Ketika pagi hari tiba, Kyla membuka matanya dan spontan terkejut karena merasa asing dengan tempat ia berada saat ini. Ia terlihat begitu panik, memandang sekitar dan amat takut karena sepertinya wanita itu melupakan kejadian kemarin. Namun, tak lama kemudian bayangan mengenai hal buruk semalam kembali muncul di kepalanya dan membuat Kyla tersadar apa yang ia alami saat itu.
Kyla pun berusaha menenangkan dirinya, ia bernafas dengan panjang sambil mengusap dadanya. Lalu, Kyla menyingkirkan selimut dari tubuhnya dan tampak heran karena semalam ia ingat sekali kalau ia tidak pernah memakai selimut itu. Tapi Kyla tak mau ambil pusing, ia segera beranjak turun dari ranjang dengan perlahan sambil meringis menahan sakit pada bagian bawahnya.
"Awhh, ini kenapa masih sakit aja sih? Perasaan semalam udah mendingan deh, kok sekarang jadi kerasa perih lagi?" heran Kyla.
Kyla mulai melangkah perlahan-lahan dengan kaki yang sedikit melebar, ia tak mengerti mengapa rasanya bagian bawahnya terasa semakin sakit setelah kejadian semalam. Padahal, Kyla ingat sekali kalau Arsen hanya melakukan sekali dan tak mengulangi lagi kejadian itu.
TOK TOK TOK...
Disaat Kyla hendak masuk ke kamar mandi, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar oleh seseorang yang membuatnya terkejut. Kyla mengurungkan niatnya, ia terdiam dan menyuruh orang di luar sana untuk masuk saja karena memang ia sendiri juga tidak bisa membukakan pintu setelah dikunci oleh Arsen agar ia tidak kabur.
Begitu pintu dibuka, rupanya yang datang adalah Lita alias pekerja di rumah itu yang ditugaskan untuk melayani dan membuat Kyla merasa nyaman. Ya Lita datang membawakan sarapan beserta susu untuk Kyla, tentu saja Kyla terdiam melongok ke arah Lita seolah bingung mengapa Lita harus membawakan semua itu untuknya.
"Pagi non! Ini sarapan buat non Kyla, ada susu juga yang khusus saya buatin supaya non makin sehat!" ucap Lita tersenyum lebar.
Kyla mengangguk saja dan meminta Lita menaruh semua itu di atas meja, Lita menurut dan meletakkan piring serta gelas itu sesuai perintah Kyla. Lalu, Lita tampak menatap wajah Kyla dari atas sampai bawah dan menawarkan bantuan. Ya Lita tahu jika Kyla mungkin saja membutuhkan bantuan darinya pagi ini untuk bersiap-siap.
"Eee non, apa non Kyla butuh bantuan saya? Non gausah sungkan, tinggal bilang aja non mau apa!" ucap Lita menawarkan.
Kyla tersenyum mendengarnya, "Makasih mbak, saya cuma mau mandi kok. Walau sebenarnya saya juga butuh bantuan mbak Lita buat keluar dari sini, karena saya rindu sama keluarga saya," ucapnya.
Lita yang mendengar itu seketika terkejut, ia mengernyitkan dahinya dan terheran-heran saat mengetahui Kyla yang ingin keluar dari sana. Pasalnya, Lita mengetahui bahwa Kyla adalah keponakan perempuan dari Arsen yang sengaja ditampung di rumah itu karena tidak memiliki keluarga lainnya.
"Apa non? Lah kok non Kyla mau kabur dari rumah ini sih, bukannya tuan Arsen itu udah baik ya sama non dan mau bantu non? Kenapa non Kyla malah pengen keluar dari sini?" tanya Lita terheran-heran.
"Hah? Kenapa mbak Lita bisa bilang kayak gitu? Kata siapa om Arsen orang baik?" ujar Kyla.
"Loh emang tuan Arsen bukannya udah nolong non Kyla ya? Buktinya tuan Arsen udah kasih tempat tinggal sama non Kyla disini," ucap Lita.
Kyla terdiam bingung, ia tahu ini pasti perbuatan dari Arsen yang telah mengarang cerita. Ia penasaran apa sebenarnya yang dikatakan Arsen kepada seluruh orang di rumah itu, sampai-sampai Lita sendiri mengira bahwa Kyla dibawa kesana karena pertolongan dan kebaikan dari Arsen.
"Gak begitu mbak, saya ini—"
Ceklek
Baru saja Kyla hendak menjelaskan semua pada Lita, tetapi pintu kamar itu sudah lebih dulu terbuka dan menunjukkan sosok Arsen disana. Sontak kedua wanita kompak menoleh ke arah Arsen, lalu Lita yang berada disana merasa gugup dan spontan menundukkan wajahnya karena takut.
"Lita, kamu sudah bisa keluar sekarang! Saya mau bicara sama Kyla berdua," titah Arsen.
"Ba-baik tuan Arsen!" ucap Lita dengan gugup sembari keluar dari kamar itu setelah pamit kepada Kyla dan juga Arsen tentunya.
Kini Arsen mendekat ke arah Kyla sesudah memastikan pintu terkunci dan Lita tidak bisa mendengar obrolan mereka nantinya, ia tatap wajah Kyla sambil tersenyum lalu meraih kedua tangan wanita itu untuk digenggam. Kyla terdiam saja tanpa bisa berbuat banyak, karena dirinya sekarang sudah benar-benar dikuasai oleh Arsen.
"Kamu mau bicara apa tadi sama Lita? Pengen ceritakan semuanya dengan jujur, iya? Dengar ya Kyla, saya minta kamu untuk merahasiakan semua itu dari Lita atau siapapun di rumah ini! Paham kamu kan baby?" tegas Arsen.
Kyla mengangguk perlahan, "Paham kok dad, sekarang aku mau ke kamar mandi. Daddy lepasin tangan aku ya?" ucapnya.
"Okay, silahkan baby!" Arsen melepaskan tangan wanita itu dan memberi jalan baginya.
Akan tetapi, baru saja Kyla hendak melangkah tiba-tiba rasa sakit di area bawahnya membuat wanita itu terhenti. Kyla pun meringis sembari memegangi pinggulnya, hal itu disadari oleh Arsen yang tampak cemas padanya. Tanpa banyak berpikir, Arsen segera mendekati Kyla lalu menanyakan kondisi wanita itu.
"Baby, kamu kenapa? Apanya yang sakit?" tanya Arsen dengan cemas.
Kyla menggeleng dan mengatakan pada Arsen kalau dirinya baik-baik saja, Kyla juga berusaha melepaskan genggaman pria itu dan berniat melanjutkan langkahnya. Namun, tentu saja Arsen tak semudah itu percaya pada ucapan gadisnya. Ya Arsen tahu kalau Kyla tengah sakit, meski wanita itu terus saja mengelak.
"Aku gapapa dad, aku cuma pengen mandi. Daddy lepasin aku, atau daddy mau ikut mandi bareng aku?" ujar Kyla.
Arsen cukup kaget mendengar ucapan Kyla, ia tak menyangka Kyla bisa mengatakan itu padanya.
"Kamu ini kalau bicara asal aja, nanti giliran saya iyain malah panik. Udah deh kamu mending jujur, apanya yang sakit! Biar nanti saya telponin dokter buat periksa kamu ya?" ucap Arsen.
"Gausah dad, aku gapapa deh beneran. Mungkin ini efek dari perbuatan daddy kemarin, kerasanya baru sekarang kali," ucap Kyla mengelak.
"Ohh, ya wajar sih namanya juga baru pertama kali. Nanti setelah kita sering melakukan itu, kamu gak akan kesakitan lagi. Mau saya bantu sampai ke dalam kamar mandi?" ucap Arsen menawarkan.
Kyla menggeleng menolak tawaran sang daddy, namun bukan Arsen namanya jika menurut begitu saja pada kemauan gadisnya. Dengan cekatan pria itu membopong tubuh Kyla layaknya karung beras dan membawanya ke dalam kamar mandi, Kyla yang diperlakukan seperti itu sontak panik dan memukul-mukul punggung Arsen meminta diturunkan. Tetapi, ini adalah Arsen yang tidak mungkin mau menurut pada siapapun.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Narimah Ahmad
seterusnya ....
2023-10-13
1