MC - Memang kenapa jika berharap?

Ding Ding Dong......

Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan keluar sekolah.

"Rana mana?" Tanya Alin pada Ratu yang datang ke kelasnya seorang diri.

"Gak tau tuh, begitu bel bunyi dia langsung lari. Lagi puber tuh anak, yok balik" jawab Ratu cuek. Ia sudah terbiasa dengan sikap kekanakan Rana, sebab mereka sudah berteman dari kecil. Pertemanan itu juga terjalin karena kedua orang tua mereka adalah teman baik.

Disisi lain, Rana sudah berada di warnet dekat rumahnya. Ia begitu kesal dengan dirinya sendiri. Karena tinggal sendiri, orangtua Rana tak memperbolehkan anak gadisnya membawa komputer, ia hanya mengijinkan Rana membawa leptop. Sebab tanpa pengawasan Rana bisa bermain di depan komputernya selama berjam-jam dan melupakan belajarnya.

Gadis itu terus memaki tak karuan hingga membuat beberapa orang yang datang menatapnya. Terlebih karena dia seorang perempuan tentunya.

"Arrgghkh, sebel banget sih, emang gue kurang apa coba? Kurang cantik, kurang tinggi, kurang kurang kurang.. Ah bangsaaatttttt" oceh Rana kala menenangkan permainan. Ia tak tau kenapa begitu kesal rasanya.

Plaakkkk....

Suara pukulan di kepala membuat Rana melepaskan headphone nya. Ia menoleh menatap teman SMP yang biasa bermain game dengannya.

"Kenapa loe? Gila?" Sahut pemuda itu lalu duduk di samping Rana.

"Huft, kok loe ada disini?"

"Rumah gue dekat sini. Loe gak masuk les? Gue lagi males banget nih pingin main, yok join gue" ajaknya bersemangat.

Rana mengangguk dan kembali memainkan permainannya. Seperti sebelumnya, meski memenangkan permainan sayangnya perasaan Rana tak kunjung membaik. Ia masih gelisah dan tak tau harus bagaimana. Setelah beberapa permainan mereka memutuskan untuk pergi les sebab mendapatkan pesan dari Mama mereka masing-masing.

"Ran, berangkat bareng gue naik motor ya?"

"Kok loe boleh bawa motor? Kan belum punya SIM, gak mau ah gue naik bus aja. Kalau gue kenapa-napa gimana? Gue kan belum nikah"

Plakkk...

Satu pukulan kembali mendarat di kepala Rana, sukses membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Loe masih SMA, bangsat"

"Ya udah sih, kan gue mikirin masa depan. Lagian... Oh..oh.." ucapan Rana terhenti kala melihat deretan pemuda yang ia kenali duduk di meja depannya. Mereka adalah Dean dan teman-teman sekelasnya.

Teman SMP Rana yang tak tau situasinya langsung saja menarik tas gadis itu untuk segera pergi. Meski Rana ingin menjelaskan pada Dean, tapi ia berusaha menahan dirinya sebab ia tau tak ada hubungan antara keduanya. Dengan kata lain, Rana bukan siapa-siapa untuk Dean.

"Anjir, tadi yang lawan kita si Rana dan temannya? Sial deh, kok bisa kebetulan. Jago banget Rana main gamenya dibanding Dean" gerutu Suho.

"Iya, kita harus ajak dia nih biar gabung sama kita" timpal Gerald.

"Dean, loe gak mau jadian aja sama tuh anak? Lagian loe kan udah lama jomblo, sana pacaran jangan belajar Mulu Loe" sahut Felix.

Ketiga pemuda itu mendesak Dean agar berkencan dengan Rana. Padahal gadis itu sangat baik dan ceria, Dean sangat bodoh menolaknya begitu saja. Dean tak mau mendengar dan kembali memulai permainannya. Ia juga tengah suntuk belajar karena itulah bermain game.

"Bangsat si Dean, mending loe pacarin dia, terus berapa bulan loe putusin pasti jadi canggung deh. Dia gak bakal ganggu loe lagi, berkorban di awal" nasihat Felix.

Entah apa yang ada dalam pikiran para remaja SMA ini. Tapi Dean jelas mempertimbangkan nasihat itu, ia juga tak mau Rana terus mengusiknya. Jika itu adalah solusi terbaik, tentu harus di coba.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Akhir pekan...

Rana tengah jogging mengelilingi daerah rumahnya seorang diri. Sebab Ratu tengah berada di gym untuk berlatih tinju. Sedangkan Rana pun sebenarnya enggan, tapi ia harus berlatih berlari agar tak lagi ketinggalan bus jika terlambat lagi.

"Cih, ****** ini sok cantik banget sih" oceh salah seorang remaja putri.

Terlihat ada beberapa remaja yang tengah merundung seseorang. Tak hanya para gadis, rupanya ada beberapa pria yang juga mengatakan hal kasar.

Rana yang tak sengaja melintas, mencoba mendekat untuk mencuri dengar. Ia berpura-pura hendak masuk kedalam lapangan futsal. Takdir kembali mempertemukan Rana dengan Dean. Para pemuda yang tengah bermain futsal teralihkan pada kehadiran Rana yang datang secara tak sengaja. Mereka yang penasaran melihat kemana arah pandang gadis itu.

"Heiii kalian" teriak Rana tiba-tiba sambil berlari mendekati gerombolan perundung. Ia mencoba membantu gadis muda yang terjatuh, tapi salah seorang gadis lain malah menendang nya dan membuat Rana terjatuh.

"Nih juga anak SMP ngapain ikut-ikut ha? Rasain nih, banyak tingkah sih" ucap wanita perundung dengan kesal.

"Hei sudah, cantik juga dia. Sini..." ujar salah seorang pemuda yang memegangi lengan Rana. Pemuda itu mendongakkan kepalanya dengan raut wajah kesal kala seseorang mencengkram lengannya.

"Lepaskan dia"

"Aah sial, brengsek, siapa loe ha?" Tantang pemuda itu pada Dean. Ia menoleh ke arah belakang Dean, teman-teman futsalnya sudah berkumpul dan berjalan mendekati TKP. Secepat kilat para perundung itu berlari dan meninggalkan tempat kejadian.

Dean hendak membantu Rana berdiri, tapi gadis itu lebih khawatir pada korban perundungan. Ia memapah korban untuk duduk di kursi dekat mereka. Teman-teman Dean mencoba menahan tawa kala melihat Dean yang tak dihiraukan oleh Rana.

"Loe gak apa-apa kan? Kalian sekolah dimana?" Cecar Rana.

"SMA Pelita, gue gak apa-apa kok. Makasih ya, gue harus pergi ada urusan" jawab gadis itu lalu berlari pergi menjauhi Rana dan yang lainnya.

"Dean" panggil Rana dengan lirih.

Pemuda itu menoleh, begitu juga dengan teman-teman Dean yang lain.

"Emangnya gue kayak anak SMP? Kan gue udah SMA nyebelin banget sih mereka, justru mereka yang kayak anak SD. Kekanakan sekali sikapnya, aakkkh sebel"

Teman-teman Dean tertawa terbahak-bahak mendengar curhatan Rana. Memang tubuh Rana tak terlalu tinggi, terlebih wajah cerianya yang menunjukkan dirinya seperti anak kecil.

"Kok loe ada disini Ran?" Tanya Suho penasaran. Sepertinya mereka terlalu sering bertemu dengan Rana.

"Gue antar pulang" celetuk Dean tiba-tiba. Ia menarik tangan Rana untuk segera berjalan pergi.

"Makasih ya bantuannya, sampai bertemu lagi" teriak Rana seraya melambaikan tangannya. Ia lalu berbalik mengikuti Dean yang tampak terburu-buru. Ini pertama kalinya mereka pergi berdua, dan yang pasti pertama kalinya Dean menggenggam tangan Rana.

Begitu sudah berjalan jauh, Dean melepaskan genggaman tangannya. Ia berjalan beriringan bersama dengan Rana yang masih malu-malu.

"Maaf" ucap Dean tiba-tiba.

"Untuk apa?"

"Gue tidak bermaksud berkata kasar, hanya tak ingin loe berharap"

"Memang kenapa jika berharap? Bukankah setiap orang berhak memiliki harapan?"

"Gue gak suka sama loe"

"Tapi Rana suka sekali sama Dean, sangat sangat suka. Tidak apa-apa jika Dean tidak suka, tapi perasaan ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Kalau gue gak bisa berhenti, maka suatu saat nanti Dean yang akan meluluhkan hati"

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😀kebuat dari apa y rana🤔🤔🤔🤔apa ada ketangguhan seperti itu didunia nyata????

2024-06-28

0

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

aihhhh si Rana .
udah ditolak pun msh kekeuh....
msh byk coGan lain, Rana...
tp.... kl dah sukaaaa ,tahi kucing punrasa mocca.... 😄

2023-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 MC - Pertemuan Pertama
2 MC - Berkenalan
3 MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4 MC - Memang kenapa jika berharap?
5 MC - Ikatan
6 MC - Hari Pertama berkencan
7 MC - Pegangan Tangan
8 MC - Munculnya masalalu
9 MC - Pikiran Konyol
10 MC - Dibalik sikap
11 MC - Diantara pilihan
12 MC - Ramalan Gerald
13 MC - Perbincangan dari masalalu
14 MC - Saling meminta maaf
15 MC - Peringkat terbaik
16 MC - Menjauh
17 MC - Ketika hati ingin bertindak
18 MC - HBDR
19 MC - Kisah Horror
20 MC - Balasan untuk rasa
21 MC - Festival Sekolah (Part 1)
22 MC - Festival Sekolah (Part 2)
23 MC - Kissing
24 MC - Kesalahpahaman
25 MC - Mari kita akhiri
26 MC - Karyawisata (1)
27 MC - Karyawisata (2)
28 MC - Karyawisata (3)
29 MC - Karyawisata (Aiden)
30 MC - Karyawisata (Akhir)
31 MC - Di Desa (Part 1)
32 MC - Di Desa (Part 2)
33 MC - Di Desa (Part 3)
34 MC - Di Desa (Part 4)
35 MC - Kamu Pacarku
36 MC - Kepemilikan Dean
37 MC - Kecurigaan akan sikap
38 MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39 MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40 MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41 MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42 MC - Kembali ke sekolah
43 MC - Garis putus-putus
44 MC - Retak
45 MC - Memperbaiki Keadaan
46 MC - Penuh Kesibukan
47 MC - Kejutan dari Dean
48 MC - Villa (Part 1)
49 MC - Villa (Part 2)
50 MC - Sebesar apa?
51 MC - Cemburunya Dean
52 MC - Tipe yang sama
53 MC - Sikap aneh
54 MC - Tak ingin diingat
55 MC - Kepercayaan
56 MC - Masa Pubertas
57 MC - Batas
58 MC - Terlihat samar
59 MC - Hal yang baru dilihat
60 MC - Hari yang berat bagi Dean
61 MC - Polos vs Bodoh
62 MC - Situasi Tak Terduga
63 MC - Egois
64 MC - Anniversary 1thn
65 MC - HBDD
66 MC - Kegelisahan
67 MC - Sisi lain Dio
68 MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69 MC - Pertarungan emosi
70 MC - Goresan luka yang dalam
71 MC - Pertanyaan tentang rasa
72 MC - Masalalu dan Penyesalan
73 MC - Suho (1)
74 MC - Suho (2)
75 MC - Keberanian 0%
76 MC - Titik Terang
77 MC - Syuting (1)
78 MC - Syuting (2)
79 MC - Saat keraguan mengambil alih
80 MC - Lepaskan
81 MC - Kejujuran
82 MC - Nuansa Jepang (1)
83 MC - Nuansa Jepang (2)
84 MC - Nuansa Jepang (3)
85 MC - Keruh
86 MC - Kelembaban
87 MC - Hubungkan kembali
88 MC - Berlebihan
89 MC - Arti dirimu..
90 For You
91 MC - Putar Balik
92 MC - Permintaan
93 MC - Pesta Kecil
94 MC - Pengakuan Suho
95 MC - Sikap tegas
96 MC - Dean
97 MC - Ikan
98 MC - Ketakutan akan kehilangan
99 MC - Menua?
100 MC - Metamorphosis Cinta
Episodes

Updated 100 Episodes

1
MC - Pertemuan Pertama
2
MC - Berkenalan
3
MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4
MC - Memang kenapa jika berharap?
5
MC - Ikatan
6
MC - Hari Pertama berkencan
7
MC - Pegangan Tangan
8
MC - Munculnya masalalu
9
MC - Pikiran Konyol
10
MC - Dibalik sikap
11
MC - Diantara pilihan
12
MC - Ramalan Gerald
13
MC - Perbincangan dari masalalu
14
MC - Saling meminta maaf
15
MC - Peringkat terbaik
16
MC - Menjauh
17
MC - Ketika hati ingin bertindak
18
MC - HBDR
19
MC - Kisah Horror
20
MC - Balasan untuk rasa
21
MC - Festival Sekolah (Part 1)
22
MC - Festival Sekolah (Part 2)
23
MC - Kissing
24
MC - Kesalahpahaman
25
MC - Mari kita akhiri
26
MC - Karyawisata (1)
27
MC - Karyawisata (2)
28
MC - Karyawisata (3)
29
MC - Karyawisata (Aiden)
30
MC - Karyawisata (Akhir)
31
MC - Di Desa (Part 1)
32
MC - Di Desa (Part 2)
33
MC - Di Desa (Part 3)
34
MC - Di Desa (Part 4)
35
MC - Kamu Pacarku
36
MC - Kepemilikan Dean
37
MC - Kecurigaan akan sikap
38
MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39
MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40
MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42
MC - Kembali ke sekolah
43
MC - Garis putus-putus
44
MC - Retak
45
MC - Memperbaiki Keadaan
46
MC - Penuh Kesibukan
47
MC - Kejutan dari Dean
48
MC - Villa (Part 1)
49
MC - Villa (Part 2)
50
MC - Sebesar apa?
51
MC - Cemburunya Dean
52
MC - Tipe yang sama
53
MC - Sikap aneh
54
MC - Tak ingin diingat
55
MC - Kepercayaan
56
MC - Masa Pubertas
57
MC - Batas
58
MC - Terlihat samar
59
MC - Hal yang baru dilihat
60
MC - Hari yang berat bagi Dean
61
MC - Polos vs Bodoh
62
MC - Situasi Tak Terduga
63
MC - Egois
64
MC - Anniversary 1thn
65
MC - HBDD
66
MC - Kegelisahan
67
MC - Sisi lain Dio
68
MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69
MC - Pertarungan emosi
70
MC - Goresan luka yang dalam
71
MC - Pertanyaan tentang rasa
72
MC - Masalalu dan Penyesalan
73
MC - Suho (1)
74
MC - Suho (2)
75
MC - Keberanian 0%
76
MC - Titik Terang
77
MC - Syuting (1)
78
MC - Syuting (2)
79
MC - Saat keraguan mengambil alih
80
MC - Lepaskan
81
MC - Kejujuran
82
MC - Nuansa Jepang (1)
83
MC - Nuansa Jepang (2)
84
MC - Nuansa Jepang (3)
85
MC - Keruh
86
MC - Kelembaban
87
MC - Hubungkan kembali
88
MC - Berlebihan
89
MC - Arti dirimu..
90
For You
91
MC - Putar Balik
92
MC - Permintaan
93
MC - Pesta Kecil
94
MC - Pengakuan Suho
95
MC - Sikap tegas
96
MC - Dean
97
MC - Ikan
98
MC - Ketakutan akan kehilangan
99
MC - Menua?
100
MC - Metamorphosis Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!