"Eengghh ahh.."
Lenguhan terdengar keluar dari mulut Kyla, tepat ketika Arsen mulai mempermainkan kedua bola kembarnya. Ya di bawah sana Arsen tampak menempelkan sesuatu pada puncak gunung Kyla, yang membuat gadis itu melenguh kenikmatan sembari menggigit bibir bawahnya karena rasa nikmat itu.
"Nikmati baby, saya akan buat kamu puas malam ini! Saya juga tidak akan membiarkan kamu beristirahat sayang," ucap Arsen.
"Aawhhh ampun dad!!" rintih Kyla. Ia merasakan sensasi yang luar biasa dan belum pernah ia rasakan sebelumnya, sungguh ini sangat nikmat.
"Tidak ada ampun bagi kamu malam ini baby, kamu harus dihukum!" ujar Arsen.
Arsen pun membiarkan alat-alatnya itu bekerja disana, ia hanya memandangi reaksi tubuh Kyla sambil tersenyum kali ini. Tak lupa Arsen turut melirik ke arah lembah sang gadis yang sangat bersih dan wangi itu, ya segelintir ide mulai mengalir di otaknya untuk mengerjai wanita itu saat ini.
Kemudian, Arsen mengambil mainannya yang lain dan mulai beralih ke arah lembah itu. Ia menghirup aromanya sesaat, benar-benar nikmat dan membuat Arsen gelap mata. Tanpa menunggu lama, segera ia tancapkan mainan itu ke dalam sana dan membuat Kyla semakin tak tahan untuk bersuara.
"Mmhhh, itu apa dad? Hentikan, aku mohon!" Kyla terus bergerak tak karuan, mencoba menahan rasa nikmat di tubuhnya.
Bukannya berhenti, Arsen justru menyetel alat tersebut dengan volume yang kencang. Getaran di dalam tubuh Kyla pun semakin terasa, membuatnya tak kuasa menahan diri dan terus mengeluarkan suara nikmat. Arsen menyeringai, merasa puas karena berhasil mengerjai gadis mungilnya itu.
TOK TOK TOK...
Akan tetapi, suara ketukan dari arah luar mengejutkan dirinya dan membuat Arsen menggeram kesal. Pasalnya, ia baru hendak meneruskan aksinya kepada Kyla dan menghukum gadis itu. Namun, seseorang di luar sana malah mengganggunya dan mengacaukan segalanya kali ini.
"Ah sial! Siapa sih orang itu? Ganggu aja deh, gak tahu apa kalau saya lagi enak-enak disini?" geram Arsen.
Akhirnya Arsen terpaksa melangkah menuju pintu untuk mencari tahu siapa yang datang, ia meninggal Kyla begitu saja dengan keadaan seperti itu tanpa perduli lagi. Ya rasa kesal masih menyelimuti dirinya, ia membuka pintu dan bertanya dengan nada emosi pada Lita yang ada di depan pintu.
"Ada apa sih bik? Kenapa bibik ketuk pintu kamar saya terus, ha?" tanya Arsen kesal.
"Eee ma-maaf tuan, saya gak bermaksud ganggu. Tapi, itu di luar ada mamanya tuan datang kesini katanya kangen mau ketemu," jawab Lita dengan gugup.
"Hah apa? Mama datang kesini bik??" Arsen begitu syok mendengarnya.
Lita pun mengangguk dan mengatakan jika benar ibu kandung dari pria itu sudah menunggu di luar, tentu saja Arsen tampak bingung dan tak tahu harus bagaimana supaya ibunya tidak mengetahui kalau ia sedang menyembunyikan seorang gadis di rumahnya kali ini.
"Kalo gitu bibik tolong temenin mama dulu ya! Saya mau beres-beres dulu sebentar, bisa kan bik?" ucap Arsen tampak panik.
"I-i-iya tuan, siap!" ucap Lita patuh.
Setelahnya, Arsen kembali masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa menutup pintu agar Lita tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam sana. Ya perlahan Arsen melangkah mendekati Kyla disana, ia tersenyum melihat gadis itu tengah berjuang melawan rasa nikmat yang ia dapatkan.
"Kyla sayang, kamu diam disini ya cantik! Saya mau ke luar sebentar, nikmati saja hukuman kamu ini!" ucap Arsen dengan lembut sembari mengusap wajah gadis itu.
"Hah? Ta-tapi dad, aku gak kuat. Tolong udahin ini semua dad, aku mohon!" Kyla merengek dan meminta dilepaskan.
Namun, bukan Arsen namanya jika langsung menurut begitu saja dengan permintaan gadisnya. Ya Arsen malah tampak membelai bibir Kyla dan menggigit telinganya, hal itu membuat Kyla melenguh lalu semakin menggeliat nikmat.
"Ahh..."
"Tuh kan, kamu keenakan baby. Masa kayak gini mau udahan? Mending kamu nikmati aja semua ini ya, tunggu sampai saya kembali!" bisik Arsen.
"Aaakkhhhh!!"
Kyla memekik cukup keras, saat Arsen menambah kecepatan alat-alat yang ada di tubuhnya dan seolah sengaja ingin memberi hukuman berupa kenikmatan padanya.
•
•
Disisi lain, Laras datang ke salah satu club malam di kotanya yang selama ini selalu ia datangi setiap malam. Wanita itu tampak menghampiri salah satu meja disana, ia mengusir dua orang wanita seksi yang sedang duduk di samping seorang pria hidung belang disana.
Pria itu pun tampak kecewa, tapi seketika wajahnya tersenyum karena Laras kini menggantikan posisi kedua wanita penghibur tadi. Ya pria itu reflek merangkulnya, mereka bahkan berciuman cukup singkat sebagai awal mula pertemuan mereka kali ini.
"Waw Laras, akhirnya kamu datang juga! Saya kira kamu sudah bosan datang kesini, karena kan kamu memiliki suami yang kaya raya," ucap pria itu.
Laras menggeleng, "Gak dong om, aku ini cuma mau jadi milik om seorang. Emangnya om bisa tanpa aku, hm?" ucapnya dengan nada manja seolah berusaha menggoda pria di dekatnya itu.
"No baby, saya justru selalu mikirin kamu selama ini. Untung aja kamu datang, jadinya saya bisa puas malam ini," ujar pria itu.
Laras tersenyum lebar dan terus menggoda lelaki yang bisa menjadi langganannya itu untuk dipuaskan, ya Laras dengan senang hati mengusap setiap bagian tubuh si lelaki dengan lembut sembari menunjukkan ekspresi penuh menggoda yang membuat siapapun tak tahan melihatnya.
"Aaarrrgghhh baby, kamu nakal sayang! Awas ya, saya akan hukum kamu malam ini sampai kamu tidak bisa berjalan!" ancam si pria.
"Awhh, mau dong dihukum sama om Yunus kesayangan aku. Pasti enak banget deh om, aku jadi gak sabar deh," ucap Laras yang semakin gencar menggoda lelaki itu.
"Yaudah, kamu pesan minum dulu sayang! Biar nanti kamu makin bertenaga dan gak gampang lemas," ucap pria itu.
"Ahaha, siap om!"
Laras menjauh sejenak dan beranjak dari tempat duduknya, ia melangkah menuju meja pelayan dan hendak memesan minuman untuknya saat ini. Akan tetapi, tiba-tiba saja lengannya dicekal dari samping oleh seseorang yang tidak ia kenali dan tubuhnya ditarik paksa untuk keluar dari tempat itu.
"Awhh akhh, lepasin! Kamu siapa? Jangan macam-macam ya sama saya, lepasin saya!" Laras tampak sangat panik, lalu terus memukul-mukul tangan si lelaki.
Bukannya menurut, lelaki itu malah terus menariknya sampai menuju tempat sepi agar ia bisa leluasa bersama Laras disana. Sontak Laras semakin ketakutan, apalagi ia dibawa ke tempat yang sangat sepi dan hampir tidak ada siapa-siapa lagi disana.
"Lepasin saya, jangan kurang ajar ya kamu! Kamu mau apa?" sentak Laras.
"Sssttt, ini aku!" lelaki itu menatapnya, melepas masker di wajahnya dan tersenyum ke arah Laras saat ini.
"Hah kamu??" Laras tercengang melihatnya.
Kemudian, lelaki itu mendorong tubuhnya hingga menyentuh dinding disana dan mengungkungnya seolah tak membiarkan Laras untuk pergi dari sana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments