Bab 20. Dibekap

Arsen langsung saja menarik tangan Kyla dengan cepat dan membawa gadis itu keluar dari kamarnya, ia melangkah tergesa-gesa menuruni tangga untuk segera pergi dari rumah itu. Bagi Arsen, keberadaan Kyla disana akan sangat membahayakan dirinya dan juga rencana yang telah ia susun bersama Laras dari jauh-jauh hari. Jika sampai mamanya mengetahui semua itu, maka sia-sia saja apa yang ia lakukan selama ini untuk mengurung Kyla disana.

Kyla sendiri juga tak menolak saat diajak pergi oleh Arsen, walau di dalam hatinya ia merasa curiga dan khawatir jika Arsen akan menjebaknya nanti. Ya Kyla sebenarnya belum terlalu yakin dengan perkataan Arsen tadi yang ingin membawanya pergi menemui kedua orangtuanya, namun Kyla tak memiliki pilihan lain karena hanya Arsen satu-satunya harapan bagi Kyla saat ini untuk bisa bertemu kembali dengan mama papanya itu.

Tapi sayang, keduanya justru tak sengaja berpapasan dengan Maura yang kembali kesana dan hendak mengambil barang yang tertinggal. Sontak Arsen terkejut bukan main, matanya melongok dan langkahnya spontan terhenti saat ia melihat mamanya disana. Begitu juga dengan Kyla, tampak gadis itu pun ikut terdiam dan menatap heran ke arah Arsen seolah ingin bertanya-tanya.

Maura pun tak mengerti dengan apa yang dilakukan putranya, ia heran mengapa Arsen justru menggandeng tangan Kyla dan terlihat begitu tergesa-gesa seolah hendak pergi jauh dari tempat itu. Padahal, tadi jelas sekali jika Arsen mengatakan kalau dirinya akan menikmati makan siang bersama Kyla.

"Loh Arsen, kamu mau bawa Kyla kemana? Kok kayaknya buru-buru gitu? Terus kenapa pake pegangan tangan segala lagi?" tanya Maura yang sangat penasaran.

Deg

Arsen pun bingung harus menjelaskan apa, detak jantungnya bergerak lebih kencang dan membuatnya tak berkutik kali ini. Ia salah mengambil langkah, seharusnya ia pastikan dulu mamanya tadi sudah benar-benar pergi atau belum. Jika begini, maka Arsen harus cepat-cepat mencari alasan yang tepat agar mamanya itu tidak semakin curiga.

"Eh tante, ini loh tuan Arsen bilang tadi katanya mau bawa aku ke—mmpphh!!" belum sempat menyelesaikan ucapannya, bibir Kyla sudah lebih dulu dibekap oleh telapak tangan Arsen yang berada di sampingnya.

"Eh eh eh, apa-apaan sih kamu Arsen? Biarin Kyla selesai bicara! Kenapa kamu malah bekap mulut dia, ha?" heran Maura.

"Eee gapapa kok ma, Kyla tadi cuma asal bicara. Aku tuh mau ajak Kyla makan siang, tapi dia malah masih belajar di kamar. Makanya aku paksa dia deh," ucap Arsen.

Maura terdiam selama beberapa saat, ia tampak menatap tajam ke arah Arsen seolah tak percaya dengan jawabannya. Namun, kemudian ia malah tersenyum dan mendekati Kyla disana. Ya sebelumnya Arsen juga telah melepaskan bekapan mulut Kyla, sehingga gadis itu dapat tersenyum.

"Benar kata Arsen, kamu baiknya makan dulu ya Kyla cantik! Belajarnya kan bisa dilanjut nanti, okay?" ucap Maura.

"I-i-iya tante.." Kyla tergagap dibuatnya.

"Oh ya ma, mama kok balik lagi sih? Emang mama gak jadi ketemu sama teman mama itu?" tanya Arsen menyela.

"Jadi kok, tapi tadi ponsel mama ketinggalan. Ini baru mau mama ambil," jawab Maura.

"Oh gitu, kirain gak jadi. Yaudah, aku sama Kyla ke meja makan dulu ya ma?" ucap Arsen berusaha santai.

Maura mengangguk perlahan, lalu setelahnya Arsen pun kembali melanjutkan langkahnya dengan Kyla yang tetap setia berada di dekatnya saat ini. Meski begitu, Kyla masih merasa heran mengapa Arsen justru berbohong pada mamanya itu.

"Dad, kenapa kita malah makan? Bukannya tadi daddy bilang—"

"Sssttt, diam kamu!" sentak Arsen.

Kyla pun menutup mulutnya, ia terpaksa memendam rasa penasaran di dalam dirinya itu karena takut dengan sosok Arsen.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!