"Den, sarapannya sudah siap," Panggil salah satu pekerja di rumah Aksa.
Arion menoleh ke asal suara saat ia baru saja jump shot. Melempar bola basket ke dalam ring dengan cara melompat. Napas Arion memburu dengan dada yang turun naik. Keringat sudah membasahi seluruh badan, termasuk baju yang ia kenakan.
Arion mengangguk tanda mengerti lalu berjalan ke samping lapangan untuk mengambil sebotol air mineral untuk ia minum sebelum akhirnya ia keluar dari lapangan basket.
Arion pikir kekacauan dalam kepalanya bisa selesai dengan ia melakukan olahraga pagi. Bentuk pelarian dari betapa galaunya ia. Tapi nyatanya, kekacauan itu masih terus tertinggal di kepalanya.
Kekacauan itu di sebabkan oleh satu orang. Siapa lagi kalau bukan Jessica yang tak ubahnya seperti bayangan, yang terus mengikuti kemanapun ia melangkah.
Setelah mandi dan berganti baju Arion keluar dari dalam kamar ia pun berjalan ke arah dimana lift yang akan membawanya turun dari lantai atas di mana kamarnya berada, menuju ruang makan yang di mana kedua orang tua dan adik perempuannya sudah menunggu.
"Pagi Pah, Mom, si manis" sapa Arion ketika sampai di meja makan dan langsung mendudukkan dirinya di kursi.
"Pagi."
"Pagi sayang."
Orang yang dipanggil si manis memutarkan bola matanya dengan malas dan menghiraukan sapaan sang Kakak.
Jawab Aksa dan Allea secara bersamaan.
Mereka pun menikmati sarapan paginya dalam keheningan hingga bermenit-menit lamanya sampai suara dari Allea memecah keheningan.
"A, nanti siang kosongkan jadwal kamu. Mama mau kenalin kamu sama anak teman Mama. Sekalian kamu makan siang bersama. Nanti Mama kirimkan lokasi restorannya," kata Allea yang lebih mirip sebuah perintah.
Arion yang sedang minum langsung terbatuk. Tersedak oleh minumannya sendiri saat dengar penuturan Allea yang sangat ringan.
Arion pun menaruh kembali gelas yang ia pegang ke atas meja. "Mom, aku nggak suka kalo Mama mulai ikut campur dengan urusan percintaanku. Apalagi sampai jodoh-jodohan. Aku nggak mau," tolak Arion to the points.
Allea yang akan menyuapi mulutnya dengan makanan mengurungkan niatnya lalu ia meletakan kembali sendok yang berisi nasi dan lauk ke atas piring. Menaikan pandangannya untuk menatap anaknya dengan sinis.
"Kamu itu harus memulai hubungan yang baru dengan wanita baru agar bisa melupakan mantan kamu yang lama. Mama itu cuma ngenalin kamu, bukan jodohin kamu." Ralat Allea membenarkan.
Arion mend_esah kasar sambil menatap balik Allea. Pandangan mereka beradu saling mengunci iris satu sama lain. "Ya tapi caranya nggak kaya gini juga, Mom. Aku bukan anak kecil lagi. Kalo aku udah kenal terus Mama mau apa lagi? Bukan nya sama aja kalo ujung-ujungnya ada perjodohan." Arion menghentikan ucapannya sambil menarik napas panjang saat kekesalannya sudah menderanya.
"Kalo setiap pagi kaya gini terus aku jadi malas buat pulang. Aku tidak ingin melawanmu, Mom. Aku juga tidak ingin berdebat." gumam Arion lagi yang langsung berdiri dari duduknya. Menggeser kursi yang ia duduki ke belakang sebelum akhirnya melangkahkan kakinya keluar.
Allea yang melihat anaknya pergi berteriak. "Arion, pokoknya kamu harus datang! Mama udah terlanjur janji."
Arion mengacuhkan panggil itu dan terus berjalan. Di tengah-tengah langkah kakinya, Arion mengeluarkan ponsel dari dalam jas yang ia kenakan mencari nomor kontak yang bernama Irene lantas mengetik sebuah pesan di sana.
Arion
Hotel Queen jam 11 malam
Setelah selesai dengan pesannya, Arion kembali masukkan ponselnya dan terus melangkah keluar.
Allea membuang napasnya kasar lalu mengalihkan tatapannya pada suaminya yang sejak tadi hanya memperhatikan.
"Apa aku salah lagi?" Tanya Allea dengan wajah polosnya. Aksa mengangguk. Allea memijat pelipisnya yang mulai terasa berdenyut.
Aksa tertawa kecil saat melihat tingkah istrinya itu. Tapi tak urung tangannya langsung memanjang untuk mengusap bahu Allea penuh kelembutan agar wanitanya lebih tenang yang memang mereka sedang duduk bersebelahan.
"Sudahlah sayang, Arion sudah besar. Dia tau mana yang terbaik buat dirinya. Kita sebagai orang tua cukup melihatnya saja dari jauh. Anak itu nggak mungkin bikin kita malu untuk yang kedua kalinya. Dan dia nggak mungkin punya hubungan lagi dengan Jessica. Dia masih punya harga diri yang tinggi," kata Aksa menenangkan.
Allea menghela napas panjang. "Tapi niat aku baik. Kamu nggak merasa apa semenjak batalnya pernikahan mereka, Arion jadi berbeda. Kali aja dengan kehadiran orang baru Arion bisa melupakan dia, yang nggak pengen aku sebut namanya mulai sekarang."
Aksa terkekeh saat mendengar pernyataan itu dari Allea. "Itu hanya kekuatiran kamu aja sayang, sebagai Mama dari Arion. Dari pada kau terus mengkhawatirkannya yang tidak-tidak lebih baik kau mengkhawatirkanku saja yang sedang sakit ini."
Allea berdecak sambil memutar bola matanya. "Jangan lebay. Kau hanya sakit flu biasa aja. Lagi pula Dokter udah kesini 'kan? Jadi, jangan berlebihan," Kata Allea yang kembali melanjutkan sarapannya lagi.
Aksa terkekeh kecil sambil mengusap puncak kepala Allea.
Sedangkan di seberang meja makan anak perempuan yang berusia 16 tahun yang sejak tadi terdiam menghembuskan napas panjangnya, terlihat frustasi dengan sarapan paginya yang tidak berjalan dengan tenang. Di tambah saat dirinya mendengar dialog antar Mama dan Papa nya.
"Emang Mama, Papah pasangan terlebay yang pernah aku temui," gumam Arunika Putri Damian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Muzaata Alenmiyu
lanjut 💪
2023-11-04
1