Bab 19. Dibawa pergi

Hari berganti, Arsen harus segera memindahkan Kyla dari rumahnya itu untuk bisa membuat semua rencana yang ia jalankan bersama Laras semakin lancar. Ia tentu tak mau jika mamanya banyak bertanya mengenai Kyla, apalagi kalau sampai Maura mengetahui bahwa Kyla bukan pekerja disana melainkan seorang wanita yang ia culik dan sekap paksa di dalam rumahnya itu.

Kini Arsen berniat menemui Kyla di kamarnya, tetapi ia lebih dulu berpapasan dengan Maura yang sepertinya hendak pergi. Tentu saja ini sebuah kebetulan yang amat menyenangkan bagi Arsen, karena setidaknya ia bisa membawa pergi Kyla dari sana tanpa diketahui oleh Maura. Apalagi, selama ini memang Maura yang selalu membuat Arsen tidak tenang dan leluasa untuk bersama Kyla.

"Arsen, kebetulan kamu udah pulang. Kamu ikut mama yuk sayang, kita ketemu sama teman mama di cafe sekalian makan siang!" ucap Maura sambil tersenyum.

"Eee ngapain sih, ma? Masa iya aku ikut mama buat ketemu sama teman-teman mama itu? Malu dong ma, aku ini kan udah gede. Yakali aku nimbrung sama rombongan emak-emak," ucap Arsen heran.

"Ahaha, hadeh Arsen ya gak gitu lah! Disana kan ada anaknya teman mama juga, itu loh yang mau mama kenalin ke kamu. Kamu pasti ingat kan sayang?" ucap Maura.

Deg

Arsen tersentak dan terdiam saat itu juga, ia bingung harus mengatakan apa disaat mamanya sudah membahas mengenai perjodohan yang ingin dia lakukan padanya. Arsen sebetulnya ingin sekali menolak, tetapi entah kenapa ia merasa tidak tega jika nanti mamanya akan bersedih.

"Aku gak mau ah, ma. Aku pengen makan di rumah aja, lagian aku gak enak kalau ganggu pertemuan mama nanti," ucap Arsen.

"Iya deh terserah kamu aja, tapi kamu jangan lupa makan loh ya!" ucap Maura.

Arsen mengangguk dibuatnya, "Iya ma, udah mama tenang aja! Aku nanti makan bareng Kyla kok disini, sekalian aku mau cicipin masakan dia," ucapnya santai.

"Yaudah, mama pergi dulu ya?" ucap Maura.

Arsen pun mencium tangan mamanya, lalu membiarkan wanita itu pergi untuk bertemu dengan teman-temannya. Arsen merasa lega kali ini, setidaknya ia memiliki kesempatan besar untuk bisa membawa Kyla pergi dari rumahnya menuju tempat yang aman.

"Ah ini kesempatan yang bagus buat saya, saya harus bisa bawa pergi Kyla dari sini sebelum mama kembali!" ucapnya lirih.

Setelahnya, Arsen bergerak cepat menuju kamar Kyla. Pria itu tampak tidak sabar ingin segera bertemu dengan Kyla, lalu membawa Kyla pergi dari rumahnya. Ya Arsen tak mau jika Kyla terus-terusan berada disana, karena itu bisa mengundang bahaya dan semua rencananya akan gagal.

Sesampainya di kamar Kyla, kini Arsen langsung membuka pintu dan masuk begitu saja ke dalam kamar yang tidak terkunci itu. Ia melihat Kyla disana, tampak gadis itu tengah duduk di kursinya sambil membaca buku pelajaran yang memang tertinggal di dalam tas sekolahnya saat itu.

"Kyla, ikut saya yuk!" Arsen mendekat dan meraih satu tangan gadis itu.

"Hah? Kita mau kemana, dad? Bukannya daddy bilang kalau aku bakal tinggal disini selamanya?" tanya Kyla sangat penasaran.

"Kamu mau ketemu orang tua kamu kan? Udah ayo ikut aja sama saya!" ujar Arsen.

Betapa terkejutnya Kyla saat mendengar kata-kata yang dilontarkan pria itu, tentu saja ia sangat senang dan seolah tak percaya jika Arsen akan membawanya pergi menemui orangtuanya. Spontan Kyla bangkit dari tempat duduknya, menatap ke arah Arsen dengan senyum merekah di pipinya.

"Yang bener dad? Daddy mau pulangin aku ke tempat mama dan papa?" tanya Kyla dengan penuh antusias.

"Eee iya udah kamu ikut aja sama saya, sekarang!" titah Arsen.

"Tapi dad, barang-barang aku belum diberesin. Nanti aku gak bisa sekolah kalau gak ada tas sama buku pelajaran ini," ucap Kyla menahan langkahnya.

"Udah gapapa, nanti saya suruh orang untuk bawain barang-barang kamu. Ayo kamu ikut aja sama saya sekarang!" ucap Arsen.

"I-i-iya dad.."

Akhirnya Kyla menurut dengan perintah Arsen, ia pun pergi mengikuti langkah kaki pria itu dan berjalan ke luar dari kamarnya dengan tergesa. Meski Kyla cukup heran, namun ia memilih percaya saja pada apa yang diucapkan Arsen saat ini.

"Yes, akhirnya aku bisa juga ketemu sama mama!" batin Kyla.

Tapi sayang, keduanya justru tak sengaja berpapasan dengan Maura yang kembali kesana dan hendak mengambil barang yang tertinggal. Sontak Arsen terkejut bukan main, matanya melongok dan langkahnya spontan terhenti saat ia melihat mamanya disana.

"Loh Arsen, kamu mau bawa Kyla kemana? Kok kayaknya buru-buru gitu? Terus kenapa pake pegangan tangan segala lagi?" tanya Maura yang sangat penasaran.

Deg

Arsen pun bingung harus menjelaskan apa, detak jantungnya bergerak lebih kencang dan membuatnya tak berkutik kali ini.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!