MC - Pegangan Tangan

Ting Tong Ting Tong....

Rana menatap ke arah jam dinding, ini masih pukul delapan pagi mana mungkin Dean sudah datang. Gadis itupun berjalan dan membuka pintu kosnya, ia terdiam melihat gerombolan anak kelas 1-2 masuk kedalam rumahnya dengan santai. Bahkan Dean pun ada disana bersama mereka semua.

"Eh, loh apa'an ini? Kalian ngapain disini?" Tanya Rana kebingungan.

"Kan loe bilang mau belajar bareng njing, lupa loe?" Sahut Bela.

"Ha? Kapan? Gu..gue kan mau pergi sama Dean ke perpustakaan kota"

"Eh? Tapi kemarin kamu bilang mau belajar bareng mereka Ran" sela Dean.

Rana terdiam di depan pintu seraya mengingat kembali kejadian kemarin. Ia tak begitu jelas mengingat kejadian kemarin. Karena sudah berkumpul, ia pun mengalah walau raut wajahnya terlihat jelas jika kecewa. Sepertinya para teman-teman Rana tak peduli dan mulai melanjutkan rencana mereka. Karena memang berniat belajar bersama sebelum penilaian, semuanya mengeluarkan buku untuk dipelajari.

Triiing....

Ponsel Rana berdering, ada panggilan masuk dari salah satu Kakaknya.

Rana : "Ada apa?"

Brandon : "Kamu dimana? Katanya ke perpustakaan, Kakak udah di perpus nih"

Rana : "Batal kencannya, ngapain Kakak disana?"

Brandon : "Mau lihat cowok kamu lah. Kalau batal berarti udah putus ya? Bagus deh, belajar yang rajin gak perlu pacar-pacaran"

Rana : "Apa'an sih Kak? Kenapa juga dia harus mutusin aku? Kita belajar di rumah kok"

Brandon : "Apa? Dirumah? Kakak kesana sekarang"

Rana : "Halo? Kakaaaakkkk, halooo"

Rana menghela napasnya kesal kala mengetahui Brandon mematikan panggilan itu begitu saja.

"Kenapa Kakak loe Ran?" Tanya Suho.

"Dia mau kesini waktu gue bilang belajar dirumah, dia mikir apa'an sih dasar cowok mesum" gerutu Rana lalu beranjak pergi mengambil sapu. Ia yakin sebentar lagi Brandon akan datang sebab Kakak nya itu memakai motor.

Benar saja, tak butuh waktu lama, suara motor terdengar. Suara langkah yang tergesa-gesa pun terdengar menaiki tangga sebab semua orang diam tak berbicara apapun.

Ceklek...

"Waah mana cowok brengsekkkk nya" ucap Brandon.

Plakkk....

Rana memukul Brandon dengan sapu, sambil menatap kesal ke arah sang Kakak. Brandon mencoba menahan sapu itu, ia mengedarkan pandangan dan terpaku menatap semua teman Rana yang menatap dirinya. Dahinya mengernyit mencari pemuda yang merupakan kekasih sang adik.

Brandon menghampiri Suho dan menatapnya tajam, ia mulai melantur mengatakan jika Suho adalah kekasih Rana. Setelah Suho menyangkal, Brandon kembali mengintrogasi pemuda lain namun melewati Dean.

"Pacar kamu gak ada disini dek?" Tanya Brandon usai mengintrogasi pemuda terakhir.

"Hm... Satu cowok belum Kakak tanya"

"Dia? Mana mungkin dia mau sama kamu, dia juga bukan tipe kamu kan"

"Dia pacar aku, Brandon bego bego bego" kesal Rana lalu menarik sang Kakak untuk keluar rumahnya.

Brandon menghentikan langkahnya dan terbelalak lebar menatap Dean. Ratu, Bela dan Alin tertawa terbahak-bahak sebab mereka tau benar pemuda seperti apa yang dulu menjadi kekasih Rana. Memang sangat mengejutkan Rana beralih hati untuk pemuda lain yang jauh dari tipenya.

"Mau kemana Kak?" Tanya Rana kala Brandon mencoba mendekati Dean.

"Eh, emangnya Kakak gak boleh kenalan sama pacar kamu? Awas sana!!" Ucap Brandon lalu menghampiri Dean. Ia mengulurkan tangannya kepada Dean dan saling mengenalkan diri. Setelah itu dengan senang hati Brandon pergi meninggalkan rumah Rana tanpa kata apapun.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Setelah penilaian level....

Semua murid tengah berbari di depan Mading untuk melihat peringkat masing-masing. Ada beberapa reaksi berbeda yang terlihat, senang, sedih, cuek, tak peduli. Para murid harus menyiapkan diri sebab kelas sore akan segera dimulai berdasarkan penilaian level.

Kelas 1-2 begitu riuh sebab mereka berada di satu kelas yang mendominasi. Kelas level dibagi sesuai dengan jumlah kelas satu, jika seluruh kelas satu ada 9 kelas, maka level juga dibagi menjadi level 1-9.

"Gila gila, si Dean bisa-bisanya di kelas level 4, gak setia kawan banget si loe" keluh Felix. Ia mengatakan hal demikian sebab rata-rata murid kelasnya berada di level 7-9, dan Dean satu-satunya yang berada di level atas.

"Satu, dua, tiga.. Deaaannn, aaku kangeeen" ucap Gerald menirukan Rana yang baru memasuki kelas 1-2 dengan wajah ceria.

"Buahahaha" gelak tawa seluruh murid terdengar sebab lelucon Gerald yang menyedihkan. Mereka tak menyadari jika Gerald bisa begitu memperhatikan setiap hal yang terjadi.

"Loe di kelas berapa Ran?" Tanya Diva ikut bergabung dengan semua orang.

"Gak usah ditanya, jelas level satu lah dia. Pasti peringkat satu, iya gak Ran?" Sahut Bela seraya menggerakkan alisnya naik turun.

Rana hanya cengengesan dan memalingkan wajahnya menatap Dean. Ia tak peduli dengan penilaian level, ia rindu menghabiskan waktu bersama Dean lagi. Teman-teman lelaki Dean yang tak percaya bergegas keluar kelas dan menuju Mading. Mereka ingin melihat apakah nama Rana benar-benar ada di peringkat satu.

"Deaann, kangeeen" rengek Rana yang menidurkan kepalanya diatas meja seraya menatap ke arah Dean.

"Hm...."

"Kencan yuk, kan kita belum pernah kencan, mau ke pusat kota, makan, nonton, ayo ayo sayaaang"

"Iya.."

"Ketempat karaoke go go" usul Bela.

"Go go" jawab para murid bersamaan. Mereka baru saja kembali dengan terengah-engah. Sambil menepuk kepala Rana sebab gadis itu benar-benar berada di peringkat satu.

Rana merengek sambil memegangi kepalanya, Dean menatap tajam para temannya. Ia mengelus kepala kekasihnya dan meminta Rana berhenti merengek. Hanya dalam hitungan detik, wajah Rana menjadi merah padam dan kegirangan karena perlakuan manis Dean.

Teman-teman mereka memilih menghindar, sebab Rana selalu berlebihan menanggapi setiap tindakan kecil dari Dean. Membuat mereka muak dan tak habis pikir karenanya.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Pulang sekolah...

Seperti biasa Rana dan Dean pulang menaiki bus bersama. Keduanya duduk berdampingan dengan suasana canggung seperti biasanya. Kali ini Rana sudah memantapkan hati untuk meminta haknya sebagai seorang kekasih. Matanya terus menatap ke arah tangan Dean yang berada diatas pahanya.

"Ada apa?" Tanya Dean tiba-tiba yang sukses membuat Rana gugup tak karuan.

"A...anu i..itu ap..apa i..ini hm... Tidak" lirih gadis itu sedih. Ia menatap ke arah pasangan lain yang bergandengan tangan sambil bermesraan. Hingga turun dari bus, Rana masih tak berani mengungkapkan keinginannya.

"Dean" panggil Rana dengan pelan.

"Hm..."

"Kenapa gak boleh pegangan tangan? Kan kita pacaran, pasangan lain pegangan tangan tuh kemana-mana. Kenapa kita nggak?"

"Kamu mau pegangan tangan? Kenapa gak bilang? Sini!!" Kata Dean sembari mengulurkan tangannya.

Rana mengangguk dan menggenggam uluran tangan itu dengan bersemangat. Hanya beberapa detik saja, Dean lalu melepaskan genggaman tangannya.

"Kenapa dilepas?"

"Udah sampai rumah kamu, masuk sana!! Aku pulang dulu, bye"

Pikiran Rana menjadi kosong mengingat kebodohan yang ia lakukan. Jika saja semudah ini, harusnya ia sedari tadi meminta Dean menggenggam tangannya.

Episodes
1 MC - Pertemuan Pertama
2 MC - Berkenalan
3 MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4 MC - Memang kenapa jika berharap?
5 MC - Ikatan
6 MC - Hari Pertama berkencan
7 MC - Pegangan Tangan
8 MC - Munculnya masalalu
9 MC - Pikiran Konyol
10 MC - Dibalik sikap
11 MC - Diantara pilihan
12 MC - Ramalan Gerald
13 MC - Perbincangan dari masalalu
14 MC - Saling meminta maaf
15 MC - Peringkat terbaik
16 MC - Menjauh
17 MC - Ketika hati ingin bertindak
18 MC - HBDR
19 MC - Kisah Horror
20 MC - Balasan untuk rasa
21 MC - Festival Sekolah (Part 1)
22 MC - Festival Sekolah (Part 2)
23 MC - Kissing
24 MC - Kesalahpahaman
25 MC - Mari kita akhiri
26 MC - Karyawisata (1)
27 MC - Karyawisata (2)
28 MC - Karyawisata (3)
29 MC - Karyawisata (Aiden)
30 MC - Karyawisata (Akhir)
31 MC - Di Desa (Part 1)
32 MC - Di Desa (Part 2)
33 MC - Di Desa (Part 3)
34 MC - Di Desa (Part 4)
35 MC - Kamu Pacarku
36 MC - Kepemilikan Dean
37 MC - Kecurigaan akan sikap
38 MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39 MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40 MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41 MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42 MC - Kembali ke sekolah
43 MC - Garis putus-putus
44 MC - Retak
45 MC - Memperbaiki Keadaan
46 MC - Penuh Kesibukan
47 MC - Kejutan dari Dean
48 MC - Villa (Part 1)
49 MC - Villa (Part 2)
50 MC - Sebesar apa?
51 MC - Cemburunya Dean
52 MC - Tipe yang sama
53 MC - Sikap aneh
54 MC - Tak ingin diingat
55 MC - Kepercayaan
56 MC - Masa Pubertas
57 MC - Batas
58 MC - Terlihat samar
59 MC - Hal yang baru dilihat
60 MC - Hari yang berat bagi Dean
61 MC - Polos vs Bodoh
62 MC - Situasi Tak Terduga
63 MC - Egois
64 MC - Anniversary 1thn
65 MC - HBDD
66 MC - Kegelisahan
67 MC - Sisi lain Dio
68 MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69 MC - Pertarungan emosi
70 MC - Goresan luka yang dalam
71 MC - Pertanyaan tentang rasa
72 MC - Masalalu dan Penyesalan
73 MC - Suho (1)
74 MC - Suho (2)
75 MC - Keberanian 0%
76 MC - Titik Terang
77 MC - Syuting (1)
78 MC - Syuting (2)
79 MC - Saat keraguan mengambil alih
80 MC - Lepaskan
81 MC - Kejujuran
82 MC - Nuansa Jepang (1)
83 MC - Nuansa Jepang (2)
84 MC - Nuansa Jepang (3)
85 MC - Keruh
86 MC - Kelembaban
87 MC - Hubungkan kembali
88 MC - Berlebihan
89 MC - Arti dirimu..
90 For You
91 MC - Putar Balik
92 MC - Permintaan
93 MC - Pesta Kecil
94 MC - Pengakuan Suho
95 MC - Sikap tegas
96 MC - Dean
97 MC - Ikan
98 MC - Ketakutan akan kehilangan
99 MC - Menua?
100 MC - Metamorphosis Cinta
Episodes

Updated 100 Episodes

1
MC - Pertemuan Pertama
2
MC - Berkenalan
3
MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4
MC - Memang kenapa jika berharap?
5
MC - Ikatan
6
MC - Hari Pertama berkencan
7
MC - Pegangan Tangan
8
MC - Munculnya masalalu
9
MC - Pikiran Konyol
10
MC - Dibalik sikap
11
MC - Diantara pilihan
12
MC - Ramalan Gerald
13
MC - Perbincangan dari masalalu
14
MC - Saling meminta maaf
15
MC - Peringkat terbaik
16
MC - Menjauh
17
MC - Ketika hati ingin bertindak
18
MC - HBDR
19
MC - Kisah Horror
20
MC - Balasan untuk rasa
21
MC - Festival Sekolah (Part 1)
22
MC - Festival Sekolah (Part 2)
23
MC - Kissing
24
MC - Kesalahpahaman
25
MC - Mari kita akhiri
26
MC - Karyawisata (1)
27
MC - Karyawisata (2)
28
MC - Karyawisata (3)
29
MC - Karyawisata (Aiden)
30
MC - Karyawisata (Akhir)
31
MC - Di Desa (Part 1)
32
MC - Di Desa (Part 2)
33
MC - Di Desa (Part 3)
34
MC - Di Desa (Part 4)
35
MC - Kamu Pacarku
36
MC - Kepemilikan Dean
37
MC - Kecurigaan akan sikap
38
MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39
MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40
MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42
MC - Kembali ke sekolah
43
MC - Garis putus-putus
44
MC - Retak
45
MC - Memperbaiki Keadaan
46
MC - Penuh Kesibukan
47
MC - Kejutan dari Dean
48
MC - Villa (Part 1)
49
MC - Villa (Part 2)
50
MC - Sebesar apa?
51
MC - Cemburunya Dean
52
MC - Tipe yang sama
53
MC - Sikap aneh
54
MC - Tak ingin diingat
55
MC - Kepercayaan
56
MC - Masa Pubertas
57
MC - Batas
58
MC - Terlihat samar
59
MC - Hal yang baru dilihat
60
MC - Hari yang berat bagi Dean
61
MC - Polos vs Bodoh
62
MC - Situasi Tak Terduga
63
MC - Egois
64
MC - Anniversary 1thn
65
MC - HBDD
66
MC - Kegelisahan
67
MC - Sisi lain Dio
68
MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69
MC - Pertarungan emosi
70
MC - Goresan luka yang dalam
71
MC - Pertanyaan tentang rasa
72
MC - Masalalu dan Penyesalan
73
MC - Suho (1)
74
MC - Suho (2)
75
MC - Keberanian 0%
76
MC - Titik Terang
77
MC - Syuting (1)
78
MC - Syuting (2)
79
MC - Saat keraguan mengambil alih
80
MC - Lepaskan
81
MC - Kejujuran
82
MC - Nuansa Jepang (1)
83
MC - Nuansa Jepang (2)
84
MC - Nuansa Jepang (3)
85
MC - Keruh
86
MC - Kelembaban
87
MC - Hubungkan kembali
88
MC - Berlebihan
89
MC - Arti dirimu..
90
For You
91
MC - Putar Balik
92
MC - Permintaan
93
MC - Pesta Kecil
94
MC - Pengakuan Suho
95
MC - Sikap tegas
96
MC - Dean
97
MC - Ikan
98
MC - Ketakutan akan kehilangan
99
MC - Menua?
100
MC - Metamorphosis Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!