Tangisan Thania dan cerita yang Thania sampaikan membuat Rangga menyadari bahwa memang dia dan Thania membutuhkan keluarga yang utuh. Sekarang, potret keluarga yang Thania lihat benar-benar tidak utuh. Ada sosok Papa, tapi tidak pernah ada sosok Mama. Kalaupun ada, tidak ada memori yang terbentuk. Sebab, ingatan anak-anak masih parsial dan belum bertahan untuk waktu yang panjang. Sehingga, Thania memang tidak memiliki memori berharga yang bisa dia kenang bersama sosok Mamanya.
"Sudah ya ..., tadi Thania sudah melakukan yang terbaik," kata Miss Irene yang menyeka air mata Thania.
"Kalau tidak dapat juara, tidak apa-apa ya Miss ...."
"It's oke, no problem, Thania. Buat Miss Irene, Thania sudah berusaha dan sudah berani tampil itu sudah hal yang bagus. Makasih yah," kata Miss Irene.
Thania kemudian meminta duduk di sisi Miss Irene. Sesekali masih terdengar isakan lirih darinya, tapi Thania sudah merasa jauh lebih tenang. Bahkan sekarang mereka melanjutkan untuk melihat penampilan para siswa yang lainnya.
"Miss, nanti pulangnya sama Papa aja Miss," kata Thania lirih di dekat telinga Miss Irene.
"Kenapa, Nia?"
"Mau lebih lama sama Miss Irene."
Miss Irene tersenyum saja mendengarkan ucapan Thania. Tanpa Irene sadari agak di belakangnya ada dua sorot mata yang sejak tadi mengamati interaksi antara dia dan Thania. Si Papa yang masih berstatus duda diam-diam mengamati dari jauh. Sembari bersenandika dalam hatinya.
"Syukurlah Thania bertemu dengan Irene. Banyak hal-hal bermakna yang Irene ajarkan kepada Thania. Bahkan ketika Thania tidak mengenal sosok seorang mama, dia mungkin mengenal sosok mama dari Irene."
Ya, Rangga begitu yakin bahwa Thania sudah bertemu dengan orang tepat. Keberadaan Irene untuk Thania layaknya kepingan puzzle terakhir yang benar-benar melengkapi Thania. Pada akhirnya juga akan begitu juga keberadaan Irene untuk dirinya.
Hampir satu jam berlalu, lomba story Telling sudah selesai. Saat itu juga Miss Rere akan membacakan hasil penilaian dari para juri. B…
Dipinang Dokter Duda
Memang Membutuhkan Keluarga yang Utuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Erina Situmeang
selamat Tania 💪anak yg tidak pernah mengenal sosok ibu dapat bercerita dgn baik
2024-01-14
0
mamak"e wonk
👏👏👏👏👏👏🤧🤧🤧💪💪💪💪
2023-11-07
1
Nurhayati
cie.,cie
2023-10-22
1