Yasmin yang berada di tempat kerja sangat terkejut saat mendengar kabar kecelakaan yang ia terima dari pihak rumah sakit. Dia yang sedang mengerjakan laporan seketika menangis . Yasmin lalau mengisap air matanya dan bergegas untuk pergi ke RSPK."
" Yas, ada apa?" Atasan Yasmin sedikit heran melihat karyawannya itu terlihat terburu-buru.
" Pak, saya harus segera ke rumah sakit. Suami saya, suami saya kecelakaan," ucap Yasmin dnegan mata yang merah.
Atasan Yasmin langsung menyetujui izin Yasmin untuk segera pulang. Beruntung tadi pagi dia menerima paksaan dari Sonya untuk membawa mobil. Padahal awalnya Yasmin menolak saran ibu nya untuk memakai mobilnya
" Mas, aku mohon jangan terjadi apa-apa sama kamu. Aku nggak bisa hidup tanpamu mas."
Yasmin menekan pedal gas nya dalam-dalam. Ia melajukan mobilnya lebih cepat dari pada kecepatan rata-rata.
Hanya 30 menit saja, Yasmin sudah sampai di RSPK. Ia langsung menuju ruang ER dan menanyakan keberadaan sang suami.
" Dokter, bagaiman Mas Erlan dok. Apa yang sebenarnya terjadi?"
" Mbak sabar ya, Dokter Willy sedang menangani Erlan. Mbak tunggu di sini. Mbak duduk dulu saja."
Nina, salah satu perawat yang tahu bahwa Yasmin adalah istri dari Erlan mencoba menenangkan. Sebenarnya Nina juga bisa menjelaskan kepada Yasmin mengenai kondisi Erlan saat ini, tapi dia tidak ingin mendahului dokter yang lebih berwenang.
" Mbak Yas, minum dulu biar mbak tenang.
Nina mengulurkan sebotol air mineral yang sudah dibuka kepada Yasmin. Wanita itu menenggak air mineral itu hingga setengahnya.
" Mbak temennya Mas Erlan kan? Saat Mas Erlan datang, bagaimana kondisi Mas Erlan mbak?"
Nina terdiam, dia tadi memang melihat Erlan saat dibawa ke ruang ER. Darah banyak keluar dari kepala, meskipun Erlan menggunakan helm. Ada juga luka di bagian kaki dan tangan.
" Maaf mbak, kita tunggu dokter saja ya. Biar dokter yang menjelaskan kondisi Erlan. Mari kita berdoa supaya Erlan baik-baik saja."
Yasmin tergugu. Air matanya terus mengalir deras. Ia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan sang suami. Padahal baru kemarin siang suaminya itu mengatakan ingin kembali menimba ilmu. Tapi, sekarang dia malah terbaring di dalam ruang sana.
" Apa ada keluarga dari Erlan?"
" Saya dok. Saya istrinya?"
" Erlan harus segera dioperasi. Ada pendarahan di bagian dalam kepala. Ini akan berakibat fatal jika tidak segera di lakukan."
" Lakukan dokter, lakukanlah yang terbaik untuk suami saya."
Dokter Willy kembali masuk ke ruangan dimana Erlan sedang ditangani. Nina lalu membawa Yasmin untuk menandatangani surat persetujuan. Tak berselang lama, Erlan dibawa ke ruang operasi. Yasmin tak kuasa menahan tangisnya saat melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya itu.
" Mas, aku mohon tetaplah bersamaku."
Erlan memasuki ruang operasi. Di sana ia langsung diberikan anestesi dan beberapa dokter siap melakukan pembedahan pada kepalanya.
Aku kenapa, kenapa aku terbaring di situ. Aaah iya aku mengalami kecelakaan. Tapi, apakah aku akan mati?
Erlan melihat tubuhnya yang saat ini tengah dilakukan tindakan operasi. Mulai dari dibedah hingga tindakan penghentian pendarahan, ia melihat semuanya.
Mengapa sepertinya ini tidak asing? Aku pernah melihat semua ini. Ya, aku pernah melakukan semua ini. Siapa aku? Apa yang aku lupakan? Mengapa kegiatan ini tidak asing bagiku?
Erlan mencengkeram erat kepalanya. Sebuah bayangan tiba-tiba muncul di kepalanya. Bukan hanya satu tapi banyak, bagai slide powerpoint, dia melihat banyak peristiwa operasi dimana dia melakukannya sendiri. Dari operasi ringan hingga yang sulit sekalipun, tangannya begitu terampil melakukan pembedahan dan menjahit luka.
Aku dokter? Tapi mengapa aku jadi perawat? Siapa aku? Argh!
Tuuuuuuut
Monitor penanda kondisi tubuh berbunyi dan menunjukkan bahwa organ vital Erlan mulai mengalami penurunan.
" Henti jantung. Siapkan defibillator! 200 joule, clear ... "
" Cpr!"
" Lagi ... clear!"
Tuut ... tuut ... tuut
" Kembali dok!"
" Syukurlah, syukurlah kamu kembali Lan. Lanjutkan . Selesaikan segera!"
Semua orang bernafas lega. Saat monitor menunjukkan tanda-tanda vital Erlan kembali. Mereka melakukan finishing yakni menjahit kembali bagian kepala yang telah mereka buka untuk menghentikan pendarahan di sana.
🍀🍀🍀
Operasi berjalan lancar dan sukses. Meski sempat diwarnai dengan adegan dramatis karena Erlan mengalami henti jantung, namun semua berhasil dilakukan dengan baik.
Saat ini Erlan sudah dipindahkan ke ruang ICU. Yasmin masih menunggu dengan cemas. Pasalnya kondisi setelah operasi inilah yang biasanya lebih mengkhawatirkan.
Tindakan pembedahan kepala karena pendarahan bisa berakibat pasien mengalami koma atau juga amnesia. Semoga Erlan tidak mengalami keduanya.
" Kapan suami saya akan sadar dokter?"
" Kita tunggu saja. Dia masih terpengaruh dengan anestesi. Semoga Erlan segera bangun setelah pengaruh dari obat bius itu hilang."
Yasmin mengangguk paham. Ingin sekali dia masuk ke sana lalu menggenggam erat tangan suaminya itu. Ia ingin membisikkan bahwa dirinya begitu takut kehilangan.
Di dalam ruang ICU Erlan tubuh Erlan terbaring tidak berdaya, tapi tidak dengan sukma nya. Ia berkali-kali ingin segera bangun. Jelas hal tersebut tidak bisa. Saat ini tubuhnya tidak mampu melakukan apa-apa.
Aisssh, kenapa kau tidak bisa bangun. Wanita cantik di jendela itu? Aah iya, dia istriku. Baiklah, sampai detik ini aku tidak mengalami amnesia. Aku ingat, aku adalah seorang dokter. Kenapa aku bisa jadi perawat dan bahkan kuliah keperawatan? Sebentar aku akan mengingatnya.
Sukma Erlan dalam posisi terjaga. Dia bahkan bisa melihat wajah sendu Yasmin yang ada di balik pintu ruang ICU.
Erlan mencoba berpikir keras. Bagaimana bisa dia punya ingatan seorang dokter. Apa gang terjadi di ruang oeprasi tadi, adalah hal yang familiar bagi dirinya.
" Ada sesuatu yang aku lupakan. Ada sesuatu yang sengaja membuat diriku menghilang dan jadi orang bodoh. Baiklah, setelah aku bangun nanti aku akan mencari tahu. Aah iya, kecelakaan tadi. Aku seperti pernah mengalaminya sebelumnya. Dan aku yakin, kecelakaan itu tidaklah murni. Ada orang yang sengaja ingin menghabisi aku."
Sukma Erlan terus berpikir. Dibalik tubuhnya yang tidka bisa melakukan apapun itu, rupanya Erlan terus mencari tahu mengenai kebenaran tentang dirinya.
Jika dia memnag hanya seorang perawat tapi mengapa tadi saat diruang operasi semua ingatannya saat melakukan banyak operasi bisa muncul. Bahkan dalam ingatannya, dia melihat dengan kelas dirinya mengenakan jas dokter dan menangani banyak pasien.
Aku harus segera bangun. Sukma ini tidak bisa melakukan apapun tanpa tubuh. Percuma juga aku kebanyakan mikir.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Naga Hitam
mengusap
2025-01-27
0
Fani Indriyani
berarti dulu erlan seorang dokter dan dia pernah mengalami kecelakaan karna kecelakaan itu dia jd amnesia kah,dan skr karna kecelakaan pula dia mendapatkan ingatannya kembali..kalo begitu sewaktu menjadi dokter ada yg ga suka jg ma erlan
2024-10-26
0
Muhammad Fauzi
/Hey//Hey//Hey//Hey//Hey//Hey/
2024-05-06
0