Kang semakin terlihat jelas saat mendengar ucapan Lin Han. Dengan raut emosi Lou Kang membuka kipas di tangannya, sambil tersenyum lebar.

"Kau akan kubuat mati sialan!"

"Coba saja!" Jawab Lin Han memasang kuda-kuda

"Badai Angin!"

Lou Kang menghempaskan kipas di tangannya, membuat sebuah angin pasir yang bertiup kearah Lin Han. Tak hanya itu saja, pasir yang terbang pun mulai membentuk sebuah Golem setinggi tiga meter.

"Apa itu! Bentuknya aneh-"

*BOOOOOOM!!

Lin Han terpental menghantam beberapa bangunan saat Golem tersebut menghantamnya. Sementara Lou Kang yang melihatnya nampak tertawa puas.

"Hahaha!! Jangan mati semudah itu sialan!"

Lin Han kembali bangkit dari puing-puing. Nafasnya ia atur sejenak. Meregangkan tubuh lalu tersenyum tipis.

"Yah lumayan, mainan mu cukup menarik!" Lin Han mengacungkan jempol

Lou Kang kembali terkejut, apalagi saat melihat Lin Han yang nampak baik-baik saja, dan bahkan masih bisa tersenyum.

"SIALAN!!"

Golem melesat kearah Lin Han, namun keburu hancur saat Lin Han menghantamnya dengan sangat kuat.

*Boom!

"Apa!?" Kejut Lou Kang

"Sekarang giliran ku, sialan!" Lin Han tersenyum lebar

"Jangan bangga!! Angin Kem-"

*BOOOOOOM!!

Pukulan tunggal menghantam wajah Lou Kang, membuat area sekitarnya hancur dan mementalkan Lou Kang sangat jauh hingga mengenai beberapa bangunan.

"A-apa!? Tuan Lou Kang dikalahkan!" Kejut seorang warga yang melihatnya

"Itu hebat, tapi bukankah dia akan mendapatkan masalah besar..." Jawab seorang lagi menatap Lin Han yang tertawa dan berjalan pergi

***

"Ini, bukankah Lou Kang?"

Ming Yin berdiri diam saat melihat Lou Kang yang terkapar menempel di dinding. Beberapa orang nampak ramai berkerumun melihat Tuan Muda Sekte angin menempel seperti seekor cicak.

"Ini masalah besar! Tuan Pei Kang pasti akan marah besar!" Ucap seorang warga nampak panik

'Apa ada perkelahian?' pikir Ming Yin segera pergi meninggalkan lokasi kejadian

Di saat Ming Yin pergi, beberapa kelompok pendekar dengan pakaian sekte lengkap segera pergi menuju tempat kejadian.

Pakaian hitam, dengan simbol angin di dadanya. Mereka adalah murid Inti, atau murid utama yang berada di Sekte Angin.

"Siapa yang berani melakukan ini!!" Teriak seorang pria bernama Yua Kang kakak dari Lou Kang

"Kakak! Menurut saksi, seorang pemuda yang melakukan ini!" Ucap seorang baru saja datang

"Siapa orang itu!" Kesal Yua Kang

"Kami tidak tau, namun akan kami segera kejar!" Jelasnya

"Tidak! Biar Aku yang mengejarnya! Tunjukkan orang itu!" Balas Yua Kang nampak semakin emosi

***

- Sekte Plum

"Ada apa gerangan, sampai Nona Yin datang kemari?" Tanya seorang pria tua tersenyum sambil menuangkan teh hangat

"Maaf atas kedatangan Saya yang tiba-tiba, Tuan Tin Qin." Ming Yin memberikan salam sambil menundukkan kepalanya

"Apa ada hal penting, Nona?" Tanya Tin Qin sambil tersenyum

Ming Yin mengangguk, lalu memberikan sebuah gulungan yang sebelumnya telah di titipkan oleh Ming Gong.

Tin Qin membaca isinya secara perlahan, kepalanya mengangguk pelan saat beberapa kalimat dia baca.

"Jadi begitu masalahnya."

"Bagaimana Tuan? Apakah bisa?" Tanya Ming Yin

Tin Qin menghela nafasnya, lalu berjalan kesamping sambil menatap sebuah kolam kecil yang terdapat sebuah bunga Plum.

"Ini masalah sulit, Nona. Mengalahkan atau menjatuhkan Sekte Angin merupakan pilihan yang cukup gila!"

"Itu memang gila Tuan Tin, namun akan lebih gila jika semua tindakan yang mereka lakukan tidak kita hentikan." Jawab Ming Yin sambil meminum teh di atasnya

Tin Qin diam sejenak, berusaha berpikir dalam-dalam tentang rencana ini. Memang, rencana menghilangkan Sekte Angin merupakan pilihan yang cukup gila.

"Menghentikannya mungkin, namun untuk memusnahkan mereka..."

"Itu sudah cukup Tuan. Anda pasti tau bukan alasan saya kemari?"

Tin Qin memutar tubuhnya menatap Ming Yin dalam-dalam.

"Bukti saja tidak akan cukup, Nona. Liga Langit merupakan aturan mutlak dimana uang masih bisa berkuasa." Tin Qin menjelaskan

"Karena itu, kita perlu bukti untuk melakukan semuanya. Hukuman tunggal!" Ming Yin tersenyum tipis

Tin Qin melotot mendengar ucapan Ming Yin, yang sebenarnya terlalu gegabah. Hukuman tunggal, adalah hukuman yang diberikan pada sebuah Sekte, jika terbukti telah melakukan kejahatan berat.

Hukuman ini tidak memerlukan izin dari Liga Langit. Namun dengan konsekuensi, pihak yang menghukum harus memiliki bukti kuat, yang membuat Liga mampu dan yakin dengan hukuman tersebut.

"Haha, anda benar-benar mirip dengan Ming Gong."

"Terimakasih."

"Hanya saja, melakukan hukuman itu terlalu beresiko. Sekte Angin, memiliki Pendekar bintang tujuh yang masih aktif, apalagi dengan kepala Sekte mereka yang berada di tahap bintang delapan."

"Saya mengerti, namun karena itulah kita perlu yang namanya relasi. Pertarungan lawan satu hanya akan merugikan kita, namun bagaimana jika semuanya bergabung?"

"Rencana yang menarik. Namun, bagaimana caranya membuat Seekor tikus mau menunjukkan taringnya, Nona?" Tin Qin tersenyum

***

- Hutan Barat

Di tengah hutan yang nampak tenang, serta hembusan angin yang begitu nyaman. Seorang pria tampan tengah berjalan santai sambil memeluk sebuah pedang di tangannya.

Pakaiannya berwarna putih, menyatu dengan rambut dan ikat kepala di keningnya. Matanya nampak redup dengan ekspresi yang datar.

"Yah ... Aku tersesat..." Keluh Lin Han menatap sekitarnya dengan bingung

Lin Han memandang sekitarnya, matanya memandang diam pada seorang pria yang tengah berjalan melewatinya.

Merasa ada petunjuk, Lin Han pun memutuskan untuk mengikuti pria tersebut, yang entah siapa ataupun kemana tujuannya sebenarnya.

*Sret..

Pria tersebut diam, begitu juga dengan Lin Han yang ikut diam.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya pria tersebut dengan suara tenang namun tatapan tajam kearah Lin Han

"Mengikuti..."

"Pergilah, jangan main-main!"

"Inginnya begitu, hanya saja aku tidak tau jalan ke kota kemana?" Lin Han mengangkat kedua tangannya

"Cih! Apa kemari tanpa tau apa-apa?"

"Ah sepertinya begitu, aku berjalan kemari dan... Aku melihat mu!"

"Lalu mengapa kau mengikuti ku bodoh!"

"Mungkin kau tau jalan kembali?"

"Apa perduli-"

Ucapnya terhenti saat mendengar beberapa orang tengah berlari kearah mereka. Dan ternyata kelompok tersebut berasal dari Pei Kang yang tengah mendekat.

"Kakak! Itu dia orangnya!" Tunjuk Seorang pria kearah Lin Han

"Bajingan! Jangan pikir kau bisa kabur!" Tunjuk Pei Kang kearah Lin Han

Sepuluh orang langsung mengepung keduanya, sementara pria tadi nampak bingung dengan apa yang tengah terjadi.

"Wah! Rupanya kau membawa teman kemari!" Kesal Pei Kang

"Hm? Apakah masalah ini berasal dari mu?" Tanya pria tersebut pada Lin Han

"Tidak tau, aku tidak kenal mereka?" Lin Han mengangkat kedua tangannya

"Keparat! Jangan alihkan pandangan mu sialan!" Kesal Pei Kang

"Lihatlah, dia marah padamu?" Tanya pria tersebut kembali

"Aku tidak kenal, sungguh?"

"Bajingan... Rupanya kau ini seorang pria bodoh!" Kesal Pei Kang

"Sebelumnya maaf menganggu, kebetulan aku tidak mengenal pria ini-"

"Diam! Apa kau pikir pria rendahan seperti mu berkah bicara!" Potong Pei Kang saat pria tadi hendak berbicara

"Hei, Namaku Juan Zhi, bukan sampah sialan!" Jawabnya ikut kesal

"Huh! Perduli amat dengan nama mu!" Jawab Pei Kang angkuh

Terpopuler

Comments

Keren dan keren dg kepolosan Lin Han bisa bikin reader 😅😅

2023-10-24

0

Lin Han... bener bener bikin heboh
kenapa Terlalu polos abis

2023-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!