9. Tawaran

Setelah berhasil mengalahkan komplotan bandit yang selalu melakukan penjarahan. Akhirnya Lin Han pun kembali menuju Sekte Kuda Besi.

Sesuai yang di perintahkan waktu itu, jika bisa Lin Han harus membawa salah satu dari komplotan tersebut, tentunya untuk dilakukan interogasi atas dalang semua ini.

"Keren, kau ternyata mengemudikan hewan ini!" Puji Lin Han pada Jia Li yang tengah memacu kuda

"Huh! Berbanggalah karena diriku mau mengendari kereta kuda ini!" Jawab Jia Li tersenyum bangga

Sementara itu di belakang, dua pengawal dan beberapa komplotan juga dibawa, tentunya untuk dilakukan interogasi.

Perjalanan sendiri tak memakan waktu yang lama, hanya berlangsung setengah jam perjalanan saja menggunakan kereta kuda.

***

- Aula Sekte

"Lapor! Lin Han dan pengawalnya telah kembali dengan selamat!" Ucap seorang bawahan yang berjaga di depan gerbang

"Benarkah!" Gong terkejut dan langsung berdiri dengan ekspresi tersenyum

Begitu juga dengan para tetua yang ikut terkejut mendengarnya, dan ini juga membuktikan jika apa yang Ming Yin katakan sebelumnya bukankah kebohongan.

"Ya Pak Gong! Aku berhasil membawanya!"

*Bruk!!

Tanpa basa-basi Lin Han segera melemparkan tubuh Cing yang terikat di tengah ruangan, membuat semua orang langsung tersentak melihatnya.

"Bukankah itu, Cing!" Ming Gong terkejut dengan ekspresi serius

"Ugh ... Sialan, beraninya-" Cing terdiam, lebih tepatnya saat melihat orang-orang menatapnya

Flashback On

"Baiklah, Aku akan segera pergi, kau silahkan datangi saja Tuan Gong." Ucap Jia Li segera turun dari kereta kuda

"Eh? Apa kau tidak ikut?"

"Em itu ... Aku pu, punya urusan! Dan satu lagi, jangan menyebutkan namaku nanti di hadapan Tuan Gong, mengerti!"

"Memangnya kenapa?"

"Sudahlah pokoknya kau tidak akan mengerti jika ku jelaskan."

"Ya baiklah kalau begitu," jawab Lin Han mengangguk patuh

Flashback Off

"Tuan tolong hentikan! Kendalikan diri Anda!" Teriak Luan panik saat Ming Gong menginjak-injak Cing hingga babak belur

Begitu juga dengan para tetua yang lainnya, berusaha menahan Ming Gong yang membabi buta menghajar.

"Huft! Dasar sialan!"

"Uhuk-uhuk! Ternyata kau masih sama Ming Gong! Bersikap angkuh dan rakus!" Cing bangkit tertatih-tatih

"Rakus!?"

*Bugh!

*Bugh!

*Bugh!

"Kau yang rakus sialan! Meminjam seratus emas setiap hari, namun tidak pernah dikembalikan keparat!" Ming Gong kembali mengamuk sambil menginjak-injak Cing

Sementara Lin Han yang melihatnya, dia nampak tersenyum seolah melihat Ming Gong sedang bertemu dengan teman lama.

"Wah, nampaknya Pak Gong sangat merindukan temannya..."

***

*Bruk!!

Setelah selesai dengan urusan tersebut, Lin Han pun berjalan keluar. Tubuhnya di regangkan sesaat di susul mulut yang menguap hebat.

"Ah, suasananya terasa sedikit aneh?"

"Hey pria di sana!"

Lin Han menoleh, dia menatap Lue yang berjalan kearahnya bersama dengan Chen yang berjalan di sampingnya.

"Ah kalian! Darimana saja?"

"Haha, maaf soal itu. Kemarin Aku sedang sibuk mengurus masalah pria maling ini." Jelas Lue menunjuk Chen di sampingnya

"Hei, siapa yang kau sebut maling! Aku sudah berhenti tahu!"

"Ngomong-ngomong, kudengar kau baru saja melakukan tugas bukan?" Tanya Lue

"Em! Pak Gong memintaku membantunya kemarin untuk menangkap salah satu dari penjahat itu. Dan ternyata yang ketangkap, adalah teman lama Pak Gong!" Jawab Lin Han

"Teman?"

"Ya! Tapi, dimana Ming Yin? Aku belum melihatnya dari tadi?"

"Em soal itu, sepertinya Aku tahu dia ada dimana." Jawab Lue memegang dagunya

***

Di pinggir sebuah tebing, pemandangan indah begitu jelas terlihat. Suasana Kota Langit juga nampak indah sore itu, membuat rasa tenang begitu kentara terasa.

"Mau berapa kali pun, Aku tidak pernah bosan berada di sini." Ucap Ming Yin duduk santai di sebuah pohon sambil memandang kota

"Ming Yin!"

Suara pemuda terdengar menyapa, Ming Yin membalikkan tubuhnya menatap heran pada Lin Han yang sudah kembali.

"Eh? Apa kau sudah selesai?"

"Iya, aku sudah menangkap seseorang yang Pak Gong minta." Jelas Lin Han ikut duduk di samping Ming Yin

"Kau sedang apa?" Sambung Lin Han

"Menikmati pemandangan, lihatlah indah bukan?"

Lin Han ikut memandang kedepan, bibirnya tersenyum sambil mengangguk pelan mendengar apa yang Ming Yin katakan.

"Tapi kenapa kau terlihat tidak bahagia?" Tanya Lin Han menatap

Ming Yin tersenyum masam, sambil mengusap pelan rambut di wajahnya yang tertiup angin lembut.

"Ibuku sedang sakit, dan saat ini para tabib sedang membuatkan obat untuknya. Kau ingat jantung singa hutan yang kau berikan?"

"Singa hutan...?"

"Kucing hutan."

"Ah, aku ingat!"

"Nah, jantung itu akan digunakan untuk membuat obat. Katanya dengan memakan jantung tersebut, maka penyakit ibuku akan lebih baik." Jelas Ming Yin

"Ming Yin..." Panggil Lin Han tanpa ekspresi sama sekali

"Ada apa?"

"Ibu itu, apa?" Tanya Lin Han dengan wajah polosnya

Ming Yin bingung harus bagaimana menjelaskannya.

"Lin Han."

"Ya?"

"Apa kau tinggal di hutan jiwa hanya dengan pria tua itu saja? Dimana orang tua mu sebelumnya?"

"Em, sedari bayi Kakek sudah merawat ku. Katanya dia menemukan ku di tengah hutan sendirian, terus dia juga berkata jika orang tuaku mungkin tak sanggup merawat ku, karena Aku spesial." Jawab Lin Han tersenyum lebar

Ming Yin tersenyum namun, senyuman itu begitu pahit. Dia tau apa yang pria tua katakan merupakan sebuah kebohongan, mungkin agar Lin Han tidak sakit hati.

"Jadi, Ibu itu apa Ming Yin?"

"Em, begini. Apa kau tau induk hewan?"

"Aku mengerti!"

"Itulah Ibu, namun dalam bahasa manusia di dia di sebut Ibu. Namun untuk hewan, dia di sebut induk. Ibu adalah seorang wanita, dia yang melahirkan kita, menyayangi..."

"Wah! Benarkah! Pasti ibuku juga menyayangi ku bukan?" Lin Han tersenyum

Ming Yin diam sejenak, dia bingung bagaimana harus mengatakannya. Lin Han beruntung pikirannya masih polos, dengan begitu dia tidak akan sadar dengan sebuah sakit hati seperti itu.

"Ming Yin?"

"Ah iya! Dia pasti menyayangi mu!"

"Haha! Aku jadi penasaran bagaimana wajah ibuku!" Lin Han masih tersenyum menatap matahari yang hampir terbenam

"Oh iya, soal obat mungkin aku bisa membantu mu? Kakek pernah mengajarkan membuatnya menggunakan jantung kucing hutan!"

"Benarkah!?"

"Benar!"

"Hei! Sepertinya nikmat sekali duduk berdua di sana!" Panggil Chen

*Bugh!

"Jangan kurang ajar kau pria berandal."

"Sial, itu sakit!"

***

- Istana Kaisar

Seorang wanita dengan khas pakaian China, duduk diam menatap luar jendela. Mata biru peraknya nampak sendu menatap matahari yang sudah hampir tenggelam.

Umurnya mungkin tak muda, namun cantik wajahnya dan indah senyumnya, masih jelas melekat pada dirinya.

"Nyonya An, Yang Mulia Kaisar telah menunggu mu." Seorang pelayan datang dan bersujud tanpa menatap

"Baiklah, Aku akan segera menemuinya." Jawabnya tanpa tersenyum sama sekali

Pelayan itu pun mundur perlahan, lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan. Menyisakan wanita itu sendiri di dalam sana.

Xin An pun bangkit berdiri, matanya kembali memandang luar jendela sambil menghela nafasnya pelan.

"Hah, bagaimana kondisi mu sekarang?" Ucapnya nampak lesu

...****************...

Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya untuk Lin Han.

Piw piw💙

Terpopuler

Comments

hyuga dara

hyuga dara

baca ceritanya, serasa lompat2..

2024-02-02

0

asri_hamdani

asri_hamdani

Lugu, polos jadi 1

2023-11-14

1

apakah Lin Han Anak seorang Kaisar

2023-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!