Sekte Kuda Besi
"Ming Yin, kau tinggal di tempat seperti ini?" Lin Han menatap kagum saat melihat bangunan besar di hadapannya
"Ya, namun bukan hanya Aku. Tapi seluruh anggota Kuda Besi tinggal di sini. Tentunya untuk tempat tempat mereka akan berada terpisah dengan kami."
"Woah, jadi begitu. Apakah ada banyak orang di Sekte Kuda Besi?" Tanya Lin Han penasaran kembali
"Tentu saja, bahkan orang-orang kuat juga banyak!" Jelas Ming Yin kembali
"Nona Yin! Selamat datang kembali! Sepertinya Anda telah menyelesaikan tugas yang diberikan?" Tanya seorang wanita memberikan salam
"Itu benar, Yuna. Kami telah selesai menemukannya."
Yuna mengangguk sambil tersenyum, namun sejenak tatap pandangannya teralihkan pada seorang pria yang berdiri di belakang Ming Yin sambil menatap sekitarnya.
"Nona Yin?" Panggil Yuna melihat kearah Lin Han
"Ah dia. Namanya adalah Lin Han, dia yang memberikan tiga jantung tambahan untuk ku."
"Apa!? T-tiga!" Kejut Yuna tak percaya mendengarnya
"Aku tau kau pasti terkejut. Namun itulah yang terjadi."
"Hah... Sepertinya Nona Yin membawa seseorang yang unik kali ini."
"Begitulah. Tapi ngomong-ngomong, apakah Ayah ada di dalam?"
"Ya, kebetulan mereka ada di dalam Aula, bersama para petinggi di sana."
Ming Yin mengkerut kan alisnya, sangat jarang ada pertemuan seperti ini dengan para petinggi, kecuali ada masalah penting.
"Baiklah Aku akan masuk. Lin Han." Panggil Ming Yin
"Em?"
"Kemari lah, kita akan bertemu dengan Ayah ku." Ajak Ming Yin
"Ya!"
***
- Aula Sekte
"Ini tidak bisa dibiarkan, jika terus seperti ini pemasukan Sekte kita akan semakin berkurang, Tuan!" Jelas seorang penasihat
"Itu benar, Tuan Gong. Secepat mungkin kita harus memusnahkan kelompok itu, atau jika tidak kita hanya akan terus mengalami kerugian besar." Sambung seorang tetua kembali
"Hah, Aku mengerti. Namun siapa yang harus kita kirim terlebih dahulu? Bukankah Bei Wong dan Wing Chen sedang di tugaskan diluar?"
"Tuan Gong benar, kita tidak bisa memerintahkan murid tingkat rendah untuk menyelesaikan tugas ini."
*Krek!
Pintu terbuka, semua mata langsung tertuju kearah tersebut. Dan saat Ming Yin melangkah masuk, Ming Gong langsung berdiri menyambut kedatangan putrinya.
"Ming Yin!"
"Salam, Ayah!" Ming Yin memberikan salam sementara Lin Han hanya berdiri diam di belakang
"Bagaimana? Apa kau telah menyelesaikan tugas mu?" Tanya Ming Gong mengangkat alisnya
"Sudah Ayah, bahkan hasil yang di dapat pun melebihi harapan!"
"Baguslah kalau begitu. Tapi, siapa pemuda di belakang mu itu, Ming Yin?"
"Salam, Pak! Nama Saya Lin Han! Alamat Hutan Jiwa!" Lin Han memberikan salam dengan lantang membuat semua orang terkejut mendengarnya
"Ah Y-ya, sungguh pemuda yang energik. Tapi ... APA!? HUTAN JIWA!?" Ming Gong melotot tak percaya mendengarnya
Tak hanya Ming Gong, namun semua tertua pun ikut terkejut mendengarnya. Dan mau tidak mau, Ming Yin pun menjelaskan semuanya pada semua orang.
"Jadi begitu, hanya saja hal ini masih terdengar aneh. Bagaimana bisa seorang manusia tinggal di hutan yang bahkan seorang ahli pun tidak mau?" Bingung Ming Gong mendengarnya
"Itu benar, apalagi Hutan Jiwa juga terkenal dengan tempat para mahluk mengerikan yang tinggal di sana." Sambung seorang tetua kembali
"Tapi itu kenyataannya, bahkan Aku dan Lue pun sempat mampir di tempatnya. Terlebih saat Perjalanan kemari, dia juga sempat bertarung dengan Raja Singa."
"APA!?"
"Nona Yin, aku tau dia aneh. Hanya saja menyebutkan seorang pemuda yang masih belum membuka segel Qi nya itu terlalu berlebihan, haha!" Ucap seorang tetua nampak berkeringat di susul anggukan kepala Ming Gong
"Ming Yin tidak berbohong, kebetulan Singa hutan sempat bertarung dengan ku. Hanya saja dia duluan kabur karena sakit perut." Jelas Lin Han membuat semua orang semakin bingung
"Ehem, Ming Yin. Apa kau yakin dia pemuda kuat? Atau mungkinkah dia pemuda gila yang tidak sengaja kau temukan?"
Ming Yin menggelengkan kepalanya. Menandakan jika apa yang Ayahnya asumsi kan itu tidak benar.
*Bugh!
Ming Yin membuka sebuah kain, yang mana di dalamnya terdapat sebuah kotak. Dan ketika di buka, semua orang pun kembali terkejut sekali lagi.
"Empat jantung singa hutan?"
"Itu benar, kalian tahu? Aku hanya mendapatkan satu jantung, sementara sisanya Lin Han yang memberikan."
"Ya! Itu benar, Ming Yin meminta jantung kucing hutan, jadi aku memberikannya!" Lin Han mengangguk sambil menjilat tangannya
"Tuan, jika memang yang dikatakan Nona Yin benar, maka sebaiknya kita minta tolong saja padanya untuk mengurus masalah itu." Bisik Luan, penasihat di samping Gong.
Ming Gong mengangguk setuju, apalagi jika yang Ming Yin katakan benar. Maka ini bisa jadi bantuan yang bagus untuk Sekte.
"Ehem, Lin Han. Jika kau memang kuat, bisakah Aku meminta tolong padamu satu hal?"
"Apa itu?"
"Jadi begini, daerah utara jalan tempat kami mengekspor barang-"
Belum selesai Ming Gong berbicara, Ming Yin tiba-tiba memotong ucapan dengan ekspresi cemberut, seolah mengerti apa yang ingin Ayahnya katakan.
"Tidak boleh!"
"Nona Yin?"
"Ming Yin?"
"Ayah pasti ingin melakukan sesuatu bukan pada Lin Han?!"
"Nona Yin, masalah -" Luan berhenti saat Ming Gong mengangkat tangannya
Ming Gong mulai menceritakan masalahnya pada Ming Yin. Soal para bandit yang selalu merampok dan menjarah barang kiriman mereka di selat Utara.
"Kuharap Lin Han dapat menawarkan bantuannya. Kami berterimakasih karena sudah memberikan tiga jantung singa hutan, namun jika pengiriman barang..."
"Baiklah, Aku akan membantu!" Jawab Lin Han
"Lin Han! Selat Utara itu berbahaya! Apa kau tidak mengerti?"
"Tidak."
'Menyesal aku bertanya.' ucap Ming Yin dalam hatinya dengan raut datar
"Pokoknya tidak! Apa Ayah tidak mengerti? Lin Han sudah membantu kita, dan bahkan kita saja belum membalas kebaikannya!"
Semua orang terdiam, begitu juga Luan dan Ming Gong. Keduanya nampak terpukul mendengarkan ucapan Ming Yin.
"Maafkan Ayah, Ming Yin. dan juga Lin Han, kami minta maaf." Ucap Ming Gong tersenyum
"Hah, Aku tetap akan memberikan bantuan."
"Lin Han!"
"Tidak apa-apa, Ming Yin. Lagipula ini akan menjadi pengalaman bagus untuk ku!" Lin Han tersenyum lebar
"B-benarkah!"
"Humph!" Ming Yin memandang kearah Ming Gong
"Ah itu.."
"Tentu saja!"
"Hah, kalau kau berkata seperti itu. Aku tidak akan bisa menghentikan mu." Ucap Ming Yin menggelengkan kepalanya
***
Di taman, Lin Han sedang duduk santai menatap kolam ikan. Matanya nampak suka saat memberikan ikan-ikan tersebut makanan.
"Makanlah yang banyak! Setelah itu beranak lah yang banyak!" Lin Han memberikan pakan ikan
"Lin Han." Panggil Ming Yin menghampiri
"Ming Yin?"
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Ming Yin mengaitkan rambutnya di daun telinga terlebih dengan pakaian khas wanitanya
"Memberi ikan makan, biar cepat besar dan mempunyai anak!"
"Eh ... Kedengarannya sangat aneh?"
"Ngomong-ngomong kenapa kau menggunakan pakaian yang seperti itu?" Tanya Lin Han menunjuk rok Ming Yin
"Ini pakaian wanita..."
"Heh, di dalamnya masih tetap sama!" Jawab Lin mengangkat rok Ming Yan menatap isinya apa
"Kyaaaaa!! Lin Han! Apa yang kau lakukan!" Teriak Ming Yin langsung menutup rok ny yang terangkat
"Melihat apakah isinya beda?" Jawab Lin Han dengan wajah tanpa dosa
"Li Li Li Lin Han, kau tidak boleh melakukan itu kepada-"
"Wah wah wah ... Nampaknya seseorang tengah menikmati waktunya di sini..."
Seorang wanita berjalan mendekat, wanita cantik dengan pakaiannya yang bisa terbilang aduhai amazing Spiderman!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Harman LokeST
fresh fresh fresh fresh fresh fresh fresh fresh
2023-10-19
1