Dibalik Canda Tawa

Gema adzan subuh terdengar sampai kamar Silvia dan Yusuf. Mata cantik Silvia terbuka perlahan. Dia menoleh dan terkejut karena ada Yusuf di sampingnya yang masih tidur sembari melingkarkan tangannya di perut Silvia.

“Aku semalem habis ngapain, ya?”

Sedikit pikun. Kala itu Silvia mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa semalam, sebelum ia bangun untuk salat subuh.

“Eh iya, deh. Gak ngapa-ngapain, aman. Cuma gini doang, gak bikin anak,” tutur batinnya.

Perlahan ia angkat tangan Yusuf dan menurunkannya, lalu bergegas ke toilet untuk mandi. Di dalam sana, entah malaikat mana yang berbisik di telinga Silvia. Gadis itu sangat ingin merasakan salat berjamaah dengan Yusuf.

Selesai persiapan, dia membangunkan Yusuf yang masih tidur sangat pulas. Posisi tubuhnya tidak berubah sama sekali.

“Tumben banget sih, jam segini masih molor.”

Berulang kali Silvia memanggil namanya, tapi ia tidak juga bangun, bahkan tidak ada gerakan sama sekali. Silvia mengoyak tubuh Yusuf, tetapi juga tetap tidak bangun. Badannya sangat dingin, seperti orang yang sedang sakit.

“Yusuf, bangun. Ayo subuhan sama aku, Suf. Aku pengen jamaah sama kamu,”ucapnya.

Hampir 20 menit, tidak ada pergerakan apapun dari Yusuf. Over thinking tiba-tiba menyapa Silvia. Dia segera cek denyut nadi Yusuf melalui tangannya, tetapi dia tidak merasakannya.

“Gak. Gak mungkin. Yusuf gak mungkin mati. Suf, bangun!” teriakan dan tangisannya mulai pecah, karena rasa cemas dan ketakutannya sendiri. Silvia memeluk erat Yusuf sembari menangis tersedu. Lalu ia kembali cek nadinya.

“Alhamdulilah, ternyata nafasnya masih ada,” tutur batinnya.

Ketika Silvia hendak mencium pipi Yusuf, lelaki muda itu tiba-tiba membuka matanya dan lebih dulu mencium Silvia, sembari tertawa keras.

“Yusuf! Ish. Jadi kamu dari tadi ngerjain aku? Jahat banget, sih. Nyebelin!”

Canda tawa menggelegar di dalam kamar mereka, sampai pujian Subuh sudah berakhir.

“Imamnya sudah masuk, tuh. Ayo salat, katanya mau jamaah sama saya!”ucap Yusuf bersuara keras dengan iringan tawanya.

***

Layaknya rumah tangga pada umumnya. Pagi-pagi setelah subuh, Silvia berkutat dengan aneka bahan masakan di dapur. Sembari menonton video tutorial memasak dari internet, dia terlihat sangat serius.

“Sayang!” teriak Yusuf.

“Apa! Aku di dapur!” jawab Silvia dengan teriakan pula.

Yusuf terkekeh, tatkala melihat istrinya memasak sembari menonton video tutorial. Begitu juga dengan Silvia. Mereka sama-sama menyadari kalau Silvia tidak terlalu jago memasak.

“Masak apa sih, sampai harus nonton tutorial?” Yusuf memeluk sang istri dari belakang sembari sesekali menciumi pundaknya.

“Aku gak pernah masak opor ayam, jadi aku belajar dulu. Kata ummi, kamu suka opor ayam,” ujar Silvia.

“Masyaallah, romantis sekali bidadari saya. Mau dibantu, tidak?” tanya Yusuf lagi.

Membantu menggoreng tahu dan tempe, serta memasak nasi. Hal sesederhana itu sudah sangat romantis dan menyenangkan bagi Yusuf.

Berulangkali mata sayunya melirik Silvia dengan lirikan bahagia. Full senyuman, hari ini.

“Alhamdulilah ala kulli hal. Terima kasih, Ya Rabb. Semoga cintanya bisa terus tumbuh untuk saya dan saya janji tidak akan melukai hatinya,” tutur batin Yusuf.

Sarapan bersama, setelah selesai memasak. Silvia memandangi wajah dan ekspresi Yusuf yang terlihat sangat berbeda dari hari biasanya.

Dia merasa bahagia dan puas karena bisa membuat Yusuf sedikit bahagia, tidak seperti hari-hari yang lalu. Tetapi dia juga merasa sedih karena tahu bahwa, kebahagiaan Yusuf ternyata sesederhana itu.

“Saya nambah lauk nya boleh, ya?” tanya Yusuf, sebelum mengambil makanan lagi.

“Ya Tuhan .. ambil aja, Suf. Mau kamu habisin juga gak apa-apa. Yang kasih uang belanja 'kan kamu.” Silvia terkekeh.

“Suf, aku boleh nanya sesuatu?”

“Apa? Tanya saja.”

“Kamu kenapa gak mau ceraikan aku? Kenapa kamu bertahan sama orang menyebalkan kayak aku?” tanya Silvia yang membuat Yusuf berhenti makan.

Sunyi sejenak. Hanya ada empat mata yang saling menatap hingga beberapa detik lamanya.

“Karena saya tulus mencintaimu,”ucap Yusuf.

“Tapi gimana kalau ternyata cintamu akan tetap bertepuk sebelah tangan?” tanya Silvia lagi.

“Saya memilihmu karena kebaikan hatimu dan saya memasrahkan cinta saya kepada Allah.”

“Dari awal saya tidak mau memacarimu. Saya hanya komunikasi sama Allah saja, Silvia. Saya berdoa, kalau memang kamu jodoh saya, maka saya ingin dipersatukan denganmu melalui cara apapun. Saya hanya mengikuti alur skenario yang Allah buat. Sekarang saya memilikimu, jadi sudah kewajiban saya menjagamu,” sambungnya.

Mereka kembali lagi saling menatap. Ada isyarat ketidak pahaman di mata Silvia dan Yusuf bisa melihat kode mata itu.

“Kalaupun ternyata nanti, Allah memisahkan kita, insyaallah saya ikhlas. Sebab bersamamu adalah karena Allah, jadi untuk berpisah denganmu juga harus karena Allah yang memisahkan,” ucap Yusuf lagi.

Silvia bernafas berat. Dia tidak menyangka, ada lelaki yang sekeras itu memegang prinsip Ketuhanan. Apalagi dari sisi usia juga lebih tua dirinya cukup jauh.

Gadis bungsu membereskan piring dan gelas kotor di meja, lalu menaruhnya di dapur. Tidak ada lagi percakapan diantara mereka. Sementara Yusuf masih duduk termenung di ruang makan.

Dia melihat istrinya masuk kamar dan lama tidak keluar lagi. Dirinya berpikir kalau istrinya marah dengannya. Hampir saja Yusuf menyusul Silvi.

“Apa semua yang tercatat di buku ini tentang aku?” Tetapi Silvia kembali dengan membawa buku hitam milik Yusuf dan mereka kembali saling bicara dengan berdiri.

“Ka–kamu kok dapat buku itu?” tanya Yusuf.

“Itu gak penting, Suf. Jawab aja pertanyaanku tadi. Apa semuanya tentangku?”

“Iya, benar. Sudah, 'kan? Sekarang mana bukunya. Jangan memalukan saya, mentang-mentang kamu tidao cinta.”

Yusuf menggerutu karena sangat malu, rahasia hatinya sejak beberapa tahun yang lalu terbongkar oleh Silvia. Dia berusaha merebut buku itu, tapi tidak bisa.

“Aku belum selesai bacanya, Suf. Jadi biar aku pinjem dulu ya!” teriak Silvia sembari tertawa dan membawanya lari, turun ke ruang tamu.

“Tidak perlu dibaca, Silvia!” Yusuf pun turun, menyusul Silvia yang sudah duduk dan membaca buku itu.

Dia mendecih kesal karena merasa dipermalukan oleh Silvia–istrinya sendiri.

“Ya Rabb, hamba sangat bahagia sekali hari ini karena bisa kenalan dengannya, setelah sekian lama menunggu waktu yang tepat. Terima kasih, Ya Allah ..., Engkau kabulkan doaku. Kiranya Engkau meridhoi hamba untuk jadi kekasih halal nya,” ucap Silvia–membacakan lanjutan curahan hati Yusuf di buku hitamnya.

Tiba-tiba saja Yusuf keluar dan duduk di teras rumah seorang diri. Dia sangat malu, tapi ia terpaksa menahan amarahnya karena tidak ingin melihat Silvia bersedih.

Cup. Tetapi tiba-tiba saja, ia merasakan kecupan hangat di pipinya. Ya, dari siapa lagi kalau bukan dari Silvia. Yusuf terkejut dan menoleh dengan wajah syok.

“Makasih, ya,” ucap Silvia.

“Untuk apa?” tanya Yusuf sembari menyalakan rokoknya.

“Makasih, udah kasih aku cinta sehebat itu. Aku seneng, Suf. Tapi—”

“Ya, saya sudah tahu. Kamu pasti mau ngomong kalau kamu masih mencintai Andrew, 'kan?”

“Gak, tuh. Sok tahu. Aku cuma mau nanya lagi ke kamu, Suf. Kalau misalkan ternyata aku udah gak virgin lagi, gimana? Kamu 'kan gak tahu, aku pacaran sama Andrew tuh pernah ngapain aja.”

Terkejut. Yusuf diam sejenak dan menatap bola mata indah Silvia dengan sangat dalam. Sementara Silvia menunggu jawaban Yusuf dengan hati bergetar karena takut.

Episodes
1 Takdir Yang Tak Diharapkan
2 Sakit Hati Part 1
3 Renata dan Andrew Kembali Bertemu
4 Pelukan Pertama Sang Istri
5 Baper tapi Gengsi
6 Cintamu Menyentuh Hati
7 Dibalik Canda Tawa
8 Kebesaran Hati Yusuf
9 Sepuluh Hari Pernikahan
10 Demi Amanat Tuhanku
11 Seperti Fir'aun dan Asiyah
12 Haruskah Mengakui Yusuf Sebagai Suami?
13 Sakit Hati Part 2
14 Pergi Tanpa Pamit
15 Dihantui Ketegangan
16 Cemburu Tanpa Disadari
17 Dakwah Cinta Yusuf
18 Merenung Part 1
19 Rayuan Andrew
20 Kencan dengan Mantan
21 Memantau Istri Di Tempat Karaoke
22 Lelaki Bodoh Bagi Silvia
23 Mengemis Cinta Istri
24 Apakah Silvia Akan Menyatakan Cintanya?
25 Kode Keras Mertua
26 Pagi Bergetar
27 Allah Permanenkan Namamu Dihatiku
28 Yusuf, I Love You
29 Kode Minta Nafkah Batin
30 Bermanja Halal
31 Romantisnya Yusuf
32 Fitnah Sang Murit
33 Watak Asli Silvia Akhirnya Terbongkar
34 Jangan Tinggalkan Saya
35 Dilema
36 Tanyakan PadaNya
37 Dua Hari Kemudian
38 Bikin Adek, Yuk
39 Kekonyolan Silvia
40 Ada Apa Di Pondok, Saat Silvia Pergi?
41 Apakah Wati Bisa Selamat?
42 LDR (Lemas Dilanda Rindu)
43 Akankah Firasat Silvia Terjadi?
44 Manjamu Bikin Candu
45 Tersinggung
46 Demi Silvia
47 Apa Yang Akan Haji Udin Sampaikan?
48 Trauma Menjadi Pemicu
49 Perubahan Silvia
50 Kasih Sayang Yusuf Tiada Habisnya
51 Tabiat Asli Yusuf Yang Manja
52 Belajar Memasak Bareng Chef Yusuf
53 Sisir Cinta
54 14 Desember 2018
55 Kisah haru Nadine
56 Bu Siti Terharu
57 Hikmah Dibalik Musibah
58 Saya Cemburu
59 Siapa Bapak Itu?
60 Baiti Jannati
61 KERINDUAN
62 Benarkah Silvia Saudara Tiri Nadine?
63 Tespack Pertama
64 Satu Bulan Kemudian
65 Apakah Silvia Akan Segera Bertemu Sang Ayah?
66 An Nisa 129
67 Kebaikan Hati Nadine
68 Keluar dari KK Orangtua
69 Kala Pengakuan Terbongkar
70 Cerita Dibalik Hujan
71 Apakah Silvia Hamil?
72 Biar Aku Pergi Jika Tak Lagi Dihargai
73 Nekat Operasi
74 Hanya Milikmu
75 Baktiku Hanya Untukmu
76 Coklat Manis Semanis Cintamu
77 Jelang Operasi Pertama
78 Hikmah Dibalik Rasa Sakit
79 Akan Indah Pada Waktunya
80 Kumencintaimu Karena Allah
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Takdir Yang Tak Diharapkan
2
Sakit Hati Part 1
3
Renata dan Andrew Kembali Bertemu
4
Pelukan Pertama Sang Istri
5
Baper tapi Gengsi
6
Cintamu Menyentuh Hati
7
Dibalik Canda Tawa
8
Kebesaran Hati Yusuf
9
Sepuluh Hari Pernikahan
10
Demi Amanat Tuhanku
11
Seperti Fir'aun dan Asiyah
12
Haruskah Mengakui Yusuf Sebagai Suami?
13
Sakit Hati Part 2
14
Pergi Tanpa Pamit
15
Dihantui Ketegangan
16
Cemburu Tanpa Disadari
17
Dakwah Cinta Yusuf
18
Merenung Part 1
19
Rayuan Andrew
20
Kencan dengan Mantan
21
Memantau Istri Di Tempat Karaoke
22
Lelaki Bodoh Bagi Silvia
23
Mengemis Cinta Istri
24
Apakah Silvia Akan Menyatakan Cintanya?
25
Kode Keras Mertua
26
Pagi Bergetar
27
Allah Permanenkan Namamu Dihatiku
28
Yusuf, I Love You
29
Kode Minta Nafkah Batin
30
Bermanja Halal
31
Romantisnya Yusuf
32
Fitnah Sang Murit
33
Watak Asli Silvia Akhirnya Terbongkar
34
Jangan Tinggalkan Saya
35
Dilema
36
Tanyakan PadaNya
37
Dua Hari Kemudian
38
Bikin Adek, Yuk
39
Kekonyolan Silvia
40
Ada Apa Di Pondok, Saat Silvia Pergi?
41
Apakah Wati Bisa Selamat?
42
LDR (Lemas Dilanda Rindu)
43
Akankah Firasat Silvia Terjadi?
44
Manjamu Bikin Candu
45
Tersinggung
46
Demi Silvia
47
Apa Yang Akan Haji Udin Sampaikan?
48
Trauma Menjadi Pemicu
49
Perubahan Silvia
50
Kasih Sayang Yusuf Tiada Habisnya
51
Tabiat Asli Yusuf Yang Manja
52
Belajar Memasak Bareng Chef Yusuf
53
Sisir Cinta
54
14 Desember 2018
55
Kisah haru Nadine
56
Bu Siti Terharu
57
Hikmah Dibalik Musibah
58
Saya Cemburu
59
Siapa Bapak Itu?
60
Baiti Jannati
61
KERINDUAN
62
Benarkah Silvia Saudara Tiri Nadine?
63
Tespack Pertama
64
Satu Bulan Kemudian
65
Apakah Silvia Akan Segera Bertemu Sang Ayah?
66
An Nisa 129
67
Kebaikan Hati Nadine
68
Keluar dari KK Orangtua
69
Kala Pengakuan Terbongkar
70
Cerita Dibalik Hujan
71
Apakah Silvia Hamil?
72
Biar Aku Pergi Jika Tak Lagi Dihargai
73
Nekat Operasi
74
Hanya Milikmu
75
Baktiku Hanya Untukmu
76
Coklat Manis Semanis Cintamu
77
Jelang Operasi Pertama
78
Hikmah Dibalik Rasa Sakit
79
Akan Indah Pada Waktunya
80
Kumencintaimu Karena Allah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!