MC - Ketika hati ingin bertindak

Bel pulang berbunyi, Dean bergegas keluar kelasnya dan menunggu di depan kelas Rana.

"Rana.." panggil Dean.

"Eh, ah, ka..kamu disini?"

"Kita harus...."

"Nanti chat ya, aku harus pergi, byee" sela Rana lalu berlari secepat yang ia bisa.

Dean ikut berlari mengejarnya, pemuda itu menarik tas Rana yang sedang menuju keluar sekolah.

"Berhenti atau kita putus" ancam Dean.

Hal itu sukses membuat langkah Rana terdiam mematung. Beberapa teman mereka mengejek sebab Rana sangat mudah diatur rupanya. Dean menarik tas gadis itu dan mengajaknya pergi untuk makan sesuatu.

Di kafe....

"Apa kau sedang menghindari ku?" Tembak Dean tanpa basa-basi.

Rana hanya diam dan menunduk tak bisa menjawab kebenaran itu.

"Hm... Baiklah, jika begini lebih baik kita putus saja. Toh kamu tidak mau berbicara denganku, terimakasih, aku pergi"

"Deaan, baiklah baiklah jangan seperti itu"

Mendengar perkataan Rana, Dean kembali duduk di kursinya dan duduk dengan posisi santai. Ia melipat kedua tangannya dan menunggu apa yang ingin kekasihnya katakan.

Rana tampak ragu, ia berusaha keras menyiapkan hatinya. Setelah cukup lama keheningan melanda mereka berdua, akhirnya gadis itu pun mulai angkat bicara.

"Begini, aku hanya, aku tidak mengerti Dean. Tapi jantungku terus berdetak kencang saat di dekatmu, aku pergi ke perawat sekolah dan beliau berkata aku hanya mencari alasan. Aku bahkan pergi ke dokter dan mereka memberiku vitamin. Tapi aku sungguh merasakannya, aku tidak bercanda"

Dean menghela napasnya panjang, ia menggelengkan kepala tak menyangka jika akan mendengar alasan konyol ini seumur hidupnya. Pemuda itu mulai menyantap makanannya, ia juga meminta Rana agar makan juga sebelum mereka pulang. Sesekali Dean melirik ke arah kekasihnya yang masih saja terlihat murung.

Gadis konyol, batin Dean.

Usai makan, Rana dan Dean pulang kerumah. Dean mengantarkan Rana pulang seperti biasanya. Sambil bergandengan tangan selama perjalanan menuju rumah kekasihnya.

"Apa jantungmu masih berdetak kencang?" Tanya Dean seraya memperhatikan wajah Rana dengan seksama.

"Hm... Dean, aku..." belum selesai Rana menyelesaikan ucapannya, Dean memeluknya erat. Pemuda itu menepuk-nepuk kepala Rana dan menjewer telinganya.

"Berhenti bersikap konyol seperti ini!! Bersikaplah seperti biasanya, kau ini, ya sudah aku pergi dulu" nasihat Dean lalu melepaskan pelukannya. Namun kali ini Rana yang memeluknya dengan lebih erat. Gadis itu bisa merasakan detak jantungnya yang berdebar semakin kencang, namun ada rasa nyaman dan bahagia yang baru saja Rana sadari. Ia menyukai detak jantung ini, membuatnya merasa jika Dean adalah seseorang yang spesial.

"Aku cinta kamu Dean, aku sangat menyukaimu" ucap Rana dengan senyumannya.

\====================

Esok harinya....

Dean sudah menunggu Rana di depan rumah gadis itu seperti biasanya.

"Hahaha, oe bro" sapa Ratu yang baru saja keluar rumahnya.

"Hm..."

"Pagiii semuanyaaa" teriak Rana yang hadir diantara keduanya. Ia menggandeng tangan Dean dan berjalan beriringan bersama dengan Ratu. Hari ini wajah ceria Rana sudah kembali, hal itu membuat Ratu maupun Dean merasa lega melihatnya.

Rana mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah gelang bertuliskan namanya dan nama Dean. Ia meminta Dean mengulurkan tangannya lalu memakaikan gelang bertuliskan nama Rana pada tangan pemuda itu. Sedangkan Rana memakai gelang bertuliskan nama Dean.

"Haruskah?" Tanya Dean.

"Hm... Iya pokoknya gak boleh di lepas titik, wajib dipakai" jawab Rana tegas.

Dean mengangguk dan kembali berjalan masuk kedalam sekolah bersama Rana serta Ratu.

Jam istirahat......

"Sayang" panggil Rana seraya memeluk Dean dari belakang.

Dean yang tengah bermain game bersama teman-temannya tak mempedulikan kekasihnya yang tengah manja saat itu. Meski Rana terus mengganggu, namun Dean sudah terbiasa dan masih terus memainkan game diponselnya.

"Yah yah, hot news, hot news" teriak salah seorang siswi yang baru saja memasuki kelas. Spontan seluruh para siswi lainnya berkerumun untuk mendengarkan berita terbaru tersebut. Rana yang merasa diacuhkan oleh Dean pun ikut nimbrung diantara mereka.

Rupanya hot news yang tengah dibicarakan adalah mengenai perundungan yang terjadi dikelas 1-8. Sebenarnya beberapa dari mereka juga tau akan hal tersebut, namun mereka semua memilih diam karena tak ingin ikut campur. Terlebih perundung itu merupakan anak yang berasal dari keluarga kaya. Kini perundungan itu sudah terdengar oleh pihak sekolah dan tengah dilakukan penyelidikan. Namun untuk sementara, entah bagaimana kisahnya dibuat, namun korban perundungan itu malah menjadi pelaku kekerasan.

"Kok bisa gitu? Itu gak adil" celetuk Rana kesal.

"Mana gue tau, gue dengar para murid kelas delapan gak ada yang mau jadi saksi. Mereka bungkam seolah diancam" jelas siswi pembawa berita itu dengan mendramatisir suasananya.

Rana tampak berpikir sejenak, ia sepertinya ingat pernah melihat perundungan itu secara langsung saat bersembunyi dari Dean. Ah tidak, dia hanya mendengarnya saja tak melihat sepenuhnya. Namun sejauh apa yang ia dengar, ini adalah salah, memutarbalikkan fakta itu tidak benar.

"Mau kemana? Nih gue beliin es krim" ujar Ratu menahan tangan Rana yang hendak keluar kelas.

"Ke ruang guru" jawab Rana begitu lugas.

"Gila loe, mau ngapain ha? Gak perlu ikut campur, jangan coba-coba ya" teriak Bela kesal.

"Tapi gue mau jadi saksi, gue dengar mereka berkata kasar dikamar mandi"

"Cukup!!! Gak, loe gak perlu ikut campur. Gak akan gue biarin loe kesana, Rana!!" Bentak Alin seraya mencengkram tangan sahabatnya itu.

Rana tampak meringis kesakitan karena cengkraman Alin, Ratu berusaha memahami situasinya. Ia melerai perdebatan ini, bahkan para murid kini tengah memperhatikan mereka.

"Ada apa? Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Suho yang kehilangan fokus.

Para siswi tak ada yang mau berbicara, mereka memilih diam dan kembali memperingatkan Rana agar tak mencari masalah. Namun gadis keras kepala itu masih berusaha mencari alasan untuk membenarkan tindakannya.

"Bagaimana jika kalian ada diposisi dia?"

Satu pertanyaan dari Rana yang membuat semua orang bungkam seribu bahasa. Meski tak diterima, Rana akan mencoba membantu sebisanya. Ia tak suka melihat hal seperti ini, disaat ia bisa membantu namun keadaan memintanya bungkam hanya karena takut.

"Tidak Rana" celetuk Ratu mencegah Rana pergi.

"Loe juga? Kenapa? Ini tidak benar"

"Apapun yang loe katakan hanya akan memperburuk suasana. Harus ada bukti dulu agar tak jadi fitnah, jangan gegabah"

Alin dan Bela menggaruk kepala mereka yang tak gatal. Jika sudah begini, ambisi Rana akan semakin besar. Mau tidak mau mereka pasti ikut terlibat karena tak ingin mihat Rana terluka.

"Waah ada apa sih? Kenapa suasana mencekam gini?" Sela Suho kembali mencari tahu. Untungnya bel masuk membuyarkan perdebatan ini dan membuat mereka kembali ke kelas masing-masing. Meski begitu, Rana masih tak bisa tenang karena hatinya yang memaksa untuk pergi.

Episodes
1 MC - Pertemuan Pertama
2 MC - Berkenalan
3 MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4 MC - Memang kenapa jika berharap?
5 MC - Ikatan
6 MC - Hari Pertama berkencan
7 MC - Pegangan Tangan
8 MC - Munculnya masalalu
9 MC - Pikiran Konyol
10 MC - Dibalik sikap
11 MC - Diantara pilihan
12 MC - Ramalan Gerald
13 MC - Perbincangan dari masalalu
14 MC - Saling meminta maaf
15 MC - Peringkat terbaik
16 MC - Menjauh
17 MC - Ketika hati ingin bertindak
18 MC - HBDR
19 MC - Kisah Horror
20 MC - Balasan untuk rasa
21 MC - Festival Sekolah (Part 1)
22 MC - Festival Sekolah (Part 2)
23 MC - Kissing
24 MC - Kesalahpahaman
25 MC - Mari kita akhiri
26 MC - Karyawisata (1)
27 MC - Karyawisata (2)
28 MC - Karyawisata (3)
29 MC - Karyawisata (Aiden)
30 MC - Karyawisata (Akhir)
31 MC - Di Desa (Part 1)
32 MC - Di Desa (Part 2)
33 MC - Di Desa (Part 3)
34 MC - Di Desa (Part 4)
35 MC - Kamu Pacarku
36 MC - Kepemilikan Dean
37 MC - Kecurigaan akan sikap
38 MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39 MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40 MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41 MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42 MC - Kembali ke sekolah
43 MC - Garis putus-putus
44 MC - Retak
45 MC - Memperbaiki Keadaan
46 MC - Penuh Kesibukan
47 MC - Kejutan dari Dean
48 MC - Villa (Part 1)
49 MC - Villa (Part 2)
50 MC - Sebesar apa?
51 MC - Cemburunya Dean
52 MC - Tipe yang sama
53 MC - Sikap aneh
54 MC - Tak ingin diingat
55 MC - Kepercayaan
56 MC - Masa Pubertas
57 MC - Batas
58 MC - Terlihat samar
59 MC - Hal yang baru dilihat
60 MC - Hari yang berat bagi Dean
61 MC - Polos vs Bodoh
62 MC - Situasi Tak Terduga
63 MC - Egois
64 MC - Anniversary 1thn
65 MC - HBDD
66 MC - Kegelisahan
67 MC - Sisi lain Dio
68 MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69 MC - Pertarungan emosi
70 MC - Goresan luka yang dalam
71 MC - Pertanyaan tentang rasa
72 MC - Masalalu dan Penyesalan
73 MC - Suho (1)
74 MC - Suho (2)
75 MC - Keberanian 0%
76 MC - Titik Terang
77 MC - Syuting (1)
78 MC - Syuting (2)
79 MC - Saat keraguan mengambil alih
80 MC - Lepaskan
81 MC - Kejujuran
82 MC - Nuansa Jepang (1)
83 MC - Nuansa Jepang (2)
84 MC - Nuansa Jepang (3)
85 MC - Keruh
86 MC - Kelembaban
87 MC - Hubungkan kembali
88 MC - Berlebihan
89 MC - Arti dirimu..
90 For You
91 MC - Putar Balik
92 MC - Permintaan
93 MC - Pesta Kecil
94 MC - Pengakuan Suho
95 MC - Sikap tegas
96 MC - Dean
97 MC - Ikan
98 MC - Ketakutan akan kehilangan
99 MC - Menua?
100 MC - Metamorphosis Cinta
Episodes

Updated 100 Episodes

1
MC - Pertemuan Pertama
2
MC - Berkenalan
3
MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4
MC - Memang kenapa jika berharap?
5
MC - Ikatan
6
MC - Hari Pertama berkencan
7
MC - Pegangan Tangan
8
MC - Munculnya masalalu
9
MC - Pikiran Konyol
10
MC - Dibalik sikap
11
MC - Diantara pilihan
12
MC - Ramalan Gerald
13
MC - Perbincangan dari masalalu
14
MC - Saling meminta maaf
15
MC - Peringkat terbaik
16
MC - Menjauh
17
MC - Ketika hati ingin bertindak
18
MC - HBDR
19
MC - Kisah Horror
20
MC - Balasan untuk rasa
21
MC - Festival Sekolah (Part 1)
22
MC - Festival Sekolah (Part 2)
23
MC - Kissing
24
MC - Kesalahpahaman
25
MC - Mari kita akhiri
26
MC - Karyawisata (1)
27
MC - Karyawisata (2)
28
MC - Karyawisata (3)
29
MC - Karyawisata (Aiden)
30
MC - Karyawisata (Akhir)
31
MC - Di Desa (Part 1)
32
MC - Di Desa (Part 2)
33
MC - Di Desa (Part 3)
34
MC - Di Desa (Part 4)
35
MC - Kamu Pacarku
36
MC - Kepemilikan Dean
37
MC - Kecurigaan akan sikap
38
MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39
MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40
MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42
MC - Kembali ke sekolah
43
MC - Garis putus-putus
44
MC - Retak
45
MC - Memperbaiki Keadaan
46
MC - Penuh Kesibukan
47
MC - Kejutan dari Dean
48
MC - Villa (Part 1)
49
MC - Villa (Part 2)
50
MC - Sebesar apa?
51
MC - Cemburunya Dean
52
MC - Tipe yang sama
53
MC - Sikap aneh
54
MC - Tak ingin diingat
55
MC - Kepercayaan
56
MC - Masa Pubertas
57
MC - Batas
58
MC - Terlihat samar
59
MC - Hal yang baru dilihat
60
MC - Hari yang berat bagi Dean
61
MC - Polos vs Bodoh
62
MC - Situasi Tak Terduga
63
MC - Egois
64
MC - Anniversary 1thn
65
MC - HBDD
66
MC - Kegelisahan
67
MC - Sisi lain Dio
68
MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69
MC - Pertarungan emosi
70
MC - Goresan luka yang dalam
71
MC - Pertanyaan tentang rasa
72
MC - Masalalu dan Penyesalan
73
MC - Suho (1)
74
MC - Suho (2)
75
MC - Keberanian 0%
76
MC - Titik Terang
77
MC - Syuting (1)
78
MC - Syuting (2)
79
MC - Saat keraguan mengambil alih
80
MC - Lepaskan
81
MC - Kejujuran
82
MC - Nuansa Jepang (1)
83
MC - Nuansa Jepang (2)
84
MC - Nuansa Jepang (3)
85
MC - Keruh
86
MC - Kelembaban
87
MC - Hubungkan kembali
88
MC - Berlebihan
89
MC - Arti dirimu..
90
For You
91
MC - Putar Balik
92
MC - Permintaan
93
MC - Pesta Kecil
94
MC - Pengakuan Suho
95
MC - Sikap tegas
96
MC - Dean
97
MC - Ikan
98
MC - Ketakutan akan kehilangan
99
MC - Menua?
100
MC - Metamorphosis Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!