Elsa dan Rey kini sudah lelap dengan buaian mimpi yang indah. Rey masih lekat mendekap tubuh langsing sang istri kecilnya itu. Saat itu hujan masih mengguyur kota new york. Rey mulai membuka matanya dengan perlahan. Dis melihat dengan jelas bahwa dia sedang bersama istri yang dia rindukan selam dua tahun ini. Rey tersenyum dengan manis. Menatap punggung sang istri.
Rey lalu mengecup leher belakang Elsa dengan sangat hati hati. Dia takut membangunkan gadis itu. Rey semakin mengeratkan pelukannya. Hatinya terasa tenang bisa memeluk Elsa seperti ini. Rey begitu menyukai wangi dari tubuh sang istri. Tubuh yang pernah dia kecup kenikmatannya.
Elsa perlahan membuka matanya, dia mencoba melepaskan pelukannya dari Rey dan pria itu masih memeluknya dengan erat.
"Lepasin aku Rey, aku mau ke kamar mandi!'' pekik Elsa kasar. Elsa tidak memanggil Rey dengan sebutan kakak atau Mas. Karena Elsa merasa dirinya bukan siapa siapanya Rey lagi. Elsa hanya merasa dirinya hanya istri kontrak dari Rey. Sebuah hubungan suami istri yang hanya tertulis di sebuah kertas yang bernama buku nikah.
Rey melepaskan pelukannya lalu Elsa dengan segera beranjak dan berjalan menuju kamar mandi. Rey lalu ikut terbangun. Dia lalu ke dapur mencari bahan makanan yang bisa dia masak. Perutnya melilit minta diisi. Rey membuka kulkas dan melihat beberapa sayuran, daging dan telor. Rey mulai memasak.
Elsa keluar dari kamar mandi dan melihat Rey sudah sedang mulai memasak. Elsa merasa kesal dengan kedatangan Rey yang datang secara tiba tiba. Elsa hanya bisa duduk dengan helaan nafas berat. Elsa lalu menyalakan televisi. Elsa hanya duduk dan menonton. Setengah jam kemudian Rey sudah selesai masak dan menyajikan makanan di meja makan.
Dua porsi sarapan pagi sudah siap di meja makan. Sebuah telor setengah matang dengan nasi goreng dan beberapa potongan sosis bertabur di atas nasi goreng itu terlihat memikat. Rey juga menyajikan sepiring capcay dengan brokoli dan wortel serta kembang tahu yang masih terlihat begitu segar.
"Ayo makan dek!'' ajak Rey.
Namun Elsa hanya terdiam dan masih asik menatap layar televisi. Wajah kesal terlihat di muka Elsa. Rey tahu betul kalo Elsa masih membencinya. Tapi apa mau dikata, Rey begitu merindukan Elsa setengah mati. Lagian memang ada sebuah pekerjaan yang harus dia lakukan di new york city sehingga Rey memang hanya bisa tinggal bersama dengan Elsa di apartemen yang dia beli dahulu.
"Sayang, ayo makan. Kalo tidak makan maka aku akan menggendongmu." kata Rey sambil menatap Elsa dengan senyumannya.
Mendengar ucapan di gendong, maka dengan segera Elsa datang ke meja makan. Elsa sangat malas untuk bicara bahkan untuk bersentuhan dengan Rey. Maka sebaiknya Elsa menuruti perkataan Rey. Toh di cukup hanya makan saja.
Rey merasa senang Elsa datang dan duduk untuk makan bersama. Pasalnya baru kali ini mereka bisa makan bersama setelah menikah. Menurut hukum istri Rey adalah Elsa. Karena memang buku nikah Rey dan Elsa sangat dibutuhkan oleh pengadilan untuk pemilihan direktur rumah sakit. Jika Rey tidak menikah dengan Elsa maka rumah sakit akan jatuh ke tangan orang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan dokter Sabastian. Oleh karena itu pernikahan Rey dan Elsa adalah pernikahan yang sah dan legal secara hukum.
Lalu bagaimana dengan Alea?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments