Arsen tiba di rumahnya dan langsung berniat menemui Kyla yang hampir seharian ini ia tinggal disana, ya ada rasa rindu yang ia rasakan saat ini ketika cukup lama ia tak melihat wajah Kyla, apalagi berbincang dengan gadis mungil itu. Entah kenapa tubuh Kyla terasa sangat nikmati baginya, sehingga Arsen sulit sekali untuk melupakan Kyla dan seolah ingin bersama gadis itu seterusnya.
Akan tetapi, Arsen merasa heran saat melihat Lita alias pelayan di rumah itu yang tengah berdiri di depan kamar tempat Kyla berada. Arsen pun bertambah heran ketika Lita dengan jelas mengetuk pintu sambil terus memanggil nama Kyla, tampak juga Lita membawa nampan berisi piring serta gelas di tangannya yang kemungkinan akan ia berikan untuk Kyla di dalam sana. Itu artinya, Kyla sedari tadi belum memakan apapun.
"Bik Lita!" Arsen menegurnya, berdiri tepat di dekat wanita itu dan menatap tajam ke arahnya dengan penuh selidik.
Melihat kehadiran majikannya, Lita sontak menolah dan terlihat gugup saat ini. Tubuhnya gemetar hebat, ia memang paling tidak suka saat berhadapan langsung dengan majikannya itu. Meski Arsen jarang sekali memarahinya, namun tetap saja Lita merasa jika Arsen cukup galak selama ini.
"Ada apa ini, bik? Ngapain pake ketuk ketuk pintu kamar Kyla segala? Kan bibik bisa langsung masuk aja, bukannya kunci kamar ini ada sama bibik?" tanya Arsen keheranan.
"Eee ah anu tuan, tadi itu non Kyla berhasil ambil kunci kamarnya dari saya waktu saya langkah. Sa-saya minta maaf ya tuan, tolong jangan hukum saya! Saya janji gak akan teledor lagi!" jawab Lita dengan gugup.
"Haish, terus ini Kyla daritadi belum makan?" tanya Arsen lagi.
Kali ini Lita hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya, ia terlalu takut untuk bertatapan dengan Arsen dalam waktu yang lama. Apalagi, saat ini Arsen terlihat begitu emosi setelah mendengar cerita darinya mengenai Kyla yang mengurung diri di dalam kamarnya.
Arsen pun beralih menatap kamar itu, ia coba membuka pintu tetapi tak berhasil. Lalu, berulang kali juga Arsen berusaha mengetuk dan memanggil nama Kyla, berharap gadis itu mau mendengarnya. Namun, tak ada jawaban sama sekali dari dalam sana yang membuat Arsen menggeram kesal.
"Kyla, buka pintunya Kyla! Ini saya om kamu, jangan kayak gini dong Kyla!" teriak Arsen sembari terus mengetuk-ngetuk pintu dengan keras.
Tetap tidak ada jawaban apapun dari Kyla, sehingga Arsen semakin kesal dibuatnya dan memukul pintu kamar itu dengan keras. Lita yang mendengarnya sontak terkejut, reflek wanita itu menutup matanya karena tindakan Arsen sungguh menakutkan baginya. Ia paling tidak bisa, saat melihat Arsen yang sedang marah seperti itu.
"Bik, apa daritadi Kyla seperti ini? Dia ngurung diri di kamar dan gak mau makan, iya?" tanya Arsen pada pelayannya.
"I-i-iya tuan, benar begitu. Saya sudah berulang kali mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari non Kyla. Kayaknya non Kyla lagi ngambek deh tuan," jawab Lita dengan gugup.
"Kenapa dia harus ngambek? Emangnya apa yang terjadi?" tanya Arsen penasaran.
"Eee begini tuan, tadi tuh non Kyla mau coba kabur dari rumah ini. Untung aja saya sama mas Jester masih bisa tahan non Kyla tadi supaya gak keluar dari sini," jelas Lita.
"Hah? Kyla mau kabur? Kalo gitu bahaya dong bik, saya takut Kyla nekat di dalam sana!" ucap Arsen panik.
Lita pun ikut cemas dibuatnya, sebab ia sendiri tak tahu apa yang sedang dilakukan Kyla di dalam sana. Apalagi, sudah cukup lama ia mengetuk pintu dan tak kunjung ada jawaban dari Kyla. Itulah alasan Lita dan Arsen kompak panik, mereka khawatir Kyla melakukan sesuatu yang buruk disana.
Akhirnya Arsen memutuskan menggunakan kunci cadangan yang ia miliki untuk dapat membuka pintu kamar itu, ia pun memerintahkan Lita mengambil kunci itu di dekat gudang agar ia bisa langsung mengecek kondisi Kyla di dalam sana. Pasalnya, Arsen cukup khawatir saat ini dan begitu mencemaskan kondisi Kyla.
Setelah kunci tersebut diberikan oleh Lita, langsung saja Arsen membuka pintu kamar itu dan memanggil nama Kyla. Ia mencari Kyla di seisi kamar, tetapi ia tak berhasil menemukan keberadaan gadis itu. Kamar itu tampak kosong, tidak ada tanda-tanda Kyla disana yang membuatnya kebingungan.
"Kyla, kamu kemana Kyla? Kyla!" Arsen pun semakin panik, ia melangkah lebih dalam dan terus menyusuri seluruh sudut kamar.
"Kyla!" teriakannya begitu keras saat ini, ia memeriksa semua ruangan di kamar itu demi mencari sosok Kyla.
Arsen tentu tak ingin jika terjadi sesuatu yang buruk pada Kyla, apalagi jika sampai gadis itu berhasil melarikan diri dari rumah itu. Pastinya semua rencana yang sudah ia susun bersama Laras akan sia-sia saja, lalu ia juga tak bisa menikmati tubuh indah Kyla yang menjadi candu baginya.
"Kyla, kamu dimana?" Arsen masih mencoba mencari tahu keberadaan gadis itu, ia kini melirik ke arah kamar mandi di depannya.
"Ah mungkin aja Kyla disana," pikirnya.
Tanpa banyak basa-basi, Arsen langsung mendekat dan membuka paksa pintu kamar mandi tersebut yang ternyata terkunci dari dalam. Sontak Arsen semakin yakin bahwa Kyla ada disana, ia pun coba mendobrak pintu itu sambil berulang kali memanggil nama Kyla, tetapi tidak ada jawaban.
Braakkk
Begitu pintu dibuka, betapa terkejutnya Arsen saat melihat Kyla sudah terbaring pingsan di dalam bak mandinya. Ia pun berteriak panik, lalu bergerak cepat mendekati wanita itu dan mengangkat tubuhnya dari dalam bathtub. Ia coba menyadarkan Kyla saat ini, sembari meminta Lita mengurus yang lain.
"Kyla, Kyla bangun sayang! Kamu gak boleh pergi tinggalin saya, kamu harus bertahan Kyla!" ucap Arsen dengan cemas.
"Bik Lita, cepat bibik suruh supir siapkan mobil! Saya harus bawa Kyla ke rumah sakit, kondisinya sangat memprihatinkan!" titah Arsen pada pelayannya.
"Ba-baik tuan! Ya ampun non Kyla, kenapa non harus begini sih?" ujar Lita.
Sama seperti Arsen, ya Lita pun juga merasa syok dan bersedih saat melihat langsung Kyla yang sengaja menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi itu. Selain itu, Lita cukup heran apa sebenarnya masalah yang diderita Kyla sampai-sampai gadis itu nekat berbuat seperti itu.
Sementara Arsen kini berusaha membawa Kyla menuju rumah sakit, ia sangat khawatir dengan kondisi gadis itu saat ini. Apalagi, ia melihat langsung bahwa tutup botol sabun pewangi pakaian di dekatnya itu terbuka serta mulut Kyla yang mengeluarkan busa dan wajahnya tampak sangat pucat.
"Kamu bertahan ya Kyla, saya gak akan biarkan kamu meninggal secepat ini!" gumam Arsen dengan penuh kecemasan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Hehe, pakabar semua? Maaf ya baru up, hampir sebulan hiatus nih😁 masih ada gak yang mau baca novel ini?🤔...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments