Bab 5. Mau kabur malah ketemu cogan

Kyla keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap, ia perlahan melangkah menuju halaman depan sambil berharap tidak akan ada yang memergokinya. Ia sudah tidak tahan lagi berada di rumah itu, apalagi Arsen selalu saja memperlakukan dirinya sebagai seorang pemuas dan membuatnya merasa tidak nyaman. Selain itu, Kyla juga tentu ingin pulang ke rumahnya dan menemui kedua orangtuanya saat ini.

Ia terus melangkah dengan perlahan, pandangan matanya juga tak henti melirik ke sekeliling untuk memastikan semua aman. Jantungnya berdebar kuat kali ini, ya ia khawatir akan ada yang melihat dirinya dan bisa saja rencananya untuk meloloskan diri dari penjara mengerikan itu gagal nantinya.

"Non!"

Benar saja apa yang ia pikirkan tadi, sontak Kyla menghentikan langkahnya dan menepuk jidatnya saat ia mendengar suara seseorang memanggil namanya. Kyla benar-benar gugup saat ini, ia bingung harus melakukan apa untuk bisa pergi dari sana dan menghindari seseorang di belakang sana yang tadi memanggilnya.

"Non Kyla, non mau kemana?" suara itu semakin terdengar jelas, disertai derap langkah kaki yang mendekat ke arahnya.

Mati sudah, Kyla tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain pasrah. Ia pun menghela nafasnya, lalu berbalik dan menyunggingkan senyum ke arah Lita yang ada di depannya. Lita menatap heran saat ini, seolah bingung karena Kyla terlihat seperti orang yang hendak kabur dari rumah itu.

"Eh mbak Lita, ini loh mbak, saya lagi cari om Arsen. Dia kemana ya?" ucap Kyla beralasan.

"Oalah, tuan Arsen mah lagi di luar non kalau jam segini. Paling sekitar sore atau agak malam lah beliau baru pulang, maklum non namanya orang sibuk. Emang ada apa ya non Kyla cari tuan Arsen?" ucap Lita penasaran.

"Eee enggak ada kok mbak, saya pengen tau aja. Lagian saya juga bosan kalau harus diam di kamar terus seharian," ucap Kyla.

"Benar sih non, tapi kan perintah tuan Arsen itu saya disuruh jagain non Kyla supaya tetap ada di kamar. Kalau non butuh bantuan, tinggal tekan bel yang saya kasih waktu itu aja non," ucap Lita.

"Saya ngerti mbak, cuma saya kan bukan hewan yang bisa dikurung kayak gitu!" tegas Kyla.

Lita meneguk ludahnya, benar memang yang dikatakan Kyla tadi kalau tak sepantasnya Arsen mengurung gadis itu di kamar seperti binatang. Namun, Lita sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena disana ia hanya seorang pelayan yang bertugas untuk menuruti semua perintah dan perkataan tuannya, yakni Arsen.

"Sabar ya non! Kata tuan Arsen, ini semua demi kebaikan non Kyla loh," ucap Lita.

"Apa sih mbak? Kamu itu gak tau apa-apa loh soal saya, jadi kamu jangan kemakan semua omong kosong om Arsen! Dia gak sepenuhnya benar," ucap Kyla sedikit kesal.

"Maaf non, saya hanya menjalankan perintah! Mari non!" ucap Lita sedikit membungkuk.

Kyla menggeleng kuat dan tetap ingin pergi dari rumah itu, bahkan kini ia cukup nekat dengan melanjutkan langkahnya. Saat itu juga Lita terbelalak dan merasa panik, tentu jika Kyla berhasil keluar dari sana maka Lita lah yang harus bertanggung jawab dan akan membuat Arsen marah besar padanya.

"Non, waduh jangan pergi non!" Lita berteriak cukup keras sambil berusaha mengejar gadis itu yang semakin mendekat ke arah pintu keluar.

Kyla berlari sekuat tenaganya kali ini, ia sangat ingin keluar dari tempat itu karena ia tidak kuat lagi. Ia tentu tidak mau dijadikan sebagai pemuas oleh seseorang yang tidak dikenalinya, karena ia juga bukan merupakan sosok wanita yang harus akan harta dan rela melakukan apapun demi uang.

"Aku harus keluar dari sini, gimanapun caranya!" gumamnya dengan nafas tersengal-sengal.

Bruuukkk

Akan tetapi, Kyla justru bertabrakan dengan seseorang yang muncul dari sampingnya dan membuatnya terjatuh dalam posisi terduduk. Kyla mengaduh kesakitan seraya memegangi pinggulnya, ia mendongak dan menemukan sosok lelaki tampan tengah berdiri menatapnya saat ini.

"Hey, are you okay? Kamu gapapa?" tanya si lelaki dengan tampang cemasnya.

Kyla menggeleng pelan, "Enggak, cuma sakit dikit. Lain kali badannya dikecilin ya om, jangan gede-gede biar saya gak mental!" ucapnya.

Pria itu terkekeh dibuatnya, "Kamu lucu sekali, kamu ini siapa sih? Kok saya baru lihat kamu di rumah ini ya?" ucapnya tampak bingung.

"Non Kyla! Haaaahh haaaahh haaaahh..." Lita yang sedari tadi mengejar gadis itu pun tiba, ia tampak ngos-ngosan dan hampir tidak kuat berdiri.

"Loh bik Lita, ngapain sih lari-larian kayak gitu? Apa kalian lagi main kejar-kejaran? Ya ampun udah kayak anak kecil aja, kalian itu udah pada gede tau!" ucap si pria kebingungan.

"Yeh mas Jester bisa aja, kita gak main kejar-kejaran kok," elak Lita.

Mendengar nama pria itu disebut, Kyla sontak manggut-manggut seolah senang setelah dapat mengetahui nama lelaki tampan itu. Entah apa yang merasukinya saat ini, sepertinya Kyla tertarik pada pandangan pertama dengan sosok lelaki yang tadi tanpa sengaja ia tabrak itu.

"Ohh namanya Jester toh??" batinnya.

Sementara pria bernama Jester itu kembali melirik ke arah Kyla dan nampak kebingungan, pasalnya ia belum pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya.

"Eee bik, cewek ini siapa ya?" tanya Jester pada Lita sambil menunjuk tubuh Kyla.

"Ah iya mas, kenalin ini tuh ponakannya tuan Arsen, namanya non Kyla! Dia dibawa sama tuan Arsen buat tinggal disini, soalnya katanya dia udah gak punya siapa-siapa lagi. Emang mas Jester gak tahu soal ini?" jelas Lita.

Jester menggeleng, "Enggak bik, Arsen gak ada cerita apa-apa sama saya. Ya mungkin dia lupa aja kali," ucapnya.

"Bisa jadi tuh mas," ujar Lita.

Jester tersenyum, ia kini mengalihkan fokusnya pada sosok Kyla yang terus berdiri di dekatnya. Perlahan ia menjulurkan tangannya ke arah gadis itu berada, seketika Kyla pun merasa gugup sekaligus terkejut dengan tindakan Jester yang tiba-tiba dan tidak diprediksi itu.

"Halo Kyla! Saya Jester, asisten pribadi sekaligus sahabat Arsen, om kamu itu. Salam kenal ya Kyla!" ucap Jester dengan ramah.

"Eee...." Kyla hanya diam dan terus memandangi wajah tampan lelaki itu, pikirannya meracau entah kemana dan membuatnya tidak fokus kali ini.

"Ganteng banget dia, kelihatannya juga masih muda, gak setua si om-om mesum itu!" batinnya.

Melihat reaksi aneh yang ditunjukkan gadis itu, Jester pun merasa heran dan melirik ke arah Lita seolah bertanya-tanya. Namun, Lita juga tak tahu apa-apa dan hanya mengangkat kedua bahunya. Jester sungguh bingung kali ini, ia tak mengerti mengapa Kyla justru terdiam disaat ia mengajak gadis itu berkenalan dengannya.

"Duh meleleh aku, mau kabur malah ketemu cogan kayak gini!" batin Kyla.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!