Tempat Tinggal Ayline

Brak!

Pintu mobil yang membawa Adeline dan Agatha ditutup dengan benar setelah mereka turun di depan sebuah rumah sederhana berwarna putih.

"Kuncinya dimana ya?" tanya Agatha yang tidak mendapatkan jawaban dari perempuan di sampingnya.

Adeline menatap dengan serius rumah yang ada di depannya. Jelas berbeda jauh dengan besarnya kerajaan Elston. Bahkan rumah itu sepertinya seukuran dengan kamarnya di dunia sana.

"Keselip disini ternyata anjir." Agatha mengambil kunci yang sembunyi di antara dompet dan handphone yang berada di dalam tas kecil nya. Setelah mendapatkannya Agatha langsung berjalan ke pagar rumah itu. Agatha membukanya dengan penuh hati-hati.

Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya pagar itu dapat terbuka untuk mereka. "Ayo masuk, lin!" ajak nya kepada Adeline yang masih berdiam diri di tempat sejak awal turun dari mobil.

Adeline melangkahkan kakinya secara perlahan. Dirinya kagum pada pagar yang dapat terbuka dengan mudah hanya menggunakan sebuah benda kecil bernama kunci tanpa harus dibacakan mantra apapun.

Lampu bagian dalam rumah dinyalakan oleh Agatha setelah dirinya berhasil membuka pintu rumah yang sedikit keras untuk dibukannya. Dapat terlihat barang-barang dominan berwarna putih yang tertata rapi di tempatnya masing-masing serta tanaman yang ada di setiap sudut rumah memberikan kesan nyaman terhadap rumah ini.

Namun Adeline tidak melihat orang-orang yang biasanya disebut keluarga di dalam rumah ini. Hanya ada dirinya dan Agatha saja.

"Lo istirahat lagi aja ya di kamar. Gue mau masak dulu buat makan malam," kata Agatha sembari meletakkan tas ransel di depan ruangan yang di pintunya terdapat tulisan kamar mandi.

Adeline buru-buru meraih tangan Agatha. "Kalo aku- ah maksudnya kalo gue bantu lo masak boleh gak?"

"Lo belum terlalu sehat, lin." Agatha melepas tangan Adeline yang melingkar di tangannya. "Biar gue yang masakin dulu buat hari ini. Lo harus banyak istirahat. Nanti setelah makan baru minum obat."

Adeline menggeleng. "Gue udah sehat kok. Gue bisa bantu lo," keukeh nya tak pernah lepas dari diri Adeline.

Agatha pasrah. "Yaudah ayo masak deh. Keras kepala lo gak pernah berubah."

Senang bukan main seperti mendapatkan undian adalah perasaan Adeline sekarang. Akhirnya dirinya dapat melakukan aktivitas lain selain makan, tidur, mandi, dan minum obat selama beberapa hari sejak dirinya berpindah ke dunia ini.

"Lo jangan lupa cuci tangan dulu. Gue ambilin sabunnya sebentar." Agatha berbelok ke arah rak penyimpanan barang-barang rumah tangga.

Agatha membuka laci yang terdapat label tulisan perlengkapan dapur. Di sana isinya tersisa satu pack garam, dua liter minyak goreng, dan satu kotak teh celup. Melihat itu Agatha termenung sebentar, lalu menutup laci itu kembali. Kemudian Agatha beralih pada laci sebelah nya yang berlabel tulisan beras. Tambah termenung lagi Agatha melihat persediaan beras yang menurutnya cukup sampai besok saja.

"Habis ya, tha?" tanya Adeline yang berdiri di belakang Agatha.

Agatha tersenyum miris. "Cukup sampai besok doang kayaknya, lin." Lalu kembali menutup laci itu.

Pergerakan Agatha tidak lepas dari pandangan Adeline. Perempuan itu mengambil wadah dari dalam penanak nasi setelah meletakan sabun cuci tangan di dekat wastafel. Lalu Agatha kembali ke depan laci tadi untuk mengeruk beras menggunakan gelas takaran sesuai dengan takaran yang biasa digunakan untuk mengukur porsi makan mereka berdua.

"Cukup buat dua hari ke depan, lin." Agatha tersenyum manis kepada Adeline. Begitu gembiranya setelah tau persediaan beras itu masih cukup untuk dua hari kedepan.

Adeline mengekori Agatha menuju dapur. Dia bingung harus berbuat apa di situ. Karena takut tindakannya ada yang menimbulkan kesalahan, Adeline menunggu Agatha memberikan perintah kepadanya.

Bungkus sosis yang di dalamnya tersisa lima buah dikeluarkan dari kulkas oleh Agatha. "Lo potongin sosis aja ya, lin. Terserah lo bentukannya kayak gimana. Mau bentuk dinosaurus juga boleh," katanya sembari tersenyum. Tidak lupa juga Agatha memberikan talenan kepada Agatha.

Perihal potong sosis, jujur saja Adeline tidak pernah melakukannya. Tapi alat pemotong yang namanya pisau, Adeline mengenalnya. Adeline lebih dulu mengambil pisau yang berada di dalam kotak samping tempat gula.

Adeline mencoba untuk memotong sosis yang ada di atas talenan. Namun Adeline sedikit kesusahan memotongnya karena di sosis itu seperti ada yang melindunginya.

"Dibuka dulu plastiknya, Ayline. Kebiasaan deh plastiknya ikut kegoreng nanti," omel Agatha yang salah fokus kepada Adeline dari kegiatan mencuci berasnya.

Yang diomelin hanya tersenyum menampakkan deretan giginya lalu melanjutkan kegiatannya.

Kegiatan memasak berjalan dengan baik. Agatha sengaja menyalakan musik jedag-jedug dari playlist aplikasi musik online yang ada di handphone nya agar kegiatan memasak tidak berjalan dengan kesunyian.

"Hooaa hooee..." Agatha melakukan sesuatu seperti seorang DJ handal di sebuah club malam yang sedang memainkan berbagai macam lagu. Padahal yang di depannya adalah sebuah kompor, bukan sebuah DJ mixer namun kegiatan masaknya dibayangkan seperti sedang menjadi seorang DJ di sebuah pesta.

Begitu juga dengan Adeline yang sedang mengelap piring pun jadi menggesekkan jari telunjuknya ke permukaan piring yang cukup licin. Decitan yang dihasilkan dari gesekan itu sesuai tempo musik, sehingga menambah kesan asik dalam kegiatan mengelap piring.

Cukup aneh menurut Adeline, namun Adeline senang dengan suasana seperti ini.

"Berikan chef Agatha satu piring yang bersih, Ayline," ucap Agatha dengan tangan kanannya yang menjulur ke belakang.

Adeline meletakan piring putih ke tangan Agatha dengan penuh hati-hati. "Ini chef piringnya."

Berubah profesi begitu cepat, sekarang Agatha seperti juru masak yang handal nomer satu di dunia. Dengan lihai Agatha meletakkan masakannya ke dalam piring tanpa membuat sedikit pun ceceran saus di pinggiran piring.

Kini masakan sudah tertata rapi di atas meja. Dua piring berisikan nasi putih di letakkan besebrangan dengan sepiring sosis asam manis yang menjadi penengahnya.

Sangat sederhana hidangan makan malam Adeline di rumah ini. Berbeda jika di Elston, hidangan makan malam akan banyak macamnya dari ujung meja sebelah kanan sampai ujung meja sebelah kiri yang panjang mejanya itu adalah tiga meter.

"Selamat makan bestie." Agatha langsung menyuap makanan ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan lahap.

Sedangkan Adeline lebih dulu melakukan baca doa membuat Agatha sedikit malu karena dirinya tidak membaca doa terlebih dahulu. "Selamat makan Agatha."

Kegiatan makan berjalan lancar dengan musik berubah menjadi tema patah hati menemani acara makan mereka sehingga ada sedikit rasa galau sembari mengunyah makanan. Anehnya mereka yang mengikuti mood playlist, bukan playlist yang mengikuti mood mereka.

"Boleh gak gue tanya sesuatu?" tanya Adeline membuat Agatha yang ingin merapihkan piringnya yang sudah kosong itu pun terhenti.

Agatha mengangguk sembari meraih gelas berisikan air mineral saja. "Tanya aja kalo lo butuh jawaban," katanya setelah menelan air minum.

Piring kosong beserta sendok dan garpu yang ada di depan Adeline lebih dahulu dijauhkan. "Dimana keluarga gue?" tanyanya dengan maksud menanyakan keluarga Ayline, bukan bertanya tentang keluarga Adeline. Karena jika bertanya dimana keluarga Adeline, Adeline jelas tau sendiri jawabannya.

Gelas diletakkan dengan hati-hati jauh dari Agatha. "Lo lupa tentang keluarga lo sendiri?"

Adeline mengangguk sebagai jawaban. Dalam hatinya dia tidak akan melupakan tentang keluarganya sendiri.

"Gue izin cerita sejujur-jujurnya ya, lin. Gue gak mau lo ngerasa dibohongi sama gue tentang kenyataan keluarga lo." Agatha meminta izin terlebih dahulu.

Sepertinya cerita menyakitkan yang akan Agatha ceritakan untuk Adeline. Rasa tak enak hati menyelimuti Adeline saat dirinya tau Agatha akan membuka halaman cerita yang pahit tentang hidup sahabatnya. Tapi Adeline ingin dan harus tau apa yang terjadi dalam hidup Ayline. Karena bagaimana pun juga Adeline menumpang semuanya pada Ayline.

Maka siap tak siap, Adeline akan tau bagaimana kehidupan seorang Ayline Namora Ilza.

Terpopuler

Comments

perayababiipolca

perayababiipolca

Bikin nagih bacanya 😍

2023-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Pintu Ajaib
2 Dunia Baru Adeline
3 Pulang
4 Tempat Tinggal Ayline
5 Seperti Ini Hidup Ayline
6 Hari Keberuntungan
7 Kedai Al
8 Setelah Kerja Hari Pertama
9 First Time Mengenal Telfon
10 Ke Kedai Bersama Rebyano
11 Huru-hara di Kedai Al
12 Sarapan di Kedai Al
13 Hari Kedua Bertemu Ayah
14 Pasar Malam
15 Setelah Musibah Kora-kora
16 Rumah Sakit
17 Inap dan Pulang
18 Tentang Rebyano dan Agatha
19 Bergantian Menjaga Agatha
20 Kedai Tanpa Rebyano
21 Perusahaan Barul
22 Kembali Ke Kedai Al
23 Perihal Hutang Ayline
24 Hujan dan Ayah
25 Berbagi Cerita Pada Agatha
26 Bertemu Keluarga Kecil Agra
27 Rumah Ibu Ayline
28 Kedatangan Tamu
29 Sekarang Mereka Berteman
30 Teman Baru Suasana Baru
31 Hari Baik atau Buruk?
32 Atas Restu Ayline dan Hyera
33 Bulan dan Rumah Ayline Jadi Saksi
34 Gara-gara Gerobak Sayur
35 Setelah Beli Sayur
36 Perayaan yang Tiba-tiba
37 Masih Merayakan Pencapaian Agra
38 Sifat Asli Selebriti Kota
39 Berbincang Santai di Kedai Al
40 Bonceng Tiga
41 Festival Musik Kota
42 Festival Musik Kota Part 2
43 Di Parkiran Festival Bersama Kalandra
44 Huru-hara Minggu Pagi
45 Olahraga Pagi
46 Bertemu Dua Keluarga
47 Diganggu Bekerja
48 Masalah Baru Untuk Adeline
49 Keesokan Hari
50 Berusaha Menghindar
51 Adeline Punya 1001 Alasan
52 Ternyata Sudah Satu Bulan Lebih
53 Mendapatkan Kunci Jalan Keluar
54 Lima Bulan Kemudian
55 Pagi Hari dengan Kabar Buruk
56 Saling Merangkul
57 Kejutan Baru Untuk Adeline
58 Mendadak ke Kedai Sate
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Pintu Ajaib
2
Dunia Baru Adeline
3
Pulang
4
Tempat Tinggal Ayline
5
Seperti Ini Hidup Ayline
6
Hari Keberuntungan
7
Kedai Al
8
Setelah Kerja Hari Pertama
9
First Time Mengenal Telfon
10
Ke Kedai Bersama Rebyano
11
Huru-hara di Kedai Al
12
Sarapan di Kedai Al
13
Hari Kedua Bertemu Ayah
14
Pasar Malam
15
Setelah Musibah Kora-kora
16
Rumah Sakit
17
Inap dan Pulang
18
Tentang Rebyano dan Agatha
19
Bergantian Menjaga Agatha
20
Kedai Tanpa Rebyano
21
Perusahaan Barul
22
Kembali Ke Kedai Al
23
Perihal Hutang Ayline
24
Hujan dan Ayah
25
Berbagi Cerita Pada Agatha
26
Bertemu Keluarga Kecil Agra
27
Rumah Ibu Ayline
28
Kedatangan Tamu
29
Sekarang Mereka Berteman
30
Teman Baru Suasana Baru
31
Hari Baik atau Buruk?
32
Atas Restu Ayline dan Hyera
33
Bulan dan Rumah Ayline Jadi Saksi
34
Gara-gara Gerobak Sayur
35
Setelah Beli Sayur
36
Perayaan yang Tiba-tiba
37
Masih Merayakan Pencapaian Agra
38
Sifat Asli Selebriti Kota
39
Berbincang Santai di Kedai Al
40
Bonceng Tiga
41
Festival Musik Kota
42
Festival Musik Kota Part 2
43
Di Parkiran Festival Bersama Kalandra
44
Huru-hara Minggu Pagi
45
Olahraga Pagi
46
Bertemu Dua Keluarga
47
Diganggu Bekerja
48
Masalah Baru Untuk Adeline
49
Keesokan Hari
50
Berusaha Menghindar
51
Adeline Punya 1001 Alasan
52
Ternyata Sudah Satu Bulan Lebih
53
Mendapatkan Kunci Jalan Keluar
54
Lima Bulan Kemudian
55
Pagi Hari dengan Kabar Buruk
56
Saling Merangkul
57
Kejutan Baru Untuk Adeline
58
Mendadak ke Kedai Sate

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!