Rana berjalan ke kantin dengan wajah masamnya. Ia mengambil makan siang dan duduk di depan Ratu. Tanpa gadis itu sadari jika para murid kelas 1-2 ada dimeja sebelahnya.
"Gimana Ran?" Tanya Ratu.
"Aaah nyebelin banget sih Pak Jo, massa gue diusir dari ruang guru. Padahal Pak Cipto sedang mempertimbangkan permintaan gue, kesel ah sebel banget. Jadi males makan, nih ya massa tadi gue ditanya alasan pindah dong" jelas Rana panjang lebar.
"Terus loe jawab apa?"
"Gue keceplosan anjir bilang mau sekelas sama Dean, untung orang tua itu tidak dengar. Ah kesel kesel"
"Apa? Rana suka Dean?" Sahut seseorang dari arah samping Rana.
Sontak Rana langsung menoleh, ia mendapati beberapa teman SMP nya ada disana. Namun dengan cepat matanya menemukan sosok Dean yang tengah makan. Mata Rana terbelalak lebar, ia langsung berdiri dan berlari pergi meninggalkan kantin. Kejadian itu membuat beberapa murid tertawa terbahak-bahak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semenjak kejadian itu, Rana selalu memperhatikan situasi sebelum ia berbicara. Terkadang dirinya juga memperhatikan Dean dari kejauhan. Hingga seminggu berlalu sudah, dan Rana tampak begitu gelisah menatap langit kamarnya.
"Gue gak bisa kayak gini terus gue harus deketin Dean. Kasih gue saran" pinta Dana tiba-tiba pada teman-teman yang tengah bermain di kamar kosnya.
"Minta maaf" sahut Alin.
"Apa? Gue punya salah apa sama loe? Hm... Gue kan gak ngapa-ngapain, emangnya gue.." ocehannya kembali berhenti kala Alin menutup mulut Rana.
"Kejadian tabrakan, minta maaf dan terimakasih untuk hal yang terjadi di bus" jelas Alin dengan cuek. Tangannya masih begitu fokus bermain game di ponsel.
Rana menutup mulutnya tak percaya, ia memeluk Alin dengan erat. Gadis itu merasa sangat senang hingga mentraktir para teman-teman nya. Usai beberapa menit berlalu, Rana berpamitan pergi untuk mengambil makanan yang ia pesan sebab tak jauh dari rumah kosnya. Ia pergi seorang diri sambil menggunakan skuter listrik miliknya.
Daknalgae...
"Permisi saya mau ambil pesan... Aaahh" teriak Rana begitu tiba-tiba. Ia lalu terdiam melihat Dean yang ada di meja kasir tengah membayar makanan. Gadis itu kembali salah tingkah dan mencoba menutupi wajahnya. Sayangnya Dean tak peduli apapun yang Rana lakukan, ia langsung pergi usai mengambil pesanan miliknya.
Bukannya mengambil pesanan, Rana malah mengikuti Dean keluar restoran. Ia mencoba mengikuti pemuda itu yang hendak pulang ke rumahnya.
"Ngapain loe ngikutin gue?" Tanya Dean kala hendak masuk ke area apartemen nya.
"Eh, oh, hm.. a..anu I..itu, gu..gue Rana" jawab Rana seraya mengulurkan tangannya.
"Dean"
"Ki..kita bisa berteman kan kedepannya? Hehehe" ucap Rana sembari menarik kembali ukuran tangannya.
"Terserah loe" kata Dean ketus lalu masuk kedalam rumahnya. Ia bahkan tak menoleh sama sekali ke arah Rana yang masih memperhatikan dirinya.
Rana segera tersadar saat ponselnya berdering sebab ada telepon masuk. Ia bergegas kembali ke restoran untuk mengambil pesanannya. Dengan cepat gadis itu kembali menuju kosannya kemudian menceritakan semuanya pada teman-teman.
Mereka sudah dah terbiasa melihat Rana yang antusias saat ingin menggapai sesuatu. Tapi untuk masalah cinta, mereka sedikit khawatir sebab takut Rana akan kembali terluka nantinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Esok hari...
Rana terlambat bangun lagi sebab lupa menyalakan alarm di ponselnya. Ratu sudah mengirim pesan jika akan berangkat lebih dulu sebab ia harus mengurus sesuatu. Gadis itu keluar kamarnya dan berlari secepat yang ia bisa. Untungnya bus masih ada disana, supir bus menunggu Rana yang berlari sambil melambaikan tangan.
Gadis itu mengeluarkan ponselnya hendak membayar, sayangnya ponsel Rana mati karena kehabisan baterai.
"Hosh, hosh, Pak bayar tunai gak boleh? Hp saya baterainya habis" pinta Rana dengan napas terengah-engah. Ia yang tak suka olahraga harus berlari setiap pagi sebab terlambat bangun.
"Gak bisa nak, harus pakai QR. Dibelakang mu ada yang mau naik itu" jelas Pak supir.
Rana langsung berbalik dan hendak turun dari bus, namun seseorang menarik tasnya.
"Dua orang Pak" ucap pemuda itu lalu menarik Rana masuk kedalam.
"Akkhh, makasih Dean" ujar Rana dengan senyuman lebar. Ia tertawa sambil berjalan masuk memandangi pak supir.
Rana tersipu malu duduk di samping Dean, ia terus memandangi ke arah depan mengalihkan matanya agar tak terus menatap Dean.
Di sekolah....
Dean dan Rana berjalan beriringan menuju kelas mereka. Sesekali Rana melirik ke arah Depan yang tengah mendengarkan lagu di headset. Sepertinya Dean tak ingin diajak bicara, karena itulah ia memakai headset. Walaupun begitu, Rana bahagia bisa berangkat bersama dengan Dean.
"Wih wih, kemajuan pesat nih" ejek seorang pemuda yang berjalan di samping Rana.
Gadis itu menoleh dan memberikan tatapan sinis, ia tak mengenal siapa pemuda asing itu.
"Eh, hehehe, gue Suho temannya Dean" jelas pemuda itu pada Rana.
"Suho? Aaahhhh gue suka Suho EXO, hehehe" sahut Rana kegirangan.
Suho menggaruk kepalanya sebab tak tau siapa itu Suho EXO. Ia memandangi Rana dengan malu-malu, wajahnya pun bahkan memerah. Sayangnya Rana langsung berpaling ke arah Dean yang hendak masuk kedalam kelasnya.
"Dean, makasih ya, selamat belajaa.." ucapan Rana semakin pelan sebab Dean tak menoleh ke arah gadis itu sama sekali.
Rana tersenyum kikuk ke arah Suho kemudian pergi masuk ke kelasnya. Ia duduk di mejanya yang berada di samping jendela. Memandangi gerbang sekolah yang tertutup dengan banyak siswa diluar. Begitu bel berbunyi, Rana langsung meletakkan separuh tubuhnya diatas meja. Ia merasa sangat bosan untuk belajar hari ini.
Jam istirahat pertama, Rana langsung pergi ke kantin untuk membeli susu pisang. Ia kemudian bergegas kembali menuju kelas 1-2.
"Darimana? Kenapa gue ditinggal?" Cecar Ratu yang sudah berada di kelas 1-2.
Rana hanya cengengesan dan melintas begitu saja menuju tempat duduk Dean. Ia menaruh suus pisang di samping Dean yang tengah membaca bukunya. Semua mata bertanya-tanya dan mengira jika keduanya menjadi semakin dekat.
"Dean, ini buat loe" ucap Rana.
"Gak perlu, gue gak suka" jawab Dean ketus.
"Dean gak suka susu pisang? Kenapaaaaa? Enak loh, terus Dean sukanya apa?"
"Loe... "
Perkataan Dean terputus kala melihat Rana yang tertegun dengan wajah merona merah.
"Pergi dari hadapan gue sekarang"
Krieettt....
Suara kursi bergeser kala Rana berdiri, mereka semua bisa mendengarnya sebab kelas menjadi hening seketika. Gadis itu berbalik dan berjalan perlahan memunggungi posisi Dean sekarang. Ia memegangi dadanya sambil tertunduk menuju pintu belakang.
Drakkk....
Rana menutup pintunya begitu keluar kelas, ia bersandar di depan pintu sambil memejamkan matanya. Suara helaan napas panjang keluar dari bibir mungil gadis ceria itu.
"Aakkhhh Dean ganteng banget sih, jantung gue deg-degan. Bisa copot nih lama-lama" lirih Rana kegirangan. Ia tak menyangka bisa berhadapan begitu dekat dengan Dean dalam waktu yang lama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣rana capruk sekali kamuuuu....ceritanya segerrrr thor🤣🤣🤣🤣🤣
2024-06-28
1
Mukmini Salasiyanti
Daknalgae tuh artiny apa ya Thor??
aduhhh anak muda zmn now, bahasanya gaul semua... ☺
2023-10-12
0