Di dalam perjalanan menuju kantor, Laras terlihat berusaha menanyakan mengenai sosok Kyla kepada Arsen yang kebetulan duduk tepat di sebelahnya. Meski sempat ragu karena disana juga ada Jester, tapi Laras tetap berbicara tentang Kyla karena ia tak memiliki waktu lain. Terlebih, Jester juga sudah lama menjadi sahabat mereka dan tentu pria itu bisa dipercaya untuk menjaga rahasia yang besar itu.
"Sen, kenapa mama kamu ada di rumah itu sih? Sejak kapan mama kamu datang kesana coba?" tanya Laras tiba-tiba.
"Hm, baru aja kemarin mama datang. Emang kenapa sih kalau mamaku tinggal disana? Itu kan juga rumah aku loh, bukan rumah kamu Laras," ucap Arsen terheran-heran.
"Ih gak gitu loh Arsen, kamu lupa ya kalau di rumah itu juga ada Kyla?" sentak Laras.
Arsen terdiam sesaat, ia melirik ke arah Jester yang masih tenang mendengarkan obrolan diantara mereka. Ia merasa sepertinya aman apabila ia melanjutkan obrolan itu dengan Laras, lagipula ia juga telah mengatakan pada Jester kalau Kyla adalah gadis yang ia culik.
"Ya emang ada Kyla disana, mama juga udah ketemu sama Kyla kok. Terus masalahnya dimana Laras? Kamu ini kadang-kadang suka aneh deh," ucap Arsen.
Laras menepuk jidatnya, kelakuan Arsen saat ini benar-benar membuatnya pusing dan ingin sekali menghantam pria itu rasanya. Laras pun spontan mencubit lengan Arsen dengan keras, ia tak tahan lagi dengan sikap Arsen yang seolah tidak mengetahui apa-apa mengenai rencana mereka.
"Haish, kamu tuh gimana sih Arsen? Kamu lupa ya sama rencana kita? Kalau mama kamu tahu siapa Kyla itu, gimana? Bisa berabe semua urusannya Arsen, aduh kamu tuh payah banget sih!" ucap Laras kesal.
"Iya iya, udah kamu tenang aja sih Laras! Aku pastiin ke kamu, mamaku gak akan tahu kalau Kyla itu orang yang aku culik!" ucap Arsen.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu? Emangnya apa yang udah kamu lakuin?" tanya Laras.
"Ya aku bilang ke mama, kalau Kyla itu pekerja baru di rumah aku. Lagian nanti juga aku mau pindahin Kyla ke tempat lain yang lebih aman, jadi kamu tenang aja!" jawab Arsen santai.
"Nah ide bagus tuh, kamu buruan deh pindahin Kyla ke tempat yang lebih aman! Aku gak mau kalau sampai semua rencana kita hancur berantakan cuma gara-gara mama kamu itu," ucap Laras.
"Iya Laras, gausah bawel deh kamu! Aku jamin semuanya bakal aman kok, sekarang kamu diam aja dan jangan mikirin soal Kyla terus!" ucap Arsen.
"Ya tapi masalahnya, suami aku tuh sekarang udah mulai dapat petunjuk tentang hilangnya Kyla. Aku takut aja kalau dia berhasil temuin Kyla di tempat kamu, yang ada semuanya bisa berantakan," ucap Laras.
"Oh ya? Emang apa yang suami kamu tahu tentang Kyla?" tanya Arsen penasaran.
"Dia bilang ada salah satu anak buahnya yang berhasil dapat informasi kalau Kyla diculik di jalanan dekat sekolah, itu kan bahaya banget buat rencana kita!" jawab Laras.
Arsen sedikit tertawa dan menggelengkan wajahnya secara perlahan, ia sama sekali tidak khawatir dengan apa yang dikatakan Laras dan menurutnya tak akan mungkin Hartawan dapat menemukan Kyla di rumahnya jika tidak ada pengkhianat diantara mereka.
"Tenang aja, gak mungkin suami kamu itu bisa temuin Kyla! Udah deh kamu gausah cemas gitu, Kyla aman kok sama aku!" ucap Arsen sambil tersenyum.
"Aih, iya deh aku percaya sama kamu. Tapi, awas loh kalau Kyla sampai ditemukan!" ucap Laras mengancam pria itu.
Arsen manggut-manggut saja dan menuruti apa yang diminta oleh Laras, meski ia sendiri masih bingung harus melakukan apa untuk bisa membawa Kyla pergi dari rumahnya.
•
•
Disisi lain, Kyla tengah terduduk berdua dengan Maura di halaman samping rumahnya. Tampak sekali bahwa Maura begitu penasaran dengan sosok Kyla, ada banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan kepada gadis itu saat ini. Apalagi, sebelumnya ia cukup sulit untuk bertanya pada Kyla karena keberadaan Arsen.
"Nah Kyla, saya sekarang mau tanya sama kamu deh. Tapi sebelum itu, saya harap kamu bisa jawab semua pertanyaan saya ini dengan jujur ya Kyla!" ucap Maura.
"Umm, emangnya tante mau tanya apa ya sama saya?" ucap Kyla dengan gugup.
"Sebenarnya kamu ini siapa Kyla? Saya kok gak yakin ya kalau kamu bekerja disini, apa jangan-jangan Arsen bohong sama saya tentang kamu? Coba deh kamu jelasin dengan jujur ke saya!" ucap Maura.
"Loh, saya kan udah jujur sama tante waktu itu. Saya diajak bekerja disini oleh tuan Arsen," ucap Kyla.
Maura terus menatap wajah Kyla dengan tajam dan berusaha menyelidiki gadis itu, ia yakin sekali jika Kyla tengah berbohong padanya saat ini. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Kyla darinya, karena Maura tak percaya begitu saja jika putranya telah berubah menjadi orang yang baik dan perduli dengan orang lain.
Kyla sendiri tampak kebingungan dan tidak tahu harus menjawab apa, ia terus menunduk berusaha menghindar dari tatapan Maura karena takut jika Maura bisa sampai mengetahui kebohongan di dalam dirinya. Namun, Maura justru menarik wajahnya lalu meminta Kyla fokus menatapnya.
"Kamu ini lagi bohongin saya ya? Udah deh Kyla, kamu jujur aja sama saya! Kamu ini sebenarnya siapa sih?" pinta Maura.
Kyla terkejut dibuatnya, benar dugaannya tadi bahwa Maura memang menaruh curiga padanya dan terus memintanya untuk berkata jujur. Kyla tak tahu lagi harus bagaimana, ia tak mungkin memberitahu semuanya pada Maura karena itu bisa membahayakan dirinya nanti apabila Arsen mengetahuinya.
"Kemarin saya sudah sempat tanya ke bik Lita pembantu disini, dia bilang gak ada tuh penambahan pelayan di rumah ini. Otomatis kamu pasti bukan orang yang dipekerjakan Arsen kan, Kyla?" ucap Maura lagi.
Deg
Kyla lagi-lagi dibuat terkejut dan tak menyangka jika Maura sampai menyelidiki semua itu dengan bertanya pada Lita, kini Kyla pun semakin terpojok dan rasanya ia sulit untuk bisa membohongi Maura lagi karena tidak ada alasan lain saat ini.
"Eee tante, mungkin aja kan bik Lita belum tahu kalau aku ini kerja disini. Bisa aja tuan Arsen itu belum cerita ke yang lainnya tentang aku," ucap Kyla.
"Hm, masa sih? Saya gak yakin sama ucapan kamu itu, udah deh kamu jujur aja sama saya sekarang! Apa kamu salah satu wanita yang dijadikan alat pemuas anak saya, iya?" ucap Maura penuh curiga.
"Hah? A-apa tante??" Kyla terkejut, matanya terbelalak lebar saat Maura bertanya seperti itu padanya.
Ya Maura memang tidak asal bicara, ia tahu betul seperti apa tingkah laku anaknya itu. Sudah banyak wanita yang menjadi korban dari Arsen, dan Maura pun tahu akan hal itu. Itulah salah satu alasan juga mengapa Maura menebak Kyla sebagai wanita pemuas putranya yang sengaja diminta oleh Arsen untuk tinggal disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Myra Myra
jjr Kyla ckp kamu ficulik
2023-11-09
1