klub Moonlight

Plak

Sebuah tangan lebar baru saja menampar bokong sintal seorang wanita sambil memacu kecepatan pinggulnya. Mengeluarkan lalu memasukan kejantanan yang teracung.

"Diamlah kau terlalu berisik."

"Ah… ini terlalu enak, Honey," balas wanita itu di tengah-tengah pergulatan mereka dengan napas yang tersengal.

Laki-laki itu tak menghiraukan ucapan wanita itu lagi ketika ia sudah mencapai titik kli_maks. Napasnya memburu. Ia mempercepat tempo permainan sampai sampai-sampai wanita itu semakin mend _esah dan meracau tak jelas.

Seketika suara erangan menggema di ruangan yang bertanda pergulatan telah berakhir. Laki-laki itu langsung beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi meninggalkan wanitanya begitu saja di sana.

"Pergilah."

Kata pria itu sambil melempar segepok uang di sisi wanita bayarannya, ketika ia kembali dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya mempertontonkan otot-otot perutnya yang memiliki abs.

Wanita bergincu merah itu tersenyum sambil mengambil uang yang diberikan oleh laki-laki itu. "Thank you. Ternyata kau jauh lebih tampan jika dilihat secara langsung Arion kalendra Damian. Enaknya aku panggil kamu apa, ya? Eemm … Ari." Setelah mengatakan kalimat itu, wanita itu terkekeh geli dengan apa yang ia ucapkan sendiri. Mengingatkan ia pada mantannya yang dulu.

Arion memutar bola matanya malas. "Pergilah dan jangan pernah sebut-sebut namaku dari mulut kotormu itu dimanapun kamu berada. Ingat itu!"

Wanita itu beranjak dari atas kasur lalu melangkahkan kakinya jenjangnya menghampiri Arion yang sedang berdiri seakan tidak marah akan ucapan yang Arion lontarkan terhadap dirinya. Wanita itu tersenyum. "Oke, jika kamu membutuhkan jasaku lagi, aku sangat siap!"

Bagaimana tidak siapa, jika yang memakai jasanya begitu royal dengan uang dengan wajah yang tampan pula. Dirinya seperti sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Wanita itu menggigit bibir bawahnya dengan sensual. Menaruh jemari lentiknya di atas perut Arion, bermain-main di sana, berniat menggodanya kembali.

Arion berdecak lalu menepis tangan nakal yang menelusuri perutnya. "Aku tidak suka memakai jasa yang sama untuk permainan berikutnya."

Wanita itu tampak kecewa, lalu sedetik setelahnya ia tersenyum.

"Kalo begitu aku pergi sekarang. Permisi."

Wanita itu pun keluar dari kamar Arion. Arion tidak merespon, ia berjalan menuju nakas yang ada di sisi ranjangnya. Mengambil ponsel yang berbunyi.

Angel of Death

"Kamu lagi dimana, A? Apa malam ini kamu nggak pulang ke rumah lagi?" Sembur sang penelepon ketika Arion mengangkat teleponnya.

Arion memejamkan mata dengan napas yang terhela begitu saja. "Aku masih di kantor, Mom. Nanti aku pulang."

"Pulang loh, awas aja sampe nggak pulang malah tidur di apartemen lagi. Nanti biar mamah yang akan pindah kesana aja kalo kamu nggak pulang hari ini."

"Iya, iya aku pulang. Ya udah, aku tutup telponnya." Tanpa menunggu jawaban dari sangat Mama, Arion mematikan sambungannya begitu saja lalu melempar ponselnya dengan bersamaan ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur.

Arion membaringkannya tubuhnya di atas kasur king size yang super empuk mengistirahatkan tubuh yang lelah setelah seharian bekerja. Perlahan-lahan kedua matanya mulai memejam saat rasa kantuk mulai mendominasi matanya.

Tapi seketika suara dering telepon mengharuskannya kembali membuka mata yang mulai berat. Lantas tangan kekarnya meraba keberadaan ponsel yang ia taruh tak jauh darinya.

Daniel

"Ada apa? Kalo nggak penting lebih baik jangan ngomong dan tutup telponnya." ancam Arion ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel.

"Gue nggak tau ini penting apa nggak buat Lo. Jessica disini. Dia keliatan udah teler banget. Dan gue nggak bisa anter dia kaya biasanya. Disini lagi rame banget. Jadi lo bisa nggak jemput dia dan anter pulang." Pinta Daniel.

"Nggak bisa, gue sibuk."

"Oke. Sorry Bro, kalo gue ganggu. Kebetulan gue liat ibram lewat. Gue minta tolong dia aja deh kalo gitu." Telepon langsung ditutup begitu saja oleh Daniel sahabat Arion semasa kuliah dan ia membuka bisnis minuman beralkohol di salah satu klub malam.

Daniel mendengus sambil melihat ponselnya. "Gue berani taruhan lo pasti datang. Kalo tebakan gue salah, gue berani puasa 1 bulan full deh, nggak nidurin cewe." Gerutunya sambil melangkah kaki masuk kedalam klub Moonlight.

Suara hentakan musik yang dimainkan oleh disjoki langsung terdengar di indra pendengaran Daniel takala langkah kakinya sampai ke meja bartender dimana ia biasa meracik minuman yang pelanggannya pesan.

"Vodka?" tawar Daniel pada ibram yang sudah duduk di depan meja bartender.

Ibram mengangguk dengan bola mata melirik orang yang sudah teler di sebelahnya. Ibram adalah asisten pribadi Arion di kantor dan merangkap menjadi tangan kanannya.

Ibram mendengus ketika orang yang di sebelahnya meracau tak jelas. "Nih cewek gak ada malunya banget masih mau nampilin mukanya disini." sarkas Ibram yang membuat Daniel terkekeh.

Daniel menyodorkan gelas yang berisi es batu dan sebuah botol kaca di hadapan Ibram.

"Gitu-gitu bos lo masih ada rasa sama tuh cewek. Cuma gengsi dia aja tinggi. Tapi, kesalahan tuh cewek juga fatal sih, menurut gue."

Ibram diam tidak mau menanggapi.

"Kalo bos lo nggak dateng, lo yang anter. Soalnya gue lagi repot." Lanjut Daniel lagi tanpa mau mendengar persetujuan dari ibram, ia langsung meracik minuman untuk pesanan yang lain.

Ibram menarik napas lantas pandangannya teralihkan ke panggung utama ketika sorak-sorai terdengar begitu heboh dengan lampu sorot yang menyorot para wanita dengan provokatif yang sedang mempertontonkan kemolekan tubuhnya.

Enam orang se_xy dancer sedang meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti ritme musik yang dimainkan. Kostum yang mereka kenakan terlampaui minim yang bisa dibilang hanya pakaian dalam yang mereka kenakan. Tentu saja membuat para kaum adam dibuat panas dingin takala melihatnya.

Si penari yang paling depan paling banyak dapat sawerannya, dia memang bintang utamanya. Dengan kaki jenjang dengan kulit putih mulus bagai porselen, begitu juga dengan tubuh yang sempurna dan proporsional. Dua buah dada montok, pinggang yang ramping ditambah bokong yang bulat dan sintal, sudah pasti memanjakan mata kaum adam yang melihatnya.

Untuk beberapa saat ibram hanya terdiam dengan dua mata yang terus menatap si penari dari kejauhan lalu sedetik setelahnya ia mendengus lantas mengalihkan pandangannya ke arah lain. Menikmati minumannya dalam diam.

Sebuah kecupan manis di pipi ibram mendarat setelah bermenit-menit lamanya dan keriuhan sudah tak lagi terdengar seperti tadi.

"Koktail satu." Pinta seorang wanita yang baru saja mencium pipi ibram dan duduk disebelahnya.

Ibram diam tidak merespon atau merasa terganggu.

Daniel mengangguk. "Niel, lo butuh pegawai baru nggak disini? Buat bantu-bantu lo. Teman gue lagi butuh banget kerjaan," ucap sang wanita.

Daniel yang mendengar itu terdiam dari kegiatannya untuk berpikir. "Sebenarnya akhir-akhir ini klub lagi rame jadi gue agak kewalahan. Tapi gue belum ada niatan untuk cari orang baru buat bantu-bantu gue selain karyawan lama gue," jawab Daniel apa adanya.

Wanita itu mengangguk, wajahnya sedikit kecewa. Daniel yang melihat itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika melihat perubahan wajah orang yang ada di depannya. "Ya udah, itung-itung bantu teman lo. Dan gue juga lagi repot akhir-akhir ini jadi bawa aja dia kesini," ujar Daniel pada akhirnya yang membuat kedua sudut-sudut bibir wanita berpoles gincu merah itu tersenyum.

"Thank Niel."

Tanpa aba-aba Ibram merengkuh pinggang wanita bergincu merah itu secara agresif. Membawa tubuh proporsionalnya ke dalam pelukannya, lantas menghidu leher jenjangnya. Memberikan tanda kepemilikan di sana. Lantas ia melu_mat bibir yang terlihat menggoda di matanya. Wanita itu menyambut ciuman itu dengan lembut dan menuntut.

"Berhentilah jadi penari dancer, biar gue yang tanggung biaya hidup lo." bisik ibram dengan mencondongkan wajahnya pada telinga wanita yang ia cium. Wanita itu menoleh, bibir kedua hampir beradu kembali.

Wanita itu mendorong dada ibram, lantas terkekeh. "Abis itu gue dikurung deh, nggak boleh kemana-mana. Kaya burung yang hidup di dalam sangkar," bales wanita itu sambil meminum koktail yang sudah tersaji diatas meja.

Ibram memejamkan mata ketika gai_rahnya datang dengan hanya sebuah ciuman. "Gue nggak kaya gitu orangnya, Bianca Rosalinda."

Wanita yang dipanggil Bianca mendelikkan matanya lalu menatap sinis si pria. "Ros. Panggil gue Ros kalo disini, Ibram." tegur Bianca memperingatkan.

Ibram seakan tak cuh dengan protes itu. Dia kembali meminum minumannya.

Bianca beranjak dari posisinya saat ini. "Gue balik. Tugas negara gue udah selesai disini," katanya sambil berlalu menjauhi ibram yang hanya terdiam dengan netra mata melihat punggung wanita itu semakin menjauh hingga tak terlihat lagi.

Terpopuler

Comments

Erni Zalukhu

Erni Zalukhu

klu gue sich,lebih menikmati alur cerita nya, urusan agama g perlu terlalu di bahas nama nya juga dunia halu😄😂,biarkan autor yg atur semau nya

2024-05-05

0

Muzaata Alenmiyu

Muzaata Alenmiyu

hmm,,, gini amat thor si arion, padahal kan disini ceritanya orang" muslim kan? 😊🙏🏼

2023-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 tolong
3 klub Moonlight
4 hari pertama kerja
5 Sebuah patah hati
6 Di kala senja
7 Tamu tak terduga A
8 Tamu tak terduga B
9 Tidak ada harapan
10 Sebuah kenangan
11 Tamu tak diundang
12 Hadiah pertemuan
13 Sebuah tawaran
14 Satu mobil
15 Obrolan di dalam mobil
16 Sarapan pagi yang kacau
17 Pertemuan yang disengaja A
18 Pertemuan yang disengaja B
19 Semua karena terpaksa
20 Dunia ternyata sempit, ya!
21 Buka matanya!
22 Berdebar-debar
23 Sebuah penyatuan A
24 Sebuah penyatuan B
25 Sebuah rasa
26 Pulang
27 Di jenguk
28 Melihat
29 ungkapan perasaan
30 Marinka A
31 Marinka B
32 Tidak sesuai harapan
33 kesibukan Arion 1
34 kesibukan Arion 2
35 moonlight 1
36 moonlight 2
37 moonlight 3
38 Arion berhenti
39 Perkelahian 1
40 perkelahian 2
41 sebuah tawaran
42 Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43 kebersamaan Valen dan Daniel 2
44 kebersamaan Valen dan Daniel 3
45 kambing hitam
46 Minta di traktir
47 perbincangan di dalam mobil 1
48 perbincangan di dalam mobil 2
49 perbincangan di dalam mobil 3
50 Di rumah Valen 1
51 Di rumah Valen 2
52 pemotretan 1
53 pemotretan 2
54 Obrolan dimeja makan.
55 Ditraktir
56 Calon suami 1
57 Calon suami 2
58 kebersamaan Valen dan Bianca 1
59 kebersamaan Valen dan Bianca 2
60 Valen dibuat salting 1
61 Valen dibuat salting 2
62 Menunggu jawaban
63 Valen memberi jawaban
64 Berjalan beriringan
65 Percakapan ayah dan anak
66 Patah hatinya Daniel
67 sebuah informasi
68 Obrolan malam 1
69 Obrolan malam 2
70 Aku sayang kamu
71 Kebohongan yang lainnya
72 Tawaran
73 persiapan tahun baru
74 perdebatan pertama
75 Tamu yang tidak diharapkan
76 Menjadi tidak nyaman
77 Harapan tahun baru
78 pelukan dari belakang
79 Pindah rumah
80 Hari yang panjang
Episodes

Updated 80 Episodes

1
prolog
2
tolong
3
klub Moonlight
4
hari pertama kerja
5
Sebuah patah hati
6
Di kala senja
7
Tamu tak terduga A
8
Tamu tak terduga B
9
Tidak ada harapan
10
Sebuah kenangan
11
Tamu tak diundang
12
Hadiah pertemuan
13
Sebuah tawaran
14
Satu mobil
15
Obrolan di dalam mobil
16
Sarapan pagi yang kacau
17
Pertemuan yang disengaja A
18
Pertemuan yang disengaja B
19
Semua karena terpaksa
20
Dunia ternyata sempit, ya!
21
Buka matanya!
22
Berdebar-debar
23
Sebuah penyatuan A
24
Sebuah penyatuan B
25
Sebuah rasa
26
Pulang
27
Di jenguk
28
Melihat
29
ungkapan perasaan
30
Marinka A
31
Marinka B
32
Tidak sesuai harapan
33
kesibukan Arion 1
34
kesibukan Arion 2
35
moonlight 1
36
moonlight 2
37
moonlight 3
38
Arion berhenti
39
Perkelahian 1
40
perkelahian 2
41
sebuah tawaran
42
Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43
kebersamaan Valen dan Daniel 2
44
kebersamaan Valen dan Daniel 3
45
kambing hitam
46
Minta di traktir
47
perbincangan di dalam mobil 1
48
perbincangan di dalam mobil 2
49
perbincangan di dalam mobil 3
50
Di rumah Valen 1
51
Di rumah Valen 2
52
pemotretan 1
53
pemotretan 2
54
Obrolan dimeja makan.
55
Ditraktir
56
Calon suami 1
57
Calon suami 2
58
kebersamaan Valen dan Bianca 1
59
kebersamaan Valen dan Bianca 2
60
Valen dibuat salting 1
61
Valen dibuat salting 2
62
Menunggu jawaban
63
Valen memberi jawaban
64
Berjalan beriringan
65
Percakapan ayah dan anak
66
Patah hatinya Daniel
67
sebuah informasi
68
Obrolan malam 1
69
Obrolan malam 2
70
Aku sayang kamu
71
Kebohongan yang lainnya
72
Tawaran
73
persiapan tahun baru
74
perdebatan pertama
75
Tamu yang tidak diharapkan
76
Menjadi tidak nyaman
77
Harapan tahun baru
78
pelukan dari belakang
79
Pindah rumah
80
Hari yang panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!