Tok
Tok
Tok
Suara pintu kaca yang diketuk dari luar terdengar membuat orang yang ada di dalamnya menyerukan suaranya, "Masuk."
Dara, sekretaris dari Arion masuk ke dalam ruangan. "Maaf Pak, ada tamu."
Arion yang sedang memeriksa dokumen menghentikan kegiatannya lantas menaikan pandangannya menatap Dara dalam diam. Seingat Arion, dia tidak memiliki janji dan sekretarisnya pun tadi sudah memberikan jadwalnya untuk hari ini, bahwa dia tidak memiliki janji temu apapun dengan orang lain.
Dara seakan paham oleh tatapan itu pun menjelaskan. "Nona Jessica Pak, yang ingin bertemu."
Arion menarik napas panjang lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Wajahnya berubah dingin. "Suruh masuk!" Dara pun mengangguk patuh.
Suara ketukan lembut dan berirama tercipta ketika kaki berayun pelan di atas lantai. Suara itu keluar dari high heels yang terdengar dari setiap langkah kaki Jessica. Jessica berjalan anggun dengan mengenakan mini dress diatas lutut berwarna hitam dengan aksen bunga-bunga kecil di bawahnya dengan rambut panjang lurus yang ia biarkan tergerai begitu saja.
Jessica menarik napas panjang, saat setiap langkah kakinya tidak luput dari tatapan dingin Arion. Jessica mencoba menarik sudut-sudut bibirnya tinggi, mencoba tersenyum secerah yang ia bisa. Tangan yang gemetar mencengkeram kuat tas kecil yang berisikan kontak bekal untuk Arion. Entah keberanian yang datang dari mana Jessica nekat menemui Arion mantan calon suaminya itu.
Jessica kembali menarik kedua sudut bibirnya ketika ia sudah sampai di depan meja Arion. Ia meletakkan tas kecil di atas meja. "Aku ada urusan di sekitar sini. Jadi, aku sekalian bawa bekal makan siang untukmu." Jessica terdiam untuk beberapa saat sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sebab, tiba-tiba saja ia seakan kesulitan untuk sekedar bernapas.
Arion diam bergeming. Kedua matanya masih menatap intens Jessica.
Jessica menggigit kecil dalam bibirnya ketika rasa rindu dan takut bercampur menjadi satu. "Ini tanda terima kasihku, karena waktu itu kamu udah anter aku pulang." Lanjut Jessica.
Arion memutus tatapannya pada Jessica, beralih mengambil dokumen yang ia letakkan tadi. "Taro aja disitu! Kalo nggak ada lagi yang mau kamu bicarakan, keluarlah. Aku sedang sibuk," ucap Arion lalu melanjutkan kembali pekerjaannya, memeriksa dokumen sebelum ia tanda tangani.
Jessica memandang Arion dalam diam lantas menghela napas panjang. Hatinya sakit mendengar perkataan Arion yang terlampau dingin itu. Tapi ia sadar, dirinyalah yang membuat laki-laki itu menjadi seperti sekarang. Jessica menelan salivanya dengan susah ketika ia ingin berbicara.
"Aku masih mencintaimu. Aku berharap kau masih ada di setiap hari-hariku, Arion."
Arion menghembuskan napas kasarnya. Kemudian mengalihkan tatapannya pada Jessica. "Apa kau sudah lupa? Kisah kita sudah berakhir."
Jessica mengangguk membenarkan dengan raut wajah yang kecewa. "Aku tahu kau marah padaku atas perilaku aku yang bodoh itu. Namun kau tau, aku sudah menjelaskan semuanya padamu."
Arion mengangguk membenarkan. "Aku tahu. Setelah aku tenang, aku bisa mengerti sudut pandang mu dan menerima permintaan maafmu."
Kedua mata Jessica berbinar saat mendengar perkataan itu dari Arion. Membuat sudut-sudut bibirnya naik ke atas jauh lebih tinggi. Wajah yang murung kembali ceria. "Terus kenapa kita nggak bisa bersama lagi kaya dulu? Aku tahu kamu masih mencintaiku juga."
Jessica menatap penuh arti pada Arion, Arion membalas tatapan Jessica dengan datar namun intens. Rahangnya pun mengeras.
"Jangan pernah menebak tentang perasaanku padamu, Jessica. Kau sudah tidak berarti apa-apa lagi untukku. Aku juga tidak ingin kedua orang tuaku menanggung rasa malu untuk yang kedua kalinya atas perilakumu yang bodoh itu. Dan itu akan menjadi terakhir kalinya aku mengantarmu pulang. Jadi… jangan menjadi orang bodoh untuk kedua kalinya ketika kau mabuk dan tidur dengan sembarang laki-laki," ucapnya dingin.
"Arion." Panggil wanita itu dengan kedua mata yang sudah memburam. Dadanya teramat sakit ketika laki-laki itu berkata 'Tidak berarti apa-apa lagi' setelah 5 tahun bersama, semudah itu dia melupakan semua kenangan yang pernah terjalin.
Jessica menarik napas panjang yang teramat sesak. "Apakah tidak ada kata maaf untuk aku dan memulai semuanya seperti dulu?"
"Keluarlah!" ucap Arion yang lebih mirip sebuah perintah. Arion pun mengabaikan pertanyaan Jessica.
Jessica masih berdiri di depan Arion dalam diam, dengan Arion yang sudah kembali dengan kesibukannya, menganggap dirinya tak ada. Jessica menghela napas lantas menghapus air mata yang sempat jatuh membasahi pipinya sebelum akhirnya membalikkan badan. Berjalan menjauh menuju pintu keluar tanpa menoleh lagi kebelakang. Arion mengangkat wajahnya ketika mendengar ketukan dari langkah high heels Jessica, menyorot datar punggung Jessica.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Muzaata Alenmiyu
semangat thor 💪 aku masih setia menanti ceritanya arion valen 😊
2023-10-27
0