"Apa! Kau seorang sampah!"
Urat kepala Lou Kang semakin terlihat jelas saat mendengar ucapan Lin Han. Dengan raut emosi Lou Kang membuka kipas di tangannya, sambil tersenyum lebar.
"Kau akan kubuat mati sialan!"
"Coba saja!" Jawab Lin Han memasang kuda-kuda
"Badai Angin!"
Lou Kang menghempaskan kipas di tangannya, membuat sebuah angin pasir yang bertiup kearah Lin Han. Tak hanya itu saja, pasir yang terbang pun mulai membentuk sebuah Golem setinggi tiga meter.
"Apa itu! Bentuknya aneh-"
*BOOOOOOM!!
Lin Han terpental menghantam beberapa bangunan saat Golem tersebut menghantamnya. Sementara Lou Kang yang melihatnya nampak tertawa puas.
"Hahaha!! Jangan mati semudah itu sialan!"
Lin Han kembali bangkit dari puing-puing. Nafasnya ia atur sejenak. Meregangkan tubuh lalu tersenyum tipis.
"Yah lumayan, mainan mu cukup menarik!" Lin Han mengacungkan jempol
Lou Kang kembali terkejut, apalagi saat melihat Lin Han yang nampak baik-baik saja, dan bahkan masih bisa tersenyum.
"SIALAN!!"
Golem melesat kearah Lin Han, namun keburu hancur saat Lin Han menghantamnya dengan sangat kuat.
*Boom!
"Apa!?" Kejut Lou Kang
"Sekarang giliran ku, sialan!" Lin Han tersenyum lebar
"Jangan bangga!! Angin Kem-"
*BOOOOOOM!!
Pukulan tunggal menghantam wajah Lou Kang, membuat area sekitarnya hancur dan mementalkan Lou Kang sangat jauh hingga mengenai beberapa bangunan.
"A-apa!? Tuan Lou Kang dikalahkan!" Kejut seorang warga yang melihatnya
"Itu hebat, tapi bukankah dia akan mendapatkan masalah besar..." Jawab seorang lagi menatap Lin Han yang tertawa dan berjalan pergi
***
"Ini, bukankah Lou Kang?"
Ming Yin berdiri diam saat melihat Lou Kang yang terkapar menempel di dinding. Beberapa orang nampak ramai berkerumun melihat Tuan Muda Sekte angin menempel seperti seekor cicak.
"Ini masalah besar! Tuan Pei Kang pasti akan marah besar!" Ucap seorang warga nampak panik
'Apa ada perkelahian?' pikir Ming Yin segera pergi meninggalkan lokasi kejadian
Di saat Ming Yin pergi, beberapa kelompok pendekar dengan pakaian sekte lengkap segera pergi menuju tempat kejadian.
Pakaian hitam, dengan simbol angin di dadanya. Mereka adalah murid Inti, atau murid utama yang berada di Sekte Angin.
"Siapa yang berani melakukan ini!!" Teriak seorang pria bernama Yua Kang kakak dari Lou Kang
"Kakak! Menurut saksi, seorang pemuda yang melakukan ini!" Ucap seorang baru saja datang
"Siapa orang itu!" Kesal Yua Kang
"Kami tidak tau, namun akan kami segera kejar!" Jelasnya
"Tidak! Biar Aku yang mengejarnya! Tunjukkan orang itu!" Balas Yua Kang nampak semakin emosi
***
- Sekte Plum
"Ada apa gerangan, sampai Nona Yin datang kemari?" Tanya seorang pria tua tersenyum sambil menuangkan teh hangat
"Maaf atas kedatangan Saya yang tiba-tiba, Tuan Tin Qin." Ming Yin memberikan salam sambil menundukkan kepalanya
"Apa ada hal penting, Nona?" Tanya Tin Qin sambil tersenyum
Ming Yin mengangguk, lalu memberikan sebuah gulungan yang sebelumnya telah di titipkan oleh Ming Gong.
Tin Qin membaca isinya secara perlahan, kepalanya mengangguk pelan saat beberapa kalimat dia baca.
"Jadi begitu masalahnya."
"Bagaimana Tuan? Apakah bisa?" Tanya Ming Yin
Tin Qin menghela nafasnya, lalu berjalan kesamping sambil menatap sebuah kolam kecil yang terdapat sebuah bunga Plum.
"Ini masalah sulit, Nona. Mengalahkan atau menjatuhkan Sekte Angin merupakan pilihan yang cukup gila!"
"Itu memang gila Tuan Tin, namun akan lebih gila jika semua tindakan yang mereka lakukan tidak kita hentikan." Jawab Ming Yin sambil meminum teh di atasnya
Tin Qin diam sejenak, berusaha berpikir dalam-dalam tentang rencana ini. Memang, rencana menghilangkan Sekte Angin merupakan pilihan yang cukup gila.
"Menghentikannya mungkin, namun untuk memusnahkan mereka..."
"Itu sudah cukup Tuan. Anda pasti tau bukan alasan saya kemari?"
Tin Qin memutar tubuhnya menatap Ming Yin dalam-dalam.
"Bukti saja tidak akan cukup, Nona. Liga Langit merupakan aturan mutlak dimana uang masih bisa berkuasa." Tin Qin menjelaskan
"Karena itu, kita perlu bukti untuk melakukan semuanya. Hukuman tunggal!" Ming Yin tersenyum tipis
Tin Qin melotot mendengar ucapan Ming Yin, yang sebenarnya terlalu gegabah. Hukuman tunggal, adalah hukuman yang diberikan pada sebuah Sekte, jika terbukti telah melakukan kejahatan berat.
Hukuman ini tidak memerlukan izin dari Liga Langit. Namun dengan konsekuensi, pihak yang menghukum harus memiliki bukti kuat, yang membuat Liga mampu dan yakin dengan hukuman tersebut.
"Haha, anda benar-benar mirip dengan Ming Gong."
"Terimakasih."
"Hanya saja, melakukan hukuman itu terlalu beresiko. Sekte Angin, memiliki Pendekar bintang tujuh yang masih aktif, apalagi dengan kepala Sekte mereka yang berada di tahap bintang delapan."
"Saya mengerti, namun karena itulah kita perlu yang namanya relasi. Pertarungan lawan satu hanya akan merugikan kita, namun bagaimana jika semuanya bergabung?"
"Rencana yang menarik. Namun, bagaimana caranya membuat Seekor tikus mau menunjukkan taringnya, Nona?" Tin Qin tersenyum
***
- Hutan Barat
Di tengah hutan yang nampak tenang, serta hembusan angin yang begitu nyaman. Seorang pria tampan tengah berjalan santai sambil memeluk sebuah pedang di tangannya.
Pakaiannya berwarna putih, menyatu dengan rambut dan ikat kepala di keningnya. Matanya nampak redup dengan ekspresi yang datar.
"Yah ... Aku tersesat..." Keluh Lin Han menatap sekitarnya dengan bingung
Lin Han memandang sekitarnya, matanya memandang diam pada seorang pria yang tengah berjalan melewatinya.
Merasa ada petunjuk, Lin Han pun memutuskan untuk mengikuti pria tersebut, yang entah siapa ataupun kemana tujuannya sebenarnya.
*Sret..
Pria tersebut diam, begitu juga dengan Lin Han yang ikut diam.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya pria tersebut dengan suara tenang namun tatapan tajam kearah Lin Han
"Mengikuti..."
"Pergilah, jangan main-main!"
"Inginnya begitu, hanya saja aku tidak tau jalan ke kota kemana?" Lin Han mengangkat kedua tangannya
"Cih! Apa kemari tanpa tau apa-apa?"
"Ah sepertinya begitu, aku berjalan kemari dan... Aku melihat mu!"
"Lalu mengapa kau mengikuti ku bodoh!"
"Mungkin kau tau jalan kembali?"
"Apa perduli-"
Ucapnya terhenti saat mendengar beberapa orang tengah berlari kearah mereka. Dan ternyata kelompok tersebut berasal dari Pei Kang yang tengah mendekat.
"Kakak! Itu dia orangnya!" Tunjuk Seorang pria kearah Lin Han
"Bajingan! Jangan pikir kau bisa kabur!" Tunjuk Pei Kang kearah Lin Han
Sepuluh orang langsung mengepung keduanya, sementara pria tadi nampak bingung dengan apa yang tengah terjadi.
"Wah! Rupanya kau membawa teman kemari!" Kesal Pei Kang
"Hm? Apakah masalah ini berasal dari mu?" Tanya pria tersebut pada Lin Han
"Tidak tau, aku tidak kenal mereka?" Lin Han mengangkat kedua tangannya
"Keparat! Jangan alihkan pandangan mu sialan!" Kesal Pei Kang
"Lihatlah, dia marah padamu?" Tanya pria tersebut kembali
"Aku tidak kenal, sungguh?"
"Bajingan... Rupanya kau ini seorang pria bodoh!" Kesal Pei Kang
"Sebelumnya maaf menganggu, kebetulan aku tidak mengenal pria ini-"
"Diam! Apa kau pikir pria rendahan seperti mu berkah bicara!" Potong Pei Kang saat pria tadi hendak berbicara
"Hei, Namaku Juan Zhi, bukan sampah sialan!" Jawabnya ikut kesal
"Huh! Perduli amat dengan nama mu!" Jawab Pei Kang angkuh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Keren dan keren dg kepolosan Lin Han bisa bikin reader 😅😅
2023-10-24
0
Lin Han... bener bener bikin heboh
kenapa Terlalu polos abis
2023-10-24
0