Bab 2. Let's play the game

Kyla membuka matanya dan saat itu juga ia terkejut karena tiba-tiba dirinya sudah berada di atas ranjang yang entah milik siapa, gadis itu menoleh ke kanan dan kirinya berusaha mencari tahu dimanakah tempat ia berada sekarang ini. Namun, usaha Kyla sia-sia karena ia merasa asing dengan semua yang ada di sekitarnya saat ini.

Kyla sungguh bingung mengenai apa yang terjadi padanya, ia bangkit dan terduduk di ranjang tersebut sembari terus celingak-celinguk. Kyla masih mengenakan pakaian seragamnya dengan lengkap, hanya saja tas serta handphone miliknya tidak ada disana. Ya sepertinya orang-orang yang telah menculiknya tadi, sudah mengambil semua barang miliknya itu dan menyimpannya entah dimana.

"Duh, aku dimana sih ini? Siapa coba yang culik aku, terus kenapa aku gak diikat kayak di film-film?" gumam Kyla memegangi kepalanya.

Gadis itu bersandar disana sambil memegangi kepalanya dengan bola mata yang terus mengedar menatap sekitar, ia masih tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sehingga bisa sampai di tempat asing seperti itu. Seingatnya, Kyla tadi sedang berjalan pulang sekolah dan tiba-tiba saja ada sekumpulan pria yang menculiknya.

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kaki terdengar di luar kamar itu, Kyla sontak merasa panik dan bersiap melihat siapa yang akan datang memasuki kamar tersebut. Kyla tahu jika orang itu pasti adalah si penculik, maka dari itu saat ini Kyla berusaha keras untuk bisa melawan si penculik dan mencari barang-barang yang bisa ia gunakan untuk melawannya.

Namun, di sekitar sana tidak ada apapun yang dapat gadis itu gunakan. Kyla pun hanya terdiam bingung saat ini karena tak tahu harus apa, terlebih suara kali itu semakin mendekat dan gagang pintu juga sudah tampak hendak dibuka. Kyla kini beranjak dari tempat tidur itu, berdiri tegak dan bersiap menghadapi siapapun yang datang kesana.

Ceklek

Begitu pintu dibuka, tampak seseorang pria dengan setelan jas berwarna hitam disertai celana panjang dengan warna senada berdiri di hadapannya. Pria itu tersenyum ketika menyadari Kyla yang telah sadar dan kini menatap ke arahnya, sedangkan Kyla sendiri masih terlihat bingung seolah mencoba mengenali siapa sosok pria yang ada disana itu.

"Om siapa? Kenapa om culik aku dan bawa aku kesini? Aku mau pulang om, aku harus jenguk ibu aku di rumah sakit!" rengek Kyla.

Pria itu menyeringai tipis, lalu melangkah ke dekat Kyla dengan perlahan. Spontan Kyla bergerak mundur menjauh dari lelaki itu, ya bagaimanapun Kyla juga khawatir jika si lelaki akan berbuat jahat padanya saat ini. Akan tetapi, langkah kakinya terhenti ketika punggungnya bersentuhan dengan dinding di belakangnya.

"Kamu tidak usah takut baby, saya disini akan memperlakukan kamu dengan baik! Asalkan kamu juga bisa berbuat baik pada saya, dan yang paling penting dapat memuaskan saya!" ucap si lelaki.

Deg

Betapa syoknya Kyla saat mendengar kata-kata si lelaki, terutama pada bagian akhir. Memuaskannya? Bagaimana bisa Kyla melakukan itu? Kyla hanya gadis SMA yang polos dan masih belum mengerti apa-apa mengenai hal itu, tapi sekarang lelaki itu dengan seenak hati meminta untuk dipuaskan olehnya yang mana rentang usia mereka cukup jauh.

"Nama saya Arsen, kamu bisa panggil saya dengan sebutan daddy Arsen! Mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi milik saya, disini lah rumah kamu dan kamu akan selamanya tinggal di tempat ini baby!" ucap si lelaki dengan senyum lebarnya.

"Apa? Ta-tapi om, ini gak mungkin. Om gak bisa paksa aku buat tinggal disini!" sentak Kyla.

"Sssttt, bukan om baby! Daddy, kamu harus panggil saya daddy mulai sekarang! Saya ini daddy kamu, jadi kamu sebaiknya nurut dengan saya kalau tidak ingin terjadi sesuatu pada ibu kamu!" ucap Arsen.

"Apa maksud om? Kenapa om bawa-bawa ibu aku, emangnya om kenal sama ibu? Tolong jelasin semuanya om, aku masih gak ngerti!" ujar Kyla.

"Lambat laun kamu akan mengerti baby, sekarang kita mulai sesi pertama dalam pelaksanaan tugas yang kamu harus lakukan untuk saya! Kamu pasti belum pernah begitu kan?" ucap Arsen.

Kyla terdiam saja seraya menundukkan wajahnya, ia tak mengerti begitu apa yang dimaksud Arsen tadi. Namun, kini Arsen tampak mendekatinya dan menyentuh wajahnya secara perlahan disertai usapan lembut yang membuat Kyla bergidik. Mata Kyla menatap tajam ke arah pria itu, kebencian tersirat di dalam sana menandakan emosinya.

"Saya akan ajarkan kamu semuanya, sampai kamu bisa tumbuh menjadi baby girl yang liar dan ganas di ranjang!" goda Arsen.

Kyla mengernyitkan dahinya tanda bahwa ia tak mengerti apa-apa, tapi kemudian Arsen perlahan menarik tubuhnya lalu mendekapnya erat tanpa memberi ruang bagi Kyla untuk bergerak. Arsen mulai mengendus leher Kyla, aroma parfum yang dikenakan gadis itu berhasil membuat Arsen mabuk kepayang dan amat menyukainya.

"Kamu cantik sekali Kyla, saya beruntung bisa dapatkan kamu seutuhnya!" bisik Arsen.

"Om—"

"Bukan om, tapi daddy!" Arsen lebih dulu menyela dan menempelkan jarinya pada bibir sang gadis.

"Dad, tolong lepaskan aku!" mohon Kyla.

"No way baby."

Bukannya menuruti permintaan gadis itu, Arsen kini malah membopong tubuh Kyla layaknya karung beras dan menidurkannya di atas ranjang. Kyla meronta-ronta saat ini, tetapi tenaga Arsen begitu kuat karena tubuhnya yang besar. Arsen melepas dasinya, lalu mengikatkan dasi itu pada kedua tangan Kyla supaya tidak berontak.

"Tahan baby, saya akan ajarkan kamu semuanya dan kamu tidak perlu takut! Hanya diam, itu saja yang perlu kamu lakukan sekarang!" titah Arsen.

Sreekk

Tiba-tiba saja, Arsen merobek baju seragam yang dikenakan Kyla sampai gadis itu melongok dibuatnya. Kyla semakin ketakutan dan terus berontak, tetapi Arsen berhasil mengunci tubuhnya dan membuat Kyla tidak bisa apa-apa. Arsen pun berhasil membuka seluruh pakaian Kyla, sehingga gadis itu polos tak tertutupi apapun.

"Dasar orang gila! Mesum, gak tahu diri! Lepasin aku, kamu gak boleh ngelakuin ini ke aku!" sentak Kyla.

"Nikmati saja baby, let's play the game!" singkat Arsen sebelum mulai membungkuk dan memberi kenikmatan pada tiap inci tubuh gadisnya.

Kyla berusaha keras untuk tidak bersuara dengan apa yang dilakukan Arsen saat ini, gadis itu menggigit bibirnya dan coba menahan semua rasa aneh yang menjalar di tubuhnya. Ini adalah kali pertama Kyla merasakan itu, dan tentu Arsen juga merupakan orang yang pertama kali menyentuh tubuhnya sekaligus menikmatinya.

"Nikmat baby?" tanya Arsen di sela-sela aktivitasnya.

Kyla menggeleng begitu kuat dan terus berusaha berontak, namun semuanya sia-sia karena Arsen justru berhasil menaklukan tubuhnya. Akhirnya tak lama kemudian, Kyla merasakan gelombang kenikmatan untuk pertama kalinya. Saat itu juga Arsen tersenyum lebar, pria itu merasa puas karena hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat Kyla kelojotan.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Terpopuler

Comments

Valencia Attara

Valencia Attara

spt main teka teki deh 😌😌 ah kk author🤣😂

2023-10-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!