Bab 7

Rey masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan agak kesal. Alea selalu berkata kasar. Padahal selama ini Alea tidak pernah berkata sampai sekasar itu. Rey menyukai Alea karena dia begitu lemah lembut dan penyayang. Tidak disangka bahwa Alea menyimpan sifat kasar seperti itu. Rey menyayangkan hal itu. Rey merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Dia memikirkan semua perkataan Elsa. Elsa tidak mau Rey mengganggunya selama Elsa kuliah di luar negeri. Rey sepertinya sudah mulai tertarik kepada Elsa. Karena Elsa begitu cantik dan terlihat begitu menderita. Rey ingin melindunginya. Tetapi langkah Rey ternyata salah dan Rey menyadari bahwa dirinya telah menyakiti hati Elsa.

"Maafkan aku Elsa!" Rey berkata dalam hatinya. Rey memejamkan matanya dan dia membayangkan hal yang terjadi pagi tadi bersama Elsa. Dimana mereka bersatu dalam sebuah kenikmatan yang baru Rey rasakan selama ini. Rey menikah dengan Alea saat kondisi Alea sudah bukan perawan. Rey menikahi Alea saat Alea baru bercerai dari suami pertamanya.

Rey menikahi Alea pada saat Alea sedang mengandung putrinya Alice. Alea adalah sahabat Rey semasa kuliah di kedokteran. Alea hamil di luar nikah dan ternyata sang kekasih tidak mau bertanggung jawab. Kekasihnya akhirnya mau bertanggung jawab ketika Alea mau melaporkan kekasihnya ke polisi tentang pelecehan seksual dan membuatnya hamil. Jadi, dengan terpaksa pria itu menikahi Alea. Namun sayangnya pria itu kabur setelah menikah selama satu bulan bersama Alea.

Alea menangis dengan pilu. Mengingat dirinya sedang mengandung dengan usia kehamilannya dua bulan. Hanya Rey yang selalu menemaninya. Akhirnya Rey ingin membantu Alea dengan menikahi wanita itu. Akhirnya setelah enam bulan tanpa kabar berita, Alea secara agama diperbolehkan menikah kembali ketika sang suami meninggalkannya tanpa kabar berita selama enam bulan.

Di saat itu usia kandungan Alea sudah menginjak delapan bulan. Rey menikahi Alea. Dan perlahan Rey mulai mencintai Alea. Mereka hidup bahagia selama empat tahun sudah bersama. Rey begitu menyayangi Alice. Sudah seperti buah hatinya sendiri. Rey juga mulai mencintai Alea.

Tetapi kini Rey agak kecewa kepada Alea karena Alea bisa berkata kasar seperti itu kepada Elsa. Tetapi apa mau dikata, semuanya sudah terjadi. Dia tidak mungkin menceraikan salah satu istrinya. Karena memang Rey tidak menyukai yang namanya perceraian. Rey adalah anak dari korban perceraian. Jadi Rey tahu dengan jelas bahwa Rey bahwa Rey benar benar tidak suka dengan kata kata cerai.

Rey masih bergelut dengan ingatan lamanya. Dia masih mengingat betapa Alea begitu lembut. Tidak seperti sekarang. Rey memejamkan matanya dan mulai terlelap.

Satu minggu kemudian

Pagi itu Elsa segera bangun dan langsung mengambil alat test kehamilan. Elsa hendak mengecek urinenya. Dia sangat takut kalo dirinya hamil. Dia belum siap untuk mengandung. Dia ingin menyelesaikan sekolahnya dan membalas semua rasa sakit hatinya.

Jantung Elsa berdetak begitu kencang. Ternyata dua garis merah.

"Ya Tuhan, aku hamil?'' Elsa tersentak dan meneteskan air matanya. Elsa begitu kebingungan dengan apa yang tejadi saat ini.

"Ini, bagaimana bisa terjadi?'' Elsa menangis di dalam kamar mandi. Dia menangis meraung raung. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kini dirinya mengandung bayi dari seorang pria yang sudah menyakiti hatinya.

"Aku haru apa, Tuhan?" Elsa begitu terpukul dengan takdir yang Tuhan berikan padanya. Elsa menyesali perbuatannya bersama Rey waktu itu. Semuanya terasa amat hancur dan perih.

Elsa melangkah keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya. Elsa menatap foto sang ayah. Dia begitu kebingungan dengan semua apa yang terjadi padanya. Bagaimanapun usianya masih sembilan belas tahun dan dia sekarang sudah mengandung. Itu tidak mungkin bisa terjadi. Tetapi itu semua adalah kenyataan perih yang harus dia terima.

Elsa pun tertidur setelah lelah menangis. Selang beberapa jam Elsa terbangun dan matanya masih basah.

Elsa kembali ke kamar mandi dan mengecek kembali urinenya dan ternyata hasilnya hanya satu garis merah.

"Ya Tuhan, apa tadi itu mimpi?" Elsa sangat kebingungan. Dan ternyata itu semua adalah mimpi. Dirinya tidak sedang mengandung. Elsa bersiap mandi dan mengenakan pakaiannya. Elsa dengan segera datang ke sebuah klinik kandungan untuk melakukan USG. Dan hasilnya memang ternyata Elsa tidak sedang mengandung.

Ada sebuah kelegaan yang dia rasakan. Bukannya dia tidak mau menerima kehadiran seorang bayi. Dia sadar betul dia sangat kesepian tetapi untuk saat ini dia hanya akan fokus belajar dulu. Masih ada empat tahun lagi yang harus dia lewati. Dia harus menjadi seorang dokter dan harus menjadi seorang dokter yang sukses seperti ayahnya. Agar Elsa bisa memimpin rumah sakit yang kini Rey pimpin. Elsa ingin mengambil kembali apa yang menjadi haknya. Dan Elsa ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Kenapa sang ayah bisa tiba tiba memiliki banyak hutang, padahal selama ini ayahnya adalah seorang dokter yang sukses dan sangat terkenal. Elsa ingin tahu kenapa dan bagaimana sang ayah bisa bangkrut dengan tiba tiba. Semua itu adalah PR baginya.

"Terima kasih Tuhan, ternyata aku tidak hamil!'' ucap Elsa dengan nafas yang lega. Elsa kembali ke apartemennya dan merasa sangat bahagia.

Di sisi lain, ternyata Rey sudah menugaskan seseorang untuk mengawasi Elsa selama di sana. Rey membayar seorang penjaga yang akan menjaga Elsa dari kejauhan dan melaporkan apa aja yang Elsa lakukan. Rey terkejut ketika mendengar Elsa datang ke sebuah klinik kandungan. Rey berharap Elsa mengandung bayinya. Tetapi ternyata Elsa tidak hamil, Rey sedikit kecewa.

"Jika saja kita memiliki bayi, tentunya dia akan sangat cantik seperti dirimu." kata Rey sambil tersenyum lebar menatap layar ponselnya. Di sana terlihat foto pernikahannya dengan Elsa. Rey tak henti menatap foto Elsa. Tiba tiba saja Alea menelpon sambil menangis membuat Rey begitu terkejut. Ternyata Alice kecelakaan. Alice terjatuh dari tangga dan kini pingsan dengan kepala bersimbah darah.

Dengan segera, Rey bergegas untuk pulang. Untuk melihat kondisi sang buah hati. Rey mengemudikan kendaraannya dengan sangat cepat dan sampailah Rey di rumah. Terlihat Alea sedang menangis sambil memeluk sang buah hati. Kepala Alice sudah mengeluarkan begitu banyak darah. Rey lalu langsung membawa sang buah hati ke rumah sakit. Sepanjang jalan Alea menangis sedu, meratapi semua apa yang terjadi. Rey hanya diam sambil mengemudikan kendaraannya. Sebenarnya Rey begitu cemas, namun Rey harus tetap tenang karena dia harus mengemudikan kendaraannya agar tidak terjadi kecelakaan. Alea terus saja menangis karena Alice terus mengeluarkan darah dari hidung dan dan telinganya. Apalagi kepala bagian belakang terlihat pecah bersimbah darah juga. Perjalanan ke rumah sakit terasa sangat lambat padahal Rey sudah mengemudikan kendaraannya dengan begitu cepat.

Terpopuler

Comments

Ani Triyanti

Ani Triyanti

karma menghardik anak yatim dibayar kontan

2024-01-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!