Di Lemah Joglo, Yasmin yang berada di kamar lagi-lagi diminta untuk menghadap Sonya. Setiap maminya memanggil, Yasmin selalu merasa was-was karena pasti akan ada saja hal yang tidak ia sukai.
" Duduk sayang, kenapa sih setiap mami panggil wajah kamu sellau kusut?"
" Karena mami selalu berbuat semaunya sendiri kepada Yasmin. Setelah Yasmi pikirkan, Yasmin lebih seperti alat bagi mami ketimbang anak."
Jleb
Kata-kata Yasmin sungguh tepat sasaran. Sonya hendak marah, tapi dia berusaha menahannya. Ia tidak ingin rencananya untuk besok gagal.
" Sudah dong sayang, jangan marah gitu. Oh iya, kamu akan hadir kan di acara anniversary mami dan papi? Ya kali kamu anak tunggal kami nggak akan datang."
" Datang kok, Yasmin akan datang sama Mas Erlan."
Ekspresi Sonya langsung berubah menjadi ekspresi tidak suka. Yang dia tahu Erlan, pria yang selalu ia anggap miskin itu masih sakit.
" Kamu mau mempermalukan mami dengan membawa pasien ke acara pesta? Jangan keterlaluan kamu Yasmin!"
" Terserah, jika Mas Erlan tidak datang, maka aku pun juga tidak akan muncul. Mami pasti akan malu bukan, ya kali anak semata wayang tidak hadir di acara bahagia kedua orang tuanya."
Sonya kehabisan kata menghadapi Yasmin. Anak perempuannya sekarang sudah berubah. Dengan sopan, Yasmin langsung ijin untuk kembali ke kamar.
Sonya mengeram marah. Semakin kesini Yasmin semakin susah diatur. Dari sisi lain, Astuti tersenyum. Ia punya ide brilian.
" Mbak, biarkan saja pria miskin itu hadir. Kita buat dia dipermalukan di pesta itu," ucap astuti sembari berjalan dan duduk di sebelah Sonya.
Sonya memutar bola matanya malas. Ia tahu, adik iparnya itu pasti ingin mengambil kentungan dari apa yang akan terjadi nanti. Tapi sepertinya tidak ada salahnya untuk mendengarkan apa ide dari Astuti.
" Katakan, kamu punya ide apa?"
Astuti mendekatkan bibirnya di telinga Sonya dan mengatakan aoa yang jadi rencananya. Sonya menyunggingkan senyum. Ia sepertinya cukup setuju dengan ide dari Astuti.
" Oke ... itu cukup menarik."
Astuti tersenyum mendengarkan pujian dari Sonya. Selama ini Astuti sendiri kesulitan menghadapi Sonya. Kakak iparnya itu terlalu waspada terhadap dirinya.
🍀🍀🍀
Berita mengenai Maya dan Anam ternyata tidak hanya di internal Rumah Sakit Persahabatan Kita. Semua menyebar luas hingga ke publik. Sungguh membuat RSPK merasa malu. Bahkan Dirut dan segenap staf harus melakukan konferensi pers untuk meminta maaf langsung akan terjadinya hal tersebut.
Senyum Erlan begitu lebar. Urusan di RSPK menurutnya sudah selesai. Dua orang yang selalu membuat dirinya kesusahan dulu sudah berhasil dibereskan. Untuk yang lain, Erlan tidak akan ambil pusing, karena Maya dna Yanto lah yang utama.
" Mas," panggil Yasmin. Mereka berdua kini sedang berada di kamar.
" Ada apa sayang?"
" Mas, apa aku harus kembali ke SJ Grup. Aku kan sudah di pecat."
Erlan meletakkan ponselnya lalu merangkul bahu sang istri dan mencium pucuk kepalanya. Ia tahu, Yasmin sedang khawatir terhadap kehidupan mereka.
" Kalau aku bilang, kamu tidak perlu bekerja lagi, bagaimana? Biar aku saja yang bekerja. Kamu cukup di rumah."
Yasmin mengerutkan keningnya. Sebuah pemikiran masuk ke dalam kepala, apakah jika hanya satu saja yang bekerja akan mencukupi kebutuhan mereka?
Sepertinya Erlan paham dnegan isi kepala sang istri, " Tenang saja, pasti cukup sayang. Kamu tidak perlu khawatir. Aku mencintaimu, tidak akan aku biarkan kamu hidup menderita. Percayalah."
Wanita cantik itu mengangguk paham. Meskipun masih ada ke khawatiran dalam dirinya, tapi ia berusaha untuk percaya kepada sang suami.
Tok ... tok ... tok ...
Pintu kamar mereka di ketuk. Yasmin seketika langsung membuang nafasnya kasar.
" Ada apa?" tukas Yasmin dengan sedikit ketus.
" Anda dan suami diminta ke ruang makan untuk makan malam bersama."
Yasmin tentu terkejut. Baru kali ini sang suami dipanggil untuk makan bersama. Selama ini Yasmin memilih makan berdua saja dengan Erlan dan melewatkan makan bersama karena khawatir suaminya itu akan dicemooh.
" Ya, kami akan segera kesana."
" Mass ... ."
Bukan Yasmin yang menjawab tapi malah Erlan. Yasmin hendak protes tapi Erlan hanya mengangguk kecil sebagai tanda bahwa semuanya akan baik-baik saja.
***
Ruang makan Lemah Joglo
Di ruang makan, sudah duduk Sonya dan Haryo, tidak ketinggalan juga Astuti, Eko dan Rendra.
Saat Erlan dan Yasmin datang, semua tampak acuh. Tidak ada ucapan basa-basi untuk mempersilahkan mereka duduk. Hanya Haryo yang bersuara, itupun kepada Yasmin ditunjukkan.
" Duduk sayang, dan nikmati makan malammu. Malam ini papi khusus mendatangkan koki dari Resto terbaik untuk memasakkan sesuatu yang spesial untukmu. Yang jelas, tidak pernah kamu nikmati sebelumnya saat bersama pria yang kamu bilang sebagai suami mu itu."
" Pi ~."
Yasmin hendak menjawab, tapi di bawah meja tangan Erlan langsung menggenggam tangan Yasmin. Wanita itu paham bahwa suaminya tidak ingin ada keributan saat acara makan.
Ia menghela nafasnya berat. Sungguh, ia tidak suka situasi seperti ini. Yasmin kemudian mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk sang suami. Pun dnegan dirinya sendiri.
" Terimakasih sayang."
" Sama-sama mas."
Rendra seketika kehilangan nafsu makannya saat melibat kemesraan Yasmin dan Erlan. Rasanya ia ingin langsung bangkit dna pergi. Tapi, tatapan mata Astuti jelas tidak menginginkannya.
" Cih, kampungan. Gimana, enak bukan? Aku yakin kamu belum pernah makan makanan ini."
" Anda betul nyonya, ini sungguh enak sekali. Terimakasih sudah membiarkan saya menikmati makanan ini, setidaknya seumur hidup sekali."
Erlan menjawab ucapan Sonya dengan begitu sopan dan merendah. Padahal baginya, apa yang terhidang di meja itu sungguh tidak ada apa-apanya.
Sonya langsung kesal. Niatnya untuk memancing kemarahan ternyata Erlan sama sekali tidak marah terhadap ucapannya.
" Yas, kamu akan datang bukan untuk acara besok malam?"
" Datang, Mas Erlan datang maka aku akan datang."
" Bagus."
Sebuah senyuman penuh arti terbit di bibir Sonya dan Astuti. Erlan bisa melihat jelas hal itu.
" Aku yaki kedua musang betina ini sudah memiliki rencana. Baiklah, mari kita lihat apa rencana mereka," ucap Erlan dalam hati. Dia sungguh menunggu apa yang akan dilakukan oleh Sang Ibu Mertua.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Heny
Ny sonya pasti syok klau tau e
Rlan punya rmh sakit
2025-02-11
1
Asnidar
cucok... musang betina/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
2025-02-13
0
zeus
Knp g pindah rumah?
2025-03-30
0