BAB 20 - Kamu Jodohku

Hanya karena sebuah celetukan sang suami, Ayas cukup lama berdiam diri dan tidak memiliki kemampuan untuk menghampiri. Takut dan malu seolah bersatu padu, pengalaman malam pertama dari kakaknya terlalu mengerikan, terlebih lagi mata Ayas sudah pernah berkenalan dengan lonceng kematian milik Kama yang membuatnya bergidik ngeri.

Percayalah, sebelum pergi ke Jakarta otak Ayas suci dan sebegitu polosnya. Namun, setelah dipertemukan bersama Kama keadaan sudah berbeda. Bagaimana tidak? Pasalnya bukan hanya teori yang Ayas pelajari, melainkan praktiknya.

Ya, walau memang tangannya tidak ikut ternoda, tapi mata dan otaknya jelas tidak lagi bisa diselamatkan pasca Kama menjadikannya objek fantasy dalam menuntaskan hasratnya. "Ck, nanti dia suruh pegang gimana? Kata mbak Dania kalau nolak dosa, t-tapi aku geli."

Mereka masih berjauhan, belum sama-sama di atas ranjang, tapi pikiran Ayas sudah simpang siur. Berbagai dugaan dan pertanyaan memenuhi otaknya, Ayas berharap malam ini berakhir secepatnya.

"Laras, dengar aku tidak?"

Lamunan Ayas terhenti, dia tampak gelagapan dan bingung harus bereaksi bagaimana. Cara Kama memandang dari atas tempat tidur sukses membuatnya panas dingin. "I-iya dengar."

"Sini, Sayang."

Tak berhenti di sana, Kama menepuk sisi kosong di sebelahnya sebagai pertanda untuk meminta sang istri naik ke atas tempat tidur segera. Bukan lagi salah prasangka seperti sebelumnya, kali ini Kama benar-benar mengajaknya tidur bersama.

Mau tak mau, Ayas harus mau dan perlahan turut naik. Masih dengan kaki yang kini terasa gemetar, Ayas seolah takut sekali Kama terkam. Bahkan, belum apa-apa dia segera menarik selimut untuk menutupi dadanya.

Ayas melakukannya dengan sangat pelan, dan hal itu jelas saja tak lepas dari pengawasan Kama yang sejak tadi bertopang dagu demi menatapnya. Seolah menjelaskan, jika dia benar-benar bahagia dan pernikahan ini adalah hal yang sangat dia inginkan.

Sama sekali tidak ada tampang terpaksa, sejak awal tahu akan menikah juga santai sebenarnya. Hanya saja, tidak mungkin Kama memperlihatkan seberapa bahagia dirinya sementara Ayas tampak terpuruk menghadapinya.

Tidak perlu Kama tanya, dia tahu saat ini belum waktunya sang istri untuk bahagia. Kepergian ibunya yang tiba-tiba sudah cukup menjadi alasan kenapa Ayas tidak sebahagia Kama, terlebih lagi tadi pagi dia mendapat begitu banyak hinaan dari para warga sekitar untuknya.

Mengingat hal itu, Kama seketika merasa bersalah. Dia memang tidak pasrah saja awalnya, tapi andai saja dia menolak dengan tegas dan membantu Ayas membela diri mungkin mereka tidak akan berakhir seperti ini.

Kama menghela napas panjang dan kini menatap langit-langit kamar. Agaknya dia perlu bicara soal ini, jujur saja walau memang tidak terlihat, tapi Kama sangat takut Ayas membencinya.

"Yas, aku boleh tanya sesuatu?"

Suara Kama memecah keheningan, Ayas yang berada di sisinya perlahan membuka mata. Menghadap ke arah Kama dan dalam keadaan siap tak siap, dia menerka Kama mau apa. "Boleh, tanya apa, Mas?"

Kama terpejam, berusaha menahan diri untuk tidak salah tingkah lantaran panggilan Mas dari sang istri yang sedikit lucu di telinganya. "Kamu membenciku?"

Jauh dari dugaan, ternyata Kama justru melontarkan sebuah pertanyaan yang seketika membuat Ayas mengerutkan dahi. Jangankan membenci, sejak tadi Ayas justru berpikir bagaimana perasaan Kama dihadapkan dengan posisi ini.

Niat hati hanya untuk memastikan keadaannya, tapi justru berakhir dipandang hina seperti dia. Harusnya Ayaslah yang bertanya, tapi kini justru berbalik dan jelas jawabannya tidak.

Ayas menggeleng, dia tidak marah, tidak pula membenci Kama. Bahkan, dia sedikit lebih lega hanya dinikahkan saja, tidak dipermalukan atau dihajar habis-habisan seperti kakak iparnya.

"Benar tidak?" Kama berbinar usai mendengar pengakuan Ayas, dia sontak mendekat dan kini keduanya hampir tak berjarak.

Ayas mengulas senyum untuk pertama kali. Bukan karena apa-apa, tapi cara Kama mendekat begitu lucu baginya, "Iyaa, tidak."

Sederhana, tapi jawaban itu berhasil membuat Kama menghela napas lega selega-leganya. Rantai yang mengikat kakinya seakan terlepas, dia sudah berpikir jauh dan mengira istrinya akan banyak ulah layaknya tokoh utama yang tidak terima akan takdirnya.

Namun, setelah Ayas mengakui, tetap saja ada yang membuatnya penasaran. Sebenarnya sejak tadi sudah terpikirkan, dia sempat lupa dan kali ini tetap saja kepikiran. Setelah dia ingat-ingat, terakhir kali Ayas membela diri itu di belakang, dan ketika mendengar mereka akan dinikahkan, Ayas tidak terlihat berontak.

"Apa alasannya? Kamu masih bisa menolak, 'kan kalau mau?" tanya Kama dengan hati yang sudah dia persiapkan untuk menerima jawaban Ayas, apapun itu.

Ayas tidak segera menjawab, dia tampak berpikir dan memilah kata sebelum benar-benar dia utarakan. "Kamu sendiri yang bilang aku jodohmu ... jadi kupikir, cepat atau lambat juga akan tetap menjadi istri kamu."

Jawaban yang tepat, Kama mengullum senyum begitu mendengar ucapan Ayas. Siapa sangka sang istri akan melontarkan jawaban yang berhasil membuatnya terbang ke angkasa.

Tak perlu susah payah dia jelaskan bahwa lambat laun mereka akan tetap berakhir menjadi pasangan, Ayas ternyata paham. "Benar, kamu memang jodohku," ucap Kama menatap mata lelah Ayas yang kini masih dia paksakan untuk terjaga.

Semakin lama Kama menatapnya, hati Kama kian pilu. Dia masih tidak habis pikir kenapa ada pria yang menyia-nyiakan wanita setulus ini. "Maafkan aku, seharusnya aku tidak memilikimu dengan cara ini," ucap Kama pada akhirnya sebelum merengkuh tubuh Ayas yang dia yakini serapuh itu.

.

.

Ketakutan Ayas sama sekali tak terbukti, jangankan dipaksa ataupun diminta melakukan hal-hal gila seperti dugaannya, Kama bahkan tidak membahas tentang hak sebagai suami di malam pertama.

Hingga pagi menjelang, Ayas terjaga lantaran Kama yang menggigil dalam pelukannya. Siapa sangka posisi merekajustru jadi berbalik begitu, padahal jelas-jelas sebelum tidur Ayaslah yang dipeluk, bukan memeluk.

"Dingin, Maa."

Mata Kama masih terpejam, tapi bibirnya bergetar dan mengeluh dingin pagi-pagi begini. Tidak ingin suamiku beku, wanita itu segera beranjak dari tempat tidur dan mengambil persediaan selimut yang lain karena satu agaknya tidak cukup.

Ayas terlalu nyenyak sampai dia tidak sadar jika semalaman hujan lebat, wajar saja Kama sampai menggigil dibuatnya. Usai menyelimuti sang suami, Ayas menyadari ada yang aneh hingga senyumnya mengembang tanpa sadar.

"Kapan dia melakukannya?"

Entah kapan Kama memakaikan kaos kaki dan juga mengganti baju tidurnya. Sama sekali Ayas tidak sadar karena memang tidurnya nyaman sekali. "Tunggu, dia cuma ganti baju saja, 'kan ya?" Beberapa saat lalu dia terharu, tapi detik ini dia seketika panik dan menduga-duga apa yang sudah Kama lakukan padanya.

.

.

- To Be Continued -

Hai, senin kedua di Kama ritualnya jan lupa❣️ Vote buat Kayas seikhlasnya beibeeeeh.

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-20

0

Wani Ihwani

Wani Ihwani

enak e kama tanpa proses yg rumit dengan mudah dapat Ayas

2024-09-05

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

ayas pasrah sama takdir kama orang yang tepat akan membahagiakan mu ayas

2024-08-28

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!