Dunia ternyata sempit, ya!

Dari balik dinding kaca, Arion bisa melihat kelap-kelip lampu kota pada malam hari dari dalam hotel bintang lima. Jemarinya mengapit sebatang rokok yang menyala dengan sebuah ponsel di tangan satunya yang mengarah ke telinga. 

“Bagaimana anak teman Mama itu, A? Cantikan. Apa kamu suka?”

Alih-alih menjawab Arion menghembuskan asap lewat mulut ketika ia baru saja meng_hisap rokoknya. Pertanyaan itu terlontar dari Mamanya– Allea. Wanita yang ia hormati dan sayangi. Arion sedang melakukan panggilan telepon 

“Cantik. Tapi di mata aku biasa aja, kaya wanita-wanita yang sering aku temui, Mom. Nggak ada yang spesial,” jawab Arion jujur apa adanya. 

Allea tertawa. “Gitu, ya? Padahal Mama suka sama Marinka. Dia wanita yang sopan, bertutur lembut, baik, pinter lagi. Mama dengar dia baru aja diwisuda menjadi seorang Dokter. Tapi nggak apa deh kalo kamu nggak suka. Kamu tenang aja, Mama punya banyak stok teman yang anaknya perempuan. Mama akan kenalkan kamu dengan anak teman Mama yang lain, kalo kamu nggak suka sama Marinka.” 

Arion berdecak mulai tidak suka dengan argumen Mamanya. “Udahlah Mom, jangan diterusin kekonyolan yang Mama buat. Aku nggak suka. Jadi, kesannya kaya aku nggak laku. Aku mau datang kesana, karena Mama udah terlanjur janji. Aku cuma menyelamatkan muka Mama aja dari teman Mama itu. Jadi aku mohon cukup sampai disini Mama carikan jodoh buat aku.” Tolak Arion dengan kasar.

Allea menghela napas panjang ketika mendengar pernyataan itu. “Kalo apa yang Mama lakukan di mata kamu terlihat konyol, ya udah kalo gitu, Mama minta maaf.”

Sambungan telepon langsung terputus begitu saja dari seberang sana. Arion mend_esah kasar dengan manik mata memandang layar ponsel yang sudah padam. Pasti Mamanya sedang ngambek padanya. Kembali Arion menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan. Ia meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja. Lalu mengambil gelas kristal yang berisi wine. 

Suara bel berbunyi nyaring yang membuat Arion mengurungkan niatnya untuk meneguk wine, lalu ia menaruh kembali gelas kristal itu di atas meja. Lantas, melangkahkan tungkai kaki panjangnya menuju dimana pintu berada.

Tanpa melihat lubang intip pintu kamar hotel, Arion membuka pintu itu. Sedetik setelah pintu terbuka Arion mematung untuk beberapa saat, cukup kaget dengan orang yang ada di depannya saat ini. Mereka sama-sama terdiam dengan kedua mata saling bersitatap. Wanita itu menelan salivanya dengan susah seakan tenggorokannya ada bongkahan batu besar yang mengganjal. 

Arion menyunggingkan senyum cemoohan. "Waw, sebuah kejutan. Ini yang namanya Jessica?” tanyanya dengan wajah kaget yang dibuat-buat. 

Valen bungkam. Wajahnya tertunduk dengan kedua mata memejam untuk sesaat. 

“Apa ini juga kerja sampingan lo selain di Indomaret dan pelayanan bar? Lo juga jadi open bo. Gue jadi penasaran seberapa besar biaya hidup lo sampai-sampai satu kerjaan aja nggak cukup buat lo?"

Lagi dan lagi Arion memberikan pertanyaan yang begitu mencemooh dirinya. 

Valen masih menutup rapat mulutnya seakan enggan untuk membalas perkataan dari lawan bicaranya.

Arion terkekeh kecil atas diamnya Valen sambil kedua manik matanya menelisik penampilan Valen dari ujung kaki sampai ujung kepala.  "6,5. Itu nilai gue buat lo. Lumayan lah hampir mendekati angka 7. Angka yang cukup bagus buat wanita penghibur seperti lo." Setelah mengatakan itu ia mengangguk kepalanya tanda setuju dengan penilaian yang ia berikan terhadap penampilan Valen malam ini.

Gaun ketat merah dengan belahan dada yang rendah sampai perut dan belahan paha yang sangat tinggi. Gaun merah itu disempurnakan oleh butiran batu swarovski menampilkan kesan seksi, mewah dan elegan. Yang memperlihatkan kulit putih dan mulus milik wanita itu. Gaun yang belum lama perusahaannya luncurkan.

Sedangkan orang yang diberi penilaian hanya bisa diam dengan tangan yang mere_mas kuat clutch bag yang sedang ia pegang, meredam amarah yang saat ini meluap-luap.

Dunia ternyata sempit, ya!

Dari sekian banyak laki-laki di muka bumi ini kenapa harus Arion kalendra Damian yang ada di hadapannya saat ini. Dan bukan orang lain.

Arion melebarkan bingkai pintu hotel sambil menatap wanita yang masih berdiam berdiri di depan pintu.  "Lo nggak mau masuk," katanya kemudian. 

Valen memejamkan matanya untuk sesaat sambil menarik napasnya dan membuangnya secara perlahan. Dirinya berpikir untuk sesaat, apakah ia harus masuk atau tidak? Melanjutkan apa yang sudah ia mulai. Pada akhirnya ia melangkahkan kakinya mengikuti Arion yang masuk terlebih dulu ke dalam kamar hotel tanpa kata. Valen sadar dirinya sudah tertangkap basah. Biarpun ia mundur, dirinya sudah terlanjur basah.

Terpopuler

Comments

Muzaata Alenmiyu

Muzaata Alenmiyu

lanjut lagi thor yg panjaaanng 😁💪

2023-11-11

0

Aqila

Aqila

crazy up thor 😁

2023-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 tolong
3 klub Moonlight
4 hari pertama kerja
5 Sebuah patah hati
6 Di kala senja
7 Tamu tak terduga A
8 Tamu tak terduga B
9 Tidak ada harapan
10 Sebuah kenangan
11 Tamu tak diundang
12 Hadiah pertemuan
13 Sebuah tawaran
14 Satu mobil
15 Obrolan di dalam mobil
16 Sarapan pagi yang kacau
17 Pertemuan yang disengaja A
18 Pertemuan yang disengaja B
19 Semua karena terpaksa
20 Dunia ternyata sempit, ya!
21 Buka matanya!
22 Berdebar-debar
23 Sebuah penyatuan A
24 Sebuah penyatuan B
25 Sebuah rasa
26 Pulang
27 Di jenguk
28 Melihat
29 ungkapan perasaan
30 Marinka A
31 Marinka B
32 Tidak sesuai harapan
33 kesibukan Arion 1
34 kesibukan Arion 2
35 moonlight 1
36 moonlight 2
37 moonlight 3
38 Arion berhenti
39 Perkelahian 1
40 perkelahian 2
41 sebuah tawaran
42 Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43 kebersamaan Valen dan Daniel 2
44 kebersamaan Valen dan Daniel 3
45 kambing hitam
46 Minta di traktir
47 perbincangan di dalam mobil 1
48 perbincangan di dalam mobil 2
49 perbincangan di dalam mobil 3
50 Di rumah Valen 1
51 Di rumah Valen 2
52 pemotretan 1
53 pemotretan 2
54 Obrolan dimeja makan.
55 Ditraktir
56 Calon suami 1
57 Calon suami 2
58 kebersamaan Valen dan Bianca 1
59 kebersamaan Valen dan Bianca 2
60 Valen dibuat salting 1
61 Valen dibuat salting 2
62 Menunggu jawaban
63 Valen memberi jawaban
64 Berjalan beriringan
65 Percakapan ayah dan anak
66 Patah hatinya Daniel
67 sebuah informasi
68 Obrolan malam 1
69 Obrolan malam 2
70 Aku sayang kamu
71 Kebohongan yang lainnya
72 Tawaran
73 persiapan tahun baru
74 perdebatan pertama
75 Tamu yang tidak diharapkan
76 Menjadi tidak nyaman
77 Harapan tahun baru
78 pelukan dari belakang
79 Pindah rumah
80 Hari yang panjang
Episodes

Updated 80 Episodes

1
prolog
2
tolong
3
klub Moonlight
4
hari pertama kerja
5
Sebuah patah hati
6
Di kala senja
7
Tamu tak terduga A
8
Tamu tak terduga B
9
Tidak ada harapan
10
Sebuah kenangan
11
Tamu tak diundang
12
Hadiah pertemuan
13
Sebuah tawaran
14
Satu mobil
15
Obrolan di dalam mobil
16
Sarapan pagi yang kacau
17
Pertemuan yang disengaja A
18
Pertemuan yang disengaja B
19
Semua karena terpaksa
20
Dunia ternyata sempit, ya!
21
Buka matanya!
22
Berdebar-debar
23
Sebuah penyatuan A
24
Sebuah penyatuan B
25
Sebuah rasa
26
Pulang
27
Di jenguk
28
Melihat
29
ungkapan perasaan
30
Marinka A
31
Marinka B
32
Tidak sesuai harapan
33
kesibukan Arion 1
34
kesibukan Arion 2
35
moonlight 1
36
moonlight 2
37
moonlight 3
38
Arion berhenti
39
Perkelahian 1
40
perkelahian 2
41
sebuah tawaran
42
Kebersamaan Valen dan Daniel 1
43
kebersamaan Valen dan Daniel 2
44
kebersamaan Valen dan Daniel 3
45
kambing hitam
46
Minta di traktir
47
perbincangan di dalam mobil 1
48
perbincangan di dalam mobil 2
49
perbincangan di dalam mobil 3
50
Di rumah Valen 1
51
Di rumah Valen 2
52
pemotretan 1
53
pemotretan 2
54
Obrolan dimeja makan.
55
Ditraktir
56
Calon suami 1
57
Calon suami 2
58
kebersamaan Valen dan Bianca 1
59
kebersamaan Valen dan Bianca 2
60
Valen dibuat salting 1
61
Valen dibuat salting 2
62
Menunggu jawaban
63
Valen memberi jawaban
64
Berjalan beriringan
65
Percakapan ayah dan anak
66
Patah hatinya Daniel
67
sebuah informasi
68
Obrolan malam 1
69
Obrolan malam 2
70
Aku sayang kamu
71
Kebohongan yang lainnya
72
Tawaran
73
persiapan tahun baru
74
perdebatan pertama
75
Tamu yang tidak diharapkan
76
Menjadi tidak nyaman
77
Harapan tahun baru
78
pelukan dari belakang
79
Pindah rumah
80
Hari yang panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!