Bab 11

Lalu bagaimana dengan Alea? Alea adalah istri pertama Rey. Alea dan Rey menikah di luar negeri dan memiliki buku pernikahan dari amerika sendiri. Sedang Rey sendiri, dia menikahi Elsa di indonesia dan mendapatkan buku nikah di indonesia. Di kartu keluarga Rey adalah suami Elsa yang resmi. Sedang Rey dan Alea sendiri tidak memiliki kartu keluarga di indonesia.

Tetapi Alea telah lebih dahulu famous menjadi istri pertama Rey. Dan hanya orang dalam saja yang tahu tentang status Rey dan Elsa.

Hanya para dokter yang bersangkutan saja yang tahu soal pernikahan Elsa dan Rey. Tentunya dokter itu para petinggi rumah sakit. Karena itu orang yang tidak tahu akan mengira Rey dan Elsa memang saudara angkat sesuai dengan hubungan awal mereka. Sebuah hubungan kakak beradik angkat.

Sayangnya Rey tidak memiliki rasa seperti itu. Rey kini malah semakin menyukai Elsa sebagai istrinya. Istri kecilnya yang sangat cantik. Rey tak henti menatap wajah Elsa ketika Elsa makan. Baru kali ini mereka makan satu meja bersama. Rey dan Elsa hanya pernah bertemu beberapa kali sewaktu mereka masih kecil. Dan sekarang setelah besar pun mereka hanya bertemu beberapa kali saja.

"Dek," sapa Rey pelan. Elsa tak menjawab.

"Dek!" sekali lagi Rey menyapa.

"Hmm," jawab Elsa datar. Elsa merasa sangat malas melihat dan berbicara dengan Rey. Hati Elsa masih saja terasa sakit dan masih mengingat dengan jelas ucapan Rey dan Alea waktu itu. Padahal sudah dua tahun berlalu tetapi Elsa masih saja mengingat kata kata itu dengan sangat jelas.

"Malam ini kita menghadiri acara penelitian Prof William." ajak Rey.

"Kamu ingin aku datang bersama kamu?" tanya Elsa dengan wajah malas.

"Iya, kita datang bersama!'' kata Rey dengan lugas.

"Maaf Rey, sebaiknya kita jangan terlalu dekat di muka umum. Bukankah kamu sudah mengatakan dahulu kamu akan membebaskan aku selama aku kuliah, bahkan aku sudah membayar semuanya dengan bodyku waktu itu, harusnya kita tidak bertemu seperti ini, harusnya kamu menepati janjimu untuk tidak menemuiku lagi!'' Elsa berkata dengan kesal. Wajahnya merah padam menahan semua kemarahannya.

"Aku tidak mengatakan itu, aku hanya mengatakan bahwa aku membebaskanmu tetapi aku tidak berniat menjauhi dirimu. Kamu adalah istriku. Waktu bukanlah sebuah bayaran. Tetapi waktu itu adalah malam pertama pernikahan kita. Aku berhak mendapatkan seluruh bodymu dan kamu berhak mendapatkan semua uangku, karena kita suami istri. Bukan cuma di atas kertas saja tetapi di mata Tuhan!'' ucap Rey sambil menatap Elsa dengan tatapan yang intens.

"Di hadapan Tuhan ya, sungguh ironis. Kamu bahkan menikahiku karena kamu merasa kasihan padaku. Bukankah kamu telah membodohi Tuhan? Jadi mulai sekarang jangan mengasihani aku lagi, aku bisa hidup sendiri! Kamu cukup memberi aku uang sampai aku lulus kuliah setelah itu mari kita bercerai!'' tutur Elsa dengan tegas.

Rey tersenyum tipis mendengar perkataan Elsa barusan.

"Tidak ada perceraian dalam kamusku!'' tukas Rey sambil masih tetap menatap mata Elsa yang amat kesal mendengar ucapan Rey.

"Aku akan menggugat cerai!'' ketus Elsa.

"Aku tidak mau kita bercerai, aku bahkan berusaha akan menolak gugatan itu!" jawab Rey dengan senyum tipisnya.

"Brengsek!'' Elsa berteriak lalu pergi meninggalkan meja makan. Dan Rey hanya tersenyum melihat istri mudanya merajuk seperti itu. Bagi Rey, Elsa begitu manis merajuk seperti itu.

Elsa beranjak dari meja makan, dia merasa kesal dengan ucapan Rey barusan. Pasalnya Rey tidak mau menceraikannya. Rey lalu duduk di samping Elsa. Elsa yang saat itu mengenakan kaos oblong dan celana hotpants yang lumayan pendek membuat Rey terus menatap cara berpakaian istrinya itu.

Rey akui Elsa masih terbilang remaja. Usia Elsa baru mau menginjak dua puluh satu tahun. Dan cara berpakaian dia pun masih seperti anak abege. Jauh sangat beda dengan cara berpakaian Alea. Alea yang selalu mengenakan rok selutut atau celana selutut sedangkan Elsa lebih seksi daripada itu.

"Apa setiap hari kamu mengenakan pakaian seperti ini?" tanya Rey sambil menatap Elsa. Elsa terdiam dengan wajah yang masih menahan amarah.

"Jangan terlalu seksi, hidup di new york sendiri bahaya!'' ucap Rey.

"Bukan urusanmu!'' bentak Elsa, mulutnya masih manyun seolah dia sedang mengulum sebuah permen.

"Kakak hanya takut seseorang mengganggu kamu, kan bahaya!'' Rey menatap Elsa intens.

"Bukankah yang bahaya itu adalah kamu sendiri ya?! Sebaiknya cepat selesaikan pekerjaanmu disini dan pergi!'' Elsa secara tidak langsung mengusir Rey. Rey tersenyum dengan manis. Istrinya begitu kekanakan menurutnya. Rey lalu menarik tangan Elsa hingga body Elsa kini terjatuh ke dalam pelukan Rey.

"Iiihhh, lepasin!" rengek Elsa kesal. Elsa berontak ingin melepaskan pelukan Rey namun Rey malah tersenyum dengan manis.

"Kamu imut sekali, aku semakin gemas." Rey terkekeh dan,

Cup.

Rey mengecup kening Elsa dengan sangat lembut.

"Rey, beraninya kamu cium aku lag!'' bentak Elsa sambil terus meronta, namun Rey dengan kencang memeluk body Elsa sampai Elsa tak bisa berkutik.

"Sayang, kakak kesini sebetulnya cuma ingin melihat keadaan kamu, tetapi kamu begitu manja seperti ini membuat kakak semakin bersemangat. Kakak semakin ingin mencium dan bercinta dengan kamu." Rey mulai berbisik dan mengecup telinga Elsa dengan lembut. Hand Rey langsung in to PD dan langsung melepas kaitan itu.

"Ah, Rey!'' pekik Elsa ketika kaitan yang digunakan sudah terlepas.

"Hhm, panggil aku kakak!'' pinta Rey sambil terus mengecup leher Elsa dan memainkan pd sang istri dengan touch yang begitu lembut membuat body Elsa bergetar. Elsa seolah tersengat listrik. Bodynya semakin bergetar ketika Rey memainkan niple pdnya.

"Ah..." satu ******* lolos dari mulut Elsa. Mata Elsa terbelalak, bisa bisanya dia mengeluarkan suara itu.

"Dasar wanita bodoh, bisa bisanya suara itu keluar dari mulutku." gerutu Elsa dalam hatinya.

Rey tersenyum tipis ketika mendengar ******* sang istri. Dia semakin bersemangat dan dengan satu gerakan Rey melepas semuanya.

"Ah, Rey apaan sih?!'' rengek Elsa.

Rey sama sekali tidak menghiraukan ucapan Elsa. Kini Rey terus playing niple pd Elsa with lips nya. Rey seperti anak kecil yang haus.

"Rey lepas! Ah, aku mohon Rey!'' teriak Elsa menggeliat. Dia sangat tidak tahan dengan semua touch yang dilakukan oleh Rey. Elsa seolah mabuk dengan semua yang Rey lakukan, mulutnya menolak tapi bodynya sangat lemah dan menurut dengan semua tindakan pria itu.

"Ah, Rey?! Rey lepas, ah..." Elsa berusaha mendorong Rey tetapi Rey semakin playing with pd dengan lembut. Dia seolah sudah menggebu dengan penuh gairah dengan istrinya yang satu itu.

"Hiks... Hiks... Hiks... Jangan siksa aku seperti ini Rey! Kamu tahu aku sangat membencimu, aku mohon Rey!'' tangis Elsa dengan mata terpejam. Dia berontak sekuat tenaganya tetapi bodynya lemas karena touch yang diberikan Rey begitu lembut membuat Elsa seolah tak bisa merasakan apa apa lagi selain semua kenikmatan yang Rey berikan.

Rey menghentikan aktifitasnya ketika mendengar Elsa mulai menangis. Benar saja Elsa memang menangis dan Rey langsung mengecup kening Elsa dengan lembut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!