Bab 13. Dijodohin mama?

Arsen pergi menemui mamanya dan terlihat tersenyum ke arah wanita yang sudah lama tidak ia temui itu, Arsen pun berhenti tepat di dekat mamanya dan tak lupa menyapa sang mama yang amat ia rindukan. Meski selama ini ia sudah terbiasa hidup sendiri, tapi tetap saja Arsen masih butuh sosok ibu yang bisa menambah semangat di dalam hidupnya agar ia tidak mudah putus asa nantinya.

Mamanya yang sedari tadi menunggu di sofa, kini terkejut ketika putranya sudah berada di dekatnya dan tersenyum menatapnya. Sontak Maura alias ibu kandung Arsen itu bangkit dari tempat duduknya, ia sangat senang melihat putranya yang semakin dewasa dan sudah tumbuh menjadi sosok pria tampan yang mampu menghandle segala masalah di dalam hidupnya seorang diri saat ini.

"Arsen, mama kangen banget sama kamu sayang! Ternyata setelah lama ditinggal mama, kamu malah makin keren dan ganteng banget!" ucap Maura memuji putranya itu.

"Iya ma, ini berkat perawatan yang aku lakuin dong. Omong-omong, aku boleh peluk mama gak nih? Aku juga kangen tau sama mama, udah lama banget kan kita gak ketemu dan tatap muka kayak gini," ucap Arsen.

"Ah kamu pake minta izin segala, ya kalo mau peluk mama ya peluk aja sini!" ucap Maura dengan senang hati.

Tanpa berlama-lama lagi, Arsen segera maju mendekat dan memeluk tubuh mamanya itu. Arsen meluapkan segala kerinduan yang selama ini ia pendam kepada mamanya itu, apalagi sudah lama mereka tidak bertemu dan saling bertatap muka seperti itu.

"Aku senang bisa peluk mama lagi, rasanya nyaman banget ada di pelukan mama kayak gini deh," ucap Arsen sambil tersenyum lebar.

"Iya Arsen, mama juga senang kok," ucap Maura singkat.

Setelahnya, Arsen melepas pelukannya dan menyeka air mata yang sempat menetes lantaran ia begitu merindukan sosok mamanya itu. Untung saja ia masih dapat menyembunyikan Kyla dari mamanya, jika tidak maka pasti mamanya itu akan sangat penasaran siapa gadis bernama Kyla itu.

"Oh ya Arsen, mama lihat-lihat rumah kamu ini sepi sekali. Apa kamu masih belum punya calon istri yang bisa kamu kenalin sama mama sekarang, hm?" tanya Maura.

Deg

Arsen tersentak mendengarnya, lagi-lagi ia dibuat bingung ketika mamanya itu bertanya mengenai calon istri. Sudah sering sekali memang mamanya membahas soal itu, setiap kali datang kesana. Arsen pun sampai bosan mendengarnya, namun ia juga tidak bisa menjawab saat ditanya seperti itu.

"Arsen, pasti kamu masih aja sibuk ngurusin bisnis kamu itu ya? Dengar ya Arsen, urusan kerjaan itu emang penting! Tapi, kamu juga harus mikirin masa depan kamu dong! Kamu itu kan sudah semakin dewasa," ucap Maura.

"Eee iya ma, aku ngerti kok. Ya tapi aku belum nemu aja wanita yang bisa aku jadikan calon istri," ucap Arsen tampak gugup.

"Ohh, emang kriteria kamu itu yang kayak gimana sih? Coba kamu kasih tahu mama sini, siapa tahu mama bisa bantu kamu buat cari jodoh nanti!" ucap Maura.

"Duh, gausah deh ma! Nanti biar aku yang cari sendiri aja deh calonnya," tolak Arsen.

"Yakin nih kamu gak mau terima bantuan mama? Mama bisa kenalin kamu sama anak teman mama loh, dia itu cantik terus pintar lagi. Kamu mau ya coba kenalan sama dia?" ucap Maura dengan lembut.

Arsen sungguh bingung saat ini, sehingga ia malah mengiyakan ucapan mamanya dan menerima tawaran sang mama untuk berkenalan dengan sosok wanita itu.

Setelah memastikan mamanya masuk ke kamar dan tidak akan keluar lagi, Arsen pun memutuskan kembali ke kamarnya untuk menemui Kyla yang ia tinggal disana. Ya Arsen cukup khawatir dengan kondisi gadis itu saat ini, apalagi tadi ia masih menyetel alat mainan itu dengan getaran yang tinggi pada bagian lembah sang gadis.

Buru-buru Arsen masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia mengunci pintu agar tidak ada orang yang bisa sembarangan masuk kesana. Ia lalu menatap ke arah Kyla, seringaian muncul di bibirnya begitu ia melihat tubuh Kyla sudah lemas dan mengeluarkan cukup banyak cairan akibat hukuman darinya.

"Haaaahh haaaahh, ampun dad! Cukup, tolong hentikan ini! Aku gak kuat lagi, tubuhku lemas banget rasanya!" rengek Kyla.

Arsen tersenyum saja mendengar permintaan dari gadisnya itu, ia mendekatinya dan kini berhenti tepat di sebelah wajah gadis itu yang sudah sangat terengah-engah. Arsen tahu bahwa Kyla sudah tidak kuat lagi menahan semuanya, namun ia merasa hukuman ini masih belum cukup untuknya.

"Kamu mau berhenti baby, hm?" ucap Arsen tepat di telinga gadis itu.

Kyla menjawab dengan anggukan, bahkan untuk berbicara saja rasanya ia sudah begitu sulit karena rasa lemas di tubuhnya. Sudah hampir satu jam lebih Arsen mempermainkan tubuhnya seperti itu, sehingga membuat Kyla amat jengkel dan tentu saja tak akan pernah memaafkan kelakuan pria itu.

"Sayang sekali, saya belum puas menghukum kamu baby. Kita tunggu beberapa jam lagi ya sayang?" goda Arsen.

"Dad, aku mohon hentikan! Aku gak kuat banget dad kalau kayak gini terus, aku minta maaf dan aku janji gak akan mengulangi ini lagi!" mohon Kyla.

"Yes baby, saya akan turuti permintaan kamu. Tapi, kamu harus memuaskan saya malam ini dan tidak boleh menolak!" ucap Arsen.

Deg

Kyla terkejut, ia susah payah menelan salivanya saat mendengar permintaan yang diajukan pria itu padanya. Tentu ia tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa memuaskan pria itu, tapi tanpa sadar ia malah mengangguk seolah menyetujui kemauan Arsen walau ia masih belum yakin.

"Kalau gitu saya akan hentikan semua ini," Arsen tersenyum puas dan mulai menekan tombol remote di tangannya untuk menghentikan semua alat itu.

"Haaaahh haaaahh haaaahh..." Kyla langsung mengambil nafas panjang dengan nafas yang memburu.

"Bagaimana Kyla, kamu puas kan sekarang? Kamu sudah tahu apa yang akan saya lakukan ke kamu, jika kamu terus saja membangkang saya. Jadi, apa kamu masih mau membantah sekarang?" ujar Arsen.

Kyla menggeleng, "Ti-tidak dad, a-aku akan nurut sama daddy. Tolong lepasin ikatan aku juga, sakit dad!" ucapnya merengek.

"It's okay baby, memang saya akan lepaskan ikatan kamu kok. Tangan kamu dibutuhkan juga untuk memuaskan saya kali ini, kamu mengerti baby?" ucap Arsen.

"I-i-iya dad, aku ngerti kok. Aku bakal lakuin semua perintah daddy," ucap Kyla.

"Bagus, itu baru anak gadis saya yang baik! Kalo gitu kita mulai semuanya sekarang ya baby?" ucap Arsen.

Kyla mengangguk setuju, lalu tanpa menunggu lama Arsen mulai melepaskan ikatan di kedua tangan Kyla dan membuat gadis itu terbebas kali ini.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!