Sebuah kenangan

Valen merebahkan tubuhnya di atas kasur. Manik mata yang tampak sayu menatap langit-langit kamar dalam diam. Kesunyian begitu terasa sebab malam sudah semakin larut, bahkan beberapa jam lagi akan menjelang pagi.

Sekujur tubuhnya terasa sakit bukan main. Begitu juga dengan kepalanya yang tak henti-hentinya berdenyut. Valen tersenyum miring cenderung mengejek saat perkataan Mami Irene terlintas kembali di pikirannya. 

Valen memang butuh uang banyak. Tapi jika ia harus sampai merelakan keperawanannya yang ia jaga sampai detik ini, ia lebih rela jika rumah yang ia tempati di ambil oleh pihak Bank.

Biarlah kenangan indah bersama kedua orang tuanya dan juga kakak laki-lakinya, ia simpan di dasar lubuk hati yang paling dalam.

Tapi, apakah dirinya mampu untuk melakukan itu semua? Merelakan rumah satu-satunya peninggalan orang tua yang ia sayangi di ambil oleh orang lain.

Valen menghela napas panjang. Kedua matanya sudah mulai terasa berat. "Mah, nggak pa-pa 'kan kalo rumah ini di ambil orang," gumam Valen dengan bersama kelopak mata yang mulai tertutup rapat.

"Mamah!" Teriak seorang anak perempuan di ujung pintu depan rumah.

Orang yang dipanggil tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya, memanggil anak itu agar mendekat. "Kemarilah sayang!" Katanya kemudian.

Sambil mengucek kedua matanya anak perempuan itu melangkahkan kakinya menuju sang mamah berada.

"Mamah sedang apa?" Tanyanya kemudian, setibanya dia di sana.

Wanita yang di panggil mamah pun menaruh sekop yang ia pegang lantas mengambil sebatang bunga untuk ia masukkan ke dalam pot. "Mamah sedang menanam bunga mawar," ucapnya kemudian.

Anak perempuan itu memperhatikan secara seksama apa yang dilakukan oleh mamanya. "Bunganya sangat cantik, Mah."

Wanita itu lagi-lagi tersenyum mendengar celotehan anak perempuannya. "Valen suka bunga?" Anak itupun mengangguk.

"Berarti sama dong, kaya Mamah. Mamah juga suka bunga. Kalo begitu kamu rawat bunga-bunga ini agar tumbuh cantik dan indah. Bunga-bunga ini akan menambah keindahan rumah kita, Valen. Rumah kita akan terlihat asri."

Valen menggelengkan kepalanya. "Aku nggak bisa." 

Perempuan itu tersenyum sambil memadatkan tanah yang ada di dalam pot. "Nanti mamah ajarkan caranya merawat bunga-bunga ini. Kamu pasti bisa, kan anak mamah pintar."

Valen kecil terdiam untuk beberapa saat lantas mengangguk.

Manik matanya menyusuri kebun bunga milik sang mamah, sampai beberapa saat matanya berbinar. "Mamah lihat ada kupu-kupu terbang di dekat bunga matahari." tunjuk Valen bersemangat. Valen berjalan mendekat dimana kupu-kupu itu hinggap.

Valen mengamati warna-warna cantik yang dihasilkan kupu-kupu. Valen menolak menatap sang mamah yang masih melakukan kegiatannya. 

"Mamah, apa aku boleh tangkap kupu-kupu ini? Dia sangat cantik. Aku suka," katanya.

Wanita yang di panggil mamah menghentikan kegiatannya sambil membuka sarung tangan yang membalut kedua tangan, lalu beranjak dari tempatnya menghampiri Valen berada.

"Jangan sayang. Dia memang terlihat cantik, tapi butuh perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan hingga mencapai bentuk yang indah ini. Biarkan dia bebas dan hinggap ke tempat yang ia suka. Apa kamu nggak kasihan dengan kupu-kupu ini? Setelah, menjalani proses yang panjang sampai dia bisa terbang kamu ingin menangkapnya hanya karena kamu suka," kata wanita itu dengan lembut memberi penjelasan. 

Valen mendengarkan dalam diam, sambil manik matanya memperhatikan kupu-kupu yang sedang menghisap nektar bunga.

Setelah perkataan sang mamah selesai, Valen menghela napas kecewa lantas mengangguk mengerti.

Wanita itu tersenyum lantas mengulurkan tangannya untuk merangkul bahu gadis kecilnya. 

"Kamu nggak usah kecewa gitu, Valen. Dengerin mamah ya, selam bunga-bunga ini masih ada, kupu-kupu akan selalu datang berkunjung untuk menghisap nektar bunga-bunga yang ada disini. Jadi, kamu bisa liat kupu-kupu cantik ini tanpa kamu mengambilnya untuk disimpan," 

"Begitu ya, Mah?"

Wanita itu mengangguk. "Ia sayang. Karena itu kamu harus jaga rumah dan taman ini dengan baik dengan begitu kupu-kupu akan selalu datang."

Valen membuka matanya dengan cepat. Napasnya tersengal hingga dadanya pun ikut turun naik. Ia pun langsung mendudukkan tubuhnya untuk menetralisir keterkejutannya. Tenggorokannya terasa kering, Valen tidak menyangka akan bermimpi mamah yang selama ini ia rindukan kehadirannya. 

Valen menutup wajahnya dengan kedua tangan. Air matanya tiba-tiba saja mengalir dengan cukup deras. Pundak wanita itu berguncang dengan bersamaan suara isak tangis yang diperdengarkan. Rasa rindu yang teramat sangat tidak dapat lagi ia bendung. Mimpi yang ia alami barusan adalah sebuah kenangan masa kecilnya bersama sang mamah di halaman rumah.

Apakah mimpi ini adalah jawaban dari kegelisahaan nya?

Terpopuler

Comments

Muzaata Alenmiyu

Muzaata Alenmiyu

lanjut thor 💪

2023-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 tolong
3 klub Moonlight
4 hari pertama kerja
5 Sebuah patah hati
6 Di kala senja
7 Tamu tak terduga A
8 Tamu tak terduga B
9 Tidak ada harapan
10 Sebuah kenangan
11 Tamu tak diundang
12 Hadiah pertemuan
13 Sebuah tawaran
14 Satu mobil
15 Obrolan di dalam mobil
16 Sarapan pagi yang kacau
17 Pertemuan yang disengaja A
18 Pertemuan yang disengaja B
19 Semua karena terpaksa
20 Dunia ternyata sempit, ya!
21 Buka matanya!
22 Berdebar-debar
23 Sebuah penyatuan A
24 Sebuah penyatuan B
25 Sebuah rasa
26 Pulang
27 Di jenguk
28 Melihat
29 ungkapan perasaan
30 Marinka A
31 Marinka B
32 Tidak sesuai harapan
33 kesibukan Arion 1
34 kesibukan Arion 2
35 moonlight 1
36 moonlight 2
37 moonlight 3
38 Arion berhenti
39 Perkelahian 1
40 perkelahian 2
41 sebuah tawaran
42 Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43 kebersamaan Valen dan Daniel 2
44 kebersamaan Valen dan Daniel 3
45 kambing hitam
46 Minta di traktir
47 perbincangan di dalam mobil 1
48 perbincangan di dalam mobil 2
49 perbincangan di dalam mobil 3
50 Di rumah Valen 1
51 Di rumah Valen 2
52 pemotretan 1
53 pemotretan 2
54 Obrolan dimeja makan.
55 Ditraktir
56 Calon suami 1
57 Calon suami 2
58 kebersamaan Valen dan Bianca 1
59 kebersamaan Valen dan Bianca 2
60 Valen dibuat salting 1
61 Valen dibuat salting 2
62 Menunggu jawaban
63 Valen memberi jawaban
64 Berjalan beriringan
65 Percakapan ayah dan anak
66 Patah hatinya Daniel
67 sebuah informasi
68 Obrolan malam 1
69 Obrolan malam 2
70 Aku sayang kamu
71 Kebohongan yang lainnya
72 Tawaran
73 persiapan tahun baru
74 perdebatan pertama
75 Tamu yang tidak diharapkan
76 Menjadi tidak nyaman
77 Harapan tahun baru
78 pelukan dari belakang
79 Pindah rumah
80 Hari yang panjang
Episodes

Updated 80 Episodes

1
prolog
2
tolong
3
klub Moonlight
4
hari pertama kerja
5
Sebuah patah hati
6
Di kala senja
7
Tamu tak terduga A
8
Tamu tak terduga B
9
Tidak ada harapan
10
Sebuah kenangan
11
Tamu tak diundang
12
Hadiah pertemuan
13
Sebuah tawaran
14
Satu mobil
15
Obrolan di dalam mobil
16
Sarapan pagi yang kacau
17
Pertemuan yang disengaja A
18
Pertemuan yang disengaja B
19
Semua karena terpaksa
20
Dunia ternyata sempit, ya!
21
Buka matanya!
22
Berdebar-debar
23
Sebuah penyatuan A
24
Sebuah penyatuan B
25
Sebuah rasa
26
Pulang
27
Di jenguk
28
Melihat
29
ungkapan perasaan
30
Marinka A
31
Marinka B
32
Tidak sesuai harapan
33
kesibukan Arion 1
34
kesibukan Arion 2
35
moonlight 1
36
moonlight 2
37
moonlight 3
38
Arion berhenti
39
Perkelahian 1
40
perkelahian 2
41
sebuah tawaran
42
Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43
kebersamaan Valen dan Daniel 2
44
kebersamaan Valen dan Daniel 3
45
kambing hitam
46
Minta di traktir
47
perbincangan di dalam mobil 1
48
perbincangan di dalam mobil 2
49
perbincangan di dalam mobil 3
50
Di rumah Valen 1
51
Di rumah Valen 2
52
pemotretan 1
53
pemotretan 2
54
Obrolan dimeja makan.
55
Ditraktir
56
Calon suami 1
57
Calon suami 2
58
kebersamaan Valen dan Bianca 1
59
kebersamaan Valen dan Bianca 2
60
Valen dibuat salting 1
61
Valen dibuat salting 2
62
Menunggu jawaban
63
Valen memberi jawaban
64
Berjalan beriringan
65
Percakapan ayah dan anak
66
Patah hatinya Daniel
67
sebuah informasi
68
Obrolan malam 1
69
Obrolan malam 2
70
Aku sayang kamu
71
Kebohongan yang lainnya
72
Tawaran
73
persiapan tahun baru
74
perdebatan pertama
75
Tamu yang tidak diharapkan
76
Menjadi tidak nyaman
77
Harapan tahun baru
78
pelukan dari belakang
79
Pindah rumah
80
Hari yang panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!