"Lo udah lama kenal Ros, Len?" Akhirnya suara Daniel memecah keheningan di antara mereka setelah bermenit-menit lamanya mereka terdiam.
Valen mengangguk. "Lumayan lama. Kami kenal pertama kali pas masuk SMK." Valen terdiam untuk sesaat hanya sekedar menghela napas. "Tapi sayangnya Bianca nggak nerus." Lanjutnya lagi.
Daniel mengangguk sedangkan Arion hanya diam mendengarkan.
"Pasti lo udah akrab banget sama dia, ya. Sampe dia nggak segan-segan minta kerjaan sama gue langsung buat lo." Tutur Daniel berpendapat yang langsung diangguki Valen.
"Makasih atas pekerjaannya."
Daniel berdecak. "Nggak usah makasih, gue juga lagi butuh orang. Lo gak cape apa? Abis pulang kerja langsung kerja lagi."
Valen tersenyum. "Bukannya semua orang kerja bakalan cape, ya? Meski pekerjaannya mudah sekalipun."
Daniel mengangguk sambil terkekeh kecil. "Kaya mend_esah di atas kasur. Maksud lo?"
Valen berdecak sambil memutar bola matanya. "Mesum! Kenapa laki-laki selalu pikirannya tentang ranjang mulu, sih?"
Arion yang mendengar itu tertawa. "Lah, lo baru tau kalo dia mesum. Hati-hati aja kerja sama dia. Kalo di ajak-ajak kemana-mana jangan mau. Apalagi sampe ke rumahnya."
Daniel yang tidak terima dengan ucapan Arion langsung meninju lengan Arion. "Anjing emang lo. Bukannya kebalik sekarang," ucap Daniel sambil melirik orang yang ada di sampingnya.
"Bukannya yang harus diwaspadai itu elo, A. Bukan gue. Lo mah 'kan diam-diam menghanyutkan. Kalo gue mah, anak baik-baik." Bela Daniel sambil kedua manik matanya melirik kaca spion tengah mobil yang memantulkan sosok Valen yang sedang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Anak baik-baik mah, nggak pernah masukin cewek ke dalam kamar. Apalagi sampe tuh cewek mend_esah nikmat gitu," ucap Arion sambil menyunggingkan senyum cemoohan penuh kemenangan.
Daniel mendengus kesal. "Dasar mulut ember lo. Rusak dah citra baik gue di mata Valen sebagai bos."
Valen hanya bisa tersenyum. Perkataan-perkataan seperti ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah ia dengar semenjak kerja di klub malam. Bahan orang-orang tak segan mempertontonkan adegan ciuman bahkan ada yang lebih parah lagi dari itu.
"Gue liat, cowok lo nggak pernah anter jemput?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Daniel yang seakan penasaran dengan kehidupan Valen.
Valen berdehem. "Nggak punya."
Daniel menarik sudut-sudut bibirnya. Seakan senang dengan jawaban dari Valen. "Masa cewek secantik lo nggak punya. Gue mah nggak percaya."
Arion berdecak sambil bergumam. "Mulai gombalannya keluar."
"Seterah sih, mau percaya apa enggak."
"Sama dong, sama gue. Gue juga lagi jomblo. Lo suka warna apa?" Tanya Daniel tidak menghiraukan celotehan Arion yang masih di dengarnya.
"Warna putih," jawab Valen singkat dan padat.
Daniel mengangguk. Kedua matanya melirik kaca tengah spion untuk memperlihatkan wajah cantik Valen yang sayang ia lewatkan. "Ko sama, gue juga. Apa jangan-jangan kita jodoh ya?" Katanya sambil tertawa di akhir kalimat.
Valen hanya tersenyum tipis tidak menanggapi celotehan Daniel
Arion hanya diam tidak menanggapi celotehan sahabatnya yang sedang berbohong masalah kesukaan warnanya. Arion menolehkan wajahnya ke arah samping jendela mobil memperhatikan jalan yang terlihat macet. Kenapa perasaannya akan selalu berakhir seperti ini setiap ia melihat Jessica. Rasa rindu dan benci menjadi satu. Apakah ia harus membuka hatinya kembali dan mencari pasangan baru untuk bisa melupakan Jessica?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Crystal
Seterah apa terserah sih
2024-03-13
0