MC - Hari Pertama berkencan

Rana sudah siap di depan pagar rumah Ratu, kali ini Ratu bisa berangkat bersama dengan Rana. Keduanya saling berbincang, Rana begitu antusias menceritakan kejadian semalam kala dirinya tak berani melintasi gang seorang diri. Ratu hanya melihat sambil menikmati camilan paginya.

"Tuh Dean" celetuk Ratu.

"Aaahh Dean selamat pagi" sapa Rana dengan ceria. Ia buka matanya namun tak melihat siapapun dihadapannya.

Ratu tertawa terbahak-bahak, senang rasanya menggoda Rana seperti ini. Rana yang tersadar pun mencoba membalas dendamnya. Ia mencoba meraih Ratu dan mengepalkan tangannya, sayangnya ia lupa jika Ratu pandai berkelahi. Tentu saja dengan mudah Ratu menghindari pukulan Rana.

Bbukkkk.....

"Buahahaha gue duluan yaa" teriak Ratu sambil berlari menjauh. Ia terus tertawa melihat Rana yang sekali lagi bertabrakan dengan Dean.

"Maaf Dean"

"Iya, ayo berangkat" ucap Dean lalu berjalan di depan Rana.

Gadis itu tersenyum lebar dan mensejajarkan langkahnya dengan Dean. Keduanya pun menaiki bus yang sama dengan Ratu. Duduk di kursi kosong tepat di depan Ratu. Masih tak ada pembicaraan, keduanya tampak begitu canggung seperti biasanya.

"Dean, pegangan tangan boleh gak?" Pinta Rana dengan hati-hati.

"Gak" jawab Dean secepat kilat.

Rana tersenyum kikuk sambil memandang ke arah pintu masuk bus yang berhenti di halte bus. Terlihat seorang gadis muda yang masuk menggunakan tongkat kruk. Rana melihat sekeliling dan tak ada kursi kosong, ia pun berdiri dan memberikan tempat duduknya.

"Makasih Kak"

"No problem, hehehe" jawabnya dengan ceria. Ia berdiri di samping Ratu dan memegangi kursi sahabatnya itu. Sambil sesekali melirik ke arah Dean yang terlalu fokus menatap jalanan.

Ratu yang mengetahui hal itu, menggenggam tangan Rana seolah tak tau apapun. Ia hanya tak ingin Rana merasa sedih dan berpikir jika dirinya hanya seorang diri. Tak lama mereka pun berhenti di halte bus depan sekolah, Dean yang hendak beranjak pergi tersentak melihat gadis lain duduk di sampingnya. Memang ia tak berteriak atau mengatakan apapun, namun matanya mencari sosok Rana yang sudah bersiap untuk turun. Meski begitu, Dean tak berkomentar apapun seolah tak ada hal janggal terjadi.

Mereka bertiga berjalan bersama memasuki halaman sekolah yang ramai. Rana dan Ratu sibuk berbincang mengenai pelajaran kemarin. Wali kelas mereka benar-benar sangat disiplin tentang nilai. Seolah tak ada waktu bersantai padahal mereka baru kelas satu SMA.

"Hai, tunggu" panggil seseorang yang berlari dan berdiri dihadapan Rana. Ia mengulurkan tangan dan memperkenalkan namanya.

Rana menatap ke arah Dean yang masih melanjutkan jalannya. Entah perasaan apa ini, rasa kecewa yang amat sangat menyakitkan. Bahkan Rana sampai tak bisa berkata apapun, sedangkan Ratu langsung menarik Rana masuk sebab bel masuk sudah berbunyi. Untungnya bel masuk menyelamatkan mereka dari membalas perkenalan itu.

Langkah Rana terhenti kala melintasi kelas Dean. Ia menatap ke arah Dean yang tengah duduk memainkan ponselnya.

"Ran, loe gak apa-apa kan?" Tanya Ratu seraya menepuk pundak Rana.

"Hm... Jadi gini ya rasanya dicuekin sama orang yang kita sayang, selama ini hahaha. Gue pasti bisa buat Dean suka sama gue, gimana pun caranya" ucap Rana dengan senyuman lebar.

Ratu mengangguk lalu mendorong Rana untuk masuk kedalam kelas. Sekali lagi ia diperlihatkan sosok Rana yang mengagumkan baginya. Karena berteman lama, sedikit banyaknya Ratu tau seperti apa Rana lebih dari siapapun. Namun, selalu ada kejutan yang tak bisa ia mengerti bagaimana cara Rana berpikir.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Jam Istirahat makan siang...

Rana terhenti kala mendapati meja kelasnya dan kelas Dean bersebrangan. Ia menatap ke arah kursi kosong di depan Dean yang sudah di siapkan oleh Bela untuknya. Langkahnya begitu ringan berjalan mendekati kursi kosong itu.

"Hai" ucap seorang gadis yang menempati kursi kosong dihadapan Dean. Ia mencoba berbicara pada Dean yang tengah makan sambil berbincang dengan teman-temannya.

"Kursi ini kosong kan?" Tanyanya lagi pada Dean.

"Kosong" jawab Dean.

Langkah Rana terhenti dan membeku di tempat. Ia tertunduk tak tau harus melakukan apa saat itu juga. Dean bahkan tak sekalipun melirik ke arah Rana.

"Mau duduk dimana? Mau makan bareng gue gak?" Cecar seseorang yang berdiri tak jauh dari Rana. Hal itu sukses membuat semua mata mengarah ke arahnya termasuk Dean.

"Ah, mau ke teman gue aja, makasih" kata Rana lalu melangkah pergi. Ia duduk di samping Ratu yang sudah menghabiskan makanannya.

"Gue Aiden, loe Rana kan?" Imbuh pemuda itu mendekati meja Rana.

"Iya"

"Heheh, salam kenal. Gue pergi dulu ya, bye" pamit Aiden lalu berjalan mendekati meja teman sekelasnya.

Rana mengalihkan pandangannya bertemu dengan mata Dean. Keduanya saling menatap dalam diam, Dean kembali acuh dan melanjutkan makannya. Wajah Rana tampak begitu kesal, bukan karena sikap cuek Dean, melainkan pada gadis yang terus mengajak kekasihnya berbicara.

Usai menghabiskan makanannya, Dean menghampiri Rana yang juga sudah selesai makan.

"Bali ke kelas bareng?" Ajak Dean begitu tiba-tiba.

Rana mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang masih memandangi Dean itu. Sebelum gadis itu mendekati Dean, Rana berdiri dan setuju untuk kembali bersama dengan Dean.

"Ciee cieee, gandengan dong, kaku amat yang baru jadian" goda Suho dengan teriakan yang lumayan keras.

Dean hanya memberikan jari tengah dan tak peduli lagi pada omongan teman-temannya. Sedangkan Rana mengacungkan jempol dan melambaikan tangan dengan senyuman lebar di wajahnya.

"Hai Ran, mau balik?" Sapa Aiden.

"Iya, duluan ya" balas Rana dengan ramah. Ia lalu berlari menghampiri Dean dan mensejajarkan langkahnya lagi.

Rana terlihat begitu bahagia meski tak ada hal apapun yang mereka bicarakan. Dean terlihat sibuk bermain ponselnya, entah apa yang pemuda itu perhatikan.

"Kamu kok lihat hp mulu sih?" Tanya Rana.

"Oh ini, aku lagi baca catatan. Minggu depan ada penilaian kan untuk kelas sore, kalau dapat nilai jelek aku bisa dimarahin Mama lagi" jawab Dean.

Senyuman Rana kembali terukir, ini pertama kalinya Dean menjelaskan hal dengan rinci dan panjang. Ia bahkan tak sepenuhnya mendengar perkataan Dean, hanya saja beberapa detik berbincang dengan kalimat panjang membuat Rana merasa bahagia tanpa alasan jelas.

"Kita bisa belajar bareng, kamu gak mau ikut les aja?"

"Les? Mau sih, tapi Kakak aku bisa masuk Universitas bagus tanpa les. Bukannya les itu buang-buang uang? Kita bisa belajar sendiri kan?"

"Kamu suka banget belajar ya Dean?"

"Hm... Aku lebih suka main, tapi semenjak masuk SMA, kalau nilaiku jelek dan gak bisa masuk Universitas. Mungkin aku dikeluarin dari daftar keluargaku"

"Hahaha, lucu banget sih kamu"

Dean terdiam memandangi Rana yang tertawa karena perkataan jujurnya. Reaksi berbeda saat ia menceritakan hal ini pada temannya. Mereka akan mengejek dan meminta Dean menyerah untuk belajar. Bahkan mantan pacarnya pun akan meminta Dean berhenti dan menghabiskan masa mudanya untuk bermain. Tapi Rana malah mengajaknya belajar bersama.

"Dean, gimana kalau kencan setiap akhir pekan di perpustakaan? Kita bisa kencan sambil belajar"

"Kamu suka belajar?"

"Ahahaha jelas gak dong, aku lebih suka main daripada belajar. Tapi kalau belajarnya sama kamu, itu case lain"

"Bukannya kamu les ya?"

"Terpaksa, udah ah males ngomongin les. Akhir pekan ini ya, jemput aku jam sembilan, oke"

Dean mengangguk lalu meminta Rana untuk masuk ke kelasnya sebab mereka sudah sampai di depan kelas Rana.

Episodes
1 MC - Pertemuan Pertama
2 MC - Berkenalan
3 MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4 MC - Memang kenapa jika berharap?
5 MC - Ikatan
6 MC - Hari Pertama berkencan
7 MC - Pegangan Tangan
8 MC - Munculnya masalalu
9 MC - Pikiran Konyol
10 MC - Dibalik sikap
11 MC - Diantara pilihan
12 MC - Ramalan Gerald
13 MC - Perbincangan dari masalalu
14 MC - Saling meminta maaf
15 MC - Peringkat terbaik
16 MC - Menjauh
17 MC - Ketika hati ingin bertindak
18 MC - HBDR
19 MC - Kisah Horror
20 MC - Balasan untuk rasa
21 MC - Festival Sekolah (Part 1)
22 MC - Festival Sekolah (Part 2)
23 MC - Kissing
24 MC - Kesalahpahaman
25 MC - Mari kita akhiri
26 MC - Karyawisata (1)
27 MC - Karyawisata (2)
28 MC - Karyawisata (3)
29 MC - Karyawisata (Aiden)
30 MC - Karyawisata (Akhir)
31 MC - Di Desa (Part 1)
32 MC - Di Desa (Part 2)
33 MC - Di Desa (Part 3)
34 MC - Di Desa (Part 4)
35 MC - Kamu Pacarku
36 MC - Kepemilikan Dean
37 MC - Kecurigaan akan sikap
38 MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39 MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40 MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41 MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42 MC - Kembali ke sekolah
43 MC - Garis putus-putus
44 MC - Retak
45 MC - Memperbaiki Keadaan
46 MC - Penuh Kesibukan
47 MC - Kejutan dari Dean
48 MC - Villa (Part 1)
49 MC - Villa (Part 2)
50 MC - Sebesar apa?
51 MC - Cemburunya Dean
52 MC - Tipe yang sama
53 MC - Sikap aneh
54 MC - Tak ingin diingat
55 MC - Kepercayaan
56 MC - Masa Pubertas
57 MC - Batas
58 MC - Terlihat samar
59 MC - Hal yang baru dilihat
60 MC - Hari yang berat bagi Dean
61 MC - Polos vs Bodoh
62 MC - Situasi Tak Terduga
63 MC - Egois
64 MC - Anniversary 1thn
65 MC - HBDD
66 MC - Kegelisahan
67 MC - Sisi lain Dio
68 MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69 MC - Pertarungan emosi
70 MC - Goresan luka yang dalam
71 MC - Pertanyaan tentang rasa
72 MC - Masalalu dan Penyesalan
73 MC - Suho (1)
74 MC - Suho (2)
75 MC - Keberanian 0%
76 MC - Titik Terang
77 MC - Syuting (1)
78 MC - Syuting (2)
79 MC - Saat keraguan mengambil alih
80 MC - Lepaskan
81 MC - Kejujuran
82 MC - Nuansa Jepang (1)
83 MC - Nuansa Jepang (2)
84 MC - Nuansa Jepang (3)
85 MC - Keruh
86 MC - Kelembaban
87 MC - Hubungkan kembali
88 MC - Berlebihan
89 MC - Arti dirimu..
90 For You
91 MC - Putar Balik
92 MC - Permintaan
93 MC - Pesta Kecil
94 MC - Pengakuan Suho
95 MC - Sikap tegas
96 MC - Dean
97 MC - Ikan
98 MC - Ketakutan akan kehilangan
99 MC - Menua?
100 MC - Metamorphosis Cinta
Episodes

Updated 100 Episodes

1
MC - Pertemuan Pertama
2
MC - Berkenalan
3
MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4
MC - Memang kenapa jika berharap?
5
MC - Ikatan
6
MC - Hari Pertama berkencan
7
MC - Pegangan Tangan
8
MC - Munculnya masalalu
9
MC - Pikiran Konyol
10
MC - Dibalik sikap
11
MC - Diantara pilihan
12
MC - Ramalan Gerald
13
MC - Perbincangan dari masalalu
14
MC - Saling meminta maaf
15
MC - Peringkat terbaik
16
MC - Menjauh
17
MC - Ketika hati ingin bertindak
18
MC - HBDR
19
MC - Kisah Horror
20
MC - Balasan untuk rasa
21
MC - Festival Sekolah (Part 1)
22
MC - Festival Sekolah (Part 2)
23
MC - Kissing
24
MC - Kesalahpahaman
25
MC - Mari kita akhiri
26
MC - Karyawisata (1)
27
MC - Karyawisata (2)
28
MC - Karyawisata (3)
29
MC - Karyawisata (Aiden)
30
MC - Karyawisata (Akhir)
31
MC - Di Desa (Part 1)
32
MC - Di Desa (Part 2)
33
MC - Di Desa (Part 3)
34
MC - Di Desa (Part 4)
35
MC - Kamu Pacarku
36
MC - Kepemilikan Dean
37
MC - Kecurigaan akan sikap
38
MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39
MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40
MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42
MC - Kembali ke sekolah
43
MC - Garis putus-putus
44
MC - Retak
45
MC - Memperbaiki Keadaan
46
MC - Penuh Kesibukan
47
MC - Kejutan dari Dean
48
MC - Villa (Part 1)
49
MC - Villa (Part 2)
50
MC - Sebesar apa?
51
MC - Cemburunya Dean
52
MC - Tipe yang sama
53
MC - Sikap aneh
54
MC - Tak ingin diingat
55
MC - Kepercayaan
56
MC - Masa Pubertas
57
MC - Batas
58
MC - Terlihat samar
59
MC - Hal yang baru dilihat
60
MC - Hari yang berat bagi Dean
61
MC - Polos vs Bodoh
62
MC - Situasi Tak Terduga
63
MC - Egois
64
MC - Anniversary 1thn
65
MC - HBDD
66
MC - Kegelisahan
67
MC - Sisi lain Dio
68
MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69
MC - Pertarungan emosi
70
MC - Goresan luka yang dalam
71
MC - Pertanyaan tentang rasa
72
MC - Masalalu dan Penyesalan
73
MC - Suho (1)
74
MC - Suho (2)
75
MC - Keberanian 0%
76
MC - Titik Terang
77
MC - Syuting (1)
78
MC - Syuting (2)
79
MC - Saat keraguan mengambil alih
80
MC - Lepaskan
81
MC - Kejujuran
82
MC - Nuansa Jepang (1)
83
MC - Nuansa Jepang (2)
84
MC - Nuansa Jepang (3)
85
MC - Keruh
86
MC - Kelembaban
87
MC - Hubungkan kembali
88
MC - Berlebihan
89
MC - Arti dirimu..
90
For You
91
MC - Putar Balik
92
MC - Permintaan
93
MC - Pesta Kecil
94
MC - Pengakuan Suho
95
MC - Sikap tegas
96
MC - Dean
97
MC - Ikan
98
MC - Ketakutan akan kehilangan
99
MC - Menua?
100
MC - Metamorphosis Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!