7. Bertemu bidadari baru.

Dengan bujukan yang alot akhirnya Bang Alden mau juga ikut dengan Papa Noven dan Mama Irene untuk melamar putri Om Enggano yang notabene adalah litting sekaligus sahabat Papa Noven dari masa remaja hingga mereka telah beranjak tua.

"Lama sekali tidak jumpa Alden ternyata sekarang putranya Om Noven gagah ya Pa." Mama Hanin hingga di usianya yang lumayan matang masih saja terlihat manja dengan Papa Enggano.

"Jelas gagah Papa donk Maaa.. bagaimana sih kamu Ma." Celetuk Papa Enggano yang tidak mau kalah.

"Eiya ya. Maaf ya Alden.. Papa Enggano memang begini tabiatnya."

Seisi ruangan tertawa mendengar dan melihat tingkah dua orang yang masih di mabuk cinta itu.

...

Lumayan lama perbincangan di antara mereka hingga akhirnya Papa Noven yang tidak sabar melihat calon menantunya.

"Lea dimana Kang?" Tegur Papa Noven.

"Ada tuh di dalam. Maklum Kang dia pemalu sekali, ini itu penakut." Jawab Papa Enggano.

"Ya nanti biar sisanya di tangani Alden. Iya nggak Al??" Papa Noven tersenyum penuh arti.

Bang Alden terdiam karena dirinya sama sekali tidak berminat memikirkan wanita lain selain Syandrina.

Papa Noven sampai harus menyenggol kaki putranya yang sejak tadi tidak merespon apapun bahkan putranya itu terus saja merokok seakan tak peduli ruangan ber AC itu penuh dengan kepulan asap.

"Iyaaaa." Jawabnya malas.

"Biasa laki-laki begitu kang. Bukankah dulu kita sama saja seperti Alden." Kata Papa Enggano mengingatkan masa lalunya.

Tak lama sesosok wanita keluar di temani dengan dua orang bibi. Kakinya melangkah pelan dan terus menunduk tak berani menatap semua orang.

"Ini Azalea putriku." Kata Papa Enggano.

Bang Alden terlihat biasa saja sebab dimata nya saat ini hanya Syandrina yang tercantik di antara yang paling cantik.

"Sini nak..!!" Mama Irene sangat senang melihat calon menantunya.

Lagi-lagi Papa Noven harus menyenggol kaki Bang Alden yang tidak ingin menatap wajah Lea.

Sikap dingin Bang Alden malah membuat Papa Enggano senang, sebab di matanya Bang Alden bisa menjaga pandangan dari kerasnya dunia.

"Kapan bisa kita nikahkan??" Tanya Papa Noven selaku orang tua dari pihak laki-laki.

"Monggo saja Mas atur. Saya selaku orang tua dari Lea tentu akan menyambut segala niat baik." Jawab Papa Enggano.

Papa Noven mengingat sejenak akan masa lalunya, dulu jebakan Papanya pun membuat dirinya resmi menikahi istri tercintanya. Sebagai seorang laki-laki tentu Papa Noven bahayanya pergaulan jaman sekarang. Beliau tidak menginginkan putranya yang sejak dulu memusingkan pikirannya mengikuti jejak kenakalannya.

"Sekarang saja piye Mas?" Kata Papa Noven menawari.

"Boleh. Monggo.. tapi di tanya dulu..!! Alden dan Lea sudah siap apa belum?" Papa Enggano balik bertanya.

Baru saja Bang Alden akan menjawab, senyum bahagia sang Mama mematahkan hatinya. Ia tau kebengalannya sering kali membuat sang Mama menangis dan jatuh sakit. Mama Irene pernah nyaris meregang nyawa karena ulahnya dan hal itu membuatnya terpukul dan setengah mati ketakutan.

"Biar Alden sendiri yang menjawab." Kata Papa Noven.

Mama Irene menatap mata Bang Alden. Saat itu Mama Irene menyentuh pipi putranya. "Mama tidak pernah meminta apapun darimu Le. Azalea adalah wanita yang baik, satu ini saja Mama meminta sesuatu padamu nak. Mama memilihkan Lea untukmu bukan tanpa pertimbanga, Lea yang akan membuat hatimu tenang. Mama mohon nak." Mama Irene sungguh menunduk di hadapan Bang Alden.

Jelas saat itu posisi Bang Alden menjadi sangat lemah dan terjepit. Disisi lain hatinya bukan untuk Azalea. Syandrina sudah membuatnya begitu tergila-gila. Tapi Mama adalah sosok ibu yang melahirkan dirinya ke dunia. Ia pun memeluk sang Mama.

"Jangan begini Ma..!!" Bang Alden memeluk Mama Irene. Ia memejamkan matanya, sebengal apapun dirinya masih mengingat akan Tuhan. "Bismillah.. saya bersedia menikahi Azalea demi Mama."

"Demi Mama??" Papa Noven mengulang pernyataan putranya.

"Niat saya menghalalkan Azalea demi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah." Jawab Bang Alden kemudian.

"Alhamdulillah.." para tetua turut bahagia atas jawaban Bang Alden.

"Bagaimana Lea?" Tanya Papa Enggano.

"Lea ikut apa kata Abang." Ucapnya begitu lembut mendayu.

"Angkat wajahmu ndhuk biar Alden bisa melihatmu..!!" Kata Papa Noven.

Baru saja itu Azalea mengangkat wajahnya. Seketika Bang Alden langsung menundukkan pandangan. Entah kenapa rasanya berbeda, dirinya seberani itu berinteraksi dengan Syandrina namun sangat takut berhadapan dengan Azalea yang menutupi dirinya dengan rapat, yaa benar.. Azalea terlihat anggun dengan jilbab berwarna hijau army senada dengan kebaya nya. Hanya pipi Bang Alden yang meninggalkan semu merah.

"Astagaa.. anak-anak ini. Ya sudah.. lanjut atau tidak Mas??" Tanya Papa Noven.

"Lanjut saja..!!" Jawab Papa Enggano.

Tak lama Om Barito datang bersama seorang pria dengan pria yang memakai peci di kepalanya.

Bang Alden semakin cemas saja karena dirinya sama sekali tidak paham apa yang tengah di rencanakan orang tuanya. Jika dirinya secara frontal menolak perjodohan ini maka tidak satu hati saja yang akan sedih tapi persahabatan kedua orang tuanya pun akan pecah belum lagi rasa malu yang akan di terima orang tuanya.

~

"Pernikahan itu adalah ibadah paling lama dari kita umat manusia, kita akan belajar sabar dan ikhlas. Kita akan mengerti nilai pernikahan jika kita sudah menjalaninya. Hidup kita, hati kita akan menjadi tenang di dalam pernikahan yang sah..........."

Tutur nasihat itu lumayan mengena dalam hati Bang Alden. "Bisakah saya menyendiri sebentar saja?"

"Kalau Abang belum siap, kita batalkan saja Bang." Kata Lea.

"Saya hanya meminta waktu untuk menyendiri sebentar saja." Jawab Bang Alden.

:

Hati Bang Alden merasa sejuk, namun hidup adalah sebuah pilihan. Nyaris satu jam dirinya menyepi hingga akhir Lea mendekatinya.

"Abang.. Papa dan Mama sudah menunggu. Abang sudah selesai sholat?"

"Sudah.." Bang Alden melipat sajadahnya kemudian berdiri dan memberi jalan agar Lea berjalan lebih dulu. Ia menjaga jarak dari gadis cantik putri sahabat Papanya.

~

"Bismillahirrahmanirrahim.. saya bersedia menikahi Azalea." Jawab Bang Alden.

"Alhamdulillah.."

Mendengar keputusan Bang Alden akhirnya malam itu dirinya menikahi putri sahabat Papanya dan setelah hari ini berkas pengajuan nikah pun menyusul untuk di serahkan pada atasan.

...

"Saya belum bisa membawamu ke asrama. Apa kata orang nanti, pengajuan nikah kita belum beres lagipula saya masih kerja dengan Pak Prana." Alasan Bang Alden.

"Iya Bang, Lea ngerti."

"Kamu bisa ikut dengan saya tapi kamu tinggal di kontrakan saya. Hanya saja saya memang jarang pulang, saya melayani Ibu Prana." Kata Bang Alden.

Azalea mengangguk sebab ia pahami pekerjaan seorang tentara terutama ajudan memanglah tidak mudah. Sebenarnya dirinya ingin bertanya alasan Jendral memilihkan ajudan laki-laki sedangkan sepemahaman nya ajudan ibu biasanya perempuan tapi karena dirinya masih menaruh rasa hormat dan percaya pada suaminya maka Azalea memilih untuk diam.

"Tidak apa-apa. Lea ikut dan akan mendampingi Abang."

"Terserah kamu lah." Jawab Bang Alden dingin.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

ria

ria

happy wedding lea alden..sakinah mawadah warohmah hingga ke jannahNya..
semoga kamu bisa lepas dari sandryna alden..
ada yg halal hindari yg haram💪💪💪

2023-12-08

1

Re Wati

Re Wati

bismillah kuat bang Al

2023-11-13

1

M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤

M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤

ini yang selingkuhan Bu prana apa Lea 🤔

2023-10-15

2

lihat semua
Episodes
1 1. Pekerjaan beresiko.
2 2. Tugasku melindungimu.
3 3. Mengawal lagi.
4 4. Selingkuh.
5 5. Aku tidak khilaf.
6 6. Tidak bisa mencegah rasa.
7 7. Bertemu bidadari baru.
8 8. Dua wanita.
9 9. Tidak bisa menerka hati.
10 10. Keputusan.
11 11. Ingin hijrah.
12 12. Kalang kabut.
13 13. Memperbaiki keadaan.
14 14. Cemas.
15 15. Latihan sabar.
16 16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17 17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18 18. Beratnya melepaskan.
19 19. Konco geger.
20 20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21 21. Di dekatkan karena musibah.
22 22. Tuhan tau caranya.
23 23. Sahabat.
24 24. Rahasia tak di inginkan.
25 25. Cari perkara ( 1 ).
26 26. Cari perkara ( 2 ).
27 27. Cari perkara ( 3 ).
28 28. Cari perkara ( 4 ).
29 29. Cari perkara ( 5 ).
30 30. Perkara lanjutan.
31 31. Tanggung jawab suami.
32 32. Belajar merayu
33 33. Adaptasi belum sempurna.
34 34. Kenyataan di balik keadaan.
35 35. Cari akal.
36 36. Kisah malam ini.
37 37. Ini lain.
38 38. Tidak sengaja.
39 39. Masa lalu yang gelap.
40 40. Sudah waktunya.
41 41. Masalah besar.
42 42. Luka.
43 43. Rahasia terkuak.
44 44. Berbesar hati.
45 45. Ingin hidup damai.
46 46. Membuat keputusan penting.
47 47. Cari masalah.
48 48. Nikmatnya sabar.
49 49. Sedikit ada kedamaian.
50 50. Geregetan.
51 51. Ricuh.
52 Dari Nara.
53 52. Detik menegangkan.
54 53. Berdebar kencang.
55 54. Mulai landai.
56 55. Rengekan istri.
57 Cek ketegangan.
Episodes

Updated 57 Episodes

1
1. Pekerjaan beresiko.
2
2. Tugasku melindungimu.
3
3. Mengawal lagi.
4
4. Selingkuh.
5
5. Aku tidak khilaf.
6
6. Tidak bisa mencegah rasa.
7
7. Bertemu bidadari baru.
8
8. Dua wanita.
9
9. Tidak bisa menerka hati.
10
10. Keputusan.
11
11. Ingin hijrah.
12
12. Kalang kabut.
13
13. Memperbaiki keadaan.
14
14. Cemas.
15
15. Latihan sabar.
16
16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17
17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18
18. Beratnya melepaskan.
19
19. Konco geger.
20
20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21
21. Di dekatkan karena musibah.
22
22. Tuhan tau caranya.
23
23. Sahabat.
24
24. Rahasia tak di inginkan.
25
25. Cari perkara ( 1 ).
26
26. Cari perkara ( 2 ).
27
27. Cari perkara ( 3 ).
28
28. Cari perkara ( 4 ).
29
29. Cari perkara ( 5 ).
30
30. Perkara lanjutan.
31
31. Tanggung jawab suami.
32
32. Belajar merayu
33
33. Adaptasi belum sempurna.
34
34. Kenyataan di balik keadaan.
35
35. Cari akal.
36
36. Kisah malam ini.
37
37. Ini lain.
38
38. Tidak sengaja.
39
39. Masa lalu yang gelap.
40
40. Sudah waktunya.
41
41. Masalah besar.
42
42. Luka.
43
43. Rahasia terkuak.
44
44. Berbesar hati.
45
45. Ingin hidup damai.
46
46. Membuat keputusan penting.
47
47. Cari masalah.
48
48. Nikmatnya sabar.
49
49. Sedikit ada kedamaian.
50
50. Geregetan.
51
51. Ricuh.
52
Dari Nara.
53
52. Detik menegangkan.
54
53. Berdebar kencang.
55
54. Mulai landai.
56
55. Rengekan istri.
57
Cek ketegangan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!