Sebuah berita membuat dunia maya ramai. Kehebohan terjadi saat ada seorang pria keluar dari rumah dan berteriak tidak jelas. Pria tersebut sesekali merasa kesakitan, tapi tak berselang lama dia akan tertawa terbahak-bahak.
Saat sakit orang itu seperti tidak bisa menahan sakitnya. Ketika di bawa ke rumah sakit, tidak ada penyakit yang terdeteksi di dalam tubuh pria tersebut.
" Mas, bukanlah itu teman kamu ya?" tanya Yasmin di sela-sela kegiatannya mengupas buah untuk Erlan.
" Eeh iya kah? Mas malah nggak ngeh," jawab Erlan singkat.
Saat Yasmin berbalik, untuk membuang kulit buah ke tempat sampah, pria itu tersenyum devil. Senyum mengerikan bagi yang melihatnya.
Yasmin kembali duduk di sebelah suaminya. Wajahnya tampak murung. Erlan merasa ada satu hal yang saat ini sedang dipikirkan oleh sang istri.
" Oh iya dek, kemarin kamu dipanggil sama mami kan? Ada apa, kamu belum cerita ke mas?"
Yasmin membuang nafasnya kasar. Bulan ini tepatnya akhir minggu ini akan diadakan pesta ulang tahun pernikahan Sonya Ningrum dan Haryo Suryoprojo. Yasmin tidak ingin hadir jika Erlan juga tidak bisa menghadiri. Meskipun ia mengenal beberapa orang, tapu akan sangat asing saat mendatangi pesta sendiri tanpa adanya sang suami.
" Siapa bilang aku nggak akan ikut?"
" Tapi, apakah mas sudah baik-baik saja?"
Erlan meletakkan piring yang ia pegang ke atas nakas. Ia lalu menarik tubuh Yasmin dan membawa ke bawah kungkungannya.
" Tentu saja aku baik-baik saja. Bahkan untuk ini pun aku mampu."
Erlan menyerang sang istri. Ia meraup bibir mungil Yasmin dan menyesapnya dengan begitu lembut. Tangan Erlan mulai bergerilya mencari sesuatu yang hampir setengah bulan ini tidak ia sentuh.
" Mass ... ."
Yasmin mengeluarkan suara merdu, membuat Erlan semakin bersemangat. Tidak Yasmin pungkiri, ia juga merindukan sentuhan sang suami. Dan entah mengapa kali ini rasanya sungguh berbeda.
Erlan lebih menggebu namun tetap lembut. Sang suami juga lebih mendominasi dari pada sebelum kecelakaan terjadi. Yasmin benar-benar bisa merasa melayang oleh semua yang dilakukan suaminya.
" Aku mencintaimu, istriku."
" A-aku juga mas, aku sangat mencintaimu."
Erlan semakin menggebu saat ia berhasil melakukan penyatuan itu. Seluruh pakaian keduanya sudah berhamburan di lantai. Erlan membuangnya ke sembarang arah saat melepaskannya.
" Apa kamu siap mengandung benihku sayang?"
" Sangat siap mas, aku sangat ingin ada kehidupan di rahimku ini."
Erlan tersenyum, ia kembali mencium bibir sang istri lalu bersiap menyemburkan benihnya di rahim sang istri. Yasmin mencengkeram erat sprei tempat tidur mereka saat keduanya sampai pada puncak kenikmatan surga dunia tersebut.
" Terimakasih sayang, terimakasih sudah selalu mendukungku. Terimakasih sudah menerimaku yang apa adanya ini."
Erlan memeluk istrinya erat. Ia bersyukur, dibalik banyaknya peristiwa penghianatan dan juga hinaan yang ia dapatkan, ia memiliki sosok Yasmin di sisinya. Wanita yang benar-benar tulus mencintainya.
" Aku akan melindungi mu, tidak akan kubiarkan seorang pun berani menyentuhmu, bahkan jika itu adalah kedua orang tuamu," ucap Erlan dalam hati.
Erlan perlahan bangkit dari atas tempat tidur lalu menuju ke kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya dari peluh yang menempel. Setelah di rasa cukup, Erlan kembali dan mengenakan pakaiannya. Ia memunguti semua baju yang berserakan dan menaruhnya ke keranjang pakaian kotor.
" Aku akan pergi sebentar, tidurlah yang nyenyak," ucap Erlan lirih sambil mencium kening sang istri.
🍀🍀🍀
Di luar gerbang Lemah Joglo, Handan sudah menunggu Erlan dengan mobil Rolls Royce Cullinan. Mobil ini berjenis SUV yang bisa menjelajahi semua medan.
" Ehh kampret, kenapa bawa mobil ini. Ini terlalu mencolok Handaaaan."
Erlan sedikit geram dengan ulah tangan kanannya itu. Dia memang menghubungi Han untuk dijemput. Tapi bukan menggunakan mobil yang termasuk dalam kategori mewah itu.
" Laaah, maaf tuan bos. Tuan Er tidak menyebutkan spesifikasi mobil yang mau digunakan. Ya sudah saya pilih ini saja."
Erlan menepuk keningnya dengan tangan. Terkadang sang tangan kanan ini memang sedikit agak tidak bis aia mengerti.
Tidak mau berdebat, dia memilih untuk diam dan meminta Han segera pergi sebelum ada yang melihat dirinya. Tujuan kali ini adalah kediaman pribadi Erlan yang juga ditempati oleh Willy.
Sepanjang perjalanan, Han memberitahu Erlan bahwa hari ini dr. Willy free. Han juga melaporkan aktivitas RS. Awal Brown. Rumah sakit yang didirikan oleh ayah dan ibu Erlan yakni Jonathan Brown dan Sri Wedari itu berdiri kokoh. Bukan hanya itu, semakin hari juga semakin berkembang. Tapi sayangnya, ada yang tidak sesuai dengan tujuan awal mula didirikan rumah sakit itu.
Ckiiit
Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah rumah yang tidak kecil namun tidka besar. Beberapa orang di sana begitu antusias saat mendengar kabar bahwa tuan muda mereka telah kembali.
Sapto bahkan langsung berlari dn memeluk Erlan dengan begitu kuat. Pria paruh baya itu menangis dan tergugu di pelukan Erlan.
" Syukurlah Gusti Pangerang, Den Erlan, kamu baik-baik saja."
" Pakde Sap, aku masih belum mati. Jangan menangisi aku seperti itu."
Plak
Sebuah tepukan mendarat di kening Erlan. Tidaklah keras, itu adalah ungkapan sayang sapto, Erlan tentu tidak marah. Dan hanya Sapto saja yang bisa melakukan itu. Sapto adalah orang dari almarhum kedua orang tuanya. Dia juga merupakan penjaga rumah dan pengasuh dirinya saat kecil dulu.
Sapto menggandeng tangan Erlan untuk masuk ke dalam rumah. Sapaan sopan dilakukan oleh beberapa orang terhadap dirinya yang dibalas sebuah anggukan kepala oleh Erlan.
" Nah duduk, bude mu lagi masak. Setelah ini makan bersama dr. Willy juga. Kalian berdua mengobrol lah."
Sapto beringsut pergi meninggalkan Erlan dan Willy, tak berselang lama Han menyusul setelah memarkirkan mobil.
" Apa yang terjadi pada Yanto adalah hasil formula milikmu Lan?" tanya Willy to the poin.
" Iya, biar dia menikmati hidupnya. Hidup segan mati pun tak mau," jawab Erlan santai.
Willy hanya menggelengkan kepalanya pelan. Saat sudah kembali ke dirinya sendiri, Erlan sungguh berbeda. Tapi Willy tentu saja tidak terkejut, ia sangat tahu siapa sahabatnya itu.
" Lalu, apakah akan secepatnya kembali ke Awal Brown?"
" Belum, mari di RSPK dulu. Aku masih ada urusan, apa kau ingat saat aku ketiduran di kantin. Aku merasa ada yang sengaja melakukannya. Maya, wanita itu harus diberi pelajaran dulu."
" Baiklah, sesuai maumu."
Willy pasrah dnegan keinginan Erlan. Ia tahu Erlan akan membalas setiap perbuatan yang pernah merugikan dna menyakiti dirinya. Pria itu tidak akan berbaik hati untuk melepaskan dan dengan mudahnya memaafkan.
" Entah apa yang akan kamu lakukan pada orang-orang yang berniat mencelakai dirimu. Aku yakin, kecelakaan yang kamu alami 4 tahun lalu, ada campur tangan sepupumu. Tapi pasti kamu lebih tahu itu."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Heny
Lanjut thor
2025-02-11
0
Deuis Lina
kenapa cerita sebagus ini sedikit yg baca,,,
2024-12-20
1
Wisteria
semoga Soraya bukan ibu kandung Yasmin
2024-10-28
1