Pagi harinya, Arsen keluar kamar sesudah selesai merapihkan diri dan juga sisa-sisa percintaannya dengan Kyla semalam yang begitu memuaskan. Ia melirik sekilas ke arah Kyla yang masih terpejam di atas ranjang, ia cukup kasihan melihatnya dan tidak ingin mengganggu momen istirahat wanita itu karena ia tahu pasti Kyla merasa sangat lelah setelah permainan panas mereka semalam.
Arsen pun memutuskan pergi ke meja makan untuk menikmati sarapan bersama ibunya, tampak jelas sang ibu sudah berada disana lebih dulu sambil menyiapkan sarapan untuknya. Arsen tersenyum dan menyapa ibunya itu, lalu ikut terduduk di sebelah ibunya sambil meraih satu buah roti yang telah dibuatkan sang ibu.
"Pagi ma!" sapa Arsen pada mamanya, tersenyum lebar dan ikut duduk di sebelah sang mama dengan baik.
"Pagi juga sayang, sini sini kita sarapan bareng ya! Tuh mama udah buatin roti untuk kamu, mama tau banget kamu suka kan sama selai coklat!" ucap Maura.
"Iya ma, makasih ya ma? Mama emang paling ngerti deh soal kesukaan aku," ucap Arsen.
"Iya dong sayang, ini kan mama. Oh ya, kamu nanti siang ikut mama ya sayang ketemu sama anak teman mama!" ucap Maura.
"Uhuk uhuk uhuk..."
Arsen langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan mamanya, ia tak menyangka kalau mamanya ternyata masih terus membahas mengenai perjodohan itu. Padahal, tadinya ia mengira jika mamanya hanya bercanda dan tidak benar-benar serius ingin menjodohkan dirinya dengan anak dari teman mamanya itu.
"Loh sayang, kamu kenapa tiba-tiba keselek kayak gitu? Kamu kaget ya karena mama bahas anak teman mama itu? Aduh sayang, pasti kamu gak sabar ya!" ucap Maura.
"Hah? Bu-bukan gitu ma, aku malah gak suka ketemu sama dia," elak Arsen.
"Kok gitu sih sayang? Kamu gak mau kenalan gitu sama anak teman mama? Dia cantik loh, pintar lagi. Mama yakin begitu kamu ketemu sama dia, kamu pasti akan sangat kagum sama dia!" ucap Maura.
"Enggak ma, aku gak ngerasa begitu. Aku mau kalau aku cari jodoh sendiri, lagian aku juga masih sanggup kok ma," ucap Arsen.
"Ya tapi mau sampai kapan sayang? Kamu aja terlalu sibuk sama urusan kantor, lama-lama umur kamu itu semakin tua dan nanti malah gak ada yang mau sama kamu," ucap Maura.
"Umm a-aku...." Arsen terlihat gugup saat ini.
Maura langsung meraih tangan Arsen dan menggenggamnya erat, ia usap perlahan punggung tangan pria itu sambil tersenyum ke arahnya. Maura tetap mencoba meyakinkan putranya itu untuk mau mengikuti permintaannya, apalagi ia tahu jika Arsen membutuhkan sosok istri saat ini.
"Kamu jangan tolak mama ya sayang! Kamu kan udah janji semalam, kasihan loh anak teman mama itu kalau tiba-tiba acaranya di-cancel. Apa kamu tega mempermainkan hati wanita?" bujuk Maura.
"Hm, yaudah deh ma aku nurut aja sama mama. Tapi, sebentar aja ya ma? Soalnya aku gak bisa lama-lama nanti," ucap Arsen.
"Iya sayang. Kalo gitu kamu lanjut makan gih, mama mau ke belakang dulu nih!" ucap Maura tampak sangat senang.
Arsen mengangguk kali ini, setelahnya Maura pun beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan putranya itu. Maura kini melangkah menuju dapur untuk mengambil minuman, sedangkan Arsen tetap berada disana memikirkan perjodohan yang dibuat mamanya.
"Huft, kira-kira siapa ya cewek yang mau dikenalin mama ke aku?" pikirnya dalam hati.
•
•
Sementara itu, Kyla terpaksa bangun dari tempat tidurnya karena rasa haus yang ia rasakan saat ini. Ia menyibak selimutnya, lalu melangkah ke luar dari kamar itu untuk mengambil minum di dapur. Ya seketika ia lupa pada permintaan Arsen sebelumnya untuk tidak keluar kamar, sebab ia sudah terlalu haus dan tak bisa menahannya.
Kyla terus berjalan sampai tiba di dapur, ia tak melihat tanda-tanda Arsen disana karena memang Arsen tengah berada di ruang makan. Ia pun mengambil minuman dari dalam kulkas dan menuangnya ke dalam gelas miliknya, cepat-cepat ia menghabiskan minuman itu sampai tak bersisa sedikitpun.
"Ahh lega deh aku udah bisa minum sekarang, rasanya tadi tenggorokan aku kering banget gara-gara semalaman digempur terus sama si tua itu!" ujarnya.
Setelah memastikan rasa hausnya sudah hilang, kini Kyla berniat kembali ke kamar dan meletakkan gelas itu di meja. Akan tetapi, ia tak menyangka kalau sedari tadi sudah ada seorang wanita yang memperhatikannya. Begitu ia menoleh, ia dibuat terkejut dengan keberadaan wanita itu di dekatnya.
"Duh, siapa ya orang itu? Dia kok ngeliatin aku kayak gitu terus sih?" batin Kyla.
Gadis itu benar-benar gugup saat ini, apalagi ketika wanita di depannya bergerak semakin mendekat dan menatapnya penuh heran. Ya kini mereka sudah saling berhadapan, sehingga Kyla tidak tahu harus mengatakan apa dan bersikap bagaimana padanya.
"Kamu siapa? Kok kamu bisa ada di rumah anak saya? Oh apa kamu pembantu baru ya disini?" tanya wanita itu dengan bingung.
Deg
Kyla baru teringat pada pesan yang diberikan Arsen semalam, kalau mamanya sedang ada di rumah itu dan ia diminta untuk tidak keluar rumah. Tentu saja Kyla sangat gugup saat ini, ia tak tahu harus menjawab apa ketika mama dari Arsen bertanya padanya dan terlihat curiga begitu melihat dirinya disana.
"Umm, a-aku..." Kyla benar-benar gugup, rasanya ia amat ketakutan dan takut salah berbicara untuk menjawabnya.
"Kamu kenapa gugup kayak gitu? Santai aja kali, saya ini bukan orang jahat kok! Kenalin, saya Maura ibunya Arsen! Nama kamu siapa cantik?" ucap Maura.
"Eee namaku Kyla, tante. Kalo gitu aku permisi dulu ya!" ucap Kyla.
"Eh tunggu dulu dong! Mau kemana sih kamu buru-buru gitu, hm? Saya masih penasaran loh sama kamu, sebenarnya kamu ini siapa dan apa tujuan kamu ada di rumah anak saya?" ucap Maura begitu penasaran.
"Ma-maaf tante, tapi ada yang harus aku kerjain! Permisi ya tante, aku takut dimarahin sama dad—eh ma-maksudnya tuan Arsen," ucap Kyla.
Maura sungguh penasaran dengan siapa sosok Kyla sebenarnya, apalagi sikap gadis itu yang saat ini terlihat amat gugup. Maura sangat yakin jika ada sesuatu yang disembunyikan Kyla darinya, itulah alasan mengapa Maura terus berusaha mencecar Kyla untuk menjawab pertanyaannya.
"Berarti kamu ini pekerja disini ya? Sejak kapan Arsen mempekerjakan kamu, hm?" tanya Maura kembali.
Kyla mengangguk saja dan mengiyakan kata-kata wanita itu, ia tak mau membuat Maura semakin curiga dan malah mengetahui jika dirinya bukan pekerja disana. Apalagi, kalau sampai Maura tahu bahwa Arsen telah menculiknya dan menyekapnya disana.
"Ih gimana caranya ya aku bisa lepas dari ibunya om Arsen ini?" gumam Kyla dalam hatinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Myra Myra
kasihan kyala
2023-11-07
1