Semua yang berada di ruang operasi tadi begitu terkejut dengan kemampuan Erlan. Selama bertahun-tahun bekerja di RSPK, baru kali ini mereka bertemu dengan seorang tenaga medis yang sangat terampil dan kemampuannya begitu mumpuni.
" Apa sebenarnya dia adalah dokter?"
" Entahlah, tapi dia begitu hebat. Kecepatan dan ketepatannya dalam melakukan tindakan operasi sungguh luar biasa. Rasanya dua jempolku ini pun kurang untuk mengapresiasinya"
Kedua orang perawat berbisik saat mereka tengah membersihkan alat selepas operasi.
" Ingat, hanya kalian yang tahu dengan apa yang terjadi di dalam ruangan tadi. Jika sampai ada yang tahu maka berarti kalian lah yang membocorkan."
" Si-siap Dokter Willy."
Kedua perawat itu terdiam. Willy adalah kepala di ER, semua orang menaruh hormat kepada pria tersebut. Dan apa yang dikatakan Willy adalah sebuah kemutlakan.
Sedangkan Erlan yang baru saja membuat sebuah kehebohan di ruang operasi kembali mengenakan baju perawat miliknya. Ia keluar dengan santai dari ruang penyimpanan tas miliknya. Seperti tidak pernah melakukan apapun, Erlan kembali pada posnya.
Dokter Maya, selalu menatap tidak suka ke arah Erlan. Dia yang tahu tengah diperhatikan oleh maya langsung menghampiri.
" Selamat pagi dokter, pagi ini mengapa dokter terlihat sangat cantik. Bahkan tertutup masker pun masih terlihat begitu cantik."
Blush ...
Wajah Maya seketika memerah saat mendengar pujian dari Erlan. rasa bencinya seketika berubah menjadi rasa suka kembali. Erlan sebelumnya tidaka pernah begini, tentu saja Maya begitu senang.
" Aaah, apakah begitu?"
" Ya, tentu saja. Anda sangat cantik dokter."
" Apakah siang ini ada waktu? Aku mengundangmu untuk makan siang di ruanganku?"
" Tentu saja, dengan senang hati Dokter Maya."
Erlan langsung berbalik meninggalkan Maya yang masih terpesona dengan Erlan. Meskipun kepala Erlan saat ini tidak memiliki rambut, dan ia mengenakan penutup kepala khas rumah sakit, tapi ketampanan Erlan jelas tidak di ragukan. Erlan tersenyum smirk, Ia tentu senang dengan undangan tersebut.
" Ini akan jadi siang yang panas bukan. Aku sudah tidak sabar dengan hal itu."
Erlan menuju ke ruangan willy. Setelah memberikan pertolongan kepada 3 pasien korban kecelakaan tadi, Willy tengah beristirahat sebentar. Ia sedikit terkejut dengan permintaan Erlan untuk menghubungi salah satu dokter, dimana dokter tersebut bukanlah dokter ER.
" Untuk apa memanggil Dokter Anam?"
" Akan ada sebuah pertunjukan yang menarik."
Willy sama sekali tidak mengerti, tapi dia memilih untuk mengikuti apa mau Erlan. Willy langsung memanggil dokter yang bernama Anam. Di dalam ruangannya, tak berselang lama Erlan masuk dengan membawa sebuah minuman. Dua botol Air mineral. Tidak ada bau dan tidak ada warna.
" Oh iya Dokter Anam, ada pesan dari Dokter Maya, saya tidak tahu katanya ada yang ingin disampaikan."
" Aah begitukah? Baiklah, setelah berbicara dengan Dokter Willy, saya akan kesana."
Willy mengerutkan alisnya saat Erlan mengatakan hal tersebut. Sedangkan Erlan hanya tersenyum ke arah Willy dan segera berlalu. ia kemudian pergi ke ruangan Maya dengan membawa sejumlah makanan. Ia langsung menyajikannya di atas meja dan mempersilahkan Maya untuk makan.
" Waah aku yang mengundangmu tapi malah kamu yang membawa makanan."
" Tidak apa-apa dokter. Silahkan dinikmati, aaah maaf ada panggilan dari Dokter Willy. Saya menemui Dokter Willy dulu baru akan kesini lagi."
Erlan tersenyum penuh arti. Saat ia meninggalkan ruangan Maya, ia berpapasan dengan Dokter Anam. Terlihat pria itu sudah berkeringat dan membuka kancing kemeja juga dasinya. Bahkan Dokter Anam terlihat terburu-buru saat masuk ke ruangan Dokter Maya.
" it's show time."
🍀🍀🍀
Pusat pengendali, atau pusat kemanan dibuat terkejut dengan tampilan salah satu layar yang merekam kegiatan panas sepasang pria dan wanita di sebuah ruang. Dimana mereka tahu itu adalah ruangan seorang dokter.
Tapi yang membuat terkejut bukan hanya itu. Siarang langsung dua orang sedang memadu kasih bahkan berhubungan badan itu tersiar di media sosial. Terang saja semua petinggi rumah sakit menjadi geram. Ia meminta ahli IT untuk menghentikan hal tersebut tapi tidak ada yang bisa.
" Sial, dasar tidak bermoral. Bisa-bisa nya melakukan hal menjijikkan itu di rumah sakit."
Dirut RSPK sungguh geram. Dia bersama beberapa orang yang lain langsung menyambangi ruangan Maya. Betapa terkejutnya dia saat mendengar suara laknat dari keduanya.
" Mereka sungguh tidak tahu malu!"
Dirut RSPK memerintahkan salah seorang satpam untuk mendobrak pintu ruangan Maya. Dari arah samping terlihat seorang wanita yang mereka tahu adalah istri dari Dokter Anam. Wanita itu terlihat begitu marah.
" Cepat pak buka, ingin saya rajam itu dua-duanya."
Satpam tersebut kembali mendobrak pintu dan istri dari dokter Anam membantu.
Brak
Pintu berhasil dibuka, dan di dalam terlihat kedua orang itu masih saling menindih. Herannya mereka seakan tidak peduli dengan kedatangan orang-orang tersebut. Bahkan Anam juga tidak perduli dengan adanya sang istri.
" Brengsek, bajingaan, dasar pasangan mesum. Tidak tahu malu. Keduanya sama-sama jalaang."
Istri dari Anam langsung menarik suaminya. Ia tidak peduli bahwa sang suami tengah telanjangg bulat. Ia langsung menarik Anam menuju ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air dingin. Bukan hanya itu, sang istri juga memukul Anam dengan gayung.
" Rasakan itu, aku minta cerai. Dan berpuas-puas lah kau bersama jalanggmu itu!"
Sedangkan Maya, ia langsung ditutupi dengan selimut oleh beberapa dokter wanita. Kejadian tersebut sungguh sangat ramai. Saat semuanya sudah normal, Maya berteriak histeris mendapati dirinya yang polos dan dilihat oleh banyak orang.
" Halah, sok-sokan kaget. Sok-sokan tidak merasa. Dah lewat enaknya ya baru berasa sadar?"
" Dasar murahaan. Wajah boleh cantik tapi kelakuan burik."
Cibiran demi cibiran terus dilayangkan oleh sesama rekan. Maya dan Anam dibawa ke sebuah ruangan untuk diadili. Satu hukuman yang pasti adalah pemberhentian dari pekerjaan secara tidak hormat.
Maya menangis dan Anam hanya bisa tertunduk. Malu? ya bisa jadi. Tapi jika tidak terungkap bukankah mereka tidak malu.
Layar di monitor ruangan itu tiba-tiba menyala. Di sana memperlihatkan bagaimana Maya dan Anam yang sering melakukan hubungan badan. Bukan hanya sekali atau dua kali tapi sudah sering.
" Ini semua ulahmu?" bisik Willy tepat ditelinga Erlan.
" Bukan. Ini semua ulah Han. Tidak percaya? Tanya saja padanya."
Willy menepuk keningnya pelan. Han mungkin memang yang melakukannya, tapi jika bukan atas perintah Erlan mana mungkin pria itu akan berbuat sejauh ini.
" Suka hati kau saja Lan?"
" Of course. Saya sangat suka hati Wil. Oh ayolah jangan ditekuk mulu wajahmu. Ayo aku traktir makan soto di depan."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Memyr 67
sadewa ini sepupu lucknud erlan?
2024-12-20
0
Deuis Lina
dasar Sonya ibu tak punya perasaan,,
2024-12-20
0
Fani Indriyani
si sonya mau jodohin yasmin ma sepupunya erlan trnyata..belum tau dia kalo yg punya rumah sakit sebenernya tuh erlan
2024-10-26
0