Elsa menangis kesakitan ketika pipinya yang begitu manis dan cantik di tampar keras oleh Rey.
"Aku benci kamu brengsek! Pergi kamu dari sini, kamu hanya datang untuk menyakitiku saja!'' teriak Elsa dengan jeritannya. Rey merasa sangat menyesal karena telah membuat Elsa kesakitan.
"Sa--sayang, Elsa sayang, tolong maafkan aku, aku hanya kelepasan." ucap rey merengkuh tubuh sang istri dengan lembut. Namun Elsa dengan segera mendorong Rey dengan keras. Elsa sangat merasa sakit hati ketika Rey menamparnya. Bukan rasa sakit di pipinya tapi sebuah rasa sakit pada hatinya.
Elsa merasa Rey terlalu menindasnya. Rey membuatnya bekerja lembur semalaman dan kini Rey mengakhirinya dengan sebuah tamparan yang sangat keras. Elsa merasa batinnya bergejolak. Dia semakin benci terhadap Rey jika Rey bersikap seperti itu.
"Sayang, maafkan aku." Rey kembali memeluk tubuh Elsa yang masih berbalut selimut karena memang mereka masih polos.
"Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku, Rey! Aku beni kamu!'' Elsa meronta dalam tangisnya yang meledak. Air matanya mengalir begitu deras. Rasanya Rey sungguh menyesali semua perbuatannya. Rey mengutuki dirinya kenapa dia tidak bisa menahan diri ketika Elsa mengatakan bahwa dia ingin menggugurkan kandungannya.
"Sayang, dengarkan aku. Aku hanya marah karena kamu bicara sembarangan. Apa kamu tahu, resiko besar ketika seorang wanita menggugurkan kandungannya? Bukan cuma kamu membunuh darah dagingmu, tetapi itu sangat bahaya bagi dirimu sendiri, sayang. Bisa saja kamu tidak bisa mengandung lagi." ucap Rey sambil memeluk Elsa dengan lembut. Elsa kini tak bisa meronta lagi karena Rey dengan penuh memeluknya.
Elsa masih terdiam dalam isakan tangisnya.
"Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang dokter. Kamu akan tahu betapa bahayanya sebuah aborsi, sayang. Kamu sudah tingkat dua, memang masih jauh, kamu haru kuliah tiga tahun lagi, aku hanya tidak mau terjadi hal yang membahayakan kepadamu. Dengarkan aku sayang, aku sudah mencintaimu, kamu istri kesayanganku." tutur Rey lembut sambil memeluk Elsa dengan lembut.
"Aku tidak mau hamil, Rey. Aku masih ingin melanjutkan pendidikanku. Bagaimana kalo dikeluarkan dari kampus jika aku ketahuan hamil?'' rengek Elsa dengan manja.
"Ssst.... Jangan pikirkan itu semua, aku yang akan mengurusnya, jika memang bulan depan buah hati kita sudah tumbuh disini." Rey mengelus perut Elsa yang rata. "Aku akan mengurus semuanya, kamu tidak akan mendapat masalah apapun sayang, kamu hanya perlu cuti selama tiga bulan saja, saat perutmu sudah membesar, setelah melahirkan kamu bisa melanjutkan pendidikanmu lagi." tutur Rey dengan lembut.
Elsa masih terisak. Dia masih ketakutan. Elsa belum siap untuk mengandung. Elsa masih berharap bahwa dirinya tidak mengandung dulu. Apalagi mengandung bayi Rey yang super menyebalkan.
"Jangan berdalih Rey, kamu tidak usah mengatakan kata kata cinta kepadaku, sementara kamu juga mengatakan kata kata cinta kepada Alea. Cukup ceraikan aku dan nanti setia lah pada Alea!'' Elsa kembali terisak.
Hati Elsa benar benar merasakan sebuah kesakitan yang begitu dalam. Jika mengingat bahwa suaminya itu memeluk wanita lain saat mereka jauh. Entah itu sebuah kecemburuan atau apa. Yang pasti Elsa sangat membenci Rey ketika mengingat Rey memeluk si Alea juga.
"Tidak, aku tidak akan menceraikanmu. Aku mencintaimu, sayang." Rey berbisik mesra sedang Elsa masih dalam isak tangisnya.
Rey lalu mengecup leher Elsa dan memberikan beberapa tanda di sana lagi. Hand Ray mulai playing pd Elsa yamg begitu menggoda. Nafas Elsa memburu.
"Sudah Rey, aku lelah!'' ucap Elsa pelan sambil memegang hand Ray agar berhenti playing di pd nya. Karena Elsa sudah tidak tahan ketika bagian sensitifnya di playing seperti itu.
"Kita main sekali lagi ya, setelah itu kita mandi bersama." ajak Rey.
"Enggak mau, Rey lepas!" rengek Elsa sambil mendorong Ray sang suami yang sudah mulai bergerak mengambil ancang ancang lagi. Rey kembali membuat Elsa kesakitan. Dedek sudah sakit dan lecet. Rasa nyeri Elsa rasakan. Maklum pertama bercinta itu dua tahun lalu dan sekarang mereka bercinta lagi, dengan gempuran penuh Rey mengajak Elsa begadang semalaman.
Tetapi rasa perih itu hilang ketika dia dihadapkan dengan rasa ******* berkali kali. Elsa yang tidak bisa menolak setiap touch dari Rey. Mereka kembali bercinta kembali. Rey benar benar puas dengan istrinya. Elsa masih sangat sangat seperti pertama kali MP mereka sehingga membuat Rey selalu ketagihan.
Rey telah mengatakan bahwa dia mencintai Elsa. Namun Elsa masih tidak bisa mencintai Rey. Namun anehnya Elsa merasa marah ketika Rey membahas tentang istrinya Alea. Elsa kesal dan sangat geram ketika Rey membahas Alea di hadapannya.
"Elsa sayang, Ough... Aku titipkan lagi disini sayang. Cintaku sayang, ah..." Rey mengeluarkan suara suara nikmat. Body Rey bagaikan terbang, dia seolah tak bertulang. Dia begitu lelah namun begitu puas. istrinya yang galak itu selalu fantasinya.
"Hah hah hah, Rey aku mohon ini yang terakhir. Aku sudah sangat lelah!" Elsa mengatur nafasnya yang memburu.
"Iya, kita istirahat dulu ya, makasih sayang kamu selalu bisa membuat aku sangat puas." ucap Rey sambil mengecup kening Elsa denhan lembut.
Selang beberapa waktu mereka istirahat. Rey lalu membopong Elsa ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Pria itu membersihkan Elsa dan wanita itu hanya menurut saja.
Setelah selesai mandi, mereka.lalu bersantai di depan tv. Rey masih mematikan ponselnya. Rey tidak mau Alea mengganggu Rey ketika sedang bersama Elsa. Rey tidur di sofa menjadikan paha mulus sang istri sebagai bantal sementara Elsa sedang asyik memakan cemilannya. Mereka berdua begitu santai seolah tidak ada beban apapun.
Entah kenapa Elsa membiarkan Rey begitu saja tidur di pahanya. Ah, Elsa tidak mau ambil pusing dengan semua itu karena Elsa sudah sangat lelah. Elsa hanya ingin bersantai saja di rumah dan diam di rumah seharian.
"Apa kamu lapar, Sayang?'' tanya Rey.
"Hmm." jawab Elsa.
"Delivery saja ya, kita makan apa?''
"Ayam saja sama pizza." jawab Elsa.
"Mana ponselmu?'' tanya Rey hendak memesan makana menggunakan ponsel Elsa. Elsa laku memberikan ponselnya kepada Rey. Rey lalu membuka ponsel Elsa laku memesan beberapa makanan. Tanpa sengaja Rey melihat beberapa foto Elsa bersama teman teman kampusnya. Rey menghela nafas berat. Rey cemburu pada teman pria Elsa yang berfoto bersanding dengannya.
Wajah Rey seketika berubah kesal dan malas. Rey tidak pernah merasa cemburu kepada Alea. Tetapi tidak dengan Elsa. Rey selaku dibuat cemburu oleh istri mudanya itu. Itu membuat dirinya merasa sangat terbakar api cemburu.
Rey terdiam dengan dada yang sesak. Padahal dia cuma melihat foto saja.
"Wanita ini membuat aku tergila gila." ucap Rey dalam hatinya sambil menatap ponsel Elsa yang penuh dengan foto foto Elsa dan temannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments