" Kenapa sayang, kok mukanya begitu kusut."
Yasmin terkejut saat mendapati Erlan yang sudah duduk di kursi sudut kamar. Ya di kamar Yasmin ada satu set meja kursi dan sebuah televisi juga. Dan Erlan sudah duduk di sana. Tampaknya suaminya itu juga sudah mandi. Terlihat rambut Erlan yang basah dan wangi sabun yang menyeruak ke indera penciuman Yasmin.
" Kok sudah bangun? Tadi saat aku keluar, mas masih pulas."
Erlan hanya tersenyum, ia lalu menarik tangan Yasmin hingga jatuh di pangkuannya. Erlan lalu menciumi tengkuk Yasmin. Pria itu membalikkan tubuh Yasmin dn langsung meraup bibir sang istri.
" Mas, ada apa? Apa ada masalah?"
Yasmin merasa ciuman Erlan kali ini sungguh berbeda. Ada sebuah kekhawatiran di sana. Tapi Erlan tidak menjawab, ia melanjutkan apa yang sudah ia kerjakan.
Kini baju bagian atas Yasmin sudah mulai terbuka. Erlan terus mencumbu Yasmin dan mereka melewatkan pagi menuju siang itu dengan bergumul atas ranjang.
Yasmin adalah tempat diman Erlan melepaskan semua kegundahan hatinya. Kini keduanya saling memeluk tanpa pakaian. Hanya sebuah selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
" Mas, ada apa? Hari ini kamu begitu berbeda, tidak seperti biasanya."
" Dek, apa aku ambil kuliah lagi saja? Kedokteran."
Yasmin langsung bangkit dari posisi tidurnya. Ia menutupi bagian atas tubuhnya dengan selimut. Yasmin sedikit terkejut dengan ucapan sang suami.
" Apa ini semua karena kedua orang tuaku?"
Erlan terdiam. Tidak ia pungkiri, bahwa apa yang dikatakan orang tua yasmin ada benarnya. Apalah dia yang hanya seorang perawat jika dibandingkan dengan keluarga Suryoprojo. Ia bagai seekor bebek kampung yang bersanding dengan angsa yang cantik.
" Jika itu hanya karena kedua orang tuaku, maka tidak perlu kamu lakukan mas. Aku tidak mau kamu tertekan."
" Yas, aku aku hanya ingin layak dimata kedua orang tuamu dan di depan keluargamu. Aku tidak ingin kamu selalu berselisih dengan mami dan papi mu hanya karena aku. Seperti pagi ini."
Yasmin terkejut mendengar penuturan Erlan. Apa mungkin suaminya itu mendengar semua yang ia bicarakan dengan mami dan papinya.
" Aku tadi bangun tidur mencari kamu, dan aku tidak sengaja mendengar kamu kembali lagi berdebat dengan mami dan papi."
Greb
Yasmin langsung memeluk Erlan. Ia tahu, berada di lingkungan keluarga ini sungguh sangat sulit. Terlebih Erlan adalah menantu yang tidak diinginkan. Sampai detik ini mami dan papinya belum terlihat bisa menerima keberadaan Erlan.
" Maafkan kedua orang tuaku mas."
" Kamu tidak perlu minta maaf sayang, mereka tidak salah. Setipa orang tua pati ingin putrinya mendapatkan suami yang terbaik. Dan saat ini mungkin aku belum bisa menjadi menantu yang mereka harapkan."
Erlan jelas tidak bisa menyalahkan Haryo dan Sonya. Mereka pasti hanya ingin putri satu-satunya itu mendapatkan suami yang sepadan. Berkali-kali Erlan membuang nafasnya kasar. Ide nya untuk berkuliah lagi datang saat ia mendengarkan Yasmin berbicara dengan Sonya dan Haryo.
" RSPK juga punya universitas bukan? Apa aku mencoba cari informasi di sana untuk beasiswa bagi karyawan. Ya, besok aku akan ke sana cari infomasi."
Sepertinya tekad Erlan sudah bulat. Dia akan mengambil perkuliahan kembali. Ia akan mengatur waktu kerjanya. Erlan berniat meminta jatah shift malam untuk bekerja dan siang untuk melanjutkan perkuliahan.
" Aku yakin aku bisa. Aku pasti bisa. Semua demi kamu sayang. Aku tidak ingin kamu selalu bertengkar dengan kedua orang tuamu."
🍀🍀🍀
Keesokan harinya, sepulang shift malam, Erlan menuju ke gedung secretariat milik Universitas Persahabatan Kita. Ia berencana menanyakan mengenai perkuliahan untuk progam kedokteran.
" lho, kamu kan perawat. apa nggak mau lanjut S1 keperawatan saja. kamu baru D3 kan?" tanya salah seorang petugas.
" Saya ingin mengambil kedokteran pak. Itu cita-cita saya dari dulu. Kemarin saya tidak bisa langsung masuk karena tidak ada biaya. Nah saya dengar di sini ada progam beasiswa untuk karyawan. Saya ingin mencoba itu pak."
Petugas tersebut tersenyum lalu mengangguk. Memang benar, di UPK aada beasiswa yang diperuntukkan bagi karyawan yang ingin upgrade ilmu. Dan ia suka dengan semangat anak muda seperti Erlan.
" Baik, kamu bisa ikut tapi tetap ada syarat yang harus dipenuhi. dan salah satunya tes. Jika nilaimu bagus maka kamu bisa masuk kuliah kedokteran dengan beasiswa belajar."
" Siap pak, siap. Saya akan mengikuti tes tesebut."
Elan begitu bersemangat. Ia akan mempersiapkan tes yang ia hadapi. Ia yakin bisa melakukannya.
Pria itu bergegas pulang. ia ingin mengabarkan hal tersebut kepada sang istri.
" Apa yang dia lakukan di universitas. Mau apa dia."
Yanto yang melihat Erlan keluar dari kampus begitu penasaran. rekan kerja Erlan itu sungguh selalu ingin tahu apa yang dikerjakan oleh Erlan.
Tapi yang jelas bukan karena perhatian Yanto melakukan hal itu. Ia jelas ingin mencari celah kesalahan dari seorang Erlan.
Sebenarnya Erlan juga tidak mengerti mengapa Yanto selalu menargetkan dirinya. Bukan hanya sekali dua kali Yanto mengerjai Erlan, tapi sering. Erlan yang tidak pernah mau mencari ribut di tempat kerja hanya membiarkan orang tersebut.
" Aku yakin pasti ada sesuatu dari si kere itu. Haish, orang miskin belagu bener. Aku sungguh tidak tahan dengan pria itu. Bisa-bisa nya dia tidur di kantin begitu lama tapi tidak di tegur oleh Dokter Willy. Tampaknya aku harus memberi orang itu pelajaran."
Yanto segera menaiki mobilnya. Ia mengikuti Erlan dari arah belakang dengan perlahan. Ia mengeratkan pegangannya pada setir kemudi. Yanto melihat jalanan dan memastikan tempat itu lumayan sepi untuk melakukan aksinya.
" Habis kamu Erlan. Sebaiknya kamu enyah dari dunia ini dan tidak akan ada lagi pria sok cari muka."
Bruuuummm
Crash ...
Bluk ... bluk .. bluk ...
Brummm
Yanto tersenyum puas saat melihat motor Milik Erlan berguling dna berakhir menabrak pembatas jalan. Jalan ring root itu sedikit sepi saat jam-jam segitu. Yanto lalu segera pergi meninggalkan Erlan yang tergeletak di jalan dengan darah yang terlihat mengalir di aspal.
" Mati kau!"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
🌹bunda 2A & 2S🌹
yanto... yanto knp hatimu busuk skli
2025-01-31
0
Heny
Smg yanto kn karma
2025-02-11
0
mars
jht amat yanto yanto
2024-11-05
0