Acara anniversary pernikahan Haryo dan Sonya di gelar di ballroom sebuah hotel mewah di kota Y. Dekorasi dan semua pelengkap pesta dibuat dengan begitu mewah nan elegan.
Sesuai undangan para tamu akan datang setelah pukul 19.00. Dan, saat ini kediaman Suryoprojo tengah ramai karena Sonya memanggil make up artist serta fashion stylis untuk membuat tampilannya sempurna.
Astuti jelas tidak mau ketinggalan. Adik ipar Sonya itu dari tadi terus menempel kepada Sonya agar ikut serta di make up.
Sedangkan Yasmin yang sangat enggan dengan hal serupa memilih untuk tetap berada di kamar. Ia sangat bosan, apalagi Erlan hari ini tetap bekerja dan mengatakan akan puang lebih awal agar bisa bersiap untuk datang ke pesta.
Di tempat lain Erlan bersama Willy sedang berada di kediaman milik Erlan. Mereka bukannya bekerja tapi bertemu untuk membicarakan hal lain.
" Jadi apakah akan kembali ke Awal Brown?"
" Ya, ayo!"
" He? Tapi surat resign ku belum di buat!"
Erlan tidak mengindahkan ucapan Willy. Ia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah standby di depan rumah. Han terlihat sudah siap dengan mobil yang ia persiapkan untuk sang tuan.
" Siap bos!"
" Ya, ke TKP oke!"
Willy pasrah, ia langsung ikut masuk ke mobil. Di sana Erlan mengenakan pakaian yang sangat biasa. Celana bahan berwarna hitam dan kemeja berwarna putih. Ia menambahkan topi di kepalanya yang tidak berambut karena operasi kemarin.
" Kau harus tanggung jawab Wil. Kenapa rambutku kau babat habis?"
" Eh geblek, gimana nggak dibabat habi. Situ punya kepala dibuka. Beruntung masih hidup."
Willy terkadang kesal dengan ulah sang sahabat. Tapi ia sangat paham, Erlan memang terkadang suka absurd. Meskipun absurd nya Erlan bisa jadi mengerikan.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke RS Awal Brown. Han menghentikan mobilnya tepat di depan lobi rumah sakit. Saat keduanya turun terdengar suara ambulan.
" Kek dejavu?" ujar Erlan.
" Bukannya dejavu kampret, kita di rumah sakit. Pastilah suara mobil itu sering kedengeran. Mau kesana?"
Willy kembali menggeleng saat pertanyaannya belum dijawab dan Erlan sudah berlari ke bagia unit gawat darurat.
" Status!"
Semua terperangah dnegan kehadiran Erlan. Baik tim medis dari ER rumah sakit tersebut hingga petugas 119.
" Aku tanya status pasien! Apa kalian budeg!"
" Ma-maaf dok. Pasien berusia 50 tahun, tiba-tiba mengalami henti jantung saat akan kembali mengemudi. Kami sudah melakukan CPR tapi denyut nadi semakin lemah."
" Pindahkan pasien ...hitungan ketiga 1 ... 2 ... 3 ... Move!"
Erlan langsung meraih stetoskop yang ada di leher salah satu dokter. Ia memeriksa dengan seksama sambil brankar di dorong oleh tim media lainnya. Dia juga memeriksa nadi dan menghitungnya dengan mencocokkan jam di tangan kanannya.
Erlan menekan di bagian dada tepatnya di lokasi jantung berada. Ia merasa ini adalah pembengkakan jantung.
" Kardiomegali hipertrofi : jantung bengkak akibat penebalan otot jantung atau yang disebut sebagai hipertrofi. Hal ini paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi)*. Siapkan MRI, pastikan hal tersebut. Jika benar lakukan tindakan operasi bypass koroner."
*sumber: siloamhospital.com
" Siap dokter!"
Tim medis RS Awala Brown bagian ER itu langsung melaksanakan perintah dari Erlan. Willy hanya bertepuk tangan kecil, kemampuan analisa Erlan selalu tepat meski belum diperiksa dengan alat. Hanya dengan meraba dan menyentuh saja dia sudah bisa melakukan diagnosa terhadap pasien.
" Dokter genius kita benar sudah kembali."
Plak
Erlan menepuk lengan Willy dengan sedikit agak keras sehingga pria itu meringis kesakitan.
Erlan pun mengajak Willy untuk menuju ruangan miliknya. Ruang dengan jabatan tertinggi di rumah sakit tersebut.
Setiap Erlan melintas semua orang langsung memberi hormat. Ada rasa terkejut dan senang saat melihat dokter sekaligus pemilik rumah sakit kembali.
Setelah 4 tahun menghilang, akhirnya mereka melihat Erlan lagi di rumah sakit tersebut.
" Apakah ini benar kau! Ya Tuhan, aku seperti mimpi!"
Seorang wanita paruh baya dengan jas dokter menghampiri Erlan dan bahkan langsung memeluknya. Erlan hanya tersenyum sambil mengusap punggung wanita itu dengan lembut.
" Aish, dr. Sumiyati, meskipun sudah beruban tapi tetaplah gesit. Dokter OBGYN terbaik yang dimiliki Awal Brown."
" Kamu tak jewer lo itu kuping. Sudah puas yang jalan-jalan ha? Sudah 4 tahun pergi. Kemana saja sih kamu Lan, bude lho sungguh khawatir."
Erlan mengerutkan keningnya. Jalan-jalan? Apakah itu adalah sebuah alasan yang dipakai untuk ketidakhadirannya di Awal Brown.
" Ayo-ayo kita bicara di ruangan bude. Kebetulan bude ndak ada pasien pagi menjelang siang ini."
Erlan dan Willy saling pandang. Keduanya mengangguk kecil lalu mengikuti dr. Sumiyati untuk ke ruangannya.
Dr. Sumiyati atau Erlan lebih suka memanggilnya Bude Sum adalah kakak kandung dari almarhum Sri Wedari-- ibu dari Erlan. Sumiyati begitu menyayangi Erlan, tapi meskipun begitu, Erlan tetap memilih tinggal di kediamannya sendiri walau kedua orang tuanya telah tiada.
" Ayo duduk."
Erlan dan Willy duduk bersama di sebuah sofa. Mereka berdua sangat siap mendengar cerita dari Bude Sum.
" Asli bude kangen Lan sama kamu. Bisa-bisane lho kamu itu ndak ngasih kabar sama bude. Kata Asih, kamu itu belajar lagi di LN. Dan kata dia kamu minta Sadewa buat gantiin kamu sementara di Awal Brown ini."
Erlan seketika langsung mengerti. Siapa dalang dibalik kejadian 4 tahun lalu yang membuat dirinya amnesia. Tapi satu hal yang masih mengganjal pikirannya. Asih, adik ibunya itu, apakah benar dia sendiri yang melakukannya atau ada orang lain yang ada di belakangnya? Ini yang harus dia cari tahu.
" Sekarang Erlan sudah kembali. Bude tidak perlu khawatir ya. Tapi apakah Erlan akan diterima kerja lagi di sini ya?"
" Dasar bocah gemblung. Ini kan rumah sakit milikmu. Siapa yang berani menolah pemilik rumah sakit," ucap dr. Sumiyati.
" Kalau ada yang berani menolak, langsung sikat saja ya bude!" imbuh Willy cepat.
Ketiganya tertawa bersama. Mereka kemudian membicarakan banyak hal. Erlan mencoba mengorek informasi intern di rumah sakit. Meskipun dia juga punya orang dalam yang bertugas memata-matai. Tapi biasanya perkataan dari Bude Sum lebih akurat.
Keseruan di dalam ruangan dr. Sumiyati itu ternyata menarik perhatian seseorang yang melintas. Ia lalu mencoba melihat ke dalam dari celah pintu. Betapa terkejutnya orang itu saat melihat Erlan di sana.
" Ini, ini harus segera dilaporkan. Tuan besar harus tahu dengan kedatangan mereka di sini."
TBC
Hay teman, kalau suka jangan lupa like dan komen ya ...
Terimakasih banyak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
zeus
Ini knp dg NT sangat berat banget di akses
Kampret bener dah
2025-03-30
0
Memyr 67
hiii, siapa itu yg ngintip?
2024-12-20
0
Naga Hitam
suka dong
2025-01-28
0