Jodoh memang sudah Tuhan tentukan sejak lima puluh ribu tahun yang lalu. Artinya, tidak ada satu manusia pun yang tidak memiliki pasangan. Dan hanya Tuhan yang tahu.
Tidak ada kemustahilan di dunia ini, sebab semuanya Tuhan lah yang mengatur. Sama seperti jalannya kisah Yusuf dan Silvia. Sejak hilangnya kabar dari Andrew dengan meninggalkan jejak status yang menggantung, Silvia mengenal Yusuf di sosial media favoritnya.
Tidak ada komunikasi khusus diantara keduanya. Namun alam semesta seolah Tuhan perintahkan untuk mempertemukan mereka di sebuah yayasan tempat Yusuf mengajar saat itu, hingga terjadilah suatu perkenalan.
Yusuf dan Silvia hanya saling berteman, tapi tidak lama dari itu Yusuf memutuskan untuk melamar Silvia sebagai istri pertama dan terakhirnya. Silvia tidak mau menikah dengan Yusuf. Tapi berkat keseriusan Yusuf dihadapan orang tua kandung Silvia, menyebabkan mereka yakin dengan Yusuf dan berakhir memaksa Silvia untuk menerima Yusuf sebagai suaminya.
"Sebenarnya ..., aku gak cinta sama Yusuf."
Santi menoleh, tercengang. Dia berpikir, bagaimana bisa seseorang yang sudah menikah hampir satu bulan, tetapi tidak saling mencintai? Tentu ucapan Silvia tersebut menjadi keanehan bagi Santi–anak muda masa kini.
"Ma–Maksudnya Mbak, apa?" tanya Santi.
"Aku menikah dengan Yusuf karena terpaksa. Saat itu pacarku hilang tanpa kabar, dan ibuku sedang kritis. Dia takut umurnya gak akan lama lagi, jadi dia menyuruhku buat nerima Yusuf. Belum lagi, Yusuf memang orang yang pandai merayu. Sehingga ayahku yang semula meragukannya karena ekonomi, tiba-tiba merestui niat baik Yusuf."
"Lalu sekarang? Apa Gus Yusuf tahu kalau Mbak Silvia masih belum move on dari mantan?"
"Tahu, kok. Dia tahu semuanya dan dia tetap ngotot buat gak ceraikan aku. Dia yakin, aku pasti bisa mencintainya," ucap Silvia.
Gadis belia itu hanya bisa terdiam, memandangi Silvia sampai mereka tiba di depan rumah Yusuf.
"Santi gak mau mampir dulu?" tanya Silvia.
"Ah, kapan-kapan saja, Mbak. Saya masih ada jatwal muroja'ah. Assalamualaikum." Dia bergegas kembali ke asrama putri.
Sementara Silvia seolah dibuat dilema, antara memilih mengejar Andrew atau tetap belajar mencintai Yusuf. Dia tidak segera masuk rumah, melainkan duduk seorang diri di teras rumah Yusuf. Lamunannya berakhir, saat suara ponselnya berdering. Ada dua pesan masuk dari Andrew–mantan kekasihnya.
Andrew : Silvia, aku minta maaf ya, karena kemarin-kemarin aku sudah keterlaluan sama kamu dan Yusuf. Aku terlalu cemburu, Sil. Karena sebenarnya ... Aku masih sangat mencintaimu.
Senyum tipis menghias wajahnya, dengan mata berkaca-kaca ia membaca pesan Andrew sampai akhir.
Andrew : Apa kamu benar-benar nggak pernah melakukan hubungan lebih dengan Yusuf? Jujur saja, aku nggak rela kalau kamu sama dia. Aku mau kita balikan, Silvia.
Silvia : Aku sengaja gak melakukan hubungan itu karena aku berharap masih bisa menikah denganmu. Kalau kamu emang beneran cinta sama aku, tunjukin dong, jangan diam aja.
Andrew : Bagaimana caranya? Sekarang kamu sudah jadi milik orang lain, Sayang. Apalagi, kata tetanggamu kamu sudah pergi dari rumahmu.
Setan seolah tidak pernah lelah menguji iman Silvia. Mereka tidak mau dan tidak suka melihat Silvia dan Yusuf bisa hidup tenang dan bahagia.
Hingga, tak butuh waktu lama untuk berpikir. Silvia meminta Andrew agar menjemputnya di rumah Yusuf, saat kedua mertuanya tidak ada di rumah. Silvia ingin membicarakan hubungannya hanya berdua dengan Andrew secara langsung.
Andrew : Oke, aku pasti datang untukmu, Sayang. Ya sudah, aku balik kerja dulu ya.
Lega, perasaan Silvia di siang hari setengah sore kala itu. Bagaimana tidak bahagia, jika yang dinanti dan diharapkan sejak lama, akhirnya bisa terkabul juga.
"Terima kasih Tuhan ... Kau kabulkan doaku. Semoga emang Andrew, jodohku yang sebenarnya. Bukan Yusuf," tutur batin Silvia.
Baru hendak masuk rumah, sang ibu mertua sudah menodongnya dengan pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya.
"Silvia. Kenapa kamu selama berada disini, nggak mau melayani suamimu selayaknya istri?"
Deg. Silvia terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa, ibu mertua tahu kalau dirinya tidak mau melayani Yusuf sebagai suaminya? Sementara dia selalu berusaha bersikap baik dan romantis di depan mertuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments