Kencan dengan Mantan

"Ma-maksud umi apa? Melayani yang bagaimana?" tanya Silvia kepada ibu mertuanya.

"Kamu tahu, 'kan .. Kalau tugas istri itu nggak hanya melayani di ranjang saja, tetapi juga memasak, mencuci pakaiannya, mijitin kalau suami lelah, nyiapin kopi dan masih banyak lagi. Tapi umi perhatikan, Yusuf apa-apa melakukannya sendiri. Kenapa, Nak?"

"Mas Yusuf sendiri yang meminta melakukannya, Umi. Dia nggak mau Silvia kelelahan dan jatuh sakit lagi."

"Alasan macam apa, itu. Apa bikin kopi juga bisa bikin kamu kelelahan dan sakit?"

Gadis yang dari kecil tidak pernah mengerjakan tugas dapur, kini merasa hidup tertekan saat menikah dengan Yusuf. Dia merasa tersiksa dengan tuntutan orang tua Yusuf.

Menunduk dengan wajah sedikit kesal dan memerah karena menahan emosi dan menahan tangis. Kala itu Silvia tidak betah dan ingin kembali pulang ke rumahnya sendiri.

"Kalau kamu nggak pecus jadi istri, buat apa kamu ikut Yusuf kesini? Lebih baik kamu pulang ke rumahmu dan biarkan Yusuf tetap tinggal disini. Toh meskipun sudah menikah, tetap umi yang merawatnya, bukan istrinya," ucap Bu Siti.

Deg. Seketika hati Silvia terasa sangat sakit mendengar perkataan terakhir mertuanya yang secara tidak langsung mengusirnya. Silvia tidak menyangka, mertua yang dia sangka orang baik dan punya pemahaman agama yang baik juga, ternyata bisa sejahat itu kepadanya.

Dia masuk kamar dengan hati dongkol, setelah ibu mertuanya pergi meninggalkannya. Tidak lama, Bu Siti kembali menemuinya dan berpamitan pergi ke luar kota bersama ayah mertuanya. Rasa senang datang, melipur duka laranya, karena dia punya kesempatan untuk kencan dengan Andrew.

"Nanti kalau Yusuf mengisi kajian, kamu siapkan pakaiannya dan jangan pergi kemana-mana selama suamimu nggak ada di rumah."

"Iya, Umi. Terima kasih nasihatnya."

"Umi dan abi akan lama perginya, jadi jangan biarkan Yusuf mengerjakan apapun sendirian. Setidaknya, bantulah suamimu itu, Silvia. Toh nantinya juga pahala kamu ambil sendiri."

***

Hampir 2 jam, Silvia sendirian di rumah. Kini Yusuf datang dan merebahkan tubuhnya di kasur, dekat dengan Silvia.

"Umi sama abi sudah berangkat?" tanya Yusuf.

"Udah dari tadi." Sembari memainkan ponselnya.

"Suf. Aku nanti habis Maghrib izin keluar, boleh ya?" tanya Silvia, hanya sekedar basa-basi.

"Emang mau kemana? Sama siapa?"

"Mau jalan-jalan sama Andrew. Belum tahu tempatnya, sih. Tapi pokoknya jalan."

Yusuf terkejut mendengar jawaban Silvia. Segera ia bangun dari tidurnya, lalu duduk bersila menghapad Silvia. Mata sayunya menatap tajam Silvia yang masih asyik chatingan. Sesekali Yusuf melirik isi chatingan Silvia, hanya ingin tahu sedang bicara dengan siapa.

"Kamu bercanda, 'kan?" tanya Yusuf.

"Bercanda apanya, sih? Aku ngomong serius sama kamu, Suf. Aku mau jalan-jalan sebentar sama Andrew. Kamu mau nitip apa?"

"Astaghfirullahaladzim ..., Silvia. Kamu ini menganggap saya apa? Kamu tinggal di rumah saya, lalu kamu mau keluar sama lelaki lain? Apa kata orang nantinya? Tolong, hargai saya sedikit saja, Silvia." Hampir saja air matanya menetes. Tetapi Yusuf berhasil menahannya.

"Dari awal 'kan udah aku hargai, Suf. Aku udah nyuruh kamu ceraikan aku, tapi kamu ngotot. Sok tegar, deh. Lagian ibumu juga gak suka sama aku. Buat apa aku lanjutin belajar mencintaimu? selama ini yang nemani aku dari susah juga Andrew, bukan kamu."

"Maksud kamu apa? Umi sayang sama kamu, bahkan beliau anggap anaknya sendiri," ucap Yusuf.

Silvia tersenyum sinis, sembari turun dari ranjangnya dan mengambil handuk serta pakaian untuk kencan dengan Andrew.

"Dimana-mana emang gak ada kecap nomor 2, Suf. Semua anak pasti membela orang tuanya, begitupun sebaliknya. Kalau emang ibumu sayang dan anggap aku kayak anak sendiri, gak mungkin dia ngusir aku dari sini."

Yusuf kembali tercengang dengan pernyataan Silvia. Dia berdiri, lalu mendekati Silvia yang masih sibuk mencari-cari pakaian yang pantas untuknya.

"Maksud kamu apa? Umi ngusir kamu?"

"Iya, ngusir aku. Emang kupingmu budeg? Nanya mulu, kayak pengacara."

"Dia bilang, aku pulang aja kalau aku gak bisa melayanimu layaknya seorang istri. Percuma, punya atau gak punya istri, yang ngurusin kamu tetap dia. Jadi buat apa? Bener 'kan, keputusanku? Ceraikan aku dan carilah yang baru. Sama Wati 'kan bisa," ucap Silvia.

Berulangkali Yusuf mendecih, menghela nafas berat dan kasar, sembari memandang wajah istrinya yang sama sekali tidak menaruh kasihan padanya.

***

Suara klakson mobil terdengar beberapa kali. Yusuf keluar dan mengintipnya dari balik pintu ruang tengah yang sedikit terbuka. Rupanya Andrew sudah datang. Dadanya terasa sesak. Sakit hatinya semakin dalam dan air matanya berlinang.

"Suf, aku berang—" Silvia menghentikan ucapannya karena melihat Yusuf sedang menghapus air matanya.

"Ya Tuhan, dia nangis? Apa dia menangis karena aku jalan sama Andrew? Apa dia secinta itu sama aku?" Silvia bertanya-tanya dalam hatinya.

"Kamu yakin mau pergi?" Yusuf kembali meyakinkan hatinya dengan tanpa melihat Silvia.

Rasa iba, muncul di hati Silvia. Tapi dia juga tidak tega kalau harus memberikan harapan palsu kepada Andrew yang sudah lama suka duka dengannya. Melupakan dan melepas Andrew tidak lah mudah.

"Iya, dong. Kalau gak jadi, ngapain aku pamitan ke kamu? Dah ya, aku jalan dulu," ucap Silvia.

"Gak usah peduli omongan tetangga! Gak penting itu, Suf! kita makan juga gak minta tetangga!" teriak Silvia sembari berjalan menuju mobil Andrew.

Episodes
1 Takdir Yang Tak Diharapkan
2 Sakit Hati Part 1
3 Renata dan Andrew Kembali Bertemu
4 Pelukan Pertama Sang Istri
5 Baper tapi Gengsi
6 Cintamu Menyentuh Hati
7 Dibalik Canda Tawa
8 Kebesaran Hati Yusuf
9 Sepuluh Hari Pernikahan
10 Demi Amanat Tuhanku
11 Seperti Fir'aun dan Asiyah
12 Haruskah Mengakui Yusuf Sebagai Suami?
13 Sakit Hati Part 2
14 Pergi Tanpa Pamit
15 Dihantui Ketegangan
16 Cemburu Tanpa Disadari
17 Dakwah Cinta Yusuf
18 Merenung Part 1
19 Rayuan Andrew
20 Kencan dengan Mantan
21 Memantau Istri Di Tempat Karaoke
22 Lelaki Bodoh Bagi Silvia
23 Mengemis Cinta Istri
24 Apakah Silvia Akan Menyatakan Cintanya?
25 Kode Keras Mertua
26 Pagi Bergetar
27 Allah Permanenkan Namamu Dihatiku
28 Yusuf, I Love You
29 Kode Minta Nafkah Batin
30 Bermanja Halal
31 Romantisnya Yusuf
32 Fitnah Sang Murit
33 Watak Asli Silvia Akhirnya Terbongkar
34 Jangan Tinggalkan Saya
35 Dilema
36 Tanyakan PadaNya
37 Dua Hari Kemudian
38 Bikin Adek, Yuk
39 Kekonyolan Silvia
40 Ada Apa Di Pondok, Saat Silvia Pergi?
41 Apakah Wati Bisa Selamat?
42 LDR (Lemas Dilanda Rindu)
43 Akankah Firasat Silvia Terjadi?
44 Manjamu Bikin Candu
45 Tersinggung
46 Demi Silvia
47 Apa Yang Akan Haji Udin Sampaikan?
48 Trauma Menjadi Pemicu
49 Perubahan Silvia
50 Kasih Sayang Yusuf Tiada Habisnya
51 Tabiat Asli Yusuf Yang Manja
52 Belajar Memasak Bareng Chef Yusuf
53 Sisir Cinta
54 14 Desember 2018
55 Kisah haru Nadine
56 Bu Siti Terharu
57 Hikmah Dibalik Musibah
58 Saya Cemburu
59 Siapa Bapak Itu?
60 Baiti Jannati
61 KERINDUAN
62 Benarkah Silvia Saudara Tiri Nadine?
63 Tespack Pertama
64 Satu Bulan Kemudian
65 Apakah Silvia Akan Segera Bertemu Sang Ayah?
66 An Nisa 129
67 Kebaikan Hati Nadine
68 Keluar dari KK Orangtua
69 Kala Pengakuan Terbongkar
70 Cerita Dibalik Hujan
71 Apakah Silvia Hamil?
72 Biar Aku Pergi Jika Tak Lagi Dihargai
73 Nekat Operasi
74 Hanya Milikmu
75 Baktiku Hanya Untukmu
76 Coklat Manis Semanis Cintamu
77 Jelang Operasi Pertama
78 Hikmah Dibalik Rasa Sakit
79 Akan Indah Pada Waktunya
80 Kumencintaimu Karena Allah
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Takdir Yang Tak Diharapkan
2
Sakit Hati Part 1
3
Renata dan Andrew Kembali Bertemu
4
Pelukan Pertama Sang Istri
5
Baper tapi Gengsi
6
Cintamu Menyentuh Hati
7
Dibalik Canda Tawa
8
Kebesaran Hati Yusuf
9
Sepuluh Hari Pernikahan
10
Demi Amanat Tuhanku
11
Seperti Fir'aun dan Asiyah
12
Haruskah Mengakui Yusuf Sebagai Suami?
13
Sakit Hati Part 2
14
Pergi Tanpa Pamit
15
Dihantui Ketegangan
16
Cemburu Tanpa Disadari
17
Dakwah Cinta Yusuf
18
Merenung Part 1
19
Rayuan Andrew
20
Kencan dengan Mantan
21
Memantau Istri Di Tempat Karaoke
22
Lelaki Bodoh Bagi Silvia
23
Mengemis Cinta Istri
24
Apakah Silvia Akan Menyatakan Cintanya?
25
Kode Keras Mertua
26
Pagi Bergetar
27
Allah Permanenkan Namamu Dihatiku
28
Yusuf, I Love You
29
Kode Minta Nafkah Batin
30
Bermanja Halal
31
Romantisnya Yusuf
32
Fitnah Sang Murit
33
Watak Asli Silvia Akhirnya Terbongkar
34
Jangan Tinggalkan Saya
35
Dilema
36
Tanyakan PadaNya
37
Dua Hari Kemudian
38
Bikin Adek, Yuk
39
Kekonyolan Silvia
40
Ada Apa Di Pondok, Saat Silvia Pergi?
41
Apakah Wati Bisa Selamat?
42
LDR (Lemas Dilanda Rindu)
43
Akankah Firasat Silvia Terjadi?
44
Manjamu Bikin Candu
45
Tersinggung
46
Demi Silvia
47
Apa Yang Akan Haji Udin Sampaikan?
48
Trauma Menjadi Pemicu
49
Perubahan Silvia
50
Kasih Sayang Yusuf Tiada Habisnya
51
Tabiat Asli Yusuf Yang Manja
52
Belajar Memasak Bareng Chef Yusuf
53
Sisir Cinta
54
14 Desember 2018
55
Kisah haru Nadine
56
Bu Siti Terharu
57
Hikmah Dibalik Musibah
58
Saya Cemburu
59
Siapa Bapak Itu?
60
Baiti Jannati
61
KERINDUAN
62
Benarkah Silvia Saudara Tiri Nadine?
63
Tespack Pertama
64
Satu Bulan Kemudian
65
Apakah Silvia Akan Segera Bertemu Sang Ayah?
66
An Nisa 129
67
Kebaikan Hati Nadine
68
Keluar dari KK Orangtua
69
Kala Pengakuan Terbongkar
70
Cerita Dibalik Hujan
71
Apakah Silvia Hamil?
72
Biar Aku Pergi Jika Tak Lagi Dihargai
73
Nekat Operasi
74
Hanya Milikmu
75
Baktiku Hanya Untukmu
76
Coklat Manis Semanis Cintamu
77
Jelang Operasi Pertama
78
Hikmah Dibalik Rasa Sakit
79
Akan Indah Pada Waktunya
80
Kumencintaimu Karena Allah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!