"Tidak apa-apa," ucap Yusuf–datar.
Silvia semakin bingung dengan sifat Yusuf yang sulit ia mengerti. Bagaimana bisa, lelaki perjaka mau dengan seorang gadis yang belum pernah menikah tetapi tidak lagi virgin.
"Suf, aku serius tanya sama kamu, loh! Semisal aku udah gak virgin lagi gimana?" Gadis bungsu masih berusaha meyakinkan Yusuf dan hatinya sendiri.
"Iya, Albi sayang ... Saya juga serius, saya tidak mempermasalahkan."
Mereka saling menatap mata. Seketika wajah Silvia menjadi mendung. Terharu bercampur sedih, melihat ekspresi Yusuf yang seolah-olah menahan kekecewaannya.
"Kenapa begitu? Bukannya lelaki menuntut kesucian dan kevirginan seorang istri di malam pertamanya?" tanya Silvia lagi.
"Ya, benar. Tapi tidak semua lelaki itu sama. Seseorang tidak akan lagi memandang kekurangan pasangannya, ketika di hatinya terpenuhi oleh rasa cinta yang tulus dan niat yang baik. Saya menikahimu bukan hanya karena cinta, tapi juga karena saya ingin menyempurnakan ibadah saya," ucap Yusuf.
Pemuda berhati malaikat, meraih tangan Silvia dan menggenggamnya. Kedua mata sayunya memancarkan keindahan, saat menatap Silvia. Terpancar ketulusan disana, setelah Silvia kembali mengajukan pertanyaan.
"Saya tidak ingin tergelincir ke dalam jurang kemaksiatan. Memikirkanmu dengan rasa cinta saja sudah menjadi aliran dosa untuk saya. Apalagi jika itu ditambah dengan bayangan keromantisan bersamamu di setiap hari-hari saya. Sudah berapa banyak dosa saya, hanya karena jatuh cinta padamu?"
Yusuf terkekeh, karena teringat dengan kekonyolan-kekonyolannya dulu, saat sedang jatuh cinta kepada Silvia, tetapi belum bisa memilikinya.
"Setidaknya sekarang, kalau saya lagi pengen bucin, manja-manjaan, bisa minta ke kamu, 'kan? Saya punya wadah yang nyaman untuk menyampaikan segala hasrat. Saya punya perempuan cantik yang halal untuk saya cium, saya peluk, saya apakan saja yang saya mau."
Dia menarik sedikit tangan Silvia dan menciumnya dengan mata terpejam, cukup lama. Apalah daya, seorang wanita seperti Silvia? Dia mudah luluh, mudah sedih, meski juga mudah marah. Air mata kembali menetes di pipi Silvia, namun ia menghapusnya.
Silvia menarik perlahan tangannya, berusaha melepasnya dari genggaman tangan Yusuf, sehingga membuat Yusuf terkejut. Lelaki itu terdiam, seolah kecewa dengan tindakan Silvia.
Namun wajahnya kembali bersinar, saat Silvia tiba-tiba berdiri, mendekatinya lalu memeluknya.
"Aku bercanda, kok. Aku masih virgin. Aku gak pernah sekonyol itu kalau pacaran. Maafin aku ya, ngetes kamu dengan cara yang kejam."
Kala itu, tanpa Silvia sadari dirinya sudah berkali-kali menciumi Yusuf dengan tanpa rasa malu seperti hari-hari yang lalu.
"Sayang, malu dilihat orang lewat. Masuk saja, yuk ...," ucap Yusuf.
****
Lain hal nya dengan Andrew. Di dalam rumah mewahnya, ia sedang asyik bermesraan dengan Renata–mantan kekasihnya. Canda tawa mereka kembali hangat seperti zaman dahulu, saat mereka masih berpacaran.
"Ren. Kamu mau nggak, balikan sama aku?" tanya Andrew tiba-tiba.
"Serius? Bukannya kamu masih sama Silvia?"
"Dia sudah nikah. Pengkhianat seperti dia nggak layak buat diperjuangkan. Aku mau nikah sama kamu, kalau kamu mau."
Saling pandang dan saling terdiam.
"Ma–mau aja, sih. Tapi beneran nikah, ya?"
Andrew tertawa sumringah, sangat bahagia dan merasa puas karena Renata–gadis yang menjadi idola banyak pria mapan itu rupanya masih mencintainya. Andrew bahagia karena bisa mengalahkan banyak pria mapan yang mengidam-idamkan Renata.
"Setidaknya, Renata lebih segalanya dibanding Silvia. Biarkan saja dia sama suaminya yang nggak dia cintai. Aku yakin, dia pasti nyesel dan menderita hidupnya bersama orang yang nggak dia cinta dan dia juga sudah nggak bisa mendapat cintaku lagi," tutur batin Andrew.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Anak emak
ya ampuuuunnn yusuf sabar banget sih 😭 malaikat sih klo ini bukan suami. ada kitu ea cowo model yusuf gini tor?
2023-10-17
1