10. Keputusan.

Hari ke empat Bang Alden baru pulang ke rumah kontrakan. Tak ada pertanyaan dari Azalea karena dirinya juga tidak menyimpan nomer Bang Alden.

"Abang baru pulang?" Sapa Azalea saat baru membuka pintu rumah.

"Hmm." Jawab Bang Alden singkat karena dirinya sudah merasa lelah. "Ambilkan saya pakaian..!!" Pinta Bang Alden.

:

Bang Alden memakai pakaiannya di hadapan Azalea dan Azalea pun melihat tanda merah di dada Bang Alden.

"Abang habis darimana?" Tanya Azalea.

"Kerja."

"Kenapa ada tanda merah Bang?" Azalea mempertanyakan hal itu sebab dia pernah memiliki dan merasakan pada malam dimana Bang Alden menyentuh dirinya untuk pertama kali.

"Masuk angin." Bang Alden segera merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Ia memejamkan matanya mengingat dua hari kebersamaannya dengan Syandrina yang begitu menggairahkan.

"Sudah makan Bang, mau Lea buatkan jahe hangat?" Tanya Azalea dengan suara lembutnya.

"Nggak."

Lea pun memungut pakaian Bang Alden yang berantakan. Disana terdapat noda lipstik seorang wanita.

"Ini noda apa Bang?" Azalea memberanikan diri untuk bertanya.

"Kotor saja. Sudahlah jangan banyak tanya.. saya mau tidur." Ucapnya kesal karena Azalea terus mengganggu fantasinya saat membayangkan kemolekan tubuh Syandrina.

Tak banyak bicara, Azalea membawanya ke mesin cuci lalu segera menggilingnya.

Azalea menitikkan air mata namun segera menghapusnya.

'Tuhan.. aku mohon jangan biarkan apapun masuk ke dalam rumah tanggaku bersama Bang Alden. Jika suamiku berada di jalan yang salah, ku mohon kembalikan dirinya pada jalan yang lurus.'

\=\=\=

Beberapa minggu berlalu. Rumah jenderal sedang panik karena Ibu Syandri mendadak sakit. Pak Prana pun sampai membatalkan kegiatannya di kantor.

"Alden.. Akbar.. kalian berdua ikut dampingi saya ke rumah sakit..!!" Perintah Pak Prana.

"Siaap..!!"

:

"Dari hasil pemeriksaan ini juga laboratorium, Ibu Prana sedang hamil muda." Kata seorang dokter kandungan.

"Ya Tuhan. Serius dok????" Bahagia luar biasa hati Pak Prana saat itu. "Aku percaya pasti aku mampu. Memang aku sanggup punya anak, hanya waktunya saja baru sekarang." Kata Pak Prana.

Di sana Syandrina melirik Bang Alden dengan rasa haru begitu pula hati Bang Alden yang merasa tergerak. Tatapan mata Syandrina sudah mengisyaratkan bahwa ada kepemilikan atas anak yang ada di dalam kandungan.

"Tolong di persiapkan.. saya mau buat acara syukuran untuk satu markas..!!" Perintah Pak Prana.

"Siap Jenderal."

-_-_-_-

Bang Alden merasakan hatinya begitu bahagia melihat Syandrina mengandung. Rasanya ada semangat tersendiri dalam hidupnya. Sampai di rumah aura bahagia itu tetap terasa hingga saat ia membuka pintu rumahnya.

"Hhkk.. hhhkkkk.."

Bang Alden mendengar suara Azalea. Ia segera mencari istrinya itu.

"Lea.. ya Allah." Bang Alden menahan tubuh Lea yang tumbang karena tiba-tiba saja pingsan di hadapannya. "Lea.. leeaaa..!!" Bang Alden berusaha menyadarkan Lea tapi istrinya itu tidak kunjung sadar juga.

Saat bersiap mengangkat Azalea ke kamar, ia melihat noda di kaki Azalea. Bang Alden pun membuka untuk memastikan. "Darah?? Darah apa ini??" Gumamnya. Di saat yang sama matanya melihat benda kecil terjatuh dari saku pakaian Azalea.

Bang Alden semakin panik melihat garis dua merah di alat tersebut.

"Leaa.. bangun Lea..!!!" Dada Bang Alden langsung sesak melihat keadaan Lea. Ia segera membawanya ke rumah sakit.

...

"Iya benar, istrimu sedang hamil muda. Baru lima minggu dan sangat lemah, tapi syukurlah masih bisa di pertahankan..!!" Kata dokter.

Bang Alden terduduk lemas. Ia menunduk memegangi tangan Lea. Berkali-kali pula ia menciumi perut Lea. Terbersit rasa bersalah tak terlukiskan dalam hatinya.

Dokter pun meninggalkan Bang Alden agar juniornya itu memiliki ruang untuk bersama.

"Papa minta maaf ya nak. Papamu ini bukan orang yang baik."

Lea terbangun mendengar suara Bang Alden. Ia pun mengusap rambut suaminya. "Bisakah Abang tinggalkan dia? Atau Lea yang harus mundur?"

Bang Alden tersentak mendengarnya, ternyata selama ini Lea mengetahui bahwa dirinya memiliki wanita idaman lain.

"Katakan Bang, sebelum anak ini paham siapa Papanya."

Bang Alden menunduk, hatinya terasa begitu berat pasalnya Syandrina juga sedang mengandung buah hatinya. Ia memejamkan mata sejenak.

"Saya akan tinggalkan dia." Ucap Bang Alden.

"Terima kasih Abang."

"Baik-baik jaga anak kita." Pinta Bang Alden.

***

"Mohon ijin jenderal, saya ingin mengajukan pindah kesatuan dinas di luar pulau. Saya juga sudah menaikan berkas pengajuan nikah saya." Pinta Bang Alden. Sebesar apapun rasa sayang untuk Syandrina, ia ingin melupakannya meskipun tentang anak masih menjadi ganjalan terberat dalam hidupnya saat ini.

"Kenapa Al? Kamu nggak betah mengawal istri saya? Atau ada sikap dan ucapan saya yang menyinggung perasaan mu??" Tanya Pak Prana.

"Ijin Panglima.. tidak ada, saya hanya ingin mendapatkan pengalaman baru sebagai prajurit dan juga menjalin kedekatan dengan istri saya." Jawab Bang Alden.

Terlihat raut wajah Syandrina murung. Sudah tentu istri jenderal itu sangat bersedih.

"Nanti saya bujuk istri saya, sepertinya dia tidak rela kamu pergi. Saya hanya ingin istri saya tenang menjalani masa kehamilan dalam penjagaan mu juga Al." Pinta Bang Alden.

Bang Alden belum bisa mengatakan alasan permintaan pindah dinasnya juga karena kehamilan Lea. Bukan tanpa pertimbangan. Lemahnya kandungan Lea membuat hatinya sangat cemas.

"Saya mohon untuk segera diputuskan Jenderal."

"Iya Al. Sudah lah. Pengajuan nikahmu saya anggap sudah saya setujui. Tapi kamu jangan pergi dulu dari sini..!!" Kata Pak Prana. "Terima kasih banyak Al. Kamu sudah membuat saya mengerti tentang kelakuan keluarga istri. Saya tidak akan pernah tahu pekerjaan istri saya sebagai model kalau kamu tidak pernah cerita."

...

"Mas sudah menikah?" Tanya Syandrina dalam tangisnya.

"Iya Syan."

"Lalu bagaimana dengan anak ini. Ini anak Mas Al." Kata Syandrina.

"Saya tau Syan. Bukan maksud saya untuk egois. Tapi mulailah hidup barumu. Kubur dalam-dalam kenangan kita. Hatimu akan tenang. Anggap saja kamu mendapatkan dia bersama suamimu dan bukan dengan saya." Jawab Bang Alden.

"Apa karena aku hanya seorang pe***ur Mas?" Tanya Syandrina.

"Bukan, tidak ada hubungannya dengan hal itu. Saya tidak menganggap kamu serendah itu. Saya hanya ingin menjadi orang yang lebih baik. Sekarang kamu istirahatlah. Istri saya ada di kamar sebelah..!!"

Syandrina hanya bisa menatap punggung Bang Alden yang berjalan menjauhinya. Bang Alden pun berjalan tanpa menoleh Syandrina lagi.

...

"Hhkk.."

"Leaaa..!!!" Entah untuk keberapa kalinya Bang Alden harus merasakan jantungnya melompat dari raga melihat sang istri lemah menjalani kehamilannya. Lea kembali pingsan di dalam pelukannya. "Bangun Leaaa.. bisa nggak sih sekali saja kamu tidak buat saya cemas."

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mira Lusia

Mira Lusia

hubungan macam bang al dan syandrina inilah yg dulu tetsaji didepan mata..jadi ya percaya aja nek ada pak tentara yg mendua hati

2024-05-23

0

ria

ria

nah gitu dong teges..
sdh sandrina awali hidupmu dg bpk jendral meski itu anakx alden

2023-12-08

1

ria

ria

semangat lea..kereen

2023-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pekerjaan beresiko.
2 2. Tugasku melindungimu.
3 3. Mengawal lagi.
4 4. Selingkuh.
5 5. Aku tidak khilaf.
6 6. Tidak bisa mencegah rasa.
7 7. Bertemu bidadari baru.
8 8. Dua wanita.
9 9. Tidak bisa menerka hati.
10 10. Keputusan.
11 11. Ingin hijrah.
12 12. Kalang kabut.
13 13. Memperbaiki keadaan.
14 14. Cemas.
15 15. Latihan sabar.
16 16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17 17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18 18. Beratnya melepaskan.
19 19. Konco geger.
20 20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21 21. Di dekatkan karena musibah.
22 22. Tuhan tau caranya.
23 23. Sahabat.
24 24. Rahasia tak di inginkan.
25 25. Cari perkara ( 1 ).
26 26. Cari perkara ( 2 ).
27 27. Cari perkara ( 3 ).
28 28. Cari perkara ( 4 ).
29 29. Cari perkara ( 5 ).
30 30. Perkara lanjutan.
31 31. Tanggung jawab suami.
32 32. Belajar merayu
33 33. Adaptasi belum sempurna.
34 34. Kenyataan di balik keadaan.
35 35. Cari akal.
36 36. Kisah malam ini.
37 37. Ini lain.
38 38. Tidak sengaja.
39 39. Masa lalu yang gelap.
40 40. Sudah waktunya.
41 41. Masalah besar.
42 42. Luka.
43 43. Rahasia terkuak.
44 44. Berbesar hati.
45 45. Ingin hidup damai.
46 46. Membuat keputusan penting.
47 47. Cari masalah.
48 48. Nikmatnya sabar.
49 49. Sedikit ada kedamaian.
50 50. Geregetan.
51 51. Ricuh.
52 Dari Nara.
53 52. Detik menegangkan.
54 53. Berdebar kencang.
55 54. Mulai landai.
56 55. Rengekan istri.
57 Cek ketegangan.
Episodes

Updated 57 Episodes

1
1. Pekerjaan beresiko.
2
2. Tugasku melindungimu.
3
3. Mengawal lagi.
4
4. Selingkuh.
5
5. Aku tidak khilaf.
6
6. Tidak bisa mencegah rasa.
7
7. Bertemu bidadari baru.
8
8. Dua wanita.
9
9. Tidak bisa menerka hati.
10
10. Keputusan.
11
11. Ingin hijrah.
12
12. Kalang kabut.
13
13. Memperbaiki keadaan.
14
14. Cemas.
15
15. Latihan sabar.
16
16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17
17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18
18. Beratnya melepaskan.
19
19. Konco geger.
20
20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21
21. Di dekatkan karena musibah.
22
22. Tuhan tau caranya.
23
23. Sahabat.
24
24. Rahasia tak di inginkan.
25
25. Cari perkara ( 1 ).
26
26. Cari perkara ( 2 ).
27
27. Cari perkara ( 3 ).
28
28. Cari perkara ( 4 ).
29
29. Cari perkara ( 5 ).
30
30. Perkara lanjutan.
31
31. Tanggung jawab suami.
32
32. Belajar merayu
33
33. Adaptasi belum sempurna.
34
34. Kenyataan di balik keadaan.
35
35. Cari akal.
36
36. Kisah malam ini.
37
37. Ini lain.
38
38. Tidak sengaja.
39
39. Masa lalu yang gelap.
40
40. Sudah waktunya.
41
41. Masalah besar.
42
42. Luka.
43
43. Rahasia terkuak.
44
44. Berbesar hati.
45
45. Ingin hidup damai.
46
46. Membuat keputusan penting.
47
47. Cari masalah.
48
48. Nikmatnya sabar.
49
49. Sedikit ada kedamaian.
50
50. Geregetan.
51
51. Ricuh.
52
Dari Nara.
53
52. Detik menegangkan.
54
53. Berdebar kencang.
55
54. Mulai landai.
56
55. Rengekan istri.
57
Cek ketegangan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!