Bab 8. Percobaan yang gagal

Kyla kini berusaha kabur dari rumah sakit itu dan melepaskan diri dari jeratan Arsen, ia tak mau terus-terusan ada bersama pria itu dan menyerah begitu saja. Pasalnya, Kyla juga ingin hidup bebas dan tak mau berada dalam kekangan seorang pria yang tidak ia kenal sama sekali itu. Meski sulit, namun Kyla harus memberanikan diri demi mendapat kebebasan untuk dirinya sendiri dari sana.

Perlahan Kyla melepas tali infus dari tangannya dan harus menahan sakit untuk bisa turun ke bawah, ia pun meringis dan melangkah mendekati pintu untuk memastikan apakah keadaan aman atau tidak. Namun, matanya malah langsung menangkap keberadaan Arsen dan Jester di luar sana yang sedang menjaganya. Sehingga, Kyla tidak mungkin bisa keluar melalui pintu itu karena pasti mereka akan langsung menangkapnya nanti.

"Duh, aku harus gimana ya biar bisa kabur dari sini? Gak mungkin aku lewat pintu ini, pasti bakal ketahuan sama mereka," pikir Kyla di dalam hatinya.

Tapi Kyla tak kehabisan cara, ia menatap ke sekeliling kamar itu untuk mencari tahu apakah ada jalan lain yang bisa ia lalui. Ya Kyla memutuskan pergi ke toilet disana, lalu melihat-lihat tempat yang cocok bagi dirinya untuk bisa kabur dari rumah sakit itu.

"Aku harus keluar dari sini, gimanapun caranya! Aku gak mau dijadikan budak oleh orang yang gak aku kenal," gumamnya.

Saat ia masuk ke dalam toilet, disana ia menemukan sebuah jendela yang mungkin dapat ia lewati sebagai jalan untuk keluar dari tempat itu. Akan tetapi, jendela tersebut cukup tinggi dan sangat sulit baginya untuk bisa keluar melalui jalur itu. Kyla pun tampak bingung, tapi tentu tidak menyerah.

Akhirnya ia mencoba naik ke atas kloset untuk meraih jendela di atas sana, tetapi tangannya tampak tidak sampai dan membuat Kyla sangat kesulitan. Bahkan, Kyla justru terpeleset dan terjatuh ke lantai akibat tidak melihat-lihat bagian bawahnya.

Bruuukkk

"Awhh, akhh sakit!!" Kyla meringis cukup kuat sembari memegangi kakinya dan bagian pinggulnya yang terbentur tadi.

Sontak suara jatuh dan rintihan Kyla itu membuat Arsen serta Jester terkejut di luar sana, ya sangking kerasnya suara itu sampai-sampai mereka berdua reflek masuk ke dalam kamar untuk memastikan apakah kondisi Kyla baik-baik saja atau tidak.

"Hah? Kyla, dimana kamu? Kyla!!" Arsen tampak sangat panik, pasalnya ia tak melihat Kyla di atas ranjangnya.

"Sen, kayaknya suaranya dari kamar mandi deh. Kita coba cek aja kesana, barangkali Kyla disana!" ucap Jester memberi masukan.

Arsen mengangguk, kemudian bergerak cepat menuju kamar mandi. Ia langsung membuka pintu itu secara paksa, beruntung Kyla memang tidak menguncinya tadi. Sontak Arsen merasa terkejut, pasalnya ia melihat Kyla terduduk disana dan terus meringis memegangi kakinya.

"Kyla!!" teriak Arsen cukup panik, dengan cepat ia menghampiri gadis itu dan berniat membantunya.

"Kyla, kamu kenapa? Kok bisa kamu duduk di toilet kayak gini, hm? Kamu mau ngapain? Kenapa gak minta bantuan saya kalau kamu mau ke kamar mandi?" tanya Arsen cemas.

"Ahhss, gausah banyak tanya deh! Bantuin dulu kek, sakit nih!" kesal Kyla.

Arsen tersenyum dan lalu mendekati gadis tersebut, ia membantunya berdiri lalu perlahan mengajaknya keluar dari toilet. Kyla tak menolak kali ini, sebab dirinya pun memang benar-benar membutuhkan bantuan karena kakinya terasa sakit sekali.

Perlahan Arsen membantu Kyla merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tak lupa ia juga menasehati gadis itu untuk tidak kembali mengulangi perbuatannya. Bagaimanapun, Arsen tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Kyla dan malah akan semakin membahayakan dirinya.

"Kyla, lain kali kalau kamu mau ngapa-ngapain itu panggil saya aja dan minta bantuan saya! Jangan malah maksa buat pergi sendiri!" ucap Arsen.

Kyla tampak merengut saat ini, ia malas sekali meladeni Arsen yang selalu saja mengekang dirinya. Ia juga menyesal karena telah gagal melancarkan niatnya untuk kabur dari tempat itu, sehingga Arsen pun lebih dulu memergokinya dan malah sekarang kakinya juga terkilir akibat terjatuh di toilet.

"Hey, saya lagi bicara loh ini sama kamu! Kenapa kamu malah buang muka kayak gitu, hm?" Arsen menegurnya kali ini.

"Haish, gausah berisik deh om! Sana ah kalian keluar aja semua, aku gak mau diganggu tau! Sakit banget nih kaki aku gara-gara jatuh tadi," ucap Kyla tegas.

"Oh sakit banget ya? Sini saya bantu urut, siapa tahu sakitnya bisa reda nanti!" ucap Arsen berinisiatif.

"Hah??" Kyla terkejut dibuatnya.

Arsen kini menggerakkan tangannya untuk menyentuh pergelangan kaki sang gadis, tetapi dengan cepat Kyla menolak dan menepis tangan pria itu. Apalagi, Kyla tahu betul seperti apa sifat Arsen dan jelas ia menolak saat pria itu hendak menyentuh kakinya meski dengan alasan membantu.

"Jangan om, jangan sentuh-sentuh kaki aku sembarangan ya! Aku gak mau, udah sana kalian keluar aja!" sentak Kyla.

"Kenapa sih Kyla? Kamu kok galak banget sama saya? Saya kan cuma mau bantu kamu, niat saya baik loh. Terus itu kenapa kamu masih panggil saya om, ha?" ujar Arsen.

"Bodo, emang kamu kan udah tua jadi pantas dong dipanggil om-om!" cibir Kyla.

Mendengar itu, Jester yang kebetulan ada disana sontak terkekeh dan membuat Arsen menatap tajam ke arahnya. Ucapan Kyla memang benar, meski Arsen tentu tak setua yang dikira oleh Kyla. Namun, tetap saja Kyla tak akan pernah mau dekat dengan pria itu sampai kapanpun.

"Yaudah, terserah kamu aja. Berarti ini gak mau saya bantu dong?" ucap Arsen.

Kyla menggeleng, "Gausah, sana kalian berdua keluar dan jangan ganggu aku!" ucapnya mengusir kedua pria itu.

"It's okay, tapi kamu harus jaga diri baik-baik ya Kyla!" ucap Arsen mengalah.

Tak ada jawaban dari gadis itu, justru Kyla memejamkan matanya dan berharap Arsen serta Jester bisa segera keluar dari sana. Ya Kyla memang malas sekali bertemu dengan pria itu, apalagi ia tahu Arsen lah yang sudah merenggut kesuciannya dan menculik dirinya saat ini.

Akhirnya Jester mengajak Arsen untuk keluar dari kamar itu sesuai permintaan Kyla tadi, terpaksa memang Arsen menurut meski sebenarnya ia masih ingin disana. Arsen juga masih menaruh curiga pada Kyla, sebab sangat mengherankan ketika Kyla tiba-tiba sudah berada di dalam kamar mandi.

"Sen, lu mikirin apa sih? Lu cemas sama cewek itu karena dia jatuh di kamar mandi, ha? Jangan-jangan lu udah mulai suka ya sama dia?" tanya Jester.

Deg

Arsen dengan cepat menoleh ke arah sahabat sekaligus asisten pribadinya itu, ia tentu mengelak dari tuduhan Jester dan mengatakan jika tak mungkin dirinya menaruh hati terhadap Kyla.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!