20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.

Baby Rhaken menyusu dengan kuat, ia paling tenang dalam dekapan tante kecilnya. Kaos kaki dan sarung tangan hangat membuat putra Bang Alden itu terlihat sangat menggemaskan.

"Piye ini Mas?" Papa Noven menyenggol lengan Papa Enggano yang terus menatap putrinya.

"Demi cucu Mas Nov, mau tidak mau kita yang tua harus ngalah. Maaf kalau aku sedikit keras sama Alden. Ini demi kebaikan cucu kita juga." Kata Papa Enggano.

"Nggak apa-apa Mas, biar semua mengalir apa adanya."

...

Nadilla sedikit kecewa karena keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah harus tertunda tapi dirinya juga tidak bisa bohong jika hatinya tidak tega meninggalkan si kecil Rhaken hanya bersama Bang Alden yang belakangan ini sangat sibuk dengan banyaknya aktivitas.

"Saya tidak memaksa. Nadilla juga punya impian dan masa depan yang harus di kejar. Sementara biar Rhaken ikut saya kemanapun saya pergi sampai nanti saya bisa mendapatkan pengasuh yang tepat untuk Rhaken." Kata Bang Alden yang sedianya lebih banyak diam tapi dirinya juga tidak mungkin memaksa Nadilla untuk tinggal.

"Nggak apa-apa kalau Nadilla tinggal disini. Kuliahnya Nadilla bisa ditunda dulu tapi tumbuh kembang Rhaken memang perlu mendapatkan perhatian khusus jadi.. seperti apa kata Mas Alden, sampai nanti dapat pengasuh yang tepat.. Nadilla mau menjaga Rhaken." Jawab Nadilla.

"Baiklah Nad, Papa dan keluarga sudah mendengarnya. Sekarang Papa dan Papa Noven butuh bicara dengan Mas Alden. Kalian jaga Rhaken di kamar..!!"

:

"Tolong hargai keputusanku Pa, aku tidak ingin menikah lagi..!! Sudah cukup semua yang terjadi dalam hidupku, makam istriku masih sangat basah. Papa tega sekali meminta aku menduakan istriku." Bang Alden sampai menangis mendengar permintaan kedua Papa yang seakan tidak memahami perasaannya.

"Alden.. jangan salah paham..!!" Papa Enggano mengangsurkan segelas air karena menantunya itu masih sangat syok dengan segala keadaan yang terjadi. "Baiklah.. kami tidak akan memaksa jika kamu tidak mau tapi ingat Alden, biarpun yang lalu sudah menjadi cerita pahit dalam hidupmu.. yang namanya godaan akan selalu ada dalam hati manusia. Papa tau kamu sudah bertobat, tapi urusan hati hanya Allah dan hambanya saja yang tau. Papa harap kamu bisa menjaga diri juga menjaga Nadilla."

Bang Alden terdiam, matanya berkaca-kaca. Ia melihat putranya sangat tenang dalam dekapan Nadilla bahkan dengan Omanya sekali pun si kecil Rhaken tidak bisa setenang itu.

...

Cukup lama Bang Alden berpasrah pada Yang Maha Kuasa. Ia benar-benar bersujud memohon ampun dan meminta jalan keluar dari setiap masalah yang membelitnya.

Kedua Papa hanya bisa menunggu Bang Alden yang sedang berpikir keras untuk memutuskan segalanya. Masjid besar Batalyon cukup tenang untuk membuat Bang Alden mendapatkan pencerahan.

Setelah di rasa cukup kuat, Bang Alden menarik nafas panjang kemudian membuangnya perlahan, ia melipat sajadahnya.

"Pa.. saya sudah punya jawabannya..!!"

Papa Enggano dan Papa Noven saling melirik dengan sejuta pertanyaan di dalam hati.

\=\=\=

Usai acara do'a bersama tujuh hari kepergian istri Letnan Alden, Papa Enggano dan Papa Noven kembali ke tempat tugas masing-masing. Di rumah itu kini hanya ada mereka bertiga.

"Kamu tidur di kamar sama Rhaken, saya tidur di sofa...." Kata Bang Alden.

"Oke.. bye..!!" Nadilla menutup pintu kamar tanpa ingin menunggu kemungkinan Papa Rhaken akan melanjutkan perkataannya.

"Ini anak.. kenapa ada saja sikapnya yang selalu membuatku kesal." Gerutu Bang Alden kemudian berjalan menuju sofa.

Ia merebahkan tubuhnya yang lelah di atas sofa sembari menatap langit-langit ruang tamu rumahnya. "Harus begini ya jalan hidupku?? Apa aku sanggup melanjutkan hidupku?? Semua terlalu berat, terlalu sakit untuk di rasakan." Bang Alden meremas dadanya berharap perasaannya akan segera tenang namun rasanya kehilangan tidak secepat itu bisa ia lupakan. "Astagfirullah.."

***

Pagi hari Nadilla sudah di sibukkan dengan aktivitas memandikan bayi kecilnya, bibir mungilnya mengoceh sendiri layaknya seorang ibu yang sedang mengasuh buah hatinya.

Bang Alden melihat sudah terhidang pula sarapan pagi di meja makan. Entah kapan Nadilla mengerjakan semua ini.

"Segar ya, Abang suka main air??" Ocehnya kemudian mengangkat si kecil Rhaken dan memeluknya.

"Kamu sarapan dulu dek. Biar saya yang gantikan pakaian Rhaken." Kata Bang Alden.

"Nanti saja.. gampang."

"Kamu itu kalau di kasih tau jangan banyak melawan, sama laki tuh nurut." Jawab Bang Alden.

"Siape elu berani ngatur gue, kenal juga kagak." Protes Nadilla. "Suami bukan, main atur hidup orang, mau Nadilla manjat genteng apa urusannya sama Mas Al."

"Okee.. terserah kau saja. Jangan sampai kamu ngadu ke Papa aneh-aneh ya. Sampai bilang saya tidak kasih kamu makan.. saya suapi kamu pakai lempung." Ancam Bang Alden.

"Sudah sana makan..!! Berisik, hanya buat t*i telinga saja." Gumam Nadilla.

Bang Alden sudah gemas tapi memang membimbing seorang gadis kecil bukanlah perkara mudah. Ia segera menuju ruang makan dan segera sarapan karena jam apel sudah hampir tiba.

...

"Sudah saya tanda tangani, tinggal menunggu dari pusat tentang penghapusan lembar riwayat hidup. Nanti jangan lupa di lampirkan surat keputusan perangkat wilayah setempat juga akta cerai mati ya Al." Kata Bang Joko.

Bang Alden sudah tau aturan yang berlaku tapi tetap saja mendengar kata pisah membuat hatinya kembali merasakan sakit.

"Are you okey Al?" Tanya Bang Joko melihat juniornya masih menyimpan begitu banyak beban kesedihan di wajahnya.

"I'm fine Bang. Akan segera saya penuhi."

"Sabar ya Al, jalani semuanya dengan ikhlas. Memang apa yang saya alami dulu tidak sebanding denganmu tapi ini semua bukan akhir dari segalanya. Ujian Allah tidak akan melampaui kesanggupanmu."

Bang Alden mengangguk, ia merasa dunianya runtuh dan hancur. Namun saat ini prioritas utamanya adalah putra kecilnya yang baru terlahir ke dunia.

"Insya Allah Bang."

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

semangat bang al demi rhaken...💪💪💪💪

2023-11-22

1

Ita Mariyanti

Ita Mariyanti

masa lalu pak HaninGan 🥰🥰

2023-11-17

1

Anonymous

Anonymous

pokokx klo kak nara bikin crita bikin jungkir balik hati kita ini😂😂🤣🤣 mksih kak nara,, semangat trus yg buat critax menarikx🥰🥰😘😘

2023-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pekerjaan beresiko.
2 2. Tugasku melindungimu.
3 3. Mengawal lagi.
4 4. Selingkuh.
5 5. Aku tidak khilaf.
6 6. Tidak bisa mencegah rasa.
7 7. Bertemu bidadari baru.
8 8. Dua wanita.
9 9. Tidak bisa menerka hati.
10 10. Keputusan.
11 11. Ingin hijrah.
12 12. Kalang kabut.
13 13. Memperbaiki keadaan.
14 14. Cemas.
15 15. Latihan sabar.
16 16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17 17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18 18. Beratnya melepaskan.
19 19. Konco geger.
20 20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21 21. Di dekatkan karena musibah.
22 22. Tuhan tau caranya.
23 23. Sahabat.
24 24. Rahasia tak di inginkan.
25 25. Cari perkara ( 1 ).
26 26. Cari perkara ( 2 ).
27 27. Cari perkara ( 3 ).
28 28. Cari perkara ( 4 ).
29 29. Cari perkara ( 5 ).
30 30. Perkara lanjutan.
31 31. Tanggung jawab suami.
32 32. Belajar merayu
33 33. Adaptasi belum sempurna.
34 34. Kenyataan di balik keadaan.
35 35. Cari akal.
36 36. Kisah malam ini.
37 37. Ini lain.
38 38. Tidak sengaja.
39 39. Masa lalu yang gelap.
40 40. Sudah waktunya.
41 41. Masalah besar.
42 42. Luka.
43 43. Rahasia terkuak.
44 44. Berbesar hati.
45 45. Ingin hidup damai.
46 46. Membuat keputusan penting.
47 47. Cari masalah.
48 48. Nikmatnya sabar.
49 49. Sedikit ada kedamaian.
50 50. Geregetan.
51 51. Ricuh.
52 Dari Nara.
53 52. Detik menegangkan.
54 53. Berdebar kencang.
55 54. Mulai landai.
56 55. Rengekan istri.
57 Cek ketegangan.
Episodes

Updated 57 Episodes

1
1. Pekerjaan beresiko.
2
2. Tugasku melindungimu.
3
3. Mengawal lagi.
4
4. Selingkuh.
5
5. Aku tidak khilaf.
6
6. Tidak bisa mencegah rasa.
7
7. Bertemu bidadari baru.
8
8. Dua wanita.
9
9. Tidak bisa menerka hati.
10
10. Keputusan.
11
11. Ingin hijrah.
12
12. Kalang kabut.
13
13. Memperbaiki keadaan.
14
14. Cemas.
15
15. Latihan sabar.
16
16. Nikmatnya ilmu ikhlas.
17
17. Tak mengerti takdir Tuhan.
18
18. Beratnya melepaskan.
19
19. Konco geger.
20
20. Bertahan dengan ketentuan Tuhan.
21
21. Di dekatkan karena musibah.
22
22. Tuhan tau caranya.
23
23. Sahabat.
24
24. Rahasia tak di inginkan.
25
25. Cari perkara ( 1 ).
26
26. Cari perkara ( 2 ).
27
27. Cari perkara ( 3 ).
28
28. Cari perkara ( 4 ).
29
29. Cari perkara ( 5 ).
30
30. Perkara lanjutan.
31
31. Tanggung jawab suami.
32
32. Belajar merayu
33
33. Adaptasi belum sempurna.
34
34. Kenyataan di balik keadaan.
35
35. Cari akal.
36
36. Kisah malam ini.
37
37. Ini lain.
38
38. Tidak sengaja.
39
39. Masa lalu yang gelap.
40
40. Sudah waktunya.
41
41. Masalah besar.
42
42. Luka.
43
43. Rahasia terkuak.
44
44. Berbesar hati.
45
45. Ingin hidup damai.
46
46. Membuat keputusan penting.
47
47. Cari masalah.
48
48. Nikmatnya sabar.
49
49. Sedikit ada kedamaian.
50
50. Geregetan.
51
51. Ricuh.
52
Dari Nara.
53
52. Detik menegangkan.
54
53. Berdebar kencang.
55
54. Mulai landai.
56
55. Rengekan istri.
57
Cek ketegangan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!