"Saya terima nikahnya, Elsa Rahayu binti Bastian Al Nuril almarhum dengan maskawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Sah, bagaiman saksi?''
"Sah."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah, silahkan pengantin perempuan keluar kamar!'' ucap penghulu ketika Rey sudah sah menjadi suami Elsa.
Elsa berjalan perlahan begitu anggun dengan gaun putihnya. Saat itu Rey melihat istri mudanya begitu cantik. Dia terkesima dengan kecantikan istri kecilnya. Rey tak berhenti memandangi gadis yang kini telah sah menjadi istrinya. Kini Elsa duduk disamping Rey.
"Silahkan cium tangan suamimu!'' ucap penghulunya.
Elsa terdiam lalu dia menatap Rey dengan tatapan sendu. Elsa kini telah sah menjadi istri mudanya Rey. Elsa meraih tangan Rey lalu mengecupnya dengan perlahan. Rey menatap Elsa tanpa henti. Rey hendak mengecup kening Elsa, namun tiba tiba saja Alea datang bersama Alice sang putrinya.
"Papa..." teriak anak kecil itu dengan sangat lucu. Rey tersenyum dan langsung memeluk sang putri dengan senyuman manisnya. Alea datang dengan wajah kecut tanpa senyum.
Alea duduk disamping Rey dan Elsa. Elsa merasa gemetaran ketika Alea datang. Sebuah aura ketakutan kini telah merasuk ke dalam jiwanya.
Kini Elsa telah resmi menikah dengan Rey. Acara akad nikah pun telah selesai. Tamu undangan sudah mulai pulang. Yang tersisa kini hanya empat orang yang saling terikat. Rey, Elsa, Alea dan Alice. Alice yang masih lengket dengan Rey memeluk sang ayah tanpa mau melepaskannya. Begitu pula dengan Rey yang masih terus memeluk dan mengecup sang buah hati yang sangat dia sayangi.
Alea memperhatikan Elsa mulai dari atas sampai ke bawah. Alea terkekeh.
"Hahaha.... Cewek murahan, tidak tahu diri. Sudah beruntung Rey mau menikahimu, pelacur!" ucap Alea.
Ucapan Alea membuat hati Elsa merasakan sebuah kesakitan dengan rasa sakit yang amat pedih yang belum pernah ia alami sama sekali. Sebuah hati yang remuk karena harga dirinya yang terjatuh karena ucapan itu.
"Sayang," ucap Rey pelan.
"Diam kamu Mas!'' bentak Alea tanpa menoleh kepada Rey sama sekali. Alea terus menatap Elsa dengan tajam.
"Mbak," ucap Elsa dengan bibir yang bergetar menahan tangis.
"Kamu itu sudah bangkrut, ya bangkrut aja, untuk apa menjual diri kepada suamiku?!'' Alea mulai berteriak. Mata Alea mulai memerah karena marah dan menahan tangis. Hati Alea sakit sekali ketika melihat gadis cantik yang suaminya nikahi ternyata masih usia belasan tahun.
Dia tidak bisa menerima dengan mudah pernikahan itu. Rasa marahnya tidak bisa dia bendung lagi.
"Sayang, jangan bicara begitu!'' ucap Rey sambil menatap sang istri.
Namun Alea tak menghiraukan ucapan Rey.
"Pelacur kecil, senang kah kamu merebut suamiku? Brengsek! Betina ******!''
Plak.
Alea menampar Elsa dengan sangat keras membuat Elsa sangat kesakitan dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Rey terkejut. "Alea!'' bentak Rey.
"Apa? Kamu mau membela betina, bajingan binal ini?!''
"Sayang, jangan seperti itu, aku mohon bersabarlah sayang!'' ucap Rey menenangkan sang istri yang mulai mengamuk. Elsa masih memegangi pipinya yang memerah karena bekas tamparan tadi.
"Bersabar apanya Mas! Kamu tega menduakan aku dengan dalih membantu cewek yang bangkrut ini, cewek yang menjual dirinya padamu!" jerit Alea mengamuk.
Rey melepaskan pelukan Alice dan mulai memeluk sang istri.
"Sayang, maafkan aku sayang!'' Rey memeluk sang istri dengan erat lalu mengecup kening Alea dengan mesra. Elsa menatap semua perilaku suaminya. Hatinya begitu tersakiti dengan ucapan Alea, dan kini bahkan Rey tak peduli dengannya. Dengan mesra Rey memeluk dan mencium Alea di depan Elsa. Air mata Elsa menetes tak bisa lagi dia bendung. Dia begitu merasa sangat amat tersakiti dengan keadaan ini.
"Gimana Mas?! Enak ya meniduri perawan, huh?!'' teriak Alea meronta melepaskan pelukan sang suami. Mendorong Rey sampai Rey terjatuh. Lalu mengambil air dalam gelas dan menyiramkan air itu tepat di kepala Elsa. Setelah itu Alea melempar gelas kristal itu ke lantai sampai pecahan gelas itu berserakan kemana mana.
Elsa semakin gemetaran dan ketakutan melihat tingkah istri pertama Rey. Elsa sudah basah dan hanya bisa menangis dengan isakan pilu.
"Sayang, sabarlah, dengan aku dulu sayang, aku hanya mencintaimu, bersabarlah!'' ucap Rey dengan kembali memeluk dan mengecup kening sang istri dengan mesra.
"Kamu bohong! Kamu menyukai dia kan? Karena dia lebih cantik dan lebih muda dariku''
"Tidak, tidak begitu sayang. Aku hanya merasa kasihan pada gadis itu karena dia sebatang kara." ucap Rey.
"Itu tidak masuk akal dan aku tidak terima!'' jerit Alea.
"Dengar sayang, hanya kamu yang aku sayangi dan aku cintai. Aku hanya melakukan ini demi almarhum ayah."
"Jangan bahas hal itu lagi, kalian bahkan kakak beradik, kenapa kamu memanfaatkan hal itu untuk menikahi ****** ini! Katakan padaku, bahwa dia ****** yang menjual diri padamu, katakan cepat!''
Rey sempat terdiam mendengar ucapan Alea. Rey tidak bisa mengatakan hal itu pada Elsa. Karena itu pasti akan menyakiti hati Elsa.
"Baiklah kamu terdiam Mas, ceraikan aku dan berbahagialah dengan wanita ****** murahan ini!" ucap Alea sambil mendorong suaminya dan berjalan menghampiri putrinya Alice. Tubuh anak kecil itu bergetar melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Gadis kecil itu tidak bisa menangis seolah menjadi sebuah patung mungil yang bergetar.
"Ayo, Nak. Kita pulang!'' Alea menggendong sang putri dengan mata yang masih basah.
"Tunggu sayang, jangan seperti ini!" Rey berteriak dan memeluk sang istri dari belakang.
"Jangan pergi, aku hanya mencintai kamu. Hanya kamu istri kesayanganku, dan dia wanita itu hanya jalangku, aku beli dia karena dia butuh biaya sekolah dan bangkrut, aku kasihan sama dia, aku hanya anggap dia wanita murahan dan seorang pelacur." kata Rey pelan. Rey memejamkan matanya sambil memeluk sang istri dari belakang.
Ucapan yang Rey katakan membuat jantung Elsa seolah remuk dan hancur. Rasa sakit hatinya kini menjalar ke setiap aliran darahnya.
Air mata Elsa menetes dan tidak bisa ia bendung lagi. Air mata yang semakin deras karena rasa sakit hatinya begitu membuat dia seolah tak mau hidup lagi. Ternyata Rey hanya menganggap dirinya wanita murahan dan seorang ******.
Elsa terus menangis dan menangis. Elsa menatap Rey yang masih memeluk punggung Alea dengan penuh kasih sayang.
"Aku hanya seorang pelacur, ****** yang menjual diriku padamu, kak!" lirih Elsa dengan suara yang bergetar.
Rey lalu menatap Elsa dan berkata. "Maaf, Elsa. Hiduplah dengan bahagia dan sesekali aku akan menengokmu!" tutur Rey sambil menarik tangan istri keluar dari rumah Elsa.
Rey dan Alea lalu meninggalkan rumah Elsa dengan cepat. Malam ini adalah malam pengantin Elsa dan Rey. Jangankan malam pengantin, kini Elsa hanya bisa merasakan sebuah kesakitan dalam hatinya yang tidak bisa ia lupakan sampai kapan pun.
"Siapa yang ingin menjadi istrimu? Siapa yang ingin mengambil suaminya? Aku hanya terpaksa, aku hanya ingin melanjutkan hidupku saja, karena aku tidak punya apapun dan siapapun lagi. Aku pikir aku punya sandaran, tetapi aku malah masuk ke dalam sebuah lubang kesakitan," kata Elsa dengan isakan yang sangat lirih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
4U2C
𝐛𝐞𝐫𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐩𝐮𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐠𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐄𝐋𝐒𝐀,,𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐤𝐢𝐭𝐢𝐦𝐮,,𝐝𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐡𝐢𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐦𝐮 𝐄𝐋𝐒𝐀.
2023-10-08
2