MC - Ramalan Gerald

Rana dan Dean tengah berjalan bersama menuju kantin untuk makan siang. Dean berjalan perlahan seraya memandangi Rana yang terus berbicara sambil menghadap ke arah Dean. Berulangkali Dean mengatakan jika itu berbahaya, tapi Rana memang jarang sekali menunjukkan punggungnya pada Dean.

Bbukkk....

"Auh, maaf maaf ya" ucap Rana kala menabrak seseorang.

"Tidak apa-apa Ran, tumben baru datang?"

"Oh, hai Aiden. Iya nih ada urusan sedikit hehe"

"Ran, hm... Akhir pekan mau pergi nonton dengan gue?"

Rana menatap Aiden dengan dahi berkerut, ia menoleh ke arah Dean yang tengah sibuk memainkan ponselnya. Aiden mengikuti arah pandang Rana dan tertawa canggung karenanya. Ia meminta Rana untuk melupakan ajakannya, sebab ia tak tau jika ada Dean di dekat Rana.

"Hm.. makanya lihat depan kalau jalan" celetuk Dean tiba-tiba.

"Tapi kan depanku kamu" jawab Rana dengan polosnya.

Dean menghela napasnya, ia memutar tubuh Rana agar segera mengambil makanan sebab ia sudah lapar. Usai mengambil makanan, keduanya duduk di kursi dekat teman-teman sekelas Dean. Teman-teman sekelas Rana memandangi ke arah mereka dengan tatapan aneh. Meski Rana mencoba mengabaikannya, rasanya masih tak nyaman. Ia juga tak mau Dean ikut merasa tak nyaman.

Braakkkk....

Suho menggebrak meja dan berdiri, ia membawa piringnya lalu berdiri di dekat Rana.

"Ngapain kalian lihatin Rana? Kalian gak tau yang sebenarnya tapi nuduh orang seenaknya. Coba aja kalau kalian diposisi dia, belum tentu kalian baik-baik aja" bentak Suho dengan amarahnya.

"Suho.." panggil Rana dan Dean bersamaan. Mereka berdua tak mau ada masalah lagi setelah ini.

"Kami hanya mau minta maaf, maaf sudah menuduh Rana" ucap salah seorang teman Rana. Mereka semua berdiri dari duduknya dan memberikan jatah minuman milik mereka. Satu persatu kata maaf mereka ucapkan pada Rana sebelum mereka meninggalkan kantin.

Dean, Rana dan Suho yang tau kejadian sebenarnya berpandangan tak mengerti. Mungkin Pak Cipto sudah membersihkan nama baik Rana seperti janjinya. Namun entah cara seperti apa yang beliau gunakan. Rana dan Dean juga kembali ke kelas dengan membawa banyak minuman yang ditempeli sticky note sebagai permintaan maaf.

"Hm .. Rana" panggil Aiden berlari menghampiri.

"Iya, ada apa?"

"Buat loe, byeee" pamitnya usai memberikan minuman dengan sticky note.

Rana memandangi Dean yang tengah menatapnya. Tak ada tanda-tanda jika Dean ingin bertanya siapakah pria yang memberikan minuman itu pada Rana.

Gue percaya loe gak salah, loe terlihat sangat cantik saat tersenyum..

Mata Rana terbelalak lebar membaca tulisan itu, ini bukanlah surat permintaan maaf. Ia menunjukkannya pada Dean, takut bila kekasihnya salah mengartikan.

"Sepertinya dia suka kamu"

"Ah kok gitu sih, jangan ngomong gitu"

"Bukankah lebih baik kau berkencan dengan seseorang yang menyukaimu?"

Rana menutup mulutnya dan menghentakkan kaki dengan senang. Dean menatap aneh ke arah gadis dihadapannya ini. Sekarang ia menunggu bagaimana Rana menanggapinya dengan artian yang konyol lainnya.

"Karena itu ya kamu mau pacaran sama aku? Kan aku suka kamu, hehehe"

Dean sudah menduganya, ia berjalan lebih dulu meninggalkan Rana yang tengah merasa senang tanpa alasan. Selalu saja gadisnya mengartikan dengan cara yang lain setiap kalimat yang Dean ucapkan dengan tujuan buruk. Seolah ada seribu satu cara bagi Rana untuk membuat hal negatif menjadi positif buatnya. Gadis unik yang tak bisa Dean mengerti jalan pikirannya.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Selama pelajaran di kelas, sudah tak adalagi hinaan atau cemooh untuk Rana. Seolah semua sudah kembali seperti dahulu kala. Meski beberapa anak masih tak begitu menyukai Rana. Padahal Rana sudah mengundurkan diri untuk ikut andil dalam perebutan kuota ke seminar. Meski begitu, tak jadi masalah untuk Rana yang sudah terbiasa dengan banyak cemooh.

Ding Dong Dengg......

Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh murid sudah bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Satu, dua, tiga.. Deaaan pulang yuukkk" ujar Gerald persis seperti apa yang Rana katakan saat gadis itu memasuki kelas 1-2.

"Anjir, kemampuan melihat masa depan loe oke juga, lain kali prediksi jawaban ujian dong" sahut Felix.

"Sorry, gue cuma bisa meramal masa depan Rana"

"Sungguh? Katakan, kapan hubunganku dan Dean akan semakin intim?" Sela Ranaa bersemangat.

Plakkk... plakk... Plakk....

Rana mendapatkan beberapa pukulan dari temannya sebab pertanyaan aneh itu. Padahal ia hanya bermaksud mengatakan hubungan yang semakin dekat, namun pemilihan katanya terlalu vulgar untuk di dengar.

"Hm... Tiga..." ujar Gerald berpura-pura menerawang.

"Tiga apa? Tiga dekade? Tiga windu?"

"Tiga hari lagi kalian putus"

"Sialan loe" umpat Rana kesal. Ia langsung menutup mulutnya dan pergi meninggalkan Gerald. Rana yakin jika semua yang Gerald katakan tentu hanya omong kosong semata. Sebab hari ini pun tak ada pertengkaran dengan Dean, hubungan mereka sangat baik-baik saja.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Hari setelah ramalan Gerald..

Setiap kali Rana bertemu Gerald, ia terus memandangi pemuda itu dengan kesal. Meski tak percaya, namun Rana juga memiliki kekhawatiran. Hingga hari ketiga setelah ramalan itu, hubungan Rana dan Dean masih baik-baik saja seperti biasanya.

"Aah lucu banget sayang" ujar seorang siswi.

"Iya lucu kayak kamu" balas kekasihnya.

Rana menghentikan langkahnya tepat di depan pasangan kekasih itu. Mereka yang menyadari kehadiran Rana langsung menunjukkan layar ponsel couple foto mereka. Hal itu membuat Rana bersemangat dan langsung bergegas menuju kelas Dean. Sayangnya pemuda itu tak ada disana, Rana duduk dikursi Dean dan memeriksa lokernya.

Seperti sebuah keajaiban, ponsel Dean berada disana. Rana mengambilnya dan mencoba membuka ponsel pemuda itu. Ia menebak sandi angka yang harus dimasukkan, namun semuanya salah dan membuat ponsel pemuda itu terkunci.

"Ngapain pegang hpku?" Sentak Dean merebut ponselnya.

"Oh itu aku mau, Maaf, hm.. kenapa kamu marah?"

"Gimana gak marah kalau ada orang lain pegang barang orang seenaknya. Mau apa?"

"Orang lain? Aku kan pacar kamu, aku hanya..."

"Terus kalau pacar boleh gitu pegang-pegang barang orang lain ha?"

Rana terdiam, ia memandangi wajah amarah Dean yang menggebu-gebu. Ia tak mengerti kenapa Dean sampai semarah ini, seolah ada kesalahan besar yang Rana lakukan terhadapnya. Bahkan Dean berbicara dengan membentak dan kalimat yang panjang.

"Kenapa kamu semarah ini? Apa ada sesuatu yang tidak boleh aku lihat?"

"Iya, itu privasi"

"Tapi kan kita pacaran Dean, kenapa sampai semarah itu, lagi pula aku sudah minta maaf kan"

"Kalau begitu putus saja"

"Apa? Ini hanya masalah kecil, kenapa sampai harus putus ? Apakah privasimu itu sangat penting hingga aku tak boleh melihatnya? Kenapa kau terus memarahiku seolah melakukan kesalahan yang amat sangat besar"

"Kita tidak cocok, putus saja"

Ding dong Deng......

Bel pelajaran selanjutnya berbunyi, Rana berjalan keluar kelas Dean dengan lesuh. Seluruh murid kelas 1-2 memandang iba gadis itu, yah mereka juga tidak menyalahkan Dean sepenuhnya. Lagipula itu urusan mereka berdua, tak ada hak untuk ikut campur.

"Waah gila, ramalan si Gerald bener" celetuk Suho tak percaya.

"Ini ramalan atau kutukan anjir, ibu loe dukun ya" sela Felix curiga.

Gerald bahkan tak bisa percaya dengan kebetulan ini, ia masih tak mempercayai apa yang terjadi. Hatinya jadi gelisah dan merasa bersalah, padahal tiga hari terakhir ia masih suka menggoda Rana yang kesal karena candaannya.

Terpopuler

Comments

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

wahh kasar bgt dah...
baguslah kl putus...
Ayo. move on, Ranaaaaa

2023-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 MC - Pertemuan Pertama
2 MC - Berkenalan
3 MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4 MC - Memang kenapa jika berharap?
5 MC - Ikatan
6 MC - Hari Pertama berkencan
7 MC - Pegangan Tangan
8 MC - Munculnya masalalu
9 MC - Pikiran Konyol
10 MC - Dibalik sikap
11 MC - Diantara pilihan
12 MC - Ramalan Gerald
13 MC - Perbincangan dari masalalu
14 MC - Saling meminta maaf
15 MC - Peringkat terbaik
16 MC - Menjauh
17 MC - Ketika hati ingin bertindak
18 MC - HBDR
19 MC - Kisah Horror
20 MC - Balasan untuk rasa
21 MC - Festival Sekolah (Part 1)
22 MC - Festival Sekolah (Part 2)
23 MC - Kissing
24 MC - Kesalahpahaman
25 MC - Mari kita akhiri
26 MC - Karyawisata (1)
27 MC - Karyawisata (2)
28 MC - Karyawisata (3)
29 MC - Karyawisata (Aiden)
30 MC - Karyawisata (Akhir)
31 MC - Di Desa (Part 1)
32 MC - Di Desa (Part 2)
33 MC - Di Desa (Part 3)
34 MC - Di Desa (Part 4)
35 MC - Kamu Pacarku
36 MC - Kepemilikan Dean
37 MC - Kecurigaan akan sikap
38 MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39 MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40 MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41 MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42 MC - Kembali ke sekolah
43 MC - Garis putus-putus
44 MC - Retak
45 MC - Memperbaiki Keadaan
46 MC - Penuh Kesibukan
47 MC - Kejutan dari Dean
48 MC - Villa (Part 1)
49 MC - Villa (Part 2)
50 MC - Sebesar apa?
51 MC - Cemburunya Dean
52 MC - Tipe yang sama
53 MC - Sikap aneh
54 MC - Tak ingin diingat
55 MC - Kepercayaan
56 MC - Masa Pubertas
57 MC - Batas
58 MC - Terlihat samar
59 MC - Hal yang baru dilihat
60 MC - Hari yang berat bagi Dean
61 MC - Polos vs Bodoh
62 MC - Situasi Tak Terduga
63 MC - Egois
64 MC - Anniversary 1thn
65 MC - HBDD
66 MC - Kegelisahan
67 MC - Sisi lain Dio
68 MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69 MC - Pertarungan emosi
70 MC - Goresan luka yang dalam
71 MC - Pertanyaan tentang rasa
72 MC - Masalalu dan Penyesalan
73 MC - Suho (1)
74 MC - Suho (2)
75 MC - Keberanian 0%
76 MC - Titik Terang
77 MC - Syuting (1)
78 MC - Syuting (2)
79 MC - Saat keraguan mengambil alih
80 MC - Lepaskan
81 MC - Kejujuran
82 MC - Nuansa Jepang (1)
83 MC - Nuansa Jepang (2)
84 MC - Nuansa Jepang (3)
85 MC - Keruh
86 MC - Kelembaban
87 MC - Hubungkan kembali
88 MC - Berlebihan
89 MC - Arti dirimu..
90 For You
91 MC - Putar Balik
92 MC - Permintaan
93 MC - Pesta Kecil
94 MC - Pengakuan Suho
95 MC - Sikap tegas
96 MC - Dean
97 MC - Ikan
98 MC - Ketakutan akan kehilangan
99 MC - Menua?
100 MC - Metamorphosis Cinta
Episodes

Updated 100 Episodes

1
MC - Pertemuan Pertama
2
MC - Berkenalan
3
MC - Susu Coklat yang menyedihkan
4
MC - Memang kenapa jika berharap?
5
MC - Ikatan
6
MC - Hari Pertama berkencan
7
MC - Pegangan Tangan
8
MC - Munculnya masalalu
9
MC - Pikiran Konyol
10
MC - Dibalik sikap
11
MC - Diantara pilihan
12
MC - Ramalan Gerald
13
MC - Perbincangan dari masalalu
14
MC - Saling meminta maaf
15
MC - Peringkat terbaik
16
MC - Menjauh
17
MC - Ketika hati ingin bertindak
18
MC - HBDR
19
MC - Kisah Horror
20
MC - Balasan untuk rasa
21
MC - Festival Sekolah (Part 1)
22
MC - Festival Sekolah (Part 2)
23
MC - Kissing
24
MC - Kesalahpahaman
25
MC - Mari kita akhiri
26
MC - Karyawisata (1)
27
MC - Karyawisata (2)
28
MC - Karyawisata (3)
29
MC - Karyawisata (Aiden)
30
MC - Karyawisata (Akhir)
31
MC - Di Desa (Part 1)
32
MC - Di Desa (Part 2)
33
MC - Di Desa (Part 3)
34
MC - Di Desa (Part 4)
35
MC - Kamu Pacarku
36
MC - Kepemilikan Dean
37
MC - Kecurigaan akan sikap
38
MC - Kilas Balik ( Masa Kecil)
39
MC - Kilas balik (Masa Kecil)
40
MC - Kilas Balik (Masa Kecil)
41
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)
42
MC - Kembali ke sekolah
43
MC - Garis putus-putus
44
MC - Retak
45
MC - Memperbaiki Keadaan
46
MC - Penuh Kesibukan
47
MC - Kejutan dari Dean
48
MC - Villa (Part 1)
49
MC - Villa (Part 2)
50
MC - Sebesar apa?
51
MC - Cemburunya Dean
52
MC - Tipe yang sama
53
MC - Sikap aneh
54
MC - Tak ingin diingat
55
MC - Kepercayaan
56
MC - Masa Pubertas
57
MC - Batas
58
MC - Terlihat samar
59
MC - Hal yang baru dilihat
60
MC - Hari yang berat bagi Dean
61
MC - Polos vs Bodoh
62
MC - Situasi Tak Terduga
63
MC - Egois
64
MC - Anniversary 1thn
65
MC - HBDD
66
MC - Kegelisahan
67
MC - Sisi lain Dio
68
MC - Sibuk !! Pikiran Kacau
69
MC - Pertarungan emosi
70
MC - Goresan luka yang dalam
71
MC - Pertanyaan tentang rasa
72
MC - Masalalu dan Penyesalan
73
MC - Suho (1)
74
MC - Suho (2)
75
MC - Keberanian 0%
76
MC - Titik Terang
77
MC - Syuting (1)
78
MC - Syuting (2)
79
MC - Saat keraguan mengambil alih
80
MC - Lepaskan
81
MC - Kejujuran
82
MC - Nuansa Jepang (1)
83
MC - Nuansa Jepang (2)
84
MC - Nuansa Jepang (3)
85
MC - Keruh
86
MC - Kelembaban
87
MC - Hubungkan kembali
88
MC - Berlebihan
89
MC - Arti dirimu..
90
For You
91
MC - Putar Balik
92
MC - Permintaan
93
MC - Pesta Kecil
94
MC - Pengakuan Suho
95
MC - Sikap tegas
96
MC - Dean
97
MC - Ikan
98
MC - Ketakutan akan kehilangan
99
MC - Menua?
100
MC - Metamorphosis Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!