Setelah dirasa cukup, Arsen pun mulai mengarahkan senjata perkasanya ke lembah milik Kyla yang telah basah itu. Kyla terus geleng-geleng kepala dan berusaha menghindarinya, tetapi Arsen sepertinya terlanjur bergairah dan tidak bisa menahannya lagi. Ya Arsen terus mendorongnya, sampai Kyla melenguh panjang merasakan sakit yang amat sangat saat miliknya dikoyak oleh benda besar itu.
Arsen menyeringai puas setelah berhasil mendapat kesucian milik gadisnya, ia sangat senang karena ternyata dugaannya benar kalau Kyla masih perawan dan belum pernah melakukan itu. Terbukti kini Arsen lah yang merebut kesucian gadis itu, sehingga Kyla saat ini sudah bukan merupakan seorang gadis lagi melainkan wanita dewasa yang telah direnggut oleh seorang pria asing yang tak dikenalinya.
Isakan tangis mewarnai permainan itu, Kyla benar-benar bersedih sekaligus kecewa pada dirinya sendiri karena gagal menjaga keistimewaan itu. Kyla tak bisa berhenti menangis, meskipun di bawah sana Arsen tengah berusaha memberinya kepuasan. Wanita itu amat bersedih, ia bersumpah akan terus membenci Arsen sampai kapanpun dan membalas semua perbuatan kejinya ini.
"Sebut nama saya baby, kalau tidak saya akan terus begini sampai besok!" titah Arsen.
Kyla melongok lebar dibuatnya, ia tak memiliki pilihan lain saat ini selain menurut saja dibanding harus mengalami kepedihan itu sampai esok pagi. Ya meski berat, Kyla tetap berusaha mengikuti kemauan apa yang menjadi permintaan pria itu. Arsen sendiri memelankan gerakannya, untuk bisa mendengar suara dari Kyla yang menyebut namanya dan menikmati semua ini.
"Eemmhh daddyy Arseenn.."
Arsen tersenyum puas mendengarnya, ia semakin mempercepat gerakannya di bawah sana sampai keduanya sama-sama mendapatkan kepuasan. Arsen mengeluarkannya di dalam, ya pria itu sengaja karena ingin membuat Kyla sah menjadi miliknya. Kyla yang tak tahu apa-apa hanya diam tak protes, justru gadis itu menangis karena telah kehilangan sesuatu yang paling berharga di hidupnya.
•
•
Singkat cerita, Kyla yang baru selesai mandi kini terduduk di atas ranjangnya dengan handuk yang ia kenakan. Gadis itu tampak menangis sesenggukan sembari memeluk dirinya sendiri, ia meratapi nasib yang menimpanya saat ini dan membuat hidupnya hancur. Kyla sendiri tak tahu harus melakukan apa, karena sekarang ia telah merasa tidak berguna.
Perlakuan buruk yang ia dapatkan dari lelaki tadi, sangat berbekas di hatinya. Kyla mungkin tak akan pernah melupakan hal itu, apalagi ia telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dari dirinya. Kyla masih tak menyangka ini semua akan terjadi pada dirinya, padahal sedari dulu ia selalu merasa bahagia tanpa takut tersakiti sedikitpun.
Tangisan wanita itu makin menjadi ketika ia mengingat sang ibu yang tengah dirawat di rumah sakit dan belum diketahui kondisinya, Kyla berharap semoga ibunya bisa cepat sadar dan pulih dari penyakit yang dideritanya. Meski sekarang Kyla tidak bisa berada di samping sang ibu, namun doanya akan terus mengalir untuk wanita yang telah melahirkannya dan banyak membantunya itu.
Ceklek
Tiba-tiba saja, pintu kembali dibuka dari luar dan membuat Kyla reflek memandang ke arah pintu. Ia menyeka air matanya, kemudian beranjak dari ranjang dan menghampiri sosok wanita yang muncul membawakan pakaian untuknya itu.
"Permisi non, ini pakaian dari tuan Arsen untuk non! Silahkan dipakai non!" wanita itu memberikan pakaian kepada Kyla dan meminta Kyla memakainya disertai senyuman tipis.
"Terimakasih mbak," lirih Kyla sembari menampani pakaian yang sangat indah itu.
"Oh ya non, tuan Arsen juga bilang sama saya tadi kalau saya harus bantu-bantu non disini. Kalau non butuh bantuan, tekan aja bel ini ya!" ucap si wanita.
Kyla mengangguk perlahan, meskipun ia masih tak mengerti apa maksud yang dikatakan si wanita tadi.
"Nah, ini belnya saya taruh disini non. Kalo gitu saya permisi ya non? Buruan dipake bajunya biar gak kedinginan!" ucap si wanita seraya meletakkan bel di atas nakas.
"I-i-iya mbak.."
"Eh saya lupa kenalin diri sama non, nama saya Lita ya non!" ucap si wanita mengenalkan diri.
"Sa-saya Kyla."
Wanita bernama Lita tersenyum lebar ketika Kyla membalas ucapannya, lalu perlahan Lita berbalik dan melangkah ke luar dari kamar itu. Sedangkan Kyla tampak membawa pakaiannya mendekati cermin, ia pandangi sejenak pakaian itu sebelum memutuskan untuk memakainya atau tidak.
•
•
Malam harinya, Arsen memasuki kamar tempat dimana Kyla berada. Dengan perlahan ia melangkah menemui gadis yang tengah berbaring itu, rupanya Kyla memang sudah terlelap disana dan membuat Arsen tersenyum melihatnya. Arsen tampak sangat senang, sebab akhirnya ia dapat memiliki wanita yang telah ia incar sejak lama.
Kini Arsen terduduk di pinggir ranjang, ia tatap tubuh Kyla yang seluruhnya sudah ia lihat dan cobai tanpa ada yang terlewat. Satu tangannya bergerak mengusap pundak sang wanita, perlahan ia juga membungkuk mendekat dan mengecup kening Kyla. Usapan itu mengarah semakin naik menuju wajah cantik Kyla yang selalu membuatnya terpesona itu.
"Kyla, ini adalah sebuah impian yang terwujud bagi saya. Saya senang sekali bisa memiliki kamu seutuhnya, dan sekarang kamu tidak akan bisa kemana-mana lagi baby!" lirih Arsen.
Arsen pun menutupi tubuh Kyla dengan selimut yang tebal agar gadis itu tidak kedinginan, ia kecup kembali pipi Kyla sebelum beranjak dari sana. Ya Arsen bangkit, lalu berjalan ke luar kamar dan membiarkan Kyla tertidur disana. Tak lupa Arsen mengunci pintu, bagaimanapun ia tidak ingin mengambil resiko jikalau Kyla berpikir untuk kabur.
"Arsen!" pria itu terkejut bukan main saat ada seorang wanita yang menyapanya.
Begitu ia membalikkan tubuhnya, terdapat sosok perempuan yang selama ini ia kenali sebagai sahabat sejatinya itu. Arsen bernafas lega dan mengusap dadanya karena yang datang ternyata adalah sahabatnya, ia pun menaruh kunci kamar di saku celananya dan mendekat ke arah wanita itu.
"Loh Laras, ngapain kamu malam-malam ada disini? Emangnya suami kamu itu gak nyariin nanti?" tanya Arsen dengan wajah bingung.
"Ahaha, udah gapapa tenang aja Arsen! Mas Hartawan lagi tugas ke luar kota, makanya aku bisa bebas bepergian malam ini. Kamu mau ikut aku gak? Kita party ke club kayak biasa," jelas Laras.
"Waduh, kayaknya saya udah gak selera lagi deh datang kesana! Sekarang kan saya udah punya Kyla," ucap Arsen menyeringai lebar.
"Hm, mentang-mentang kamu berhasil culik si Kyla terus sekarang kamu tolak aku ya Arsen? Omong-omong, kamu emang udah cicipin tubuh Kyla?" ucap Laras begitu penasaran.
Arsen tersenyum saja mendengar pertanyaan dari wanita itu, lalu ia mengangguk pelan dan mengatakan bahwa ia memang telah berhasil menikmati tubuh indah Kyla yang membuatnya ketagihan dan ingin terus bersamanya. Bahkan, Arsen pun sudah menanamkan benihnya pada tubuh gadis itu sesuai yang mereka rencanakan dulu.
"Bagus, dengan begini maka gak ada lagi halangan bagi aku buat dapetin seluruh harta mas Hartawan. Setelah Kyla pergi, yang selanjutkan akan aku singkirkan adalah Vira!" gumam Laras dalam hati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Narimah Ahmad
lanjut upnya 😊
2023-10-13
2