“Mari ikut saya.” Seorang pelayan menunjukkan jalan menuju ruang untuk mereka SPA. Setelah selesai makan dan berbelanja Irene membawa Valen kesalahan satu tempat SPA langganannya.
Irene ingin memberikan service yang baik untuk pelanggannya yang loyal akan uang. Ia juga ingin memanjakan Valen, berharap anak itu mau menjadi anak asuhnya yang baru. Irene sangat yakin bahwa Valen akan membawa keuntungan yang sangat besar untuk dirinya. Terlebih Valen mempunyai wajah yang terbilang cantik dan tubuh yang proporsional.
Irene dan Valen masuk ke ruang SPA bergaya minimalis modern. Di dalam ruangan sudah tersedia 2 bed SPA. Lilin aromaterapi dinyalakan di setiap sudut ruangan yang membuat aroma sangat menyejukkan ketika masuk ke dalam serta alunan musik mengalun merdu di dalam ruangan.
Mereka sedang berbaring di atas bed dan menerima pijatan dari terapis di tubuh mereka.
Irene memutar kepalanya ke arah Valen berada. Melihat wanita itu yang sedang menikmati setiap pijatan dari terapis. “Apa pijatan ini membuat tubuhmu merasa rileks?”
Valen membuka kedua matanya lalu menoleh ke arah samping. Bibirnya tersenyum. “Ia Mam. Ini sangat enak. Rasa lelah dan capek Valen seketika hilang. Makasih ya Mami, hari ini Valen benar-benar senang. Makasih juga atas baju-baju yang Mami beliin buat Valen, padahal Mami nggak usah belanja baju buat Valen segala.”
Irene tersenyum simpul. “Gak pa-pa itu baju buat kamu kerja. Mami tau kamu nggak punya baju yang seperti itu kan di lemarimu.” tebak Irene yang memang benar adanya. Valen mana pernah mempunyai baju bermerek dan terlihat sangat sexy seperti yang Mami Irena belikan untuk dirinya.
“Mami harap kamu nggak mengecewakan Mami. Meski kamu baru pertama kali melakukannya. Dia pelanggan penting Mami yang mau membayar tubuh kamu dengan sangat mahal. Jadi Mami harap jangan buat pelanggan mami kecewa.” tambah wanita itu lagi.
Valen membuang napasnya lalu mengangguk kecil. “Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu, Mam. Terima kasih juga atas bantuannya.”
Irene mengangguk lalu tersenyum. “Oiya, Mami memperkenalkan mu sebagai Jessica, bukan Valen. Dia laki-laki yang nggak mau melakukan hubungan dengan orang yang sama untuk kedua kalinya. Jadi kamu nggak perlu khawatir, dia nggak akan melakukannya lebih dari satu kali.”
Valen mengangguk paham dan setidaknya informasi kecil itu cukup melegakan untuk dirinya dengar.
...****************...
Valen terdiam dengan pandangan mata melihat pantulan dirinya sendiri dari dinding cermin yang ada di dalam lift. Napasnya terhela begitu saja ketika ia melihat baju yang ia kenakan saat ini yang begitu memperlihatkan lekuk tubuhnya. Sungguh berbeda dengan pakaian Valen sehari-hari yang selalu mengenakan baju oversize.
Ya, setelah ia menghabiskan waktu bersama Mami Irena di sinilah ia sekarang di hotel Queen.
Valen membuka clutch bag yang ia bawa lalu mengambil sebuah permen mint dari dalam. Membuka bungkusannya sebelum akhirnya ia memakannya. Berharap rasa mentol yang pedas dan segar bisa membuat rasa gugupnya berkurang.
Tidak bisa di pungkiri dirinya saat ini benar-benar sangat cemas hingga membuat kedua telapak tangannya berkeringat. Dan yang bisa Valen lakukan saat ini mengeluarkan dan menghembuskan napasnya secara perlahan.
Valen sadar betul apa yang saat ini ia lakukan adalah salah. Menjual dirinya untuk sebuah uang. Ia melakukannya karena terpaksa. Tidak ada pilihan lain, sementara pihak Bank tidak tau menahu dan tunggakan itu tidak bisa ditunda.
Dan Valen tidak bisa melepaskan rumah satu-satunya peninggalan dari orang tuanya begitu saja.
Keterdiaman nya teralihkan. Valen kembali membuka clutch bag saat ia merasakan ponselnya bergetar.
Valen pun membuka aplikasi pesan singkat. Saat layar ponsel menampilkan pop up.
Daniel: Len lo benar cuma sakit biasa aja nggak yang harus periksa ke rumah sakit
Daniel: apa perlu gue anterin lo periksa buat mastin lo nggak kenapa-kenapa
Valen menyunggingkan senyum manisnya ketika membaca bubble chat dari Daniel.
Valen pun membalas pesan itu.
Valen: apa Bapak sedang khawatir sama saya sekarang?
Daniel: ya jelas gue khawatir
Daniel: kamu kan karyawan saya
Valen: saya cuma butuh istirahat aja ko Pak, nggak harus ke rumah sakit
Daniel: benar kamu butuh istirahat aja
Valen: benar Pak
Daniel: ya udah istirahat deh lo malam ini maaf ya kalo gue ganggu. Oiya rumah lo dimana sih?
Ting
Valen mendongak mengalihkan tatapannya pada lift. Pintu lift terbuka. Valen kembali memasukan ponselnya ke dalam tas tanpa berniat membalasnya. Valen pun berjalan keluar menuju nomer kamar yang telah disebutkan oleh Mami Irene kepadanya.
Suara ketukan berirama terdengar silih berganti dari high heels yang beradu lantai. Memecah keheningan sepanjang selasar yang sunyi dan sepi.
"Mami harap kamu nggak mengecewakan Mami. Meski kamu baru pertama kali melakukannya. Dia pelanggan penting Mami yang mau membayar tubuh kamu dengan sangat mahal. Jadi, Mami harap jangan buat pelanggan mami kecewa.”
Dalam kesunyian malam itu suara Mami Irena berkelindan yang membuat Valen terus melangkahkan kakinya sambil bergumam, “Nggak apa-apa Valen, jika lo melakukan hal gila sekali semua hidup. Nggak Pa-pa. Jadi lo harus tenang. Kendalikan diri lo, oke.”
Valen pun menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu kamar hotel. Alih-alih memencet bel pintu, dirinya hanya mematung sambil menelan salivanya. Detak jantungnya sudah berdegup sangat cepat. Valen memejamkan matanya untuk sesaat sambil menghembuskan napas.
“Oke Valen, lo bisa. Lo harus masuk biar semua cepat selesai. ini masalah lo, lo harus bisa menyelesaikannya sendiri. Ia, pasti lo bisa." Valen terus menerus memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Pada akhirnya jemarinya terangkat untuk menekan bel. Satu detik, dua detik, tiga detik. Valen menunggu dengan sabar hingga pintu itu terbuka.
Dan kesabarannya membuahkan hasil. Pintu yang tadinya tertutup akhirnya terbuka. Tapi seketika kedua bola mata Valen membulat dengan sempurna bahkan hampir keluar, ketika ia tau siapa orang yang membukakan pintu untuk dirinya. Mereka pun sama-sama terdiam dengan kedua mata saling bersitatap.
Seketika Valen ingin menghilang saja dari muka bumi ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Muzaata Alenmiyu
lanjut thor 💪 ada notif lgsg baca 🤭
2023-11-11
1